NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Logam Mulia tidak mengalami perubahan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Harga emas tercatat Rp2.725.000 per gram, sama seperti perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback juga masih bertahan di level Rp2.585.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih atau spread sebesar Rp140.000 antara harga emas saat dibeli dengan harga yang diterima ketika emas tersebut dijual kembali kepada Logam Mulia.
Harga jual tersebut merupakan nilai yang harus dibayarkan konsumen ketika membeli emas batangan produksi Antam. Adapun harga buyback menjadi acuan ketika pemilik emas menjual kembali kepemilikannya kepada Logam Mulia.
Sebagai gambaran, seseorang yang membeli emas Antam seberat satu gram pada Jumat pagi harus mengeluarkan dana Rp2.725.000. Namun, apabila emas tersebut langsung dijual kembali pada hari yang sama, nilai yang diterima berdasarkan harga buyback hanya Rp2.585.000 per gram.
Besarnya selisih harga tersebut membuat investasi emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen untuk jangka panjang. Kenaikan harga emas dalam jangka waktu tertentu diperlukan untuk menutup selisih antara harga pembelian dan harga buyback sekaligus menghasilkan keuntungan bagi investor.
Dilansir Nukilan.id dari data perbandingan harga, juga menunjukkan bahwa investor yang membeli emas pada sejumlah periode sebelumnya masih mengalami keuntungan atau kerugian yang berbeda-beda jika dihitung berdasarkan harga buyback pada 21 Agustus 2026.
Investor yang membeli emas pada 14 Agustus 2026 dengan harga Rp2.664.000 per gram tercatat mengalami kerugian 2,97 persen. Pembelian pada 21 Juli 2026 dengan harga Rp2.632.000 per gram mengalami kerugian 1,79 persen.
Sementara itu, pembelian pada 21 Mei 2026 dengan harga Rp2.800.000 per gram mencatat kerugian 7,68 persen. Investor yang membeli pada 21 Februari 2026 seharga Rp3.012.000 per gram juga masih mengalami kerugian 14,18 persen.
Berbeda dengan pembelian pada periode tersebut, investor yang membeli emas pada 21 November 2025 seharga Rp2.348.000 per gram telah memperoleh keuntungan 10,09 persen.
Keuntungan lebih besar terlihat pada pembelian 21 Agustus 2025 dengan harga Rp1.914.000 per gram yang mencapai 35,06 persen. Pembelian pada 21 Mei 2025 seharga Rp1.915.000 per gram menghasilkan keuntungan 34,99 persen.
Adapun investor yang membeli emas pada 21 Februari 2025 dengan harga Rp1.707.000 per gram tercatat memperoleh keuntungan 51,44 persen. Sedangkan pembelian pada 21 November 2024 dengan harga Rp1.508.000 per gram menghasilkan keuntungan hingga 71,42 persen.
Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa waktu pembelian menjadi salah satu faktor penting dalam investasi emas. Selain memantau pergerakan harga, investor juga perlu memperhitungkan spread antara harga jual dan buyback sebelum menentukan strategi investasi. (XRQ)


