Bupati Aceh Timur Murka, Desak Kontrak Vendor Huntara Diputus

Share

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meluapkan kemarahannya saat meninjau langsung kondisi penyintas banjir di Desa Peulalu, Kecamatan Pante Bidari, Sabtu (28/3/2026).

Kemarahan itu dipicu lambannya pembangunan hunian sementara (Huntara) yang hingga kini belum rampung, sehingga warga masih bertahan di tenda pengungsian selama berbulan-bulan.

Dalam kunjungan tersebut, seorang penyintas bernama Ubama (45) mengungkapkan bahwa pembangunan Huntara di desanya belum selesai sepenuhnya.

“Hanya empat unit Huntara yang sudah siap ditempati, sisanya 13 unit belum siap. Padahal ini diusulkan oleh Bupati, dibangun BNPB, dan dikerjakan vendor. Tapi yang dimaki-maki dan disalahkan masyarakat itu Bupati,” tegas Al-Farlaky di hadapan perwakilan BNPB.

Merespons kondisi tersebut, Al-Farlaky secara tegas meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengevaluasi kinerja pelaksana proyek.

“Vendor tidak becus, putuskan kontraknya. Ganti dengan yang lain. Tidak ada satu pun video warga memaki-maki BNPB, saya yang dimaki-maki kalau Huntara ini tidak siap,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga mengkritik laporan BNPB yang menyebutkan tidak ada lagi pengungsi di Aceh Timur. Ia menilai kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, di mana masih banyak warga yang belum bisa kembali ke rumah.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BNPB untuk Aceh Timur, Isroil Samihardjo, menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap seluruh vendor yang terlibat dalam pembangunan hunian sementara.

Ia juga berjanji akan mempercepat proses pengerjaan agar warga terdampak banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2026), sebanyak 373 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.259 jiwa penyintas banjir di Aceh Timur masih berada di pengungsian. Mereka tersebar di 13 titik pengungsian di sembilan desa yang berada di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Serbajadi.

Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan Huntara dapat segera mengakhiri masa pengungsian warga dan memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi para penyintas.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News