Saturday, 7 November 2026 Banda Aceh 24°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Polda Aceh Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pascainsiden di Tiro Pidie

KAPOLDA ACEH
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. (FOTO: HUMAS POLDA ACEH)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepolisian menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Rizal dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi di Meunasah Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada 4 November 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Aceh, Ruddi Setiawan, dalam konferensi pers di Bandara Sultan Iskandar Muda, Jumat (6/11/2026).

Selain korban meninggal dunia, insiden tersebut juga mengakibatkan 13 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 11 korban dirawat di Rumah Sakit Umum Tgk. Abdullah Syafi’i, sementara dua lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Tgk. Chik Ditiro Sigli.

Dari 11 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Tgk. Abdullah Syafi’i, empat orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani perawatan.

Ruddi mengatakan, kepolisian terus memantau perkembangan kondisi para korban serta memastikan seluruhnya memperoleh pelayanan dan perawatan medis secara optimal.

Terkait penanganan insiden tersebut, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan TNI secara profesional, objektif, dan transparan. Proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis serta berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kabupaten Pidie agar tetap tenang, menahan diri, tidak mudah terpanjang emosi, serta mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada TNI dan Polri. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan apapun yang dapat menimbulkan tindak pidana,” kata Ruddi.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial, termasuk penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat maupun mengganggu keamanan dan ketertiban di Aceh yang selama ini telah dijaga bersama.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh yang berperan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Untuk saat ini kami berharap sinergi dan kebersamaan ini terus terpelihara demi terwujudnya Aceh yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News