228 Peserta Seleksi Polri di Aceh Lolos Rikkes II, Kapolda Ingatkan Jangan Percaya Calo

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 228 peserta dinyatakan lolos menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam seleksi penerimaan terpadu calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Aceh.

Jumlah tersebut ditetapkan melalui sidang terbuka yang berlangsung di Gedung Meuligoe Polda Aceh, Kamis (4/6/2026) malam.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan bahwa tahapan yang telah dilalui para peserta merupakan bagian dari proses seleksi untuk menjaring calon anggota Polri terbaik.

“Sidang ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses penyaringan untuk mendapatkan calon anggota Polri yang terbaik,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, Jumat (5/6/2026).

Dari total peserta yang lolos, formasi Bintara SPKT pria menjadi yang terbanyak dengan jumlah 114 peserta. Selain itu, peserta yang dinyatakan lolos juga berasal dari berbagai jalur penerimaan, mulai dari Akademi Kepolisian (Akpol), Rekrutmen Proaktif (Rekpro), Bintara Intelijen, Bintara Polair hingga Tamtama.

Adapun rincian peserta yang berhasil melaju ke Rikkes Tahap II yakni Akpol sebanyak 11 orang yang terdiri atas 10 pria dan satu wanita. Jalur Bintara Rekpro meloloskan delapan peserta, termasuk satu peserta talent scouting.

Selanjutnya, Bintara Intelijen sebanyak 15 peserta, Bintara Polair 14 peserta, Bintara PTU/SPKT wanita 12 peserta, Bintara SPKT pria 114 peserta, Tamtama 49 peserta, dan Tamtama Polair lima peserta.

Joko mengingatkan seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus agar terus mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

“Peserta yang dinyatakan lulus agar terus mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya, khususnya Rikkes Tahap II dan uji kesamaptaan jasmani yang membutuhkan kesiapan fisik, kesehatan, serta mental yang prima,” ujarnya.

Sidang terbuka tersebut turut disaksikan oleh pengawas internal dan eksternal. Pengawasan dilakukan antara lain oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh serta tim pengawas teknologi informasi dari Universitas Syiah Kuala.

Kehadiran para pengawas tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) dalam proses rekrutmen Polri.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah kembali mengingatkan para peserta maupun orang tua agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan peserta dalam proses seleksi.

“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, jangan terpengaruh dan segera laporkan kepada panitia.

Rekrutmen Polri dilaksanakan secara transparan dan hasil seleksi ditentukan sepenuhnya berdasarkan kemampuan serta prestasi peserta,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga meminta para peserta yang berhasil melaju ke tahapan berikutnya untuk memanfaatkan waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya guna mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, kebugaran jasmani maupun kesiapan mental.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil pada tahapan ini diminta untuk tetap semangat dan menjadikan hasil seleksi tahun ini sebagai bahan evaluasi agar dapat mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Polri membutuhkan calon anggota yang tidak hanya memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga berkarakter dan berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Setelah dinyatakan lolos pada tahap ini, para peserta akan melanjutkan proses seleksi ke Rikkes Tahap II yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum mengikuti rangkaian seleksi berikutnya dalam penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News