Friday, 6 November 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Hukum

Komnas HAM Turun Tangan Usut Insiden Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. (Foto: For Nukilan)
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan penyelidikan awal terhadap insiden kekerasan dan kericuhan yang terjadi saat kenduri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemantauan langsung ke lokasi untuk mengumpulkan fakta dan menggali informasi terkait peristiwa yang menewaskan seorang warga tersebut.

“Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologis peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,” jelas Anis Hidayah, ketua Komnas HAM, melalui keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tertembak. Selain itu, sejumlah warga dan personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Anis menyebutkan, Komnas HAM memberikan perhatian serius terhadap perkembangan kasus kekerasan yang terjadi dalam kegiatan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

“Komnas HAM menaruh perhatian serius terhadap perkembangan situasi terkait peristiwa tindak kekerasan dan kericuhan dalam acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Anis Hidayah.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh Komnas HAM, kericuhan bermula saat sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di lokasi kenduri. Aparat TNI kemudian mendatangi tempat tersebut untuk menurunkan bendera, tetapi langkah itu mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

“Tindakan ini mendapat penolakan dari warga setempat hingga memicu ketegangan yang berujung pada kericuhan. Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai dengan aksi pemukulan serta penembakan yang menyasar warga,” ungkap Anis.

Atas kejadian tersebut, Komnas HAM meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan menggunakan metode investigasi ilmiah atau scientific crime investigation agar seluruh fakta dan pihak yang terlibat dapat diungkap.

Selain itu, Komnas HAM juga meminta Pemerintah Indonesia segera menangani akar persoalan serta mengambil langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya konflik sosial.

“Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi,” kata Anis.

Sebelumnya, seorang warga bernama Abzalul Riza, asal Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan saat aparat TNI membubarkan massa yang mengibarkan bendera Bulan Bintang dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Rabu (4/11/2026).

Dalam insiden tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Jenazah Abzalul Riza telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News