Thursday, 29 October 2026 Banda Aceh 27°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Media

Hari Komunikasi Damai Internasional, Etika Digital Penting untuk Cegah Konflik

Ilustrasi komunikasi di ruang digital. (Foto: Magnific/rawpixel.com)
Ilustrasi komunikasi di ruang digital. (Foto: Magnific/rawpixel.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Komunikasi Damai Internasional diperingati setiap 7 Oktober untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya komunikasi yang mendukung terciptanya perdamaian. Peringatan ini digagas Ruben M. West pada 2019 sebagai upaya meningkatkan kesadaran mengenai etika berkomunikasi, khususnya di ruang digital.

Di tengah penggunaan internet dan media sosial yang semakin luas, etika komunikasi menjadi hal penting untuk mencegah perselisihan, perundungan, hingga penyebaran informasi yang dapat merugikan orang lain.

Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Maria Sobon Sompe, menilai komunikasi damai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak masyarakat membangun dialog yang inklusif dan saling memahami, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Hari-hari seperti Hari Komunikasi Damai Internasional semakin penting di tengah berbagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini disebabkan sentimen untuk memecah belah selalu tinggi, terutama melalui penyebaran kebencian dan intoleransi,” ucapnya dikutip dari laman Perpusnas, Rabu, 7 Oktober 2026.

Komunikasi damai juga menjadi salah satu cara untuk menyikapi perbedaan melalui dialog, kerja sama, dan kolaborasi. Hal ini semakin penting seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam menggunakan internet sebagai sarana komunikasi sehari-hari.

Dikutip Nukilan.id dari laman United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), literasi media membantu masyarakat memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab. Kemampuan tersebut juga diperlukan untuk menghadapi misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian yang beredar di internet.

Penerapan etika komunikasi digital dapat dilakukan dengan mempertimbangkan isi pesan sebelum mengirimkannya. Pemilihan kata yang tepat perlu diperhatikan agar komunikasi tidak menyinggung atau melukai perasaan orang lain.

UNESCO juga menjelaskan bahwa literasi media dan informasi membantu masyarakat dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi, serta menghasilkan konten. Keterampilan ini memungkinkan pengguna memahami informasi secara lebih baik sebelum menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan atau membagikannya kepada orang lain.

Selain itu, etika komunikasi digital menuntut setiap pengguna untuk saling menghormati dalam berinteraksi. Hinaan, ancaman, perundungan, serta komentar yang menyerang pribadi seseorang perlu dihindari agar ruang digital tidak menjadi tempat yang memicu permusuhan.

United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia turut mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan dampak sebelum mengirimkan pesan, foto, atau video. Konten yang telah dibagikan di internet dapat sulit dikendalikan dan hampir tidak mungkin dihapus sepenuhnya.

Perlindungan privasi juga menjadi bagian penting dalam komunikasi digital. Pengguna internet perlu menjaga informasi pribadi, seperti alamat tempat tinggal, nomor telepon, data perbankan, dan kata sandi, agar tidak dibagikan kepada pihak lain tanpa alasan yang jelas.

Di samping menjaga kerahasiaan data pribadi, masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Kebiasaan memeriksa informasi dapat membantu menekan peredaran berita keliru yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Komunikasi damai bukan berarti masyarakat harus menghindari perbedaan pendapat ketika berinteraksi di internet. Kritik dan pandangan yang berbeda tetap dapat disampaikan, selama menggunakan bahasa yang menghormati orang lain dan berfokus pada persoalan yang dibahas.

Penerapan etika komunikasi digital diharapkan dapat menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan sehat. Dengan berkomunikasi secara bijak dan bertanggung jawab, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antarmanusia, bukan memperbesar konflik. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News