NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga ekstrem di sejumlah wilayah Aceh pada 23–25 Oktober 2026. Masyarakat di daerah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Prakirawan BMKG Kelas I SIM, Dedy Ardana, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama di wilayah yang masuk kategori siaga.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir dan longsor, khususnya di daerah rawan bencana,” ujar Dedy Ardana kepada Nukilan, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan infografis peringatan dini BMKG Aceh, Jumat (23/10/2026), status waspada hujan sedang hingga lebat berlaku di 15 kabupaten dan kota, antara lain Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Bireuen, Banda Aceh, Pidie, dan Simeulue.
Adapun status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Kota Subulussalam, dan Nagan Raya.
Pada Sabtu (24/10/2026), status waspada mencakup Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kota Subulussalam, Pidie, Simeulue, dan Pidie Jaya. Status siaga berlaku di Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Nagan Raya.
Sementara pada Minggu (25/10/2026), status waspada berlaku di 14 kabupaten dan kota, termasuk Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, dan Simeulue. Status siaga berlaku di Aceh Tenggara.
BMKG juga menyatakan tidak ada peringatan dini angin kencang untuk periode tersebut dalam infografis yang diterbitkan.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, lereng, dan kawasan yang rawan banjir maupun longsor. []
Reporter: Sammy





