Tuesday, 20 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

STAI Nusantara Salurkan Beasiswa kepada 120 Mahasiswa Kurang Mampu

Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe, Tgk Jamaluddin Thaib. (FOTO: FOR NUKILAN)
Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe, Tgk Jamaluddin Thaib. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara di bawah naungan Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro menyalurkan program beasiswa kepada 120 mahasiswa dari kalangan kurang mampu. Program ini mengintegrasikan kurikulum perguruan tinggi dengan pendidikan dayah untuk membentuk mahasantri yang memiliki pengetahuan akademik sekaligus keilmuan agama.

Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe, Tgk Jamaluddin Thaib, menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang diterapkan di STAI Nusantara merupakan perpaduan antara sistem pendidikan dayah dan perguruan tinggi.

“Kalau di pesantren ada dayah terpadu sedangkan di perguruan tinggi ada kampus terpadu, berupa perpaduan antara kurikulum dayah dan perguruan tinggi.”

Jamaluddin mengatakan, program beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Program beasiswa diprioritaskan bagi kalangan kurang mampu. Kenapa kurang mampu? kami berpikir bahwa seandainya kami rekrut mahasiswa yang sudah dan memiliki kematangan finansial, pasti mereka akan memilih kampus-kampus yang lebih bergengsi. Kita ingin anak-anak luar daerah yang tidak mampu bisa melanjutkan pendidikan dan dapat mempuyai kesempatan untuk melanjutkan perkuliahan,” kata Jamaluddin dalam wawancara Nukilan.id pada Senin (19/10/2026).

Ia menambahkan, calon penerima beasiswa dibatasi pada usia maksimal 21 tahun. Pembatasan tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan yang menggabungkan perkuliahan dan kegiatan pendidikan dayah.

Menurutnya, mahasiswa yang berusia lebih tua cenderung memiliki kebutuhan dan pertimbangan lain, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan mereka.

“Alhamdulillah mayoritas yang menerima program beasiswa STAI Nusantara berumur 17-19 tahun,” tegasnya.

Selain mendapatkan pembebasan biaya kuliah, seluruh penerima beasiswa diwajibkan tinggal di asrama untuk mengikuti kurikulum dayah dan perguruan tinggi secara terpadu. Yayasan juga menyediakan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk biaya kebersihan dan listrik, serta kebutuhan lainnya.

Mahasiswa penerima beasiswa turut memperoleh uang saku bulanan sebesar Rp500 ribu untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menempuh pendidikan.

Jamaluddin berharap, setelah menyelesaikan pendidikan di STAI Nusantara, para penerima beasiswa dapat melanjutkan studi melalui program beasiswa prestasi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kita berharap program beasiswa yang dialokasikan ke 120 mahasiswa yang kurang mampu, setelah mereka menyelesaikan program pendidikan, mereka dapat melanjutkan program beasiswa bukan lagi jalur beasiswa kurang mampu akan tetapi beasiswa berprestasi baik di dalam negeri atau luar negeri,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News