NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si., mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Tahun 2026, Senin (19/10/2026).
Dalam sambutan gubernur yang disampaikan pada kegiatan tersebut, Mualem menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual, penjaga demokrasi, dan mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Pemerintah Aceh turut menyampaikan sambutan kepada para peserta Rakernas XX BEM SI yang hadir di Aceh. Mualem juga mengapresiasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry atas keterlibatannya dalam penyelenggaraan forum tingkat nasional tersebut.
Menurut Mualem, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pihak yang menyaksikan perubahan di tengah masyarakat, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual untuk berkontribusi dalam menentukan arah perubahan.
Ia berharap gerakan mahasiswa tetap mempertahankan sikap kritis, keberanian dalam menyuarakan kebenaran, serta kemampuan menyampaikan gagasan yang jelas dan menawarkan solusi. Penyampaian aspirasi juga diharapkan didukung kajian yang mendalam dan solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan peran tersebut, mahasiswa diharapkan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang berkontribusi dalam menjaga demokrasi serta mendukung kemajuan bangsa.
Mualem turut menekankan pentingnya memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput agar manfaat pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Bagi Aceh, penguatan ketahanan masyarakat dinilai penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas peluang ekonomi, serta menjaga kelestarian lingkungan. Mahasiswa diharapkan mengambil bagian dalam berbagai upaya tersebut melalui gerakan kepedulian, sumbangan pemikiran, dan pengawasan sosial yang konstruktif.
Pemerintah Aceh Buka Ruang Aspirasi Mahasiswa
Pemerintah Aceh menempatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Sikap terbuka terhadap aspirasi dan kritik, serta komitmen memperbaiki kebijakan, disebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Aceh yang lebih baik.
Mualem mengajak mahasiswa memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Aceh. Berbagai gagasan, masukan, serta inisiatif yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Aceh juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui program magang di lingkungan perangkat daerah. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan, ketentuan, dan mekanisme yang berlaku.
Selain itu, pemerintah menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, sosial, kewirausahaan, lingkungan, kebudayaan, dan pengembangan kepemimpinan generasi muda.
Mualem berharap Rakernas XX BEM SI dapat menjadi kesempatan untuk mempererat persatuan gerakan mahasiswa, merancang program kerja yang terarah, serta menghasilkan rekomendasi yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mahasiswa menjadi generasi yang teguh pada prinsip, memiliki wawasan luas, santun dalam bertutur, dan bijaksana dalam bertindak.
Ia juga berharap Rakernas XX BEM SI Tahun 2026 menghasilkan pemikiran dan keputusan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





