Tuesday, 20 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Asap Karhutla Tak Lagi Terdeteksi di Aceh, Kualitas Udara Membaik

Asap Karhutla Tak Lagi Terdeteksi di Aceh, Kualitas Udara Membaik

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak lagi terdeteksi di wilayah Aceh sejak 18 Oktober 2026. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya potensi hujan di sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa hari terakhir.

“Sejak tanggal 18 Oktober kemarin sudah tidak terdeteksi,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nofrida Handayani, dikutip dari IDN Times, Senin (19/10/2026).

Asap Masih Terdeteksi di Sejumlah Provinsi Sumatera

Berdasarkan analisis citra sebaran asap di wilayah Sumatera pada 19 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, asap masih terpantau di sejumlah provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut hingga utara. Pemantauan BMKG juga menunjukkan adanya asap lintas batas atau transboundary haze yang meluas dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.

Pergerakan asap dipengaruhi oleh angin yang secara umum bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 5–20 knot.

Sementara itu, citra pemantauan terbaru tidak menunjukkan adanya sebaran asap di wilayah Aceh. Kondisi tersebut sejalan dengan hasil pemantauan partikulat halus PM2.5 yang memperlihatkan kualitas udara berada dalam kategori baik.

Kualitas Udara Aceh Masuk Kategori Baik

Data pemantauan hingga 19 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Aceh sebesar 7,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut termasuk dalam kategori kualitas udara baik.

Sepanjang hari, konsentrasi PM2.5 umumnya berada pada kisaran 7–14 µg/m³. Meski demikian, kualitas udara sempat masuk kategori sedang pada pukul 01.00 WIB dengan konsentrasi sekitar 19 µg/m³, serta pada pukul 12.00–14.00 WIB dengan kisaran 17–17,5 µg/m³.

Hingga pukul 18.00 WIB, data tersebut tidak mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, maupun berbahaya.

Pemantauan konsentrasi partikulat halus ini dilakukan menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring (BAM), dengan hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan mikrogram per meter kubik.

Potensi Hujan Bantu Mengurangi Partikel di Udara

Tingginya potensi hujan di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir turut mendukung perbaikan kondisi sebaran asap. Hujan dapat membantu mengurangi partikel yang berada di atmosfer melalui proses pencucian udara atau wet deposition.

Meski asap karhutla tidak lagi terdeteksi di Aceh dan kualitas udara terpantau baik, pemantauan kondisi atmosfer tetap diperlukan. Pasalnya, asap masih terdeteksi di sejumlah provinsi lain di Sumatera, dengan pergerakan yang terpantau meluas hingga Malaysia dan Singapura.

Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara terbaru untuk mengetahui perubahan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News