Thursday, 15 October 2026 Banda Aceh 27°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Kualitas Udara Langsa Memburuk akibat Asap Kiriman, Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Tangkapan layar kualitas udara di Kota Langsa, Aceh pada situs iqair.com. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)
Tangkapan layar kualitas udara di Kota Langsa, Aceh pada situs iqair.com. (Foto: Tangkapan layar/Nukilan)

NUKILAN.ID | LANGSA – Kualitas udara di Kota Langsa, Aceh, memburuk pada Kamis (15/10/2026) siang. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 109, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berdasarkan data IQAir yang diperbarui pukul 13.00 waktu setempat, polutan utama yang terdeteksi adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi 38,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Data tersebut berasal dari model berbasis satelit.

Konsentrasi PM2.5 itu tercatat 7,7 kali lipat dari nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan indeks kualitas udara dibandingkan pemantauan sebelumnya.

Nukilan.id sebelumnya memberitakan kualitas udara di Langsa berada pada kategori sedang dengan AQI 100 pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 waktu setempat.

Selain kualitas udara, data IQAir pada pukul 13.00 juga mencatat suhu udara 31 derajat Celsius, kecepatan angin 13 kilometer per jam, dan kelembapan 61 persen.

IQAir merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, menutup jendela guna mengurangi masuknya udara tercemar, serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan bagi kelompok sensitif. Penggunaan alat pemurni udara di dalam ruangan juga disarankan.

Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung, perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kabut asap yang menyelimuti Aceh berasal dari sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau melalui citra satelit Himawari-9.

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, wilayah yang terpantau diselimuti sebaran asap meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sementara itu, di Kalimantan, sebaran asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, data AQI Langsa dan pemantauan satelit BMKG tersebut merupakan dua informasi berbeda. Data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa sebaran asap karhutla menjadi penyebab langsung peningkatan konsentrasi PM2.5 di Langsa.

Kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi atmosfer dan sumber polusi. Masyarakat diimbau memantau pembaruan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News