Monday, 19 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Media

Aryos Nivada: AI Tidak Bisa Menggantikan Jurnalistik

Aryos Nivada. (Foto: Nukilan/Tibrani)
Aryos Nivada. (Foto: Nukilan/Tibrani)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berlangsung pesat di era digital. Teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan untuk membantu pekerjaan manusia, tetapi dinilai belum mampu menggantikan peran manusia sepenuhnya, terutama dalam bidang jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan Owner Diakleksis.com sekaligus akademisi, Aryos Nivada, dalam kegiatan Maroon Basic Journalism Workshop: Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Jurnalis Kampus di Nutrihub, Minggu (18/10/2026).

“Penggunaan AI dalam penulisan seperti kemampuan mengendarai mobil manual yang memungkinkan seseorang lebih mudah beradaptasi saat mengendarai mobil matik,” ungkapnya.

Menurutnya, seseorang yang telah memiliki kemampuan menulis akan lebih terbantu ketika memanfaatkan AI. Sebaliknya, penggunaan AI sejak awal tanpa melalui proses belajar menulis dapat menimbulkan persoalan. Ketika server AI mengalami gangguan, penulis tetap harus mengandalkan kemampuan sendiri agar dapat menghasilkan karya.

Ia menilai kemampuan berpikir manusia merupakan kecerdasan utama yang tidak dapat digantikan oleh AI. Sebab, teknologi tersebut merupakan hasil rancangan manusia yang tetap memiliki keterbatasan.

“Penggunaan AI dapat digunakan untuk mempermudah tata letak bentuk struktur tulisan, mencari variasi pertanyaan, sebagai sarana pengembangan ide untuk sebuah tulisan dan riset serta pemeriksaan tulisan apa sudah sesuai dengan format bahasa yang benar. Akan tetapi setiap informasi yang disajikan oleh AI harus diperiksa kembali untuk memastikan kevalidannya,” tegasnya.

Aryos juga menyoroti karakter tulisan yang dihasilkan AI. Menurutnya, tulisan yang sepenuhnya mengandalkan teknologi tersebut cenderung kaku dan tidak memiliki kepekaan seperti tulisan yang dihasilkan manusia. Selain itu, terdapat ungkapan populer yang dinilai tidak selalu dapat diadaptasi dengan baik oleh AI.

“Supaya tulisan produk jurnalistik tetap mengalir penulisannya manusia harus memegang kendali terhadap AI. Data-data AI banyak yang tidak valid, bentuk tulisanya terkadang absurd tidak masuk akal tidak layak untuk sebuah produk jurnalistik, kita harus mengecek kembali data yang dihasilkan oleh AI supaya tidak ada kesalahan dalam penulisan jurnalistik,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News