NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 40 pemuda Aceh mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia atau CPMI bidang Bahasa Inggris Umum di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat, 18 September 2026.
Pelatihan angkatan III dan IV itu digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh bersama UIN Ar-Raniry. Program tersebut merupakan bagian dari SMK Go Global.
Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman membuka pelatihan di ruang rapat rektor lantai II Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry. Ia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Kepada Nukilan.id, Mujiburrahman mengatakan UIN Ar-Raniry siap memberikan penguatan bahasa asing lain sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Kalau ke depan ada yang akan dikirim ke Jepang, China, Turki atau negara Arab, kita punya dosen yang bisa mengajarkan bahasa-bahasa asing tersebut,” ujarnya.
Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Menurut Siti, peluang kerja di luar negeri terbuka cukup luas. Namun, calon pekerja migran harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan negara tujuan.
“Kalau hanya bermodalkan saya tamat sarjana atau saya tamat SMK, tapi tidak punya skill khusus, itu belum cukup,” kata Siti.
Ia juga mengingatkan calon pekerja migran agar memeriksa informasi lowongan kerja yang diperoleh melalui media sosial maupun jaringan pribadi kepada BP3MI Aceh. Siti meminta peserta tidak menggunakan jasa calo atau menempuh jalur tidak resmi.
Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry T Murdani mengatakan 40 peserta pelatihan tersebut dibagi dalam dua kelas, masing-masing berisi 20 orang. Sebelumnya, pelatihan angkatan I dan II juga diikuti 40 peserta.
Pelatihan Bahasa Inggris angkatan III dan IV dimulai pada 18 September 2026 dan berlangsung selama tiga bulan. Peserta dipersiapkan untuk mengikuti peluang penempatan kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Australia, Malaysia, Taiwan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta negara-negara Timur Tengah lainnya. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





