NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bertekad memperkuat penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Rencana kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama ini dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry juga telah melakukan pengabdian internasional dengan mendampingi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Thailand,” kata Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman, di Darussalam, Sabtu.
Ia menjelaskan rencana kerja sama itu disampaikan saat kunjungan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolijah ke UIN Ar Raniry, Banda Aceh.
Ia mengatakan rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian P2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai landasan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.
“Kami menyambut baik rencana kolaborasi tersebut, karena sejalan dengan mandat perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Menurut dia, program pendampingan tersebut melibatkan sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Psikologi serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan dukungan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.
Ia berharap nota kesepahaman yang tengah disiapkan dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan berbagai program bersama.
UIN Ar-Raniry juga menawarkan sejumlah potensi kolaborasi, mulai dari pelatihan bahasa asing hingga sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran. Saat ini kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan pelatihan bahasa Jepang, Turki, Arab, dan Inggris melalui pusat pengembangan bahasa.
Selain itu, UIN Ar-Raniry telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni.
Sementara itu, Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia.
Menurut dia, UIN Ar-Raniry memiliki potensi besar untuk terlibat dalam program peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa, sertifikasi kompetensi, maupun pembekalan lintas budaya sebelum bekerja di luar negeri.
BP3MI Aceh juga menawarkan kolaborasi dalam program sosialisasi peluang kerja luar negeri yang aman kepada mahasiswa dan calon alumni.
Dalam waktu dekat, pihaknya dijadwalkan memberikan sosialisasi kepada ribuan calon wisudawan UIN Ar-Raniry terkait prosedur bekerja di luar negeri secara legal dan aman.




