NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025 menyebabkan berbagai kerusakan, mulai dari rumah penduduk, fasilitas umum, hingga kantor pemerintahan.
Bencana tersebut juga berdampak terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok disabilitas yang mengalami berbagai kesulitan selama berada di tempat pengungsian.
Direktur Flower Aceh, Riswati, mengatakan perempuan dan kelompok rentan di berbagai lokasi bencana di Aceh menghadapi kondisi sulit, terutama ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan perempuan kepala keluarga yang memiliki beban ganda karena harus mengurus keluarga sekaligus menjadi tumpuan mencari rezeki di tengah keterbatasan.
“Saluran untuk memenuhi kebutuhan dan layanan dasar terhambat, terutama kebutuhan dasar perempuan dan anak seperti, pembalut, pakaian dalam, air bersih, dan ruang aman yang sangat terbatas. Sedikitnya privasi pengungsian meningkatkan resiko kekerasan berbasis gender dan pelecehan,” kata Riswati dalam wawancara Nukilan.id pada Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, ibu hamil dan menyusui juga mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan dasar, seperti pemeriksaan kehamilan dan dukungan gizi. Mereka juga kesulitan mendapatkan makanan bergizi, suplemen, serta ruang laktasi yang layak.
“Kondisi tersebut tentunya meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan kesehatan ibu dan anak,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, bencana juga berdampak serius terhadap kondisi anak. Banyak anak mengalami permasalahan mental seperti stres, trauma, ketakutan, dan hilangnya rasa aman dalam kehidupan, sehingga sebagian anak meminta bantuan di jalanan.
Selain itu, akses terhadap makanan bergizi, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan anak belum memadai. Terhentinya kegiatan belajar serta minimnya ruang ramah anak di area pengungsian juga berisiko meningkatkan eksploitasi, kekerasan, dan pengabaian, terutama terhadap anak perempuan, serta meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Toilet dan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang tidak dibedakan antara laki-laki dan Perempuan dan tidak ramah anak. Keterbatan air juga berdampak pada kesehatan reproduksi Perempuan dan kebersihan anak. Sehingga pengabaian terhadap kondisi menigkatkan resiko penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran reproduksi,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


