Komisi VI DPRA Minta Penanganan Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3 Banda Aceh Transparan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ihya Ulumuddin, SP., SH., MH dari Fraksi Gerindra-PKS menyoroti dugaan kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 3 Banda Aceh.

Ihya meminta penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan dan mengutamakan pemulihan terhadap anak yang menjadi korban.

“Atas kejadian ini, Komisi VI DPRA mengambil sikap tegas. Pertama, kami meminta Dinas Pendidikan Aceh untuk melakukan supervisi kepada Cabang Dinas Banda Aceh untuk memastikan penanganan sesuai SOP PPKSP. Kedua, kami akan melakukan pengawasan melekat. Jika dalam penanganan ditemukan unsur kelalaian sistemik, Komisi VI akan mengevaluasi implementasi Qanun Pendidikan dan program Sekolah Ramah Anak di seluruh SMA di Aceh,” tegasnya.

Menurut Ihya, terdapat tiga prinsip yang harus menjadi perhatian dalam penanganan kasus tersebut, yakni transparansi dan akuntabilitas, restorative justice dan perlindungan anak, serta evaluasi sistemik.

Pertama, sekolah diminta membuka hasil investigasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) kepada orang tua korban dan Komisi VI DPRA tanpa menutupi fakta.

Kedua, penanganan harus mengutamakan pemulihan trauma korban melalui pendampingan psikologis serta pembinaan karakter bagi pelaku. Menurutnya, penyelesaian kasus tidak semata-mata berorientasi pada pemberian sanksi yang dapat berdampak terhadap masa depan anak.

Ketiga, Komisi VI DPRA akan mendorong Dinas Pendidikan Aceh melakukan evaluasi terhadap kesiapan TPPK di 760 SMA/SMK/SLB se-Aceh. Ihya menilai keberadaan TPPK di sejumlah sekolah selama ini masih berpotensi sebatas formalitas.

“Komisi VI DPRA akan mengagendakan RDP khusus dengan menghadirkan Kadisdik Aceh, Cabang Dinas Banda Aceh, Kepala SMAN 3, Pengawas Sekolah, dan UPTD PPA. Kami tidak ingin kasus ini berhenti sebagai kasus viral sesaat, tapi harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pendidikan yang aman dan berintegritas di Aceh,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News