Harga Emas Banda Aceh Turun Rp200 Ribu, Diprediksi Akan Naik Signifikan pada 2027

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Harga emas murni di Banda Aceh turun Rp200.000 dalam sepekan terakhir. Harga yang sebelumnya berada di angka Rp7.700.000 per mayam kini menjadi Rp7.500.000.

Penurunan tersebut turut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli emas sebagai instrumen investasi. Kondisi itu terlihat dari aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Banda Aceh.

Daffa Farras Shabirah, pedagang pada Toko Emas Italy di Jalan Teungku Chik Pante Kulu, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, mengatakan penurunan harga emas terjadi seiring meredanya konflik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Kepada Nukilan.id, Sabtu (5/9/2026), Daffa mengatakan penurunan harga sebesar Rp200.000 tersebut justru mendorong masyarakat meningkatkan pembelian emas murni.

Menurut dia, sekitar 70 persen aktivitas masyarakat saat ini merupakan pembelian emas. Sementara itu, sekitar 30 persen lainnya merupakan transaksi penjualan.

“Mayoritas masyarakat membeli emas sebagai tabungan investasi masa depan. Sementara itu, masyarakat yang menjual emas biasanya untuk dijadikan tambahan modal usaha, seperti membeli motor, dan mobil hingga digunakan untuk membeli properti,” ujar Daffa.

Ia menjelaskan, emas yang dijual dengan harga Rp7,5 juta per mayam merupakan emas murni dengan kadar kemurnian sekitar 99 persen. Harga tersebut belum termasuk biaya pembuatan yang berada di kisaran Rp200.000.

Daffa juga membedakan emas tersebut dengan emas London yang memiliki kadar kemurnian sekitar 97 persen. Menurutnya, emas jenis London lebih banyak ditemukan di wilayah Aceh Utara dibandingkan Banda Aceh.

Meski harga saat ini mengalami penurunan, Daffa memperkirakan harga emas berpeluang kembali meningkat hingga 2027.

“Harga emas akan mengalami potensi kenaikan sampai tahun 2027. Diperkirakan harga emas akan melambung ke kisaran harga Rp9.000.000-10.000.000 per mayam. Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berinvestasi emas tetap tetap tinggi,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News