NUKILAN.ID | LANGSA – Universitas Samudra (UNSAM) mengembangkan platform FLUVIA (Flood Landscape Understanding and Vulnerability Impact Assessment) untuk memetakan dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang. Platform berbasis WebGIS ini dikembangkan guna mendukung pendataan sekolah terdampak serta membantu menentukan prioritas pemulihan pascabencana.
Pengembangan tersebut dilakukan oleh tim peneliti UNSAM yang dipimpin Nazriatun Nisa, M.Si., bersama Ikhwan Amri, M.Sc., dan Lailissa’adah, M.Si. FLUVIA memanfaatkan teknologi WebGIS, yakni sistem informasi geografis berbasis web yang menyajikan data wilayah melalui peta digital.
Banjir tidak hanya merusak rumah warga dan mengganggu akses transportasi, tetapi juga berdampak terhadap fasilitas pendidikan dan keberlangsungan proses belajar mengajar. Karena itu, pendataan sekolah yang terdampak diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan serta merencanakan langkah mitigasi bencana.
Pengembangan FLUVIA dilatarbelakangi banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Berdasarkan data Pusat Data Bencana Alam Hidrometeorologi Siklon Senyar Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 543 bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat banjir.
Kerusakan tersebut menunjukkan perlunya upaya pemulihan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.
Melalui FLUVIA, data lokasi sekolah, ketinggian genangan banjir, dan tingkat kerusakan fasilitas pendidikan direncanakan terintegrasi dalam satu peta digital. Penyajian informasi tersebut diharapkan memudahkan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas penanganan, rehabilitasi, serta rekonstruksi sekolah yang terdampak.
Ketua tim peneliti, Nazriatun Nisa, menjelaskan bahwa analisis awal pengembangan platform tersebut telah dilakukan di Kecamatan Manyak Payed. Penelitian ini mengintegrasikan data ketinggian banjir, kondisi topografi wilayah, lokasi sekolah, serta tingkat kerusakan fasilitas pendidikan ke dalam WebGIS FLUVIA.
Data yang terhimpun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait pemulihan sekolah. Selain itu, informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi guna mengurangi risiko dampak banjir yang berpotensi terjadi kembali.
Melalui pengembangan FLUVIA, UNSAM berupaya menghubungkan hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, terutama untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan dalam menghadapi bencana.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





