Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Stok semen mulai kembali tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Aceh, setelah mengalami kelangkaan selama sekitar sebulan terakhir. Meski pasokan mulai masuk, harga semen masih berada di atas harga normal.

Saat ini, berbagai merek semen dijual sekitar Rp 80.000 per sak. Padahal, sebelum terjadi kelangkaan, harga normal semen berkisar Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per sak. Sebelumnya, harga semen di tingkat pedagang bahkan sempat melonjak hingga Rp 120.000 per sak.

Mengutip Kompas.com, salah seorang pedagang semen di Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Musrizal, mengatakan persediaan semen mulai kembali tersedia sejak dua hari terakhir.

“Stok sudah ada dalam dua hari ini. Namun harganya masih Rp 80.000 per sak dari berbagai merk. Sehingga belum dapat disebut stabil kembali ke harga normal sebelum langka,” kata Musrizal, Selasa (11/8/2026).

Mus­rizal mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab harga semen di tingkat pedagang masih tinggi. Menurutnya, harga jual mengikuti harga pembelian yang masih mahal.

“Karena harga beli mahal, maka harga jual mahal. Penyebab pastinya saya juga tidak tau,” katanya.

Proyek Pascabanjir Masih Ditunda

Tingginya harga semen turut berdampak terhadap pembangunan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabanjir. Sejumlah pelaksana proyek memilih menunda pengerjaan karena harga material masih berada di atas perhitungan awal.

Direktur CV Raya Engineering Aceh, Reza Angkasah, mengatakan pihaknya masih menunda pembangunan proyek lanjutan karena harga semen belum kembali ke harga yang diperhitungkan sebelumnya.

“Karena hitungan awal kita semen itu paling mahal Rp 65.000. Sekarang saja masih Rp 80.000. Kalau kita lanjutkan pengerjaan, maka rugi sudah didepan mata,” kata Reza saat dihubungi terpisah.

Menurut Reza, perusahaan memilih menghentikan sementara pembangunan untuk menghindari kerugian akibat tingginya harga bahan bangunan.

“Sementara ini, kami stop dulu pembangunan proyek. Dari pada rugi,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga semen di seluruh Aceh sehingga pembangunan dapat kembali dilanjutkan.

Pemkab Minta Produksi Ditambah

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara, Khusairi, mengatakan pemerintah daerah telah meminta PT Semen Andalas di Banda Aceh untuk meningkatkan produksi guna memastikan ketersediaan semen di Aceh.

Selain meminta penambahan pasokan, pemerintah daerah juga mendorong pengawasan terhadap harga jual semen di tingkat distributor.

“Termasuk menertibkan harga jual. Karena harga jual di pabrik tidak naik. Untuk itu, kami harap distributornya ditertibkan, agar harga jual tetap normal,” pungkasnya.

Sebelumnya, kelangkaan semen terjadi di sejumlah daerah di Aceh selama sekitar satu bulan. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan pengusaha properti menunda pembangunan karena harga semen sempat mencapai Rp 120.000 per sak, dari harga normal yang berada di kisaran Rp 60.000.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News