NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Hamparan sawah di Gampong Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang menyebabkan debit air irigasi menurun drastis. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan mengolah lahan karena pasokan air belum kembali mengalir.
Salah seorang petani di Tungkop, Irfan, mengatakan areal persawahan di desanya telah lama kekurangan air. Menurutnya, kondisi itu berlangsung sejak berakhirnya musim tanam padi sebelumnya dan hingga kini belum mengalami perubahan.
“Sejak selesai musim tanam padi sebelumnya hingga sekarang, saluran irigasi sudah tidak lagi mengalir sehingga sawah mengalami kekeringan. Kemarau yang terjadi juga membuat kondisi semakin parah,” kata Irfan kepada Nukilan, Rabu (29/7/2026).
Ia mengaku sempat mendengar adanya upaya mengalirkan air dari kawasan Blang Bintang untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Namun hingga kini, aliran air tersebut belum mencapai areal persawahan di Tungkop.
“Kami mendengar ada upaya mengambil air dari wilayah Blang Bintang, tetapi sampai sekarang airnya belum sampai ke sawah di sini. Kami juga belum mengetahui langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Kekeringan yang melanda persawahan di Tungkop merupakan bagian dari dampak musim kemarau yang tengah dirasakan sejumlah wilayah pertanian di Aceh Besar. Curah hujan yang rendah dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit sungai dan saluran irigasi menurun, sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya telah mengidentifikasi ribuan hektare lahan pertanian terdampak kekeringan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Pemerintah bersama instansi terkait juga tengah melakukan pemetaan wilayah terdampak, mengoptimalkan distribusi air irigasi, serta menyiapkan langkah antisipasi guna mengurangi risiko gagal panen apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. []
Reporter: Sammy

