NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aklima resmi menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode 2026–2030.
Ia dilantik langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., bersama sejumlah dosen yang menerima tugas tambahan pada Jumat (9/10/2026) lalu. Pelantikan tersebut mencakup sejumlah jabatan, mulai dari sekretaris Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (Dewas BLU), koordinator pusat pengelolaan jurnal, ketua laboratorium dan penjaminan mutu fakultas, hingga ketua dan sekretaris program studi.
Dalam wawancara dengan Nukilan.id pada Senin (12/10/2026), Aklima menjelaskan arah pengembangan yang ingin dibawanya dalam memimpin Program Studi Ilmu Politik.
Menurutnya, kepemimpinan program studi ke depan perlu bertumpu pada penguatan kualitas akademik sekaligus kemampuan menghasilkan pemikiran yang relevan dengan dinamika sosial dan politik masyarakat.
Aklima menjawab bahwa Program studi Ilmu Politik memiliki visi menjadi pusat keilmuan yang unggul dan Islami yang mampu memberikan solusi akademis terhadap berbagai problematika sosial dan politik di Indonesia pada tahun 2030.
“Untuk mewujudkan visi tersebut, program studi memiliki misi yang menitikberatkan pada pengembangan kapabilitas akademis baik tenaga pendidik maupun mahasiswa. Pengembangan ini meliputi pemahaman teoritis, kemampuan analisis, serta kecakapan praktis profesional yang mendukung kegiatan akademik dan riset,” kata Aklima.
Pengembangan kapasitas akademik tersebut menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat peran program studi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga mampu membaca persoalan secara kritis dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Di sisi lain, peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan beriringan dengan penguatan penelitian agar kegiatan akademik turut menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, Aklima menekankan pentingnya penelitian sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi. Ia juga menyoroti tata kelola kelembagaan dan kerja sama eksternal sebagai unsur yang mendukung keberlanjutan pengembangan program studi.
Selain itu, Aklima berujar bahwa program studi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penelitian sebagai bentuk produksi ilmu pengetahuan yang juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat.
“Penguatan kapasitas kelembagaan internal dilakukan melalui layanan yang berbasis prinsip good governance, sementara kapasitas kelembagaan eksternal dikembangkan dengan membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Menurut Aklima, penguatan kelembagaan dan kemitraan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Tata kelola yang baik diperlukan agar layanan akademik berjalan secara efektif, sedangkan kerja sama dengan berbagai pihak dapat membuka ruang bagi pengembangan penelitian, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan akademik yang lebih luas.
Di tingkat pelaksanaan, pengembangan program studi juga membutuhkan lingkungan pembelajaran yang mendukung kebutuhan mahasiswa. Ketersediaan fasilitas, metode pembelajaran yang sesuai, serta kegiatan pengembangan diri menjadi unsur yang saling melengkapi dalam membangun pengalaman akademik mahasiswa.
Dalam upaya mendukung proses pembelajaran, ia mengatakan bahwa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) sudah menyediakan media belajar yang memadai, fasilitas ruang yang nyaman dan ber-AC, serta kegiatan yang mendukung kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan melalui mapping talent yang diinisiasi oleh Laboratorium dan Gugus Jaminan Mutu (GJM), serta pelatihan soft skills bagi mahasiswa.
Upaya tersebut diarahkan untuk melengkapi pembelajaran di ruang kelas dengan pengembangan potensi dan keterampilan nonakademik. Bagi mahasiswa ilmu politik, kemampuan berpikir kritis, mengemukakan pendapat, berdiskusi, dan memahami beragam perspektif menjadi bekal penting untuk menghadapi persoalan sosial-politik yang terus berkembang.
Karena itu, Aklima juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang memberi ruang bagi pertukaran gagasan dan pembahasan isu-isu aktual. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mempertemukan pemahaman teoretis yang diperoleh selama perkuliahan dengan dinamika politik dan sosial yang berlangsung di masyarakat.
“Program studi juga mendorong mahasiswa tidak hanya mendalami materi akademik, tapi juga aktif dalam berbagai kegiatan pendukung seperti Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat isu-isu sosial-politik terkini melalui kerja sama antar lembaga,” katanya.
Melalui arah pengembangan tersebut, kepemimpinan Aklima pada periode 2026–2030 akan berfokus pada penguatan kapasitas akademik, peningkatan kualitas penelitian, tata kelola kelembagaan, serta perluasan ruang belajar mahasiswa. Seluruh upaya itu menjadi bagian dari ikhtiar Program Studi Ilmu Politik UIN Ar-Raniry untuk mewujudkan visi sebagai pusat keilmuan yang unggul dan Islami pada 2030. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





