Petani Minta Fokus Perbaikan Irigasi, Klaim Bantuan Rp2,5 Triliun Dinilai Belum Terlihat di Lapangan

Share

NUKILAN.ID | TAKENGON – Petani di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah berharap pemerintah segera memprioritaskan perbaikan irigasi dan normalisasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang, menyusul klaim Kementerian Pertanian telah mengalokasikan bantuan Rp2,5 triliun untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh.

Seorang petani Kampung Merodot, Kecamatan Bintang, Supriyadi Bintang mengatakan hingga kini tidak ada pekerjaan pemulihan di sawah miliknya maupun lahan warga lain yang tertimbun material longsor.

“Yang kami butuhkan sekarang sebenarnya perbaikan saluran air dan pengerukan sawah yang tertimbun. Kalau irigasi tidak diperbaiki, sawah tetap tidak bisa ditanami,” katanya saat dikonfirmasi Nukilan, Jumat (7/8/2026).

Ia menyebut di Desa Serule sekitar 30 hektare sawah masih tertutup material banjir sehingga belum dapat difungsikan kembali. Hingga kini, menurutnya, belum terlihat normalisasi maupun rehabilitasi dari pemerintah.

Sebaliknya, beberapa desa mulai melakukan pemulihan secara swadaya menggunakan sisa dana desa.

“Di beberapa kampung seperti Toweren dan Nosar, kepala desa berinisiatif menggunakan sisa dana desa untuk normalisasi saluran irigasi. Setelah itu masyarakat sudah bisa kembali bersawah,” ujarnya.

Ia mengaku sempat mendengar informasi sekitar empat bulan lalu bahwa petani yang lahannya rusak akan memperoleh bantuan antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Namun hingga kini informasi tersebut belum terealisasi.

“Kami baru tahu ada anggaran Rp2,5 triliun setelah melihat pemberitaan. Kami juga heran karena sampai sekarang tidak ada informasi maupun bantuan yang kami terima,” sebutnya.

Pemerintah Aceh sebelumnya menyampaikan anggaran dari Kementerian Pertanian itu dialokasikan untuk mempercepat pemulihan sawah dan kebun terdampak banjir serta longsor, berdasarkan usulan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News