NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kondisi pasar kerja di Provinsi Aceh pada Februari 2026 menunjukkan perlambatan. Jumlah penduduk yang bekerja menurun, sementara angka pengangguran meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan publikasi BPS Aceh yang dikutip N, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 2.500.477 orang, turun sekitar 55,3 ribu orang atau 2,17 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 2.555.818 orang.
Di sisi lain, jumlah pengangguran meningkat menjadi 156.233 orang, atau bertambah sekitar 7 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mendorong Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh menjadi 5,88 persen, naik 0,38 poin persentase dari 5,50 persen pada Februari 2025.
BPS Aceh mencatat penyerapan tenaga kerja mengalami perlambatan yang tercermin dari meningkatnya TPT. Dalam publikasi tersebut disebutkan bahwa kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025.
Meski demikian, jumlah penduduk usia kerja di Aceh terus bertambah. Pada Februari 2026, penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai 4.187.508 jiwa, meningkat sekitar 67 ribu jiwa dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, 2.656.710 jiwa masuk dalam kategori angkatan kerja, sedangkan 1.530.798 jiwa merupakan bukan angkatan kerja.
Berdasarkan jenis kelamin, angkatan kerja masih didominasi laki-laki sebanyak 1.702.301 orang atau 64,08 persen, sementara perempuan berjumlah 954.409 orang atau 35,92 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) secara keseluruhan tercatat 63,44 persen, dengan TPAK laki-laki mencapai 81,45 persen dan perempuan 45,50 persen.
Publikasi tersebut juga menunjukkan bahwa pengangguran lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Sebanyak 88.891 orang atau 56,90 persen dari total pengangguran berada di kawasan perkotaan, sedangkan 67.342 orang atau 43,10 persen berada di perdesaan.
Dari sisi pendidikan, lulusan SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi, yakni 10,13 persen, disusul lulusan SMA umum sebesar 8,70 persen. Sebaliknya, TPT terendah tercatat pada kelompok pendidikan SD ke bawah, yaitu 1,30 persen.
Secara regional, TPT Aceh juga masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 4,68 persen. Di Pulau Sumatera, Aceh menempati posisi kedua tertinggi setelah Kepulauan Riau yang memiliki TPT sebesar 6,87 persen.
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Aceh. Selain itu, mayoritas pekerja masih berada di sektor informal. Dari total penduduk yang bekerja, sebanyak 1.604.053 orang atau 64,15 persen bekerja pada kegiatan informal, sedangkan 896.424 orang atau 35,85 persen bekerja di sektor formal. []
Reporter: Sammy

