Pemerataan Fasilitas Sampah di Aceh Dinilai Masih Belum Merata

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengelolaan sampah antara kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran di Aceh dinilai masih menyisakan kesenjangan. Perbedaan tersebut terlihat dari ketersediaan fasilitas pembuangan sampah hingga akses layanan kebersihan yang belum sepenuhnya menjangkau desa-desa maupun kawasan pinggiran.

Kepala Biro Organisasi Yayasan Aceh Green Conservation (AGC), Nurulyana Daba, S.Pd, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada Sabtu (9/5/2026), menyebut persoalan tersebut masih ditemukan di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Menurutnya, wilayah perkotaan umumnya telah memiliki fasilitas tempat sampah serta titik pembuangan yang relatif memadai, sementara di kawasan pedesaan fasilitas serupa masih sangat terbatas.

“Kalau kita lihat sampah perkotaan pasti sudah banyak tempat-tempat sampah yang memang orang-orang bisa membuang sampah. Tapi ketika kita lihat di desa bahkan mungkin tong sampahnya sudah tidak ada. Jadi masyarakat desa malah buang sampahnya masih lempar ke irigasi, lempar ke alur-alur sungai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, AGC sebelumnya telah mendorong penerapan kebijakan pengelolaan sampah secara terintegrasi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten sebagai upaya mengurangi kesenjangan layanan persampahan. Namun, implementasinya di lapangan dinilai masih membutuhkan perhatian lebih, khususnya di kawasan pinggiran yang belum memiliki fasilitas penampungan sampah yang memadai.

Nurulyana menambahkan, penyediaan tong sampah maupun bak penampungan di wilayah perbatasan desa perlu menjadi prioritas pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki akses pembuangan sampah yang jelas, tertata, serta dapat mencegah pencemaran lingkungan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News