NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali menggelar Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 di Kota Lhokseumawe, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi wadah pertemuan langsung antara petani, pelaku UMKM, serta konsumen.
Puluhan petani bersama 30 pelaku UMKM lokal ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menawarkan beragam komoditas pangan segar dan produk olahan. Produk yang dipasarkan meliputi sayuran, buah-buahan, telur, beras, minyak goreng, LPG subsidi 3 kilogram, hingga aneka makanan dan kerajinan khas daerah.
Pasar Tani Roadshow merupakan program Pemerintah Aceh yang bertujuan memperpendek rantai distribusi hasil pertanian. Melalui konsep ini, petani dapat menjual hasil panennya secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui perantara, sehingga memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus menghadirkan harga pangan yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Selain memperluas akses pasar bagi petani, program ini juga menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi daerah, terutama pada komoditas strategis seperti cabai yang kerap memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi.
Mewakili Wali Kota Lhokseumawe, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Aceh atas pelaksanaan Pasar Tani Roadshow di Kota Lhokseumawe.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara petani dan konsumen sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pasar Tani Roadshow merupakan sarana strategis untuk memperkuat hubungan antara petani dan konsumen. Melalui kegiatan ini, hasil pertanian dapat dipasarkan lebih luas dengan harga yang kompetitif, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap produk segar dan terjangkau,” ujar Haris.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani serta penguatan ekonomi daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong produktivitas petani sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Hortikultura, Chairil Anwar, menjelaskan bahwa Pasar Tani Roadshow dirancang untuk meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas harga pangan, dan menggerakkan ekonomi UMKM lokal.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah mitra strategis, antara lain Dinas Peternakan Aceh yang menyediakan telur, Perum BULOG yang menghadirkan beras dan minyak goreng, serta sektor ESDM yang menyediakan LPG subsidi 3 kilogram.
Chairil mengungkapkan, selama empat jam pelaksanaan, nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp73.098.000. Salah satu komoditas yang paling diminati masyarakat adalah cabai dengan total penjualan mencapai 35 kilogram. Komoditas tersebut dijual seharga Rp30.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional yang berkisar Rp42.000 per kilogram.
Selain cabai, bawang merah juga mencatat penjualan cukup tinggi, yakni sebanyak 30 kilogram dengan harga Rp44.000 per kilogram, sedikit lebih murah dibandingkan harga pasar yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.
Menurut Chairil, sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program Pasar Tani Roadshow telah digelar di berbagai kabupaten dan kota di Aceh dengan total perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp786 juta.
Pada tahun 2026, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara bergilir di empat daerah, yaitu Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Aceh Barat.
“Pasar Tani Roadshow diharapkan terus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal, memperluas akses pasar petani, serta meningkatkan daya saing UMKM di Aceh,” pungkasnya.
Pembukaan Pasar Tani Aceh Roadshow 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Cut Elya Safitri, unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi sarana penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di Aceh.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



