NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak sembilan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 15 Agustus 2026.
Titik panas tersebut terdeteksi di lima kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Besar. Data pemantauan diterbitkan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada 16 Agustus 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Indah, mengatakan titik panas itu terdeteksi berdasarkan pemantauan Sensor MODIS dan NOAA20/VIIRS.
“Dari hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, & Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, terdapat 9 titik panas di Provinsi Aceh,” ujar Indah kepada Nukilan, Minggu (16/8/2026).
Sembilan titik panas tersebut tersebar di Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Aceh Besar menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni lima titik. Satu titik terdeteksi di Kecamatan Indrapuri, sedangkan empat titik lainnya berada di Kecamatan Seulimeum.
Kelima titik panas di Aceh Besar memiliki tingkat kepercayaan 8. Titik di Indrapuri berada pada koordinat 95.4238 bujur dan 5.3526 lintang, sedangkan empat titik di Seulimeum berada pada koordinat 95.6178/5.4679, 95.6167/5.4671, 95.6158/5.4672, dan 95.591/5.523.
Sementara itu, satu titik panas terdeteksi di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, pada koordinat 97.7208 bujur dan 2.8529 lintang melalui satelit Aqua.
Di Aceh Tenggara, titik panas terdeteksi di Kecamatan Leuser pada koordinat 97.9803 bujur dan 3.1072 lintang melalui satelit NOAA20. Dua titik lainnya masing-masing berada di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, dan Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. []
Reporter: Sammy


