NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada Juli 2026 turun 31,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terjadi dari 4.114 kunjungan pada Juli 2025 menjadi 2.838 kunjungan pada Juli tahun ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Aceh pada Juli 2026 memang mengalami kenaikan jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, secara tahunan angkanya masih menunjukkan penurunan cukup signifikan.
“Jumlah wisman yang berkunjung pada Juli 2026 di Aceh turun 31,02 persen bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025,” demikian data BPS Aceh dikutip Nukilan dalam laporan Perkembangan Pariwisata Aceh Juli 2026 yang dirilis 1 September 2026.
BPS mencatat sebanyak 2.838 wisman datang ke Aceh sepanjang Juli 2026. Jumlah itu naik 11,16 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencatat 2.553 kunjungan.
Kunjungan wisman tersebut tercatat melalui dua pintu masuk, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dan Pelabuhan Internasional Sabang. Penurunan juga terlihat secara kumulatif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlah wisman yang berkunjung ke Aceh tercatat 20.685 kunjungan.
Angka tersebut turun 13,39 persen dibandingkan periode Januari-Juli 2025
yang mencapai 23.883 kunjungan.
Dengan demikian, meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan dari Juni ke Juli 2026, capaian pariwisata Aceh masih belum mampu menyamai jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan negara asal, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan wisman ke Aceh pada Juli 2026.
BPS mencatat wisman asal Malaysia menyumbang 58,74 persen dari total kunjungan wisman ke Aceh pada bulan tersebut.
Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi bersamaan dengan melemahnya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Aceh.
Pada Juli 2026, TPK hotel bintang tercatat 29,04 persen, turun 0,34 poin persentase dibandingkan Juni 2026 yang berada di level 29,38 persen.
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, TPK hotel bintang juga turun 0,37 poin persentase dari 29,41 persen menjadi 29,04 persen.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. Tingkat penghunian kamar pada kelompok akomodasi tersebut justru naik menjadi 19,94 persen pada Juli 2026, atau meningkat 1,22 poin persentase dibandingkan Juni 2026.
BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel bintang meningkat menjadi 1,67 malam pada Juli 2026 dari 1,60 malam pada bulan sebelumnya.
Khusus tamu asing, rata-rata lama menginap mencapai 1,72 malam, meningkat dibandingkan Juni 2026 yang hanya 1,24 malam.
Data BPS tersebut menunjukkan jumlah kunjungan wisman ke Aceh pada Juli 2026 mengalami kenaikan secara bulanan, tetapi masih mengalami penurunan cukup dalam jika dibandingkan dengan Juli 2025.
Secara kumulatif tujuh bulan pertama 2026, jumlah kunjungan juga masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Reporter: Rezi

