Beranda blog Halaman 977

Asuransi Sinar Mas dan 7 BPR Syariah di Aceh Perkuat Bisnis Syariah

0
Asuransi Sinar Mas dan 7 BPR Syariah di Aceh Perkuat Bisnis Syariah. (Foto: SWA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Asuransi Sinar Mas menjalin kemitraan strategis dengan tujuh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Aceh. Kerja sama ini meliputi penyediaan produk asuransi umum berbasis syariah, seperti asuransi kebakaran dan asuransi kendaraan bermotor. Tujuh BPRS yang terlibat adalah PT BPRS Hikmah Wakilah, PT BPRS Artha Aceh Sejahtera, PT BPRS Taman Indah Darussalam, PT BPRS Baiturrahman, PT BPRS Tengku Chiek Dipante, PT BPR Ingin Jaya, dan PT BPRS Serambi Mekka.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian yang dihadiri oleh Sugito, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) sekaligus Direktur Utama PT BPRS Hikmah Wakilah, bersama direktur dari masing-masing BPRS. Dari pihak Asuransi Sinar Mas, hadir Daniel Armagatlie, Kepala Divisi Syariah, serta Osnady Rahmat, Pimpinan Cabang Asuransi Sinar Mas Banda Aceh.

Daniel Armagatlie menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para nasabah BPRS melalui perlindungan asuransi berbasis syariah.

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya terbatas pada asuransi kebakaran dan kendaraan bermotor, tetapi juga bisa diperluas ke produk asuransi lainnya, baik di wilayah Sumatera Utara maupun di seluruh Indonesia,” ujarnya, Selasa (13/8/2024).

Sementara itu, Osnady Rahmat menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang berlandaskan prinsip syariah, Asuransi Sinar Mas telah mendirikan kantor cabang khusus unit syariah di Banda Aceh dan Lhokseumawe. Hal ini sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, yang mewajibkan semua lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh untuk menjalankan operasionalnya berdasarkan prinsip syariah.

“Saat ini, lini bisnis utama kami di Banda Aceh adalah Asuransi Mobil Syariah dan Asuransi Properti All Risk. Ke depan, kami berencana untuk mengembangkan Asuransi Kecelakaan Diri Syariah, Asuransi Kesehatan Syariah, dan Asuransi PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi),” jelas Osnady.

Kemitraan ini menjadi langkah signifikan dalam pengembangan ekonomi syariah di Aceh, mengingat kebutuhan akan produk asuransi syariah yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan industri keuangan syariah di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Satpol PP dan WH Aceh Besar Gencarkan Sosialisasi Penegakan Hukum Berantas Rokok Ilegal

0
Berantas Rokok Ilegal, Satpol PP dan WH Aceh Besar Gelar Sosialisasi Penegakan Hukum. (Foto: SWA)

NUKILAN.id | Jantho – Upaya pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Aceh Besar terus digencarkan. Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kota Banda Aceh menggelar sosialisasi penegakan hukum terkait peredaran rokok ilegal, Selasa (13/8/2024). Acara ini berlangsung di Hotel Hijrah, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, dan dihadiri oleh anggota Satpol PP dan WH, masyarakat, serta pelaku usaha.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, SSTP, MPA, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak buruk peredaran rokok tanpa cukai.

“Peredaran rokok ilegal sangat merugikan, tidak hanya bagi negara tapi juga masyarakat. Pendapatan negara dari sektor pajak rokok yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru berkurang,” ujar Muhajir.

Muhajir menegaskan bahwa pemberantasan rokok ilegal memerlukan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam acara tersebut, beberapa narasumber dari instansi terkait menyampaikan materi mengenai peraturan perundang-undangan terkait cukai tembakau, dampak negatif rokok ilegal, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung upaya pemberantasan.

“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Aceh Besar. Mari kita bersama-sama menegakkan peraturan dan melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal,” tambah Muhajir.

Dalam sosialisasi ini, para pelaku usaha yang pertama kali kedapatan menjual rokok ilegal akan diberikan edukasi selain penindakan berupa penyitaan barang bukti. Menurut Muhajir, pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dapat dikenakan hukuman penjara satu hingga lima tahun.

“Harapannya, setelah sosialisasi ini, masyarakat akan lebih memahami aturan yang berlaku terkait penjualan rokok ilegal karena dampaknya sangat merugikan negara,” jelas Muhajir.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, Dede Mulyana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyita 18.264 batang rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp43,4 juta. Dari jumlah tersebut, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp30,7 juta akibat tidak terpenuhinya kewajiban cukai, pajak rokok, dan pajak pertambahan nilai hasil tembakau.

“Saat ini, belasan ribu batang rokok ilegal tersebut telah diamankan di kantor KPPBC TMP C Banda Aceh untuk proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Dede Mulyana.

Editor: Akil

Wakili Pj Bupati, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Besar Hadiri Kick Off Stop Kekerasan di Dayah

0
Wakili Pj Bupati, Kadis Pendidikan Dayah Aceh Besar Hadiri Kick Off Stop Kekerasan di Dayah. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Aceh secara resmi meluncurkan gerakan “Stop Kekerasan di Dayah” sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri. Acara kick off gerakan ini berlangsung di Dayah Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air, Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (12/8/2024).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Plh Asisten I Setda Aceh, Dr. Yusrizal, MSi, yang mewakili Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, SE, MSi, dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Aceh Besar, Abu Bakar, SAg, yang hadir mewakili Pj Bupati Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Yusrizal menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun, baik fisik maupun non-fisik, tidak dapat diterima di lingkungan dayah.

“Kekerasan bukan hanya pelanggaran terhadap hak asasi manusia, tetapi juga dapat menghambat pendidikan para santri. Dayah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi mereka yang sedang menimba ilmu,” ujarnya.

Yusrizal menambahkan, kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah dayah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah Aceh tidak akan mentoleransi kekerasan di lingkungan pendidikan tersebut.

“Kami telah mengambil berbagai langkah preventif, termasuk mengeluarkan surat edaran untuk pembentukan pengawas dayah, sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Kepala Disdik Dayah Aceh, Dr. Munawar A Djalil, MA, menjelaskan bahwa gerakan “Stop Kekerasan di Dayah” ini dilatarbelakangi oleh Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan serta Surat Edaran Gubernur Nomor 451.44/20931 tentang Pembentukan Pengawasan Dayah.

“Meski surat edaran tersebut telah diteruskan kepada bupati dan wali kota, kekerasan di dayah masih terjadi. Oleh karena itu, kami merasa perlu mengambil langkah yang lebih tegas dengan meluncurkan gerakan ini,” ungkap Munawar.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah Aceh dalam menciptakan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri di seluruh dayah.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kemajuan pendidikan dayah di Aceh,” tegasnya.

Abu Bakar, Kadisdik Dayah Aceh Besar, juga menyampaikan harapannya agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki tujuan yang sama dalam mencegah kekerasan di dayah.

“Kami berharap para pimpinan pesantren yang telah menerima surat edaran dapat menjalankan aturan tersebut sebagai upaya proteksi terjadinya kekerasan di dayah,” tutupnya.

Editor: Akil

Korban KDRT di Aceh Mulai Berani Speak Up, Stigma Sosial Masih Menjadi Penghalang

0
Ilustrasi KDRT. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah serius di Aceh. Meskipun sudah ada keberanian dari sebagian korban untuk melapor, stigma negatif di masyarakat membuat langkah tersebut masih sulit bagi banyak orang. Riswati, seorang aktivis perempuan di Banda Aceh, mengungkapkan bahwa banyak korban KDRT masih enggan untuk speak up karena merasa malu dan takut dengan reaksi lingkungan sekitar.

“Masalah KDRT sering kali dianggap sebagai ranah privat. Banyak korban yang enggan melapor karena takut dianggap tidak mampu menjaga keutuhan keluarga,” kata Riswati saat diwawancarai Nukilan.id, Rabu (14/8/2024).

Padahal, menurutnya, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) di Indonesia telah memberikan perlindungan hukum bagi korban, dan pelaku KDRT dapat dikenai pidana.

“Walaupun dia pasangan kita, suami kita, tidak boleh juga dia pakai kekerasan dalam rumah tangga. Korban harus berani speak up,” tegasnya.

Direktur Flower Aceh itu juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kritis dalam rumah tangga, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki. Menurutnya, hubungan yang seimbang, pola pengasuhan yang positif, dan menumbuhkan cinta kasih adalah kunci untuk mencegah KDRT.

“Masyarakat Aceh juga harus memahami bahwa syariat Islam tidak pernah membenarkan kekerasan terhadap istri. Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap istri-istri mereka,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya kesadaran dan pendidikan yang lebih baik tentang KDRT, stigma di masyarakat dapat berubah, dan korban merasa lebih aman untuk melapor dan mencari bantuan.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal membangun rumah tangga yang sehat dan saling menghormati,” tutup Riswati. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Astra Agro Dukung Pendidikan Anak di Aceh, Dua Siswa Raih Prestasi Gemilang

0
Astra Agro Dukung Pendidikan Anak di Aceh, Dua Siswa Raih Prestasi Gemilang. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Astra Agro Group melalui anak usahanya, PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak di Aceh. Upaya ini terutama dirasakan oleh anak-anak di kawasan perkebunan operasional perusahaan, di mana mereka mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan serta dukungan beasiswa.

Riduan Manik, Community Development Area Manager Aceh, menegaskan bahwa perusahaan menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar.

“Kami tidak hanya menyediakan sekolah mulai dari tingkat kanak-kanak hingga menengah atas, tetapi juga memberikan beasiswa untuk menunjang prestasi akademik dan non-akademik mereka,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang tertuang dalam Sustainability Aspiration roadmap Public Contribution, Astra Agro juga berkontribusi dalam meningkatkan mutu sekolah binaan melalui Program Peningkatan Mutu (P2M), serta menyediakan bantuan sarana dan prasarana hingga pengembangan kompetensi guru.

Dukungan Astra Agro terhadap pendidikan telah membuahkan hasil. Dua siswa berprestasi dari SMAN 1 Gunung Meriah di Kabupaten Aceh Singkil—sekolah binaan PT PLB—berhasil meraih penghargaan bergengsi. Muhammad Airil, salah satu siswa, dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Singkil 2024 oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat. Airil mengungkapkan, pengetahuan tentang lahan konservasi yang dimiliki perusahaan menjadi salah satu faktor kemenangannya dalam tes wawancara.

“Saya menjelaskan tentang lahan konservasi di tempat ayah bekerja, yaitu di PLB,” ujar Airil.

Tak hanya Airil, Dimas Bagus Saputra, siswa lainnya dari sekolah yang sama, juga berhasil memenangkan kompetisi debat Bahasa Inggris tingkat kabupaten dan provinsi, dengan meraih juara 1.

Kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Meriah, Maya Kartika, mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi yang diraih oleh para siswanya.

“Sekitar 40 persen siswa di sekolah ini adalah anak dari karyawan PT PLB, dan banyak dari mereka yang memiliki talenta luar biasa. Kami sangat bersyukur atas dukungan perusahaan dalam program CSR yang membantu kami mencapai prestasi ini,” katanya.

Dukungan Astra Agro Group melalui PT PLB tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberi dampak positif yang nyata bagi siswa dan masyarakat di sekitarnya. Prestasi yang diraih oleh Airil dan Dimas menjadi bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam mencetak generasi berprestasi di Aceh.

Editor: Akil

MAN 1 Banda Aceh Terima Kunjungan Thaksin University Thailand

0
MAN 1 Banda Aceh Terima Kunjungan Thaksin University, Thailand. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – MAN 1 Banda Aceh menerima kunjungan studi banding dari Thaksin University, Thailand, Selasa (13/8/2024). Rombongan yang dipimpin oleh Mr. Thaweesak Putsukee tersebut disambut hangat oleh Kepala MAN 1 Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag, M.Pd, di ruang kepala madrasah.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Nursiah memaparkan sejumlah program unggulan yang telah menjadikan MAN 1 Banda Aceh sebagai salah satu madrasah unggulan nasional di bidang akademik. Di antaranya adalah Program Bimbingan UTBK, Program Kelas Olimpiade, Program Kelas Persiapan Kedinasan, Program Bimbingan TOEFL, dan Program Bimbingan Tahfizhul Quran.

“Kami sangat selektif dalam merekrut pengajar untuk program-program unggulan di MAN 1 Banda Aceh. Salah satu syarat utama adalah pengalaman mengajar di bimbingan belajar (bimbel) dan sekolah-sekolah terbaik,” ujar Dr. Nursiah saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu, Mr. Thaweesak Putsukee, selaku ketua tim dari Thaksin University, memberikan motivasi kepada para siswa MAN 1 Banda Aceh. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan kepercayaan diri sebagai kunci sukses di era globalisasi.

“Siswa harus menjadi warga dunia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” pesannya.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan tur ke beberapa kelas dan perpustakaan MAN 1 Banda Aceh, di mana para tamu berinteraksi langsung dengan siswa. Mr. Thaweesak Putsukee juga mengajak kedua pihak untuk terus mempererat hubungan kerja sama yang telah terjalin.

“Kami berharap hubungan ini dapat terus terjaga dan semakin erat. Kami juga mengundang Ibu Kepala beserta siswa MAN 1 Banda Aceh untuk berkunjung ke sekolah kami di Thailand,” ungkap Mr. Thaweesak di akhir kunjungan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pengawas Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha, para Wakil Kepala Madrasah, Dewan Guru dan Karyawan MAN 1 Banda Aceh, serta perwakilan siswa.

Editor: Akil

Ribuan Green Volunteer Siap Dukung PON XXI 2024 Aceh-Sumut

0
Ribuan Green Volunteer Siap Dukung PON XXI 2024 Aceh-Sumut. (Foto: Diskominfo Sumut)

NUKILAN.id | Medan – Ribuan Green Volunteer yang akan bertugas dalam ajang PON XXI 2024 Aceh-Sumut telah menerima pembekalan intensif melalui bimbingan teknis (bimtek) yang berlangsung pada 12-13 Agustus 2024. Pembekalan ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk humas dan teknologi informasi (IT), untuk memastikan kelancaran operasional selama perhelatan olahraga terbesar di tanah air tersebut.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut, Harvina Zuhra, mengatakan bahwa sekitar 4.500 Green Volunteer telah mendapatkan pembekalan.

“Salah satu fokusnya adalah di bidang humas dan IT,” ujar Harvina saat ditemui di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Selasa (13/8/2024).

Dalam penjelasannya, Harvina mengungkapkan bahwa para relawan yang ditugaskan sebagai Liaison Officer (LO) berperan sebagai jembatan penghubung antara berbagai pihak untuk memastikan alur informasi berjalan dengan baik. Sementara itu, Work Force (WF) bertanggung jawab atas kelancaran operasional pertandingan dan logistik di venue-venue yang tersebar di wilayah Sumut.

Lebih lanjut, Harvina menekankan pentingnya peran volunteer di bidang humas dan IT, yang akan ditempatkan di Media Center PON XXI 2024. Media Center tersebut akan menjadi pusat informasi yang krusial, terutama dalam melawan penyebaran hoaks, fake news, dan disinformasi.

“Media center ini adalah garda terdepan dalam menyebarkan informasi terbaru kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat, mudah, dan terjangkau,” jelasnya.

Para volunteer di Media Center akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis, termasuk di Sport Center Pancing dan Komplek Dispora Sumut. Mereka juga akan bertugas di media center (Mixed Zone) di setiap venue pertandingan.

“Dua volunteer akan ditempatkan di setiap media center, dan mereka bertanggung jawab memastikan pelayanan kepada media berjalan dengan baik,” tambah Harvina.

Tugas para volunteer di media center meliputi penyampaian informasi terkait jadwal dan hasil pertandingan, mengarahkan wartawan, serta menangani kebutuhan akomodasi dan konsumsi di venue. Mereka juga akan berkoordinasi dengan tim humas dan panitia lainnya untuk mengatasi kendala yang mungkin muncul selama berlangsungnya PON.

Pembekalan ini diikuti oleh volunteer dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga lulusan baru (fresh graduate), yang berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Deliserdang, dan Lubuk Pakam. Salah satu volunteer lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkapkan,

“Kami sudah diberikan pembekalan sejak kemarin. Penempatan tugas sesuai venue juga sudah ditentukan, apakah di Medan, Samosir, atau Deliserdang.”

Dengan persiapan matang ini, ribuan Green Volunteer siap memberikan kontribusi terbaik mereka untuk kesuksesan PON XXI 2024 di Aceh dan Sumut.

Editor: Akil

Sesar Sumatera Picu Gempa di Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa yang mengguncang Kota Banda Aceh, Aceh, pada Selasa (13/8/2024) malam, dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatera. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal akibat pergerakan segmen Aceh-Central dari Sesar Besar Sumatera.

“Gempa bumi dangkal ini terjadi karena adanya aktivitas pada Sesar Besar Sumatera segmen Aceh-Central,” ujar Daryono di Jakarta, Selasa malam.

BMKG mencatat episenter gempa terletak di darat, pada koordinat 5.29 derajat Lintang Utara dan 95.51 derajat Bujur Timur, atau sekitar 12 kilometer barat laut dari Jantho, Aceh Besar, dengan kedalaman hanya 2 kilometer. Gempa berkekuatan 4,4 magnitudo ini terjadi pada pukul 20.22 WIB dan dirasakan cukup kuat di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan intensitas III-IV MMI, serta di Lammo, Aceh Jaya dengan intensitas II MMI.

Daryono menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang signifikan akibat gempa tersebut, dan tidak ditemukan adanya gempa susulan.

“Sampai dengan pukul 20.22 WIB, belum ada gempa susulan yang terdeteksi, dan belum ada laporan kerusakan yang timbul akibat gempa ini,” katanya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Hasil analisis lengkap dari peristiwa ini akan segera kami laporkan,” ujar Daryono.

Gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah yang dilalui oleh sesar aktif seperti Sesar Besar Sumatera.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Pengurus KKRA Tingkatkan Kekompakan dan Kemitraan

0
Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Pengurus KKRA Tingkatkan Kekompakan dan Kemitraan. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs. H. Azhari, M.S., memberikan pesan penting saat menerima audiensi dari Pengurus Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Provinsi Aceh di ruang kerjanya, Selasa (13/8/2024). Dalam pertemuan tersebut, Azhari menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen di luar lingkungan kerja.

Audiensi ini diawali dengan silaturahmi antara pengurus KKRA dengan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Ahmad Yani, S.Pd.I. Selanjutnya, para pengurus KKRA, yang dipimpin oleh Ketua KKRA periode 2024-2027, Husna Abdiyah, S.Ag., bertemu langsung dengan Azhari untuk mendiskusikan berbagai hal terkait pendidikan anak usia dini di Aceh.

Dalam arahannya, Azhari menyampaikan tiga poin utama yang harus diperhatikan oleh para guru dan pengurus KKRA. Pertama, ia menekankan bahwa KKRA harus memiliki satu tujuan yang jelas dalam mendidik anak-anak pra sekolah.

“Teknik pengajaran bisa beragam, tetapi tujuan akhirnya harus satu arah,” ujarnya.

Kedua, Azhari mengingatkan para guru agar dapat berperan seperti anak-anak ketika berinteraksi dengan murid mereka.

“Guru harus bisa memahami dunia anak-anak dan bermain bersama mereka,” ajaknya.

Ketiga, Azhari menegaskan pentingnya kekompakan, baik di dalam lembaga RA (Raudhatul Athfal) maupun dalam menjalin hubungan dengan pihak-pihak di luar lembaga. Ia berharap kekompakan ini dapat menjadi fondasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Aceh.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Shulfan, S.Ag., M.Sc., dari Tim GTK Bidang Penmad, yang turut serta memberikan masukan terkait pengembangan kompetensi guru RA di Aceh. Pertemuan ini bertepatan dengan hari ujian kompetensi bagi para pengawas di lingkungan Kemenag Aceh.

Dengan adanya arahan ini, diharapkan KKRA Provinsi Aceh dapat terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi demi mencapai tujuan bersama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berkarakter sejak usia dini.

Editor: Akil

Darurat Bencana Kekeringan di Aceh Besar

0
Warga mengambil air bersih yang didistribusikan oleh petugas posko siaga darurat kekeringan di Lhoknga, Aceh Besar. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Nukilan.id – Bencana kekeringan yang melanda Aceh Besar dalam lima bulan terakhir membuat warga kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih. Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Aceh Besar telah meluas ke 29 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lhoknga dan Peukan Bada, di mana total 19.407 jiwa terdampak akibat krisis ini. Kini warga hanya bisa berharap dari pasokan air bantuan dari pemerintah.

“Kondisi kekeringan tahun ini lebih parah dirasakan dampaknya oleh warga,” ujar Keuchik Lambaro Seubun, Kecamatan Lhoknga, Anum Fuadi dilansir metrotvnews.com, Jumat (9/8/2024). Ribuan warga Lhoknga juga telah melaksanakan salat istisqa untuk meminta hujan.

Selain itu, dampak kekeringan ini juga menyebabkan ratusan hektare sawah di Aceh Besar terancam gagal panen. Dinas Pertanian Aceh Besar mencatat luas lahan yang terdampak kekeringan di daerah tersebut mencapai 538 hektare dari total luas tanam 10.668 hektare.

Dikutip dari antaranews.com, Senin (22/7/2024), Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Aceh Besar, Agus Rizal mengatakan hampir semua wilayah Aceh Besar terdampak kekeringan yang disebabkan faktor el nino, termasuk sawah yang menggunakan irigasi. Untuk mengatasi persoalan ini, kata Agus, pihaknya akan membantu dengan pompanisasi sehingga sawah milik warga dapat teraliri air dengan cukup saat musim tanam.

Dampak dari kekeringan ini mengakibatkan produksi padi di Aceh mengalami penurunan. Pada tahun 2022 produksi padi di Aceh berada di angka 1,5 juta ton, sementara tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1,4 juta ton. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah menatakan pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait lainnya telah menyusun strategi untuk menghindari darurat pangan. Dia menambahkan walaupun saat ini status Aceh masih surplus pangan, namun tentunya tak ingin melihat Aceh mengalami defisit pangan.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar, pada Senin (8/7/2024) telah memberlakukan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Aceh Besar, khususnya di Kecamatan Lhoknga. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar juga telah mendirikan Posko Siaga Darurat di kantor Camat Lhoknga.

“Kita mau penanganan kekurangan air bersih akibat terdampak kekeringan di Kecamatan Lhoknga dilakukan secara konprehensif, baik penanganan jangka pendek hingga upaya berkelanjutan,” kata Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, Senin (8/7/2024).

BPBD Aceh Besar juga telah mendistribusikan sekitar tiga juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh Besar yang dilanda krisis air bersih. Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil menyebutkan distribusi air bersih ini dibantu oleh tim petugas gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana, yang disiagakan di delapan posko tanggap darurat sejak awal Juni lalu. Sumber air yang digunakan berasal dari dua tempat penampungan milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Aceh, salah satunya berlokasi di Kecamatan Lebung, Aceh Besar, dan objek wisata kolam Mata Ie di Kecamatan Darul Imarah.

“Syukurnya ketersediaan air dalam jumlah yang cukup aman untuk warga Aceh Besar yang membutuhkan selama masa kekeringan ini,” kata Ridwan dilansir antaranews.com, Rabu (7/8/2024).

Faktor Meteorologi dan Klimatologi

Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) dan peneliti sains atmosfer Pusat Riset Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) USK, Dr YopiIlhamsyab menjelaskan faktor-faktor penyebab kekeringan di Aceh dipengaruhi oleh faktor meteorologi dan klimatologi seperti fenomena el nino dan pola curah hujan di mana sangat kurang menjadi beberapa penyebab terjadinya kekeringan di Aceh Besar saat ini.

El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

“Selain itu, faktor antropogenik seperti deforestasi dan alih fungsi lahan juga memperparah kondisi ini,” ujar Yopi dikutip dari rri.co.id, Kamis (4/7/2024).

Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan sebanyak 19 provinsi di Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau, di antaranya, Aceh, Sumatera Utara, Riau, pesisir utara dan selatan Pulau Jawa, Bali bagian Selatan, NTB dan Sebagian NTT. Kondisi kekeringan selama kemarau tersebut diprediksi akan mendominasi hingga September mendatang.

Dwikorita menyarankan agar pemerintah daerah selalu memastikan koneksitas jaringan irigasi dari waduk ke kawasan yang terdampak kekeringan benar-benar memadai agar upaya modifikasi cuaca dapat terlaksana dengan efektif dan efisien dalam memitigasi potensi bencana kekeringan.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh sejak 2023 telah mewanti-wanti dampak dari el nino yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan krisis air di Aceh. Direktur Walhi Aceh, Ahmad Salihin mengingatkan bila pemerintah Aceh lengah dan tidak memiliki strategi yang terintegrasi dalam mengatasi hal ini, maka dikhawatirkan akan berdampak pada kekeringan hingga krisis air, baik untuk dikonsumsi maupun untuk keperluan lahan pertanian dan perkebunan.

“Ini ancaman nyata, pemerintah Aceh tidak boleh lengah karena bukan hanya karhutla saja. Kekeringan hingga krisis air dan juga banjir akibat anomali cuaca perlu diwaspadai,” kata Ahmad Shalihin dalam keterangannya, Rabu (26/7/2023).

Bila ini terjadi, sebutnya, akan berdampak pada produktivitas pangan atau ketahanan pangan dalam jangka panjang. Potensi gagal panen karena krisis air atau kekeringan dampak dari el nino tersebut tak terhindarkan lagi. Selain itu, fenomena ini juga bisa menyebabkan dampak kelaparan jika tidak ditangani dengan baik dan karena itu harus segera dicarikan solusinya.

Kerusakan Karst

Deputi Walhi Aceh, Muhammad Nasir pada 27 Oktober 2023 lalu mengatakan krisis air bersih yang terjadi di Aceh Besar disebabkan oleh terganggunya sistem karst di wilayah tersebut. Dia menambahkan, struktur lahan berupa gunung di Aceh Besar yang di dalamnya terdapat kawasan karst yang terhubung satu sama lain. Ketika kesatuan karst ini terdampak maka akan mempengaruhi kesatuan lainnya.

Penambangan batu gamping yang dilakukan oleh PT Solusi Bangun Andalas (SBA), kata Nasir adalah salah satu faktor yang mengganggu keseimbangan lingkungan di Aceh Besar. Laporan yang diterima Walhi Aceh, warga yang berada sekitar pabrik semen sering mengeluh krisis air yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Airnya pun jadi berwarna kuning dan bercampuk minyak hasil dari limbah pabrik. Pihak perusahaan, sebut Nasir, harus bertanggung jawab atas kerusakan tersebut dan bersama dengan pemerintah mencarikan solusi untuk pemulihan lingkungan.

“Warga di Gampong Naga Umbang dan sekitarnya mengeluh kualitas air di sana berwarna kuning dan berminyak,” ujar Nasir dikutip dari inews.id, Jumat, 27 Oktober 2023.

Walhi Aceh dalam Kertas Kebijakan Usulan Masyarakat Sipil terhadap Revisi Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRW) Tahun 2013-2033 menyebutkan Kawasan bergambut, gunung karst, dan hutan mangrove belum mendapatkan perhatian serius dalam Qanun RTRW sehingga terancam hilang akibat laju investasi. Padahal gunung karst merupakan ekosistem yang unik, sehingga penting diselamatkan dan secara tata ruang ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi.

Beberapa di antaranya adalah gunung karst di Kaloy, Aceh Tamiang yang terancam rusak atau hilang akibat aktivitas PT Tripa Semen Aceh, gunung karst Guha Tujoh di Pidie terancam oleh aktivitas PT Semen Indonesia, dan gunung karst di Aceh Besar yang terancam hilang oleh aktivitas PT Solusi Bangun Andalas yang telah mengakibatkan krisis air bersih di Lhoknga dan sekitarnya.

Hal senada disampaikan dosen teknik lingkungan Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh, TM Zulfikar. Dia mengatakan Pemkab Aceh Besar perlu memperbaiki wilayah karst di kawasan Lhoknga untuk mencegah kekeringan yang terus berulang. Diperlukan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini karena kasus kekeringan berulang hampir setiap tahun.

Beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah, kata TM Zulfikar di antaranya perencanaan program seperti perlindungan sumber air di wilayah sungai yang mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar Lhoknga melalui upaya konservasi sumber daya air.

“Perlu perbaikan wilayah karst yang sudah mulai rusak dan tidak lagi mampu menyimpan air,” ujar TM Zulfikar dinukil antaranews.com, Rabu (10/7/2024). ***

Reporter: Sammy