Beranda blog Halaman 969

Partai Aceh Kuasai DPR Aceh dengan 20 Kursi di Periode 2024-2029

0
Bendera Partai Aceh. (Foto: Partai Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menetapkan 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terpilih untuk periode 2024-2029, setelah sempat tertunda karena belum keluarnya surat keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Surat keputusan tersebut akhirnya terbit pada 13 Agustus 2024, memungkinkan KIP untuk menggelar rapat pleno penetapan pada Jumat (16/8) di Hotel Ayani, Banda Aceh.

Ketua KIP Aceh, Saiful, menjelaskan bahwa penetapan anggota DPRA ini sempat tertunda akibat keterlambatan keluarnya surat dari KPU.

“Penetapan ini seharusnya sudah dilakukan sebelumnya, namun baru bisa terlaksana setelah surat dari KPU keluar pada tanggal 13 Agustus,” ujarnya.

Dalam penetapan tersebut, Partai Aceh kembali mendominasi dengan perolehan 20 kursi, mempertahankan posisinya sebagai partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRA sejak Pemilu 2009. Perolehan ini menjadikan Partai Aceh sebagai kekuatan politik utama di Aceh, disusul oleh Partai NasDem dengan 10 kursi, serta Golkar dan PKB yang masing-masing memperoleh 9 kursi.

Rincian Perolehan Kursi DPR Aceh

Berikut ini adalah daftar 81 anggota DPR Aceh terpilih berdasarkan daerah pemilihan (dapil) mereka:

Dapil 1 (Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang):
Nazaruddin (Partai Aceh)
Hasballah (Partai Aceh)
Munawar AR (PKB)
Ansari Muhammad (Golkar)
Iskandar Ali (PAN)
Abdurrahman Ahmad (Gerindra)
Tati Meutia Asmara (PKS)
Heri Julisus (NasDem)
Arif Fadillah (Partai Demokrat)
Ilmiza Saaduddin Djamal (PPP)
Eddi Sadikin (Partai Darul Aceh)

Dapil 2 (Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya):
Aiyub Abbas (Partai Aceh)
Tgk Anwar Ramli (Partai Aceh)
Khalid (Golkar)
Hery Ahmadi (PKB)
Khairil Syahrial (Gerindra)
Tgk Rasyidin Ahmad (PAS Aceh)
Syahrul Nurfa (NasDem)
Ihsanuddin (PPP)
Dalimi (Partai Demokrat)

Dapil 3 (Kabupaten Bireuen):
Zulfadhli (Partai Aceh)
Rusyidi Mukhtar (Partai Aceh)
Ilham Akbar (Golkar)
Nurdin M Judon (PAS Aceh)
Amiruddin Idris (PPP)
Saifuddin Muhammad (NasDem)
Muhammad Iqbal (PKB)

Dapil 4 (Bener Meriah dan Aceh Tengah):
Rahmuddinsyah (Partai Aceh)
Sutarmi (NasDem)
Diana Putri Amelia (Golkar)
Salihin (PKB)
Salwani (PDIP)
Taufik (Gerindra)

Dapil 5 (Aceh Utara dan Lhokseumawe):
Saiful Bahri (Partai Aceh)
Ismail A Jalil (Partai Aceh)
Tgk Muharuddin (Partai Aceh)
Sarjani alias Imum Jon (Partai Aceh)
Muhammad Raji Firdana (NasDem)
Teuku Zulfadli (PAS Aceh)
M Natsir alias Memet (Golkar)
Armiyadi (PKS)
Muhammad Wali (PKB)
Syarifah Nurul Carissa (PNA)
Sofyan Puteh (PAN)
Tantawi (Partai Demokrat)

Dapil 6 (Kabupaten Aceh Timur):
Aisyah Ismail (Partai Aceh)
Iskandar Usman Al-Farlaky (Partai Aceh)
Azhari M Nur (Partai Aceh)
Martini (NasDem)
Muhammad (PAS)
Iskandar (PKB)

Dapil 7 (Kota Langsa dan Aceh Tamiang):
Irfansyah (Partai Aceh)
Zakiruddin (Partai Aceh)
Muhammad Rizky (Golkar)
Raja Lukman Zia Ulhaq (PAN)
Edy Asaruddin (Gerindra)
Syamsuri (NasDem)
Nora Idah Nita (Partai Demokrat)

Dapil 8 (Aceh Tenggara dan Gayo Lues):
Yahdi Hasan (Partai Aceh)
Ali Basrah (Golkar)
Rijaluddin (PKB)
Nurdiansyah Alasta (Partai Demokrat)
M Hatta Bulkaini (NasDem)

Dapil 9 (Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil, dan Subulussalam):
T Heri Suhadi (Partai Aceh)
Safaruddin (Gerindra)
Zamzami (NasDem)
Dony Arega Rajes (PKB)
Muhammad Iqbal (Golkar)
Romi Syah Putra (Partai Demokrat)
Usman (PKS)
Tgk At Tarmizi Hamid (PPP)
Irpannusir (PAN)

Dapil 10 (Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Simeulue):
Hendri Muliana (Partai Aceh)
Tarmizi (Partai Aceh)
Tgk Mawardi Basyah (PPP)
Musdi Fauzi (PKB)
Edi Kamal (Partai Demokrat)
Ihya Ulumuddin (PKS)
Fuadri (PAN)
Teuku Raja Keumangan (Golkar)
Nurchalis (NasDem)

Dengan dominasi ini, Partai Aceh dipastikan akan memiliki pengaruh besar dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan di tingkat provinsi. Peran strategis Partai Aceh dalam pemerintahan daerah diharapkan dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi masyarakat Aceh ke depan.

Editor: Akil

Arti Kemerdekaan bagi Perempuan dari Berbagai Isu, Begini Kata Aishah

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh- Berbagai kegiatan dilaksanakan sambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI. HUT RI ke-79 tahun 2014 bertemakan “Nusantara Baru Indonesia Maju”.  Dengan tema Nusantara Baru Indonesia Maju bukan sekadar kalimat retoris, tetapi penuh akan makna yang mendalam. Pada HUT kemerdekaan Indonesia ke-79, sudah saatnya kita berbenah dan mewujudkan lingkungan yang lebih baik untuk para perempuan.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, beberapa tahun antara 2021-2023, observasi yang ia lakukan terkait kesehatan fisik dan mental perempuan adalah hal penting. Perempuan sering kali menghadapi tekanan sosial dan emosional yang berbeda dari laki-laki. Hal tersebut memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Stigma terhadap kesehatan mental dan kurangnya dukungan yang memadai bisa menjadi hambatan besar bagi kemerdekaan perempuan.

Meski perjuangan kesetaraan gender sudah mencapai hasil yang signifikan, nyatanya masih banyak “PR” yang harus diselesaikan. Sebagaimana diungkap dalam laman United Nations, hingga saat ini setidaknya seperti perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, masih mengalami ancaman kekerasan dan diskriminasi. Dalam melakukan perannya baik sebagai pekerja di luar rumah maupun sebagai ibu rumah tangga, dukungan emosional bagi perempuan mestilah menjadi perhatian pemerintah.

Aishah juga menyampaikan, kemerdekaan ekonomi perempuan juga tentang melibatkan akses yang sama terhadap peluang kerja, upah yang adil, dan kondisi kerja yang aman. Meski banyak kemajuan telah dicapai, ketidaksetaraan upah dan akses terbatas ke posisi kepemimpinan masih menjadi masalah. Perempuan sering kali terjebak dalam pekerjaan yang kurang dihargai dan tidak mendapatkan kesempatan yang setara untuk maju dalam karier mereka. Keterlibatan politik merupakan bagian penting dari kemerdekaan.

“Partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan masih rendah,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (17/8/2024).

Lanjutnya, walaupun sudah ada upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pemerintahan dan lembaga-lembaga publik, kesenjangan masih signifikan. Kemerdekaan politik berarti bahwa perempuan memiliki suara dan pengaruh yang sama dalam menentukan kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka. Kemudian, kekerasan terhadap perempuan, baik di ruang publik maupun domestik masih terus menjadi isu serius hingga saat ini. Kemerdekaan perempuan dalam konteks ini berarti perlindungan yang efektif dari kekerasan dan akses ke mekanisme hukum yang dapat menangani kekerasan secara adil.

Banyak sistem hukum masih kekurangan dukungan yang memadai untuk korban kekerasan dan sering kali tidak menindaklanjuti kasus dengan cukup serius. Untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya bagi perempuan, perubahan sosial yang mendalam diperlukan. Ini termasuk pendidikan yang mempromosikan kesetaraan gender, perubahan dalam norma-norma budaya yang mengekang, dan upaya untuk menghilangkan bias yang ada di berbagai sektor masyarakat. Hari kemerdekaan seharusnya menjadi momen refleksi tentang sejauh mana kebebasan dan hak-hak yang dijanjikan telah tercapai untuk semua anggota masyarakat, termasuk perempuan.

Meskipun ada banyak kemajuan yang telah dibuat kata Aishah, masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk memastikan bahwa kemerdekaan benar-benar meresap dalam kehidupan perempuan. Hal yang dimaksud memerlukan komitmen terus-menerus untuk menegakkan hak-hak perempuan, mengatasi diskriminasi, dan memastikan akses yang setara dalam semua aspek kehidupan. Kemerdekaan yang sejati adalah ketika semua individu tanpa memandang gender, dapat menikmati hak dan kebebasan mereka sepenuhnya dan tanpa batasan.

“Kebebasan perempuan tidak hanya tergantung pada status hukum atau formal, tetapi juga pada perubahan mendasar dalam struktur sosial dan budaya yang mendasari penindasan,” ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, kemerdekaan yang diartikan secara sempit, seperti hak-hak legal atau reformasi kebijakan sering kali tidak cukup untuk mengubah kondisi hidup perempuan secara substansial. Kemerdekaan yang sebenarnya harus melibatkan transformasi sosial yang lebih luas, termasuk perubahan dalam norma-norma budaya, sistem pendidikan, dan mekanisme hukum yang melindungi perempuan. Perempuan dengan terbatasnya memperoleh otonomi ekonomi dan sosial berkontribusi pada situasi penindasannya.

Kemudian, kemerdekaan yang diupayakan oleh perempuan tentang kebebasan pribadi, tetapi juga tentang akses ke sumber daya dan kekuatan yang memungkinkan perempuan untuk menentukan nasib mereka sendiri.  Kemerdekaan dalam konteks ini berarti adanya peluang yang setara dalam pekerjaan, pendidikan, dan kontrol atas sumber daya ekonomi. Jika tanpa perubahan struktural dalam hal ekonomi dan akses sosial, kemerdekaan perempuan akan tetap terhambat oleh ketergantungan dan eksploitasi. Kemerdekaan formal yang sering kali tidak cukup untuk mengatasi penindasan yang mendalam.

“Oleh sebab itu, perlunya perjuangan yang berkelanjutan untuk mencapai kebebasan yang sejati bagi perempuan,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Panggung Apreasiasi: Langkah Disbudpar Aceh Mendorong Kemajuan Industri Kreatif

0
Panggung Apreasiasi. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menghadirkan sebuah inisiatif yang menggairahkan industri kreatif daerah melalui penyelenggaraan Panggung Apreasiasi. Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Agustus 2024 di Lapangan Expo Bank Aceh, Lampineung, ini mengusung tema ‘Kilau Budaya Aceh Nusantara’, dengan harapan dapat membranding Aceh di kancah internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kepala Bidang Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamzah, menekankan bahwa acara ini merupakan salah satu subsektor penting dari industri kreatif. Ia menjelaskan bahwa Panggung Apreasiasi tidak hanya menjadi wadah pertunjukan, tetapi juga berfungsi sebagai mesin penggerak untuk menciptakan produk dan jasa berbasis kreativitas.

“Nilai bisnis kreatif saat ini sangat menjanjikan, terutama karena digerakkan oleh generasi muda yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi dengan cepat,” ungkap Nurlaila. Ia berharap acara ini dapat menambah semangat dan motivasi para pelaku seni untuk menciptakan karya-karya yang mampu membangun citra positif Aceh, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam acara ini, Laila juga menyoroti pentingnya rasa ingin tahu yang dimiliki oleh generasi muda, yang dapat mendorong mereka untuk berinovasi dalam era digital. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam mengembangkan seni pertunjukan yang menarik dan berkualitas,” tambahnya.

Ucapan terima kasih disampaikan Laila kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan ini, khususnya Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN). Harapannya, KSBN akan terus berpartisipasi aktif dalam mendukung perkembangan seni dan budaya Aceh.

Sulaiman, Ketua KSBN Aceh dan Pemerhati Budaya, menyatakan bahwa Panggung Apreasiasi tahun ini mengambil tema Kilau Budaya Aceh Nusantara, disingkat Kiban, yang dalam bahasa Aceh berarti “apa kabar”. Ia menjelaskan bahwa Aceh, selain kaya akan potensi alam, juga memiliki khazanah seni dan budaya yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Dengan adanya Panggung Apreasiasi, Disbudpar Aceh menunjukkan komitmennya untuk mendukung dan memajukan industri kreatif di daerah, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Aceh.

Sancho Absen Saat Manchester United Menang Tipis Atas Fulham, Ini Alasannya

0
Pemain Manchester United, Jadon Sancho. (Foto: REUTERS)

NUKILAN.id | Jakarta – Jadon Sancho, winger Manchester United, tidak masuk dalam skuad saat timnya meraih kemenangan 1-0 melawan Fulham pada laga pembuka Liga Inggris di Old Trafford, Jumat (16/8/2024) malam waktu setempat. Absennya Sancho ini kembali memicu spekulasi terkait hubungannya dengan pelatih Erik ten Hag.

Meski sebelumnya Sancho sempat kembali dimainkan dalam ajang Community Shield melawan Manchester City, absensinya kali ini disebut-sebut terkait dengan masalah kebugaran. Dalam laga Community Shield tersebut, Manchester United harus mengakui keunggulan Man City melalui adu penalti, di mana Sancho gagal mengeksekusi salah satu penalti.

Namun, Ten Hag menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak memasukkan Sancho ke dalam skuad saat melawan Fulham murni karena alasan strategi dan kondisi fisik pemain.

“Pertama-tama, kami membutuhkan kedalaman skuad. Musim ini akan menjadi musim yang menentukan siapa yang paling kuat, dan saya hanya bisa memasukkan 20 pemain ke dalam skuad,” ujar Ten Hag, dikutip dari Daily Mail.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan bahwa Sancho mengalami infeksi telinga sehingga tidak 100 persen fit untuk bermain. Situasi ini memaksa Ten Hag untuk memilih pemain lain yang lebih siap, seperti Alejandro Garnacho dan Joshua Zirkzee, yang akhirnya menjadi pahlawan kemenangan Manchester United.

“Sancho sebenarnya bisa bermain, tetapi Anda punya pilihan, dan kami memutuskan untuk lebih memilih pemain lain yang berada di bangku cadangan,” tambah Ten Hag. “Situasinya bisa berubah dan akan berubah. Hari ini Anda bisa melihat betapa pentingnya pemain pengganti. Kami butuh keseimbangan yang tepat. Ini mungkin membuat pemain frustrasi, tetapi yang terpenting adalah tim dan klub.”

Absennya Sancho tentu menjadi sorotan, terutama mengingat pentingnya peran pemain pengganti dalam menjaga performa tim sepanjang musim. Ten Hag berharap setiap pemain, termasuk Sancho, tetap berjuang untuk klub dan membuktikan diri mereka layak mendapat menit bermain.

Dengan awal musim yang masih panjang, Manchester United tampaknya akan terus mengandalkan kedalaman skuad mereka untuk menghadapi tantangan di berbagai kompetisi.

Editor: Akil

Ahok Yakin Pendukungnya dan Anies Baswedan Pilih Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024

0
Politikus PDIP, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengungkapkan keyakinannya bahwa seluruh pendukungnya dan pendukung Anies Baswedan akan memilih kotak kosong jika Pilkada Jakarta 2024 hanya diikuti oleh satu pasangan calon yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Ahok meyakini bahwa para pemilih di Jakarta tidak akan rela jika pilihan mereka terbatas pada satu pasangan calon saja. Menurutnya, masyarakat Jakarta akan memberikan perlawanan dengan memilih kotak kosong, seperti yang pernah terjadi di Pilkada Makassar.

“Saya yakin, kalau KIM lawan kotak kosong, saya kira masyarakat Jakarta akan melawan dengan memilih kotak kosong,” ujar Ahok di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

Lebih lanjut, Ahok menambahkan bahwa pendukung Anies Baswedan dan pendukung dirinya kemungkinan besar akan cenderung memilih kotak kosong. Ia menilai, rasa malu akan muncul jika pilihan hanya terbatas pada satu pasangan calon.

“Pendukung Pak Anies, pendukung saya, saya kira pasti lebih cenderung pilih kotak kosong. Pasti malu kan, seperti yang terjadi di Makassar,” tambahnya.

Di sisi lain, Ahok juga menyinggung soal lolosnya pasangan calon gubernur-wakil gubernur independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana, di Pilkada Jakarta 2024. Ia mengaku curiga atas proses tersebut, terutama terkait pencatutan nomor induk kependudukan (NIK) yang digunakan sebagai syarat dukungan bagi calon independen.

“Makanya saya curiga ada sesuatu di situ,” kata Ahok.

Ahok menduga bahwa ada kemudahan tertentu yang diberikan kepada pasangan calon independen tersebut untuk menyerahkan bukti dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta. Kecurigaannya semakin kuat setelah Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) menerima 235 aduan dari masyarakat yang identitasnya diduga dicatut secara sepihak sebagai syarat dukungan bagi calon independen tersebut.

“235 aduan per siang ini, dan masih ada yang masuk,” ujar Ketua PBHI, Julius Ibrani, saat dihubungi pada Sabtu (17/8/2024).

Pilkada Jakarta 2024 yang berpotensi hanya diikuti oleh satu pasangan calon semakin memanaskan suhu politik di Ibu Kota, dengan sejumlah pihak yang mulai meragukan proses verifikasi dan pencalonan yang ada.

Editor: Akil

5.545 Narapidana di Aceh Dapat Remisi HUT RI ke-79

0
Penyerahan remisi kepada napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh Lambaro, Aceh Besar, pada Sabtu (17/8/2024). Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh memberikan remisi kepada 5.545 narapidana. 

Penyerahan remisi ini dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar, pada Sabtu (17/8/2024).

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, menyampaikan bahwa dari total 5.545 narapidana yang mendapatkan remisi, sebanyak 5.527 orang mendapatkan remisi umum I (pengurangan masa pidana) dan 18 orang langsung bebas.

“Remisi ini diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku, yaitu Pasal 10 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Syarat-syarat penerimaannya juga telah memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 dan Nomor 7 Tahun 2022,” ujar Meurah Budiman.

Dari data yang diperoleh, kasus narkotika mendominasi jumlah narapidana yang mendapatkan remisi dengan total 3.073 orang. Disusul kasus tindak pidana umum lainnya sebanyak 2.231 orang, korupsi 80 orang, ilegal logging 2 orang, dan ilegal fishing 9 orang.

Meurah Budiman menjelaskan bahwa pemberian remisi ini bertujuan untuk memenuhi hak-hak narapidana dan anak yang berkonflik dengan hukum. Selain itu, remisi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi narapidana untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas diri.

“Kami mengapresiasi para narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku dan mengembangkan keterampilan selama menjalani masa pidana. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” tambah Meurah Budiman.

Reporter: Rezi

Pandangan Aishah, Kemerdekaan bagi Perempuan Tanpa Diskriminasi Gender

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Media sosial zaman sekarang sangat luas dan memperluas jangkauan seseorang atau individu untuk mengekspresikan diri serta dapat berkomunikasi secara bebas. Kebebasan ini entah disadari atau tidak, justru disertai dengan risiko privasi yang semakin menipis. Seringkali data pribadi terekspos dan digunakan tanpa izin yang jelas, memunculkan pertanyaan tentang seberapa merdekanya individu dalam mengontrol informasi pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, dalam beberapa hal media sosial menyediakan platform bagi berbagai suara dan pendapat. Berhubung juga hari ini masyarakat merayakan Hari Ulang Tahun RI ke-79 tahun 2024. Hal ini memungkinkan kemerdekaan berpendapat dan berbagi informasi, naamun masalah disinformasi dan berita palsu pun dapat memengaruhi persepsi publik dan menciptakan polarisasi. Media sosial bisa jadi alat untuk pemantauan sosial dan politik.

Aishah menyampaikan, di beberapa negara, pemerintah atau kelompok tertentu mungkin menggunakan media sosial untuk memantau aktivitas warganya atau menekan pendapat yang berbeda. Hal ini bisa mengancam kemerdekaan berbicara dan kebebasan berpendapat. Dari medsos, apa yang dapat dilihat dalam hal eksploitasi kekayaan alam, praktik ilegal yang dibiarkan tentu merusak konsep kemerdekaan karena masyarakat kehilangan kendali atas sumber daya yang seharusnya menjadi milik bersama yang diwariskan untuk generasi mendatang.

Sebutnya lagi, hari ini adalah hari kemerdekaan, perayaan kemerdekaan diidentik dengan kebebasan dan kemajuan, tetapi pertanyaannya adalah apakah kemerdekaan tersebut benar-benar meresap ke dalam semua aspek masyarakat? Termasuk isu medsos dan kekayaan alam yang dieksploitasi serta hak-hak perempuan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, isu-isu perempuan masih menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi secara mendalam.

“Secara formal, banyak negara telah mengakui hak-hak perempuan dan menghapuskan berbagai bentuk diskriminasi melalui undang-undang,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (17/8/2024).

Namun, ia menambahkan bahwa kemerdekaan dari diskriminasi gender bukan hanya tentang peraturan saja, tetapi juga tentang implementasinya. Seringkali perempuan terlihat mengubah penampilan hanya karena pasangannya, ikut trend dan viral di sosmed, seringkali perempuan hilang arah dalam kendali identitas diri. Kemerdekaan sejati untuk perempuan berarti mereka memiliki hak untuk mengekspresikan diri tentunya dengan identitas bangsa sendiri dan bukan bangsa yang lain, de fakto bahwa agama selalu mendukung hak perempuan dengan interpretasi yang benar.

Lanjutnya, kemerdekaan juga dihadapkan pada kendala sosial dan budaya yang mendalam. Tradisi dan norma yang sudah mendarah daging sering kali menempatkan perempuan dalam posisi yang tidak setara. Meskipun undang-undang mungkin melindungi hak-hak perempuan, norma-norma budaya yang patriarkal bisa membatasi sejauh mana perempuan dapat menikmati kemerdekaan. Kontrol atas tubuh dan kesehatan merupakan isu yang penting dalam memberikan keadilan pada perempuan karena kebutuhan perawatan kesehatan perempuan berbeda dari laki-laki karena siklus biologis perempuan.

“Kemerdekaan perempuan dalam hal ini berarti memiliki kontrol penuh atas keputusan terkait kesehatan reproduksi mereka tanpa hambatan atau stigma,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

Bakso Bang Bon: Sensasi Baru dengan Kuah Lada Hitam yang Menggugah Selera

0
Mi Bakso Bang Bon. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sore hari tim redaksi Nukilan dan Dialeksis mencoba menu baru yakni bakso berbeda dan unik. Usaha bakso yang dirintis oleh Boni Ilonda Arta, atau yang lebih akrab disapa Bang Bon, ini menawarkan cita rasa unik dengan tiga pilihan kuah yang jarang ditemui di tempat lain: kuah lada hitam, kuah mercon, dan kuah kaldu.

Menurut Bang Bon, ide pembuatan kuah ini berasal dari resep keluarganya yang biasa disajikan saat hari raya.

“Ketiga jenis kuah ini adalah racikan dari resep mamak yang selalu disajikan setiap lebaran,” ungkapnya kepada Dialeksis saat ditemui di gerai baksonya yang terletak di depan MIN 6 Model, Jambo Tape.

Resep tradisional ini kemudian dicoba untuk dipadukan dengan bakso, dan hasilnya mendapat sambutan hangat dari para pelanggan.

“Racikan kuah ini sangat cocok dengan bakso, menghasilkan cita rasa yang berbeda dan berkualitas tinggi, tetapi tetap terjangkau oleh semua kalangan,” tambahnya.

Usaha bakso dengan kuah lada hitam ini mulai beroperasi pada tahun 2023, setelah melalui beberapa kali percobaan untuk menyempurnakan rasa. Saat ini, Bakso Bang Bon buka setiap hari dari pukul 12.00 hingga 22.00, dengan bantuan tiga orang pekerja. Dalam sehari, usaha ini mampu menjual hingga 100 mangkuk bakso, dan jumlah tersebut bisa melonjak hingga 200 mangkuk pada hari libur seperti Sabtu, Minggu, dan hari besar lainnya.

Dari penjualan tersebut, Bang Bon berhasil meraih keuntungan sebesar Rp 2 juta per hari, dan bisa mencapai Rp 3 juta saat hari libur.

“Keuntungan itu selalu saya sisihkan sebagian untuk anak yatim piatu agar usaha ini mendapat berkah,” tuturnya.

Bagi yang tertarik mencicipi, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 38.000 per porsi. Selain bakso kuah lada hitam, gerai ini juga menyediakan menu lain seperti Nasi Soto Ayam Lada Hitam, Nasi Soto Daging Lada Hitam, dan Nasi Soto Komplit Lada Hitam plus Bakso.

Dengan kombinasi rasa yang unik dan harga yang terjangkau, Bakso Bang Bon berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner di Banda Aceh. Jika Anda ingin mencoba sensasi baru dalam menikmati bakso, jangan ragu untuk mampir ke gerai Bakso Bang Bon.

Reporter: AN

Upacara HUT RI di UTU: Penganugerahan Satyalancana Karya Satya dan Prestasi Mahasiswa

0
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya oleh Rektor UTU. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 dengan melaksanakan upacara bendera pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Upacara yang digelar di Lapangan Gedung Rektorat UTU ini dihadiri oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., para wakil rektor, dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Dalam upacara ini, Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, bertindak sebagai Pembina Upacara, sementara Resimen Mahasiswa (Menwa) UTU menjadi petugas upacara, memastikan jalannya kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.

Mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju,” upacara ini diwarnai dengan pembacaan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia oleh Prof. Ishak Hasan. Dalam pidatonya, Mendikbud menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan Merdeka Belajar yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir. “Perubahan besar hanya bisa terwujud melalui semangat gotong royong, dari sistem, cara kerja, hingga pola pikir,” ujar Prof. Ishak mengutip Nadiem Anwar Makarim.

Acara ini juga menjadi momen spesial bagi beberapa dosen dan tenaga kependidikan UTU yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas mereka terhadap negara, Pancasila, UUD 1945, dan institusi.

Di antara penerima tanda kehormatan, Zulfirman, S.E., M.Si., yang menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Keuangan UTU, dianugerahi Satyalancana Karya Satya 20 tahun. Selain itu, Ir. Samsunan, S.T., M.T., dosen Lektor di Fakultas Teknik UTU, dan Susanto, M.M., Analis Data Akademik UTU, masing-masing menerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun.

Tidak hanya itu, di akhir acara, Rektor UTU menerima arsip vital berupa catatan tangan notasi Mars dan Himne UTU yang diserahkan oleh keluarga Amiruddin Ali, pencipta Mars dan Himne UTU. Apresiasi juga diberikan kepada mahasiswa berprestasi di ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) ke-15 Provinsi Aceh. Putri Isyelda A. Ritonga, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat UTU, berhasil terpilih mewakili BPSMI Aceh di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada September 2024 mendatang.

Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di UTU ditutup dengan penyerahan hadiah kepada fakultas terbaik dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) 2024 dan pemenang lomba yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UTU dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Peringatan HUT ke-79 ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika UTU untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Editor: Akil

Sumur Minyak Pertamina di Aceh Tamiang Terbakar, Dua Pekerja Terjebak

0
Sumur Minyak Pertamina di Aceh Tamiang Terbakar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Sebuah sumur minyak milik PT Pertamina di Kampung Payabedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, meledak dan terbakar pada Sabtu (17/8/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga berawal dari semburan minyak yang kemudian memicu ledakan besar, mengakibatkan kobaran api yang melahap area pengeboran.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyatakan bahwa minyak tiba-tiba menyembur dari sumur, diikuti dengan ledakan keras yang menyebabkan api berkobar hebat.

“Minyak awalnya keluar, terus terjadi ledakan hingga akhirnya kobaran api. Ada dua orang yang sempat terjebak, namun berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pengeboran sumur minyak tersebut diketahui dilakukan oleh PT Arjuna Asia Petrocom Services, salah satu kontraktor yang bekerja sama dengan Pertamina. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

Tim pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Tamiang, Pertamina, serta aparat TNI dan Polri segera dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah berupaya keras selama hampir satu jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 14.54 WIB.

Staf Humas Pertamina EP Rantau, Nurseno, membenarkan insiden tersebut. Dalam pernyataannya melalui WhatsApp, ia menyatakan bahwa pihaknya masih fokus pada penanganan kebakaran dan meminta doa agar proses tersebut berjalan lancar.

“Benar, bang. Saat ini, kami masih dalam proses penanganan dahulu. Terkait informasi lainnya kami informasikan kembali ya, bang. Mohon doanya supaya proses penanganan lancar,” ujar Nurseno singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut terkait kerugian material atau dampak lingkungan akibat kebakaran ini. Pihak Pertamina juga masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan yang terjadi.

Editor: Akil