Beranda blog Halaman 970

Semangat Nasionalisme Berkibar di RSAN

0
Kepala Panti RSAN, Michael Octaviano, bersama anak panti merayakan HUT ke 79 RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Puluhan anak dari Panti Rumoeh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Dinas Sosial Aceh merayakan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia dengan semangat tinggi. Upacara bendera yang digelar di halaman panti pada Sabtu, 17 Agustus 2024, menjadi momen yang penuh makna bagi anak-anak panti yang berasal dari berbagai latar belakang sosial.

Michael Octaviano, Kepala Panti RSAN, menjelaskan bahwa upacara ini bukan sekadar seremonial.

“Bagi anak-anak panti, momen ini adalah pengingat akan hak-hak mereka sebagai warga negara, sekaligus motivasi untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Michael. Ia menambahkan, partisipasi dalam upacara bendera memberikan perasaan kebanggaan dan kepercayaan diri kepada anak-anak, bahwa mereka adalah bagian dari bangsa yang besar.

Hal yang menarik dari upacara ini adalah hampir seluruh anggota pasukan pengibar bendera adalah anak perempuan. Michael menekankan bahwa ini merupakan bukti bahwa anak-anak perempuan di RSAN memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang setara dengan anak laki-laki.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin yang tangguh,” kata Michael.

Semarak HUT RI di Panti Asuhan RSAN tidak hanya berhenti pada upacara bendera. Berbagai perlombaan menarik seperti lomba makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang juga diadakan untuk memeriahkan acara. Anak-anak panti, staf, dan masyarakat sekitar turut berpartisipasi dengan antusiasme tinggi. Michael berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak panti dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan berprestasi.

“Makna kemerdekaan bagi mereka adalah kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita dan menjadi pemimpin masa depan Aceh,” tutup Michael dengan penuh harapan.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini menjadi bukti bahwa anak-anak panti, meskipun berada dalam lingkungan sosial yang berbeda, tetap memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan potensi besar untuk berkontribusi bagi bangsa.

Editor: Akil

Warga Rempang Merasa Belum Merdeka, Tolak Permintaan Maaf Jokowi

0
Masyarakat Pulau Rempang berkumpul menolak relokasi atas PSN Rempang Eco-City. (Foto: Arsip foto Tim Advokasi Rempang)

NUKILAN.id | Rempang — Warga Pulau Rempang menunjukkan ketidakpuasan mendalam terhadap Presiden Joko Widodo setelah pidato kenegaraan yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR, Jumat (16/8). Meskipun Jokowi meminta maaf atas kesalahan selama masa jabatannya, warga Rempang menilai permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk menutupi penderitaan mereka.

Kepada CNN Indonesia, Marsita, seorang warga Kampung Sembulang Pasir Merah, menegaskan bahwa permintaan maaf Jokowi tidak sebanding dengan kerusakan yang mereka alami.

“Maaf enggak cukup. Dia dan kroninya harus merasakan seperti apa hati kami yang hancur, keluarga kami yang terpecah, dan kampung kami yang digusur,” kata Marsita.

Ia menyebutkan bahwa kampung mereka telah dihancurkan untuk proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City, dan mereka merasa terasing di tanah sendiri.

Menurut Marsita, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tidak memiliki makna bagi mereka. Ia menilai bahwa di saat Presiden dan pejabat pemerintah merayakan kemerdekaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), warga Pulau Rempang masih berjuang mempertahankan kampung leluhur mereka dari proyek yang dianggap sebagai bentuk penjajahan modern.

Pendapat serupa disampaikan oleh Nia, seorang warga lain yang merasa sangat kecewa dengan kepemimpinan Jokowi.

“Jokowi gagal memimpin negara. Semua janjinya tidak bisa dipercaya dan tidak ada yang benar,” ujarnya.

Nia menilai proyek Rempang Eco City telah mengabaikan hak-hak warga yang sudah tinggal di daerah tersebut secara turun-temurun.

Sebagai bentuk protes, warga Rempang sempat berniat memasang bendera setengah tiang pada 17 Agustus 2024, namun mereka membatalkan niat tersebut demi menjaga persatuan bangsa. Mereka menganggap perayaan kemerdekaan menjadi tidak berarti ketika tanah mereka diambil alih untuk kepentingan proyek besar.

Di sisi lain, Jokowi dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR mengungkapkan permintaan maafnya untuk segala kekurangan selama masa jabatannya.

“Kami mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud,” ungkap Jokowi.

Ia menyadari beban tugas sebagai presiden dan berterima kasih atas dukungan rakyat yang terus mendoakannya.

Namun, bagi warga Rempang, kata-kata maaf tersebut tidak mampu menyembuhkan luka yang mereka rasakan. Mereka menganggap bahwa tindakan nyata lebih dibutuhkan daripada sekadar permintaan maaf, terutama dalam menghadapi proyek yang dinilai merampas hak mereka.

Editor: Akil

Gus Muhaimin Serahkan Rekomendasi B1.KWK untuk 15 Cakada di Provinsi Aceh

0
Gus Muhaimin Serahkan Rekomendasi B1.KWK untuk 15 Calon Kepala Daerah di Provinsi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar resmi menyerahkan 81 surat rekomendasi dukungan kepada pasangan calon kepala daerah (cakada) di seluruh Indonesia untuk Pilkada 2024. Di Provinsi Aceh, PKB memberikan rekomendasi kepada 15 pasangan calon, yang mencakup calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota dari berbagai kabupaten dan kota.

Adapun daftar pasangan calon kepala daerah di Provinsi Aceh yang menerima rekomendasi PKB adalah sebagai berikut:

Kabupaten Aceh Selatan:

  • Calon Bupati: Mirwan
  • Calon Wakil Bupati: Baital Mukadis

Aceh Besar:

  • Calon Bupati: Musannif
  • Calon Wakil Bupati: Sanusi Hasyim

Aceh Timur:

  • Calon Bupati: Sulaiman (Tole)
  • Calon Wakil Bupati: Abdul Hamid

Aceh Tengah:

  • Calon Bupati: Bardan Sahidi
  • Calon Wakil Bupati: Karimansyah

Aceh Utara:

  • Calon Bupati: Ismail A Jalil
  • Calon Wakil Bupati: Tarmizi Panyang

Aceh Singkil:

  • Calon Bupati: Dulmusrid
  • Calon Wakil Bupati: Al Hidayat

Aceh Barat Daya:

  • Calon Bupati: Safaruddin
  • Calon Wakil Bupati: Zaman Akli

Aceh Jaya:

  • Calon Bupati: Safwandi
  • Calon Wakil Bupati: Muslem D

Nagan Raya:

  • Calon Bupati: Jonniadi
  • Calon Wakil Bupati: Zaini Mantri

Bener Meriah:

  • Calon Bupati: Tagore Abu Bakar
  • Calon Wakil Bupati: Armia

Gayo Lues:

  • Calon Bupati: Suhaidi
  • Calon Wakil Bupati: Maliki

Pidie:

  • Calon Bupati: Zakaria A. Gani
  • Calon Wakil Bupati: Tgk Imran Abubakar

Pidie Jaya:

  • Calon Bupati: Syibral Malasyi
  • Calon Wakil Bupati: Yusri Yusuf (Melon)

Kota Lhoksumawe:

  • Calon Wali Kota: Sayuti Abu Bakar
  • Calon Wakil Wali Kota: Husaini

Kota Subulussalam:

  • Calon Wali Kota: M Rasyid
  • Calon Wakil Wali Kota: Nasir

Dalam sambutannya di Kantor DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya peran calon kepala daerah dalam memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.

“Kami berharap, para calon yang kami dukung dapat mewujudkan harapan tersebut. PKB menitipkan setiap langkah Anda untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kesejahteraan rakyat,” ujar Muhaimin.

Munawar AR, Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah PKB Provinsi Aceh, menjelaskan bahwa semua cakada yang menerima rekomendasi telah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan.

“Mereka telah dinyatakan layak setelah melewati proses yang ketat. Selamat berjuang dan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memenangkan pertarungan ini,” ucap Munawar yang juga menjabat sebagai Sekretaris PKB Aceh.

Munawar menambahkan, “Kami berharap seluruh kader dan struktur PKB, dari DPC, PAC, hingga DPRT, bekerja keras untuk memenangkan pasangan yang diusung oleh PKB.”

Dengan dukungan resmi dari PKB, para calon kepala daerah di Provinsi Aceh kini semakin siap menghadapi Pilkada 2024. Mereka diharapkan dapat menunjukkan kapasitas, kapabilitas, dan integritas mereka untuk memajukan daerah masing-masing dan meraih dukungan penuh dari masyarakat.

Editor: Akil

Shin Tae Yong Rekrut Pelatih Striker, Fokus Perbaiki Kualitas Lini Depan Timnas Indonesia

0
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan arahan kepada pemain. (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.id | Jakarta — Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, mengambil langkah strategis dengan merekrut pelatih khusus untuk posisi striker. Langkah ini diambil untuk memperbaiki kelemahan yang ada di lini depan tim, yang dinilai masih kurang tajam dalam mencetak gol.

Shin Tae Yong menjelaskan bahwa setelah melakukan evaluasi mendalam, ia merasa bahwa lini depan Timnas Indonesia adalah posisi yang paling lemah saat ini.

“Saya melihat saat ini timnas kesulitan dalam mencetak gol dan memanfaatkan peluang yang ada. Ini menjadi masalah utama yang harus segera diperbaiki,” ujarnya dalam konferensi pers di Stadion Madya, Jumat (16/8).

Dalam upayanya memperbaiki situasi tersebut, Shin Tae Yong telah mendapatkan persetujuan dari PSSI untuk merekrut Yeom Ki Hun, pelatih asal Korea Selatan yang akan fokus pada pengembangan keterampilan striker. Yeom Ki Hun diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dan meningkatkan produktivitas lini depan timnas.

Shin menambahkan, “Saya bisa katakan bahwa posisi striker adalah titik terlemah saat ini. Oleh karena itu, kehadiran pelatih khusus striker diharapkan bisa membuat tim lebih baik dan meningkatkan jumlah gol yang dicetak.”

Meski ada perubahan dalam staf pelatih, Shin Tae Yong memastikan bahwa tidak akan ada pemanggilan pemain baru untuk skuad Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Pemanggilan pemain hanya akan melibatkan mereka yang sudah pernah dipanggil sebelumnya, seperti Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, dan Dimas Drajad.

Persib, klub yang baru saja merekrut Dimas, juga mengkonfirmasi bahwa pemain tersebut akan bergabung dengan timnas untuk fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada akhir Agustus. Berdasarkan jadwal yang ada, para pemain dijadwalkan berkumpul pada 31 Agustus, sebelum terbang ke Arab Saudi pada 1 September untuk pertandingan melawan Arab Saudi dan Australia.

Dengan langkah ini, Shin Tae Yong berharap Timnas Indonesia dapat memperbaiki performa mereka dan meraih hasil yang lebih baik dalam kompetisi internasional mendatang.

Editor: Akil

HUT ke-79 RI, Warga di Maluku Tempuh Perjalanan Tiga Hari untuk Berobat

0
Ilustrasi perawatan rumah sakit. (Istockphoto/Thekopmylife)

NUKILAN.id | Ambon – Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, sebuah kisah pilu datang dari Desa Maraina, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah. Thadius Ilela, seorang warga berusia 54 tahun, harus menempuh perjalanan ekstrem selama tiga hari untuk mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

Thadius mengalami sakit parah di bagian kakinya, yang membuatnya tidak bisa bergerak. Tak ada pilihan lain bagi Thadius dan keluarganya selain membawa dia ke puskesmas di pusat kecamatan. Kondisi medan yang berat dan keterbatasan akses transportasi membuat perjalanan ini menjadi sebuah perjuangan berat.

“Tak ada kendaraan yang bisa mencapai desa kami. Kami harus membawa Thadius dengan cara digendong atau ditandu secara bergantian,” ungkap salah satu anggota keluarga yang terlibat dalam perjalanan tersebut.

Mereka melintasi sungai deras, jalanan berlumpur, dan pegunungan terjal selama tiga hari, beristirahat di tiga perkampungan berbeda, yaitu Desa Kaloa, Hatuolo, dan Mailate.

Heni Lilin, tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas Maraina, menjelaskan betapa sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan tersebut.

“Perjalanan ini sangat melelahkan. Kami harus menyeberangi sungai besar, melintasi jalan rusak dan berlumpur, serta naik turun gunung. Kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi kami,” ujarnya melalui video yang diterima CNN Indonesia.

Kondisi ini menggambarkan ketertinggalan infrastruktur di kawasan pegunungan Manusela. Sekretaris Negeri Manusela, Jems Eyale, menuntut pemerintah segera membangun akses jalan darat yang memadai.

“Kami sudah lama berjuang dengan keterbatasan akses. Meskipun Indonesia sudah merdeka selama 79 tahun, kami masih merasakan penderitaan,” keluhnya.

Jems menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Warga pegunungan Manusela seringkali harus berjuang melawan tantangan alam untuk mendapatkan akses kesehatan. Dengan pemerintah terpilih Prabowo Subianto yang akan dilantik pada Oktober mendatang, Jems berharap akan ada perubahan signifikan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

Kepala Sekolah SD Maraina, Marinus Temorubun, menegaskan bahwa lima desa di pegunungan Manusela masih terisolasi.

“Kami belum merasakan kemerdekaan secara utuh. Selama 79 tahun, kami belum mendapatkan pembangunan yang memadai dalam hal kesehatan, penerangan, pendidikan, dan akses jalan,” tuturnya.

Cerita perjalanan Thadius Ilela menjadi cermin nyata ketimpangan pembangunan yang masih ada di beberapa wilayah Indonesia. Kisah ini menggarisbawahi perlunya perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di daerah-daerah terisolasi, sehingga warga tidak lagi harus menghadapi kesulitan ekstrem hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Editor: Akil

Antusiasme Warga Banda Aceh Meriahkan HUT ke-79 RI di Blang Padang

0
Antusiasme warga saat Upacara Penaikan Bendera Merah Putih di Blang Padang, Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati Blang Padang untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2023).

Pantauan Nukilan.id di lokasi, suasana Blang Padang dipenuhi oleh semangat nasionalisme yang kental. Nuansa dan ornamen Merah Putih menghiasi berbagai sudut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias menyaksikan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dengan gagah menaikkan bendera Merah Putih.

Salah eorang warga, Suryani, mengungkapkan bahwa peringatan HUT RI adalah momen penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.

“Saya sengaja mengajak anak-anak saya ke sini, supaya mereka bisa melihat langsung upacara bendera di Hari Kemerdekaan. Ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini,” ujar Suryani kepada Nukilan.id, Sabtu (17/8/2024).

Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya yang mengabadikan momen-momen upacara melalui kamera ponsel mereka. Tidak sedikit yang membagikan kebanggaan mereka di media sosial, memperlihatkan bagaimana perayaan HUT RI di Banda Aceh berlangsung meriah.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Meskipun cuaca cukup terik, namun tidak mengurangi semangat warga untuk terus mengikuti jalannya upacara hingga selesai.

“Ini adalah momen yang kita tunggu-tunggu setiap tahun. Rasanya bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” tutup Suryani.

Perayaan HUT ke-79 RI di Banda Aceh ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan bangsa, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi di Blang Padang menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme masih hidup dan terus mengakar di hati rakyat Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Ribuan Warga Padati Blang Padang, Pedagang Raup Untung di HUT ke-79 RI

0
Potret pedagang di sekitaran Blang Padang saat melayani pembeli. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh, 17 Agustus 2023 — Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati Blang Padang pada Sabtu pagi (17/8/2023) untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia. Suasana di Blang Padang yang ikonis tersebut dipenuhi semangat nasionalisme yang kental, dengan ornamen Merah Putih yang menghiasi setiap sudut.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tidak hanya anak-anak dan remaja, tetapi juga orang tua antusias menyaksikan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dengan gagah menaikkan bendera Merah Putih ke puncak tiang. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah mengiringi momen sakral tersebut.

Namun, kemeriahan perayaan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta upacara, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang di sekitar Blang Padang. Pedagang asongan hingga pedagang gerobak terlihat sumringah karena dagangan mereka laris manis diburu pengunjung.

Rudi, seorang pedagang minuman yang berjualan di kawasan tersebut, mengaku pendapatannya meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah, hari ini ramai sekali. Jualan saya laku keras, sejak pagi sudah lebih dari 50 botol terjual,” ujar Rudi saat diwawancarai Nukilan.id, Sabtu (17/8/2024).

Hal senada juga diungkapkan oleh Siti, penjual rujak buah di area Blang Padang. Ia menyebutkan bahwa momen seperti ini sangat dinanti oleh para pedagang sepertinya.

“Sejak pagi tadi sudah banyak yang beli (rujak). Biasanya kalau hari biasa, kami mulai jualannya sore, tapi hari ini dari pagi,” kata Siti sambil melayani pembeli.

Bagi para pedagang, momen peringatan HUT RI seperti ini adalah peluang besar untuk meraih rezeki lebih. Mereka berharap, setiap tahunnya perayaan HUT RI semakin meriah dan terus membawa berkah bagi semua pihak, termasuk mereka yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Suasana Blang Padang yang dipadati ribuan warga hingga akhir acara juga menunjukkan bahwa semangat nasionalisme di Banda Aceh masih sangat tinggi, terutama dalam merayakan hari kemerdekaan. Tak hanya menjadi momen peringatan sejarah, tetapi juga menghidupkan ekonomi kecil-kecilan di sekitar area perayaan. (XRQ)

Reporter: Akil

Drama Kolosal Laksamana Keumalahayati Meriahkan HUT RI ke-79 di Banda Aceh

0
Potret kapal penjajah di Drama Kolosal Laksamana Keumalahayati. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pada Sabtu (17/8/2024). Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk merayakan momen bersejarah ini.

Usai upacara pengibaran bendera, perhatian langsung tertuju pada drama kolosal yang dipentaskan di area tengah lapangan. Drama tersebut menggambarkan kepahlawanan Laksamana Keumalahayati (Malahayati), Panglima perang legendaris dari Kesultanan Aceh Darussalam. Pertunjukan ini melibatkan ratusan pelakon yang mempersembahkan kisah kejayaan Malahayati dengan penuh semangat dan dedikasi.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, para pemeran drama kolosal mengenakan kostum yang sangat memukau, menciptakan suasana yang begitu hidup dan autentik. Setiap adegan, mulai dari perjuangan Malahayati melawan penjajah hingga interaksinya dengan ulama dan pedagang dari berbagai belahan dunia, diperankan dengan sangat apik dan mengesankan.

Penonton, yang menyaksikan drama tersebut dengan antusias, memberikan sorak-sorai dan tepuk tangan yang meriah setelah setiap adegan. Hal ini juga dirasakan oleh Rini, salah seorang penonton yang hadir bersama keluarganya.

“Pertunjukan ini sangat memukau. Saya merasa seperti benar-benar dibawa kembali ke masa kejayaan Aceh,” ujar Rini kepada Nukilan.id, Sabtu (17/8/2024).

Seorang penonton lainnya, Bapak Ahmad, menambahkan, selain menjadi hiburan yang luar biasa, drama seperti ini menurutnya bisa berfungsi sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan sejarah Aceh secara lebih mendalam.

“Terutama untuk anak-anak dan generasi muda, dengan melihat perjuangan Laksamana Malahayati, mungkin bisa lebih memahami dan menghargai sejarah kita,” ungkap Ahmad.

Acara HUT RI ke-79 di Lapangan Blang Padang tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Banda Aceh, tetapi juga sebagai ajang untuk merayakan dan mengingat kembali jasa para pahlawan, serta memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kakanwil Kemenag Aceh Dukung Qanun Perlindungan Guru dan Tendik

0
Kakanwil Kemenag Aceh Dukung Qanun Perlindungan Guru dan Tendik. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Banda Aceh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H. Azhari MSi, menyampaikan apresiasi atas upaya legislatif dalam pembahasan draft Qanun Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan di Aceh. Ia berharap qanun ini dapat menciptakan kenyamanan dan perlindungan yang lebih baik bagi para guru dan tenaga kependidikan di provinsi tersebut.

“Ikhtiar Kemenag Aceh bersama mitra terkait dalam penyusunan dan pembahasan qanun hingga tahap finalisasi ini, kita harapkan dapat memberikan rasa aman bagi guru serta perlindungan dalam aspek kependidikan bagi seluruh jajaran yang melayani pendidikan di Aceh,” ujar Azhari.

Dalam pembahasan finalisasi Qanun Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan yang berlangsung di Ruang Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Jumat, 16 Agustus 2024, Azhari diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd. Tahapan penyusunan ini diikuti bersama dengan berbagai mitra kerja, termasuk Setda, Mahkamah Syar’iyah, Dinas Syari’at Islam, Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Dayah, Majelis Pendidikan Aceh, dan beberapa perguruan tinggi.

Wakil Ketua Komisi VI DPRA, H. Asmauddin, SE, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena yang semakin marak di Aceh, di mana wali murid mengadukan guru ke aparat penegak hukum terkait tindakan guru dalam proses mendidik di sekolah. Menurutnya, guru-guru perlu mendapatkan perlindungan hukum yang memadai agar proses pendidikan dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum yang tidak perlu.

“Kami ingin agar guru mendapatkan perlindungan hukum yang memadai agar proses pendidikan di Aceh dapat berjalan dengan baik. Tidak sedikit-sedikit lapor polisi, sementara kasusnya bisa diselesaikan secara internal,” kata Asmauddin.

Bulan lalu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag., M.Si., juga berdiskusi dengan Komisi VI DPRA terkait draft Qanun tersebut. Thobib mengapresiasi inisiatif DPRA dalam upaya perlindungan guru dan tenaga kependidikan di Aceh, namun ia mengingatkan agar qanun ini diselaraskan dengan regulasi yang sudah ada di tingkat nasional.

“Kami mengapresiasi inisiatif DPR Aceh yang ingin membuat qanun perlindungan guru dan tenaga kependidikan. Namun, qanun ini perlu memperhatikan regulasi yang sudah ada agar tidak kontraproduktif,” jelas Thobib.

Selain perlindungan hukum, Thobib juga menekankan pentingnya perlindungan psikologis dan kesejahteraan bagi para guru, terutama bagi guru madrasah di Aceh yang belum mendapatkan sertifikasi. Ia berharap pemerintah daerah di kabupaten/kota di Aceh dapat menyediakan anggaran khusus untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Jangan hanya fokus pada perlindungan hukum semata, tetapi masukkan klausul khusus yang bersifat mandatori agar pemda memberikan perhatian khusus dengan penyediaan anggaran untuk kesejahteraan guru madrasah, khususnya yang belum mendapat sertifikasi,” pintanya.

Pembahasan finalisasi Qanun Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan ini diharapkan dapat segera rampung dan memberikan kepastian hukum serta kesejahteraan bagi para pendidik di Aceh.

Editor: Akil

USK dan Pemkab Aceh Jaya Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan SDM

0
USK dan Pemkab Aceh Jaya Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan SDM. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya resmi menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Aceh Jaya. Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor USK Prof Marwan dan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Jaya A. Murtala di Balai Senat, Kampus USK, Darussalam, pada Jumat (16/8/2024).

“Kerja sama ini bertujuan memperkuat tri dharma perguruan tinggi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, hal ini dapat mendukung percepatan pembangunan di Aceh Jaya,” ujar Prof Marwan dalam sambutannya.

Prof Marwan menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Jaya, mengingat SDM yang unggul adalah kunci pembangunan yang berkelanjutan.

Pj Bupati Aceh Jaya, A. Murtala, turut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah USK ini. Menurutnya, Aceh Jaya memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SDM di daerah tersebut, sehingga potensi yang ada bisa lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada USK atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah masukan berharga bagi pembangunan di Aceh Jaya,” ujar Murtala.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, USK sebelumnya telah terlibat dalam beberapa program pembangunan di Aceh Jaya, seperti program pengabdian masyarakat, pengembangan potensi minyak nilam bekerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) USK, serta program desa wisata di Ranto Sabun. Selain itu, USK juga telah melaksanakan Program Merdeka Belajar dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.

Kesepakatan ini diharapkan akan memperkuat kolaborasi yang sudah ada dan membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan SDM di Aceh Jaya ke depannya.

Editor: Akil