Beranda blog Halaman 968

Sampah Berserakan Usai Karnaval HUT RI Digelar

0
Sampah Berserakan Usai Karnaval HUT RI Digelar. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga memadati jalan-jalan utama di Banda Aceh untuk menyaksikan kemeriahan karnaval peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, Minggu (18/8/2024). Karnaval yang diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Banda Aceh ini menampilkan beragam kostum dan pertunjukan yang memukau, mencerminkan semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan generasi muda.

Suasana meriah tampak sejak pagi hari ketika iring-iringan peserta karnaval mulai bergerak dari titik kumpul di Simpang Lima menuju Blang Padang. Warga yang antusias memenuhi sepanjang rute pawai, bertepuk tangan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, persoalan sampah mencuri perhatian. Berdasarkan pantauan Nukilan.id di lokasi, setelah acara pawai selesai, sampah-sampah berserakan di sepanjang rute pawai. Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh baru mulai turun untuk membersihkan area tersebut.

Ketika dimintai komentar, beberapa warga menyampaikan keluhan terkait minimnya fasilitas tempat sampah di sepanjang rute pawai. Salah satu warga, Nurul, yang turut menyaksikan karnaval bersama keluarganya, mengungkapkan kekecewaannya.

“Karnavalnya sangat bagus, tetapi sayang sekali, sampah jadi masalah. Saya melihat banyak orang bingung mencari tempat sampah. Seharusnya, pemerintah lebih memikirkan hal ini, apalagi acara sebesar ini pasti akan menghasilkan banyak sampah,” ujar Nurul saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (18/8/2024).

Sementara itu, Syahrul, warga lainnya, juga menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Ini bukan sepenuhnya salah pemerintah, tapi juga masyarakat yang masih kurang peduli. Banyak yang buang sampah sembarangan, padahal di acara-acara seperti ini seharusnya kita bisa lebih disiplin,” kata Syahrul.

Karnaval HUT RI ke-79 di Banda Aceh ini memang berhasil menyedot perhatian ribuan warga, tetapi persoalan sampah yang muncul menjadi catatan penting yang harus diperbaiki pada kegiatan serupa di masa mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dmitry Rybolovlev: Taipan Pupuk Kini Jadi Pemilik AS Monaco

0
Dmitry Rybolovlev merupakan pemilik klub sepak bola AS Monaco. (Foto: CNNIndonesia) Baca artikel CNN Indonesia "Dmitry Rybolovlev, Pemilik AS Monaco Berharta Rp100 T dari Jual Pupuk" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240818051306-92-1134400/dmitry-rybolovlev-pemilik-as-monaco-berharta-rp100-t-dari-jual-pupuk. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

NUKILAN.id | Banda Aceh — Nama Dmitry Rybolovlev sering kali dikaitkan dengan klub sepak bola AS Monaco, namun kekayaannya yang fantastis sebenarnya berasal dari sektor yang jauh berbeda. Pengusaha asal Rusia ini, yang kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya dunia, meraup harta mencapai Rp100 triliun dari bisnis pupuk.

Lahir pada 22 November 1966 di Perm, Rusia, Dmitry Evgenievich Rybolovlev awalnya menempuh pendidikan di bidang kedokteran di Perm Medical Institute. Setelah lulus pada 1990, ia bekerja sebagai dokter, berusaha mengembangkan teknik perawatan medis baru dengan ayahnya. Namun, peralihan sistem ekonomi pasca-Soviet memaksanya untuk merambah dunia bisnis.

Pada 1992, Rybolovlev pindah ke Moskow dan memulai perusahaan investasi. Ia kemudian memasuki bisnis pupuk dengan mendirikan Uralkali, yang berkembang pesat menjadi salah satu produsen dan eksportir kalium terbesar di dunia. Keberhasilan ini membawanya pada keputusan besar untuk menjual saham-saham Uralkali dan Silvinit, dua perusahaan pupuk yang mendatangkan keuntungan besar.

Pada 2007, Rybolovlev menjual saham Uralkali senilai US$950 juta melalui penawaran umum perdana di Bursa Efek London. Penjualan sisa sahamnya beberapa tahun kemudian turut menambah pundi-pundi kekayaannya. Pada 2011, ia menjual Silvinit seharga lebih dari US$7 miliar dan mengalihkan fokusnya pada investasi di Bank of Cyprus, meskipun sahamnya kini menyusut.

Langkah besar berikutnya adalah akuisisi klub sepak bola AS Monaco pada Desember 2011. Dengan membeli 67 persen saham, Rybolovlev mengambil alih klub yang saat itu berada di posisi terbawah Ligue 1 Prancis. Di bawah kepemimpinannya, AS Monaco bangkit dan kembali ke Liga 1 pada 2013, berkat pembelian pemain-pemain baru yang signifikan.

Sebagai seorang miliarder, Rybolovlev tak lepas dari hobi-hobi mahal. Ia dikenal gemar berlayar dan mengoleksi karya seni, memiliki kapal pesiar bernama Skorpios yang sering berpartisipasi dalam lomba yacht racing. Selain itu, ia juga memiliki jet pribadi dan real estate di berbagai belahan dunia.

Kehidupan pribadi Rybolovlev juga penuh sorotan. Perceraian dengan mantan istrinya, Elena, mengundang perhatian publik karena nilai kesepakatannya yang mencapai US$605 juta. Selain itu, ia pernah membeli rumah mewah milik Donald Trump di Palm Beach, Florida, seharga US$41 juta.

Rybolovlev juga tak lepas dari kontroversi, termasuk tuduhan pencemaran lingkungan oleh Uralkali dan keterlibatan dalam skandal Panama Papers serta Football Leaks.

Dmitry Rybolovlev merupakan sosok yang menarik perhatian dari berbagai sisi—sebagai pengusaha sukses, pemilik klub sepak bola, hingga tokoh dengan kehidupan pribadi yang penuh drama. Dengan kekayaan yang melimpah dan berbagai kontroversi yang mengikutinya, Rybolovlev tetap menjadi salah satu figur yang tak bisa diabaikan dalam dunia bisnis dan olahraga.

Editor: Akil

Perjuangan Masyarakat Menggamat Melawan “Penjajahan” Gajah Liar

0
Alman, S.H. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Sudah lebih dari sebulan, masyarakat Kluet Tengah, Aceh Selatan, khususnya di daerah Jambur Teka, hidup dalam ketakutan. Bukan karena ancaman kriminalitas atau bencana alam, melainkan karena seekor gajah liar yang berkeliaran di perkebunan mereka. Keberadaan gajah ini tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian warga, tetapi juga memunculkan kecemasan mendalam, seolah-olah mereka sedang dijajah oleh binatang yang seharusnya dijaga kelestariannya.

Upaya untuk mengusir gajah tersebut sudah dilakukan oleh warga. Mereka menyalakan petasan, berharap suara keras itu cukup untuk menakut-nakuti dan mengusir sang gajah kembali ke hutan. Namun, harapan mereka pupus ketika gajah tersebut hanya meninggalkan kebun untuk sementara waktu, lalu kembali lagi seakan mengolok-olok usaha warga.

Meskipun belum ada korban jiwa, kerugian material yang dialami masyarakat cukup signifikan. Kebun sawit, cabai, jagung, dan tanaman lainnya menjadi korban amukan sang gajah. Salah seorang petani sawit mengeluh bahwa dua hektar kebunnya yang sudah mulai berbuah habis diacak-acak. Usahanya menanam kembali dengan harapan bahwa kejadian ini tidak akan terulang, nyatanya sia-sia. Gajah tersebut kembali datang, menghancurkan harapan yang sudah susah payah dibangun.

Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan dan perhatian pemerintah terhadap warganya yang berada di garis depan konflik manusia dengan satwa liar. Ketidakhadiran pemerintah daerah dan instansi terkait seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam menangani masalah ini sangat mengecewakan. Seolah-olah mereka menutup telinga terhadap penderitaan masyarakat Menggamat, membiarkan mereka bertarung sendirian melawan gajah yang merusak mata pencaharian mereka.

Dalam situasi yang semakin genting ini, kita tentu tidak ingin menunggu hingga ada korban jiwa baru para pejabat turun tangan sebagai “pahlawan kesiangan”. Memulangkan gajah liar ini ke habitat aslinya bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang harus segera dilaksanakan. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya mengambil tindakan dengan cara-cara yang melanggar hukum, karena pemerintah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Konflik antara manusia dan satwa liar seperti ini, bukanlah fenomena baru di Indonesia. Namun, respons yang lambat dan tidak terkoordinasi dari pihak berwenang kerap kali menjadi akar masalah yang berkepanjangan. Pemerintah harus ingat bahwa perlindungan terhadap satwa liar bukan berarti mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Keseimbangan antara konservasi alam dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas.

Kita berharap, sebelum bencana yang lebih besar terjadi, pemerintah segera mengambil tindakan yang tegas dan efektif. Jangan biarkan masyarakat Menggamat terus-menerus hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Jangan sampai juga, nama pemerintah tercoreng karena dianggap abai dan tidak peduli terhadap rakyatnya. Gajah liar tersebut harus segera dipulangkan ke habitatnya, dan itu adalah tanggung jawab kita semua, terutama mereka yang diberi amanah untuk melindungi baik manusia maupun satwa liar.

Penulis: Alman, S.H. (Masyarakat Sipil)

DPRA Sepakat Khudri Jadi Sekwan, Ali Basrah Desak Pj Gubernur Segera Tindaklanjuti

0
Ketua Fraksi Golkar DPRA, Ali Basarah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah, mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, untuk segera menindaklanjuti hasil konsultasi dengan DPRA terkait jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan). Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPRA, Zulfadli, DPRA menyatakan persetujuannya atas pengangkatan Khudri sebagai Sekretaris DPRA.

“Kami seluruh fraksi tetap satu suara, sepakat kalau Khudri jadi Sekwan,” ujar Ali Basrah, Sabtu (17/8/2024).

Ali Basrah menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan bagi Pj Gubernur Aceh untuk tidak segera memproses pengangkatan Khudri sebagai Sekwan, mengingat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak memberikan persetujuan atas nama Auliya yang sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Aceh. Persetujuan DPRA tersebut telah disepakati oleh seluruh pimpinan dan ketua fraksi DPRA.

“Kami mengingatkan Pj Gubernur Aceh agar segera memproses Khudri sebagai Sekwan. Tidak ada alasan untuk tidak memproses Khudri,” tegas Ali Basrah.

Desakan ini datang setelah DPRA mengirimkan balasan resmi atas surat konsultasi Pemerintah Aceh, yang sebelumnya mengajukan nama Auliya sebagai calon Sekwan. Namun, dengan ditolaknya nama tersebut oleh Kemendagri, DPRA menegaskan bahwa pilihan terbaik adalah Khudri, sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh fraksi di DPRA.

Dengan kondisi ini, DPRA berharap agar Pj Gubernur Aceh segera mengambil langkah konkret dalam proses pengangkatan Sekwan yang telah disetujui oleh DPRA.

Editor: Akil

Afdhal Khalilullah Rayakan HUT RI ke-79 Bersama Warga Mibo

0
Afdhal Khalilullah Rayakan HUT RI ke-79 Bersama Warga Mibo. (Foto: Media Center Afdhal)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah Mukhlis, mengadakan acara kebersamaan dengan warga Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, pada Sabtu (17/8/2024). Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.

Afdhal, yang berpasangan dengan Illiza Sa’aduddin Djamal dalam Pilkada Banda Aceh, turut serta dalam acara nonton bareng aneka lomba yang diselenggarakan di kompleks SDIQ Darul Huffaz Aceh, Gampong Mibo. Kehadiran Afdhal bersama istrinya, Dessy Maulidha, disambut hangat oleh warga. Mereka juga berkesempatan untuk membagikan hadiah kepada anak-anak pemenang perlombaan.

“Saya sangat mengapresiasi semangat pemuda dan perangkat Gampong Mibo dalam menyukseskan perlombaan ini. Luar biasa kekompakkan dan antusiasme warga di sini,” ujar Afdhal saat memberikan sambutan setelah pembagian hadiah.

Sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Afdhal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda dan perangkat gampong dalam membangun Kota Banda Aceh. Ia berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh warga Mibo kepada pasangan Illiza-Afdhal dan berharap dukungan ini terus berlanjut hingga Pilkada selesai.

“Dukungan dari pemuda sangat penting untuk memperbaiki layanan dasar di Banda Aceh, seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, dan penataan ruang. Saya mengajak seluruh pemuda dan generasi Z untuk berada di garda depan dalam membangun kota kita tercinta ini,” pungkasnya.

Afdhal, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh, berharap momentum peringatan HUT RI ke-79 ini bisa menjadi titik awal bagi pemuda Banda Aceh untuk berkolaborasi dalam meningkatkan prestasi kota, baik di bidang olahraga, kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi kreatif.

Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat hubungan antara Afdhal dengan warga Gampong Mibo, sekaligus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Banda Aceh.

Editor: Akil

Warga Banda Aceh Antusias Meriahkan Karnaval HUT RI ke-79

0
Peserta Karnaval HUT ke-79 RI di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ribuan warga Banda Aceh memadati jalan-jalan utama kota untuk menyaksikan karnaval peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, Minggu (18/8/2024). Karnaval yang diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Banda Aceh ini menampilkan beragam kostum dan pertunjukan yang memukau, mencerminkan semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan generasi muda.

Amatan Nukilan.id di lokasi, karnaval ini dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, dari Taman Ratu Safiatuddin.

Sepanjang rute pawai, peserta karnaval menampilkan berbagai kostum kreatif, mulai dari pakaian adat Aceh dan daerah lain di Indonesia, hingga seragam profesi dan gaun daur ulang yang inovatif. Tidak hanya itu, beberapa kelompok pelajar juga menampilkan pertunjukan musik tradisional dengan alat-alat seperti angklung, serta menyanyikan lagu-lagu daerah Aceh yang menambah semarak acara.

Antusiasme warga dan semangat kebersamaan yang terlihat selama acara merupakan cerminan dari kecintaan masyarakat terhadap budaya dan tradisi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga yang turut menyaksikan karnaval bersama keluarganya.

“Acara ini sangat menghibur, tapi lebih dari itu, karnaval ini juga menjadi momen penting untuk melestarikan budaya dan adat Aceh,” ujar Rahmawati saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (18/8/2024).

Hal senada diungkapkan oleh Iqbal, seorang guru yang mendampingi murid-muridnya dalam pawai tersebut.

“Anak-anak sangat bersemangat, dan ini adalah cara yang baik untuk mengenalkan mereka pada kekayaan budaya kita. Semoga acara seperti ini terus ada setiap tahun,” katanya.

Karnaval yang berlangsung hingga siang hari ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas dan kebanggaan atas budaya, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antargenerasi. Warga yang datang dari berbagai penjuru kota menikmati acara ini dengan penuh sukacita, menjadikannya sebagai salah satu perayaan HUT RI yang paling berkesan di Banda Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Repnas Aceh Dukung Fadlullah Dampingi Mualem di Pilgub Aceh 2024

0
Ketua Repnas Aceh, Mahfudz Y Loethan. (Foto: Repnas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Aceh mendukung penuh penunjukan Fadlullah atau yang akrab disapa Dek Fat sebagai calon wakil gubernur yang akan mendampingi Muzakir Manaf (Mualem) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024.

Ketua Repnas Aceh, Mahfudz Y Loethan, menyebutkan bahwa Dek Fat adalah sosok yang tepat untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Menurutnya, Fadlullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Repnas Aceh, memiliki komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat serta hubungan dekat dengan sejumlah ketua umum partai politik dan tokoh nasional.

“Selama sepuluh tahun di DPR RI, Dek Fat telah membangun relasi yang kuat dengan berbagai pihak lintas partai. Ini menjadi modal besar untuk memperjuangkan kepentingan Aceh, baik dari segi ekonomi, politik, maupun lainnya,” ujar Mahfudz.

Mahfudz menambahkan, hubungan Fadlullah dengan Prabowo Subianto, presiden terpilih yang juga menjadi mentornya dalam politik dan kepemimpinan, menjadi nilai tambah yang penting. Ia optimistis bahwa dengan keterlibatan Dek Fat, Aceh akan mendapat perhatian lebih dalam proyek-proyek strategis nasional di masa mendatang.

“Dek Fat memiliki kemampuan diplomasi tingkat nasional dan pemahaman mendalam tentang politik anggaran di pusat. Ini adalah keahlian yang sangat dibutuhkan Aceh untuk berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Mahfudz mengungkapkan harapannya bahwa Pilgub Aceh 2024 akan berlangsung dengan hanya satu pasangan calon, mengikuti tren “Pilpres Sekali Putaran” yang sukses pada Pilpres lalu. Ia juga menyatakan bahwa Repnas Aceh akan segera bergerak cepat untuk memenangkan pasangan Mualem-Dek Fat.

“Dek Fat memiliki jaringan kuat dengan pengusaha nasional dan internasional, yang akan menjadi kekuatan besar dalam menarik investasi swasta ke Aceh,” tambah Mahfudz.

Repnas sendiri adalah organisasi relawan yang sebelumnya dibentuk untuk memenangkan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 dan Prabowo – Gibran pada 2024. Saat ini, Repnas dipimpin oleh Anggawira, Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo).

Dengan pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, Mahfudz yakin Fadlullah adalah figur yang memahami visi dan misi Prabowo Subianto serta memiliki kedekatan dengan para pengusaha yang siap membantu membangun Aceh.

Editor: Akil

Mahasiswa Pencinta Alam UIN Ar-Raniry Kibarkan Merah Putih di Air Terjun Seulawah

0
Aksi mahasiswa pencinta alam, PA-LH GAINPALA Ar-Raniry mengibarkan bendera merah putih di air terjun Gunung Seulawah Agam. (Foto: PA-LH GAINPALA Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (PA-LH) GAINPALA, sukses mengibarkan bendera Merah Putih di air terjun Gunung Seulawah Agam, Aceh Besar, pada Sabtu (17/8/2024). Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.

Pengibaran bendera di lokasi yang terpencil ini tidak mudah. Ketua Umum UKM PA-LH GAINPALA Ar-Raniry, Muhammad Raihan, menjelaskan bahwa butuh perjuangan ekstra untuk mencapai air terjun yang terletak di lembah Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Leumbah Seulawah.

“Kami harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit ke arah barat laut dari pos ranger pendakian Gunung Seulawah, atau sekitar tujuh kilometer dari pintu rimba/alur beton,” kata Raihan.

Medan yang harus dilalui cukup menantang, dengan lereng berbatu yang curam. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk mengibarkan Merah Putih di sana.

“Kami sengaja memilih air terjun Gunung Seulawah Agam sebagai lokasi pengibaran bendera dengan tujuan mempromosikan wisata alam Aceh sekaligus mengkampanyekan kelestarian lingkungan dan memperkuat jiwa nasionalisme,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, dua canyoner profesional dari UKM PA-LH GAINPALA, Khairul Azmi dan Huzaifah Abdul Azis, turut berperan penting. Keduanya dengan sigap melakukan pengibaran bendera di bawah guyuran air terjun, menambah kesan dramatis pada peringatan kemerdekaan kali ini.

Perayaan HUT RI di Air Terjun Seulawah ini berlangsung khidmat dan penuh semangat. “Acara ini berhasil memadukan semangat nasionalisme dengan kecintaan terhadap alam. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tetap berkobar di hati seluruh rakyat Indonesia, bahkan di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan,” pungkas Raihan.

Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam, sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme di kalangan generasi muda.

Editor: Akil

Peringati HUT RI ke-79, Mahasiswa USK Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

0
Pengibaran Bendera Merah Putih di Dasar Laut . (Foto: Ocean Diving Club)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, sekelompok mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan aksi patriotik dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut. Aksi ini dilakukan di Pantai Ahmad Rhang Manyang, Kecamatan Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (17/8/2024).

Sebanyak 14 penyelam dari Ocean Diving Club, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK, berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka berhasil mengibarkan bendera di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut. Aksi ini tidak hanya untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan laut.

“Kami ingin menunjukkan rasa cinta tanah air dengan cara yang berbeda, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut dari pencemaran,” ujar Al Julismi, Ketua Ocean Diving Club USK.

Selain pengibaran bendera, para penyelam juga melakukan aksi Underwater Clean Up dan Beach Clean Up. Mereka mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di sekitar area pantai dan dasar laut, sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Maria Ulfah, Pembina Ocean Diving Club, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga negara Indonesia untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang bermakna.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang merayakan kemerdekaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan,” kata Maria.

Dosen FKP USK, Edi Miswar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapannya agar semangat patriotisme mahasiswa dapat terus dijaga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengingatkan para penyelam untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menjaga nama baik kampus selama kegiatan ini,” ujar Edi.

Aksi pengibaran bendera di dasar laut ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, sebagai salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam memperingati HUT RI. Semangat kebangsaan dan kepedulian lingkungan yang mereka tunjukkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Editor: Akil

Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Mushala Banda Aceh

0
Pelaku Pembuangan Bayi di Mushala Banda Aceh. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi yang terjadi di toilet mushala Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pada Selasa (13/8/2024) lalu. Pelaku yang tega membuang bayinya tersebut ternyata adalah ibu kandungnya sendiri, berinisial RS (36), seorang warga asal Pidie.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula saat seorang warga Aceh Timur bernama Yus (24) hendak melaksanakan salat zuhur di mushala tersebut sekitar pukul 13.30 WIB. Saat masuk ke toilet, Yus mendengar suara air yang mengalir dari kamar mandi sebelah. Setelah mematikan keran air itu, ia terkejut menemukan seorang bayi perempuan terbungkus kain merah tergeletak di lantai dekat tempat duduk penjaga toilet.

Yus segera melaporkan penemuan tersebut kepada pengawas lapangan, dan bayi itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Kami menduga kuat bayi tersebut sengaja ditelantarkan oleh pelaku. Di sekitar lokasi, kami menemukan sejumlah perlengkapan bayi seperti pampers, dot, dan sebuah amplop yang berisi pesan,” kata Kompol Fadilah pada Sabtu (17/8/2024).

Pesan tersebut diduga kuat ditulis oleh RS, yang berisi permohonan agar bayi tersebut dijaga karena ayahnya dipenjara, sementara RS yang sudah memiliki tiga anak mengaku tidak sanggup untuk membiayai mereka.

Namun, niat RS untuk meninggalkan bayinya tidak bertahan lama. Beberapa hari kemudian, RS kembali ke Banda Aceh dengan niat untuk mengambil kembali bayinya. Saat mendatangi rumah sakit, RS bertemu dengan penyidik yang tengah memeriksa kondisi bayi tersebut, sehingga identitasnya terungkap. RS akhirnya mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan yang mendalam.

“Pelaku mengaku tidak tega dan sangat menyesal atas perbuatannya. Saat ini, pelaku masih dalam perawatan karena kondisinya yang lemah usai melahirkan,” tambah Kompol Fadilah.

Selain itu, seorang sepupu RS yang masih di bawah umur dan ikut mengantarkan RS ke Banda Aceh, telah dititipkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, RS dikenakan Pasal 77 B Jo Pasal 76 B UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana tambahan sesuai Pasal 305 KUHP Jo Pasal 55, 56 KUHP Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Editor: Akil