Beranda blog Halaman 944

Resmi Maju di Pilkada Aceh Tamiang, Armia Fahmi dan Ismail Berkomitmen Bangun Masjid Agung

0
Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi dan Ismail, Berkomitmen Bangun Masjid Agung. (Foto: Aceh Bisnis)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Pasangan bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi dan Ismail, resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Kehadiran pasangan ini di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang pada Kamis (29/8/2024) sekitar pukul 17.30 WIB diiringi dengan semangat tinggi dari para pendukungnya.

Sebelum menuju ke kantor KIP, Armia Fahmi dan Ismail mengikuti prosesi “peusejuk” di kantor Partai Aceh, Kampung Dalam, Karang Baru. Prosesi adat ini dilakukan oleh para tokoh masyarakat dan tokoh Partai Aceh sebagai tanda restu dan dukungan bagi keduanya. Dalam suasana khidmat, pasangan ini diarak menuju kantor KIP Aceh Tamiang dengan iringan musik tradisional marhaban, dimulai dari titik kumpul di SKB Karang Baru.

Armia Fahmi dan Ismail mendapatkan dukungan dari 11 partai, yang terdiri dari sembilan partai nasional—Gerindra, PKS, Demokrat, Nasdem, PAN, Golkar, PPP, PDI, PKB—dan dua partai lokal, Partai Nasional Aceh (PNA) dan Partai Aceh sebagai partai pengusung utama.

Ketua Partai Aceh, Fadlon, menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam proses pendaftaran ini.

“Kami sebagai partai pengusung dan pendukung menyerahkan berkas sebagai syarat pendaftaran. Terima kasih kepada KIP Aceh Tamiang yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan ini,” ujar Fadlon.

Dalam penyampaian visi dan misinya, Armia Fahmi mengucapkan terima kasih kepada partai pengusung, pendukung, dan masyarakat yang hadir. Ia juga memohon dukungan penuh dari masyarakat untuk suksesnya pelaksanaan Pilkada nanti.

“Permohonan kami, sebagai bacalon pasangan Armia Fahmi dan Ismail, untuk mendapat dukungan, support, dan doa masyarakat agar sukses dan lancar pada pelaksanaan Pilkada,” ungkap Armia.

Sebagai putra daerah, Armia Fahmi menegaskan tekadnya untuk membangun kampung halaman di Aceh Tamiang.

“Saya tidak nafsu jabatan, melainkan semata-mata ingin mengabdikan diri membangun Aceh Tamiang. Di ujung masa akhir jabatan saya sebagai polisi berpangkat bintang dua, mari bersama-sama membangun untuk perubahan,” tegasnya.

Armia juga menyoroti kebutuhan pembangunan Masjid Agung di Aceh Tamiang yang hingga kini belum terealisasi.

“Usia Kabupaten Aceh Tamiang sudah lebih dari 20 tahun sejak memisahkan diri dari Kabupaten Aceh Timur. Namun, Masjid Agung sebagai simbol Serambi Mekkah belum juga terbangun. Oleh karena itu, saya dan Bapak Ismail bertekad untuk membangunnya,” jelasnya.

Sebagai penutup, Armia meminta penyelenggara Pilkada, KIP, dan Panwaslih untuk memberikan arahan dalam berkompetisi secara sehat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami siap mengikuti seluruh aturan dan berkompetisi secara jujur dan adil,” tutupnya.

Editor: Akil

Pemko Banda Aceh dan BI Luncurkan Gerakan Urban Farming untuk Kendalikan Inflasi

0
Pemko Banda Aceh dan BI Luncurkan Gerakan Urban Farming untuk Kendalikan Inflasi. (Foto: Pemko BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Menanam Urban Farming sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan inflasi, khususnya akibat lonjakan harga cabai.

Acara peluncuran yang berlangsung di kompleks Kantor Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kota Banda Aceh (DP2KP) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, pada Jumat (30/8/2024), dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya dan Kepala Perwakilan BI Aceh Rony Widijarto.

Peluncuran program ini ditandai dengan penanaman cabai di kebun percontohan oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, didampingi oleh Rony Widijarto, Dandim 0101/KBA Kolonel CZi Widya Wijanarko, Wakapolresta Banda Aceh ABKP Satya Yudha Prakasa, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Manfaatkan Lahan Terbatas

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, menegaskan pentingnya program ini dalam mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan.

“Kami berupaya agar dengan lahan yang terbatas di Banda Aceh, masyarakat tetap bisa menanam tanaman hortikultura seperti cabai, bawang, dan tomat di pekarangan rumah mereka. Ini sekaligus menjadi salah satu solusi mengatasi inflasi, khususnya harga cabai yang cukup tinggi,” ujar Ade Surya.

Dia juga menambahkan bahwa program ini melibatkan sembilan kelompok wanita tani di empat kecamatan di Banda Aceh. Ade menyampaikan harapannya agar program Urban Farming ini tidak hanya membantu pengendalian inflasi, tetapi juga meningkatkan ekonomi keluarga melalui hasil panen yang dihasilkan.

Dukungan Bank Indonesia

Kepala Perwakilan BI Aceh, Rony Widijarto, yang turut hadir dalam acara ini, menyatakan dukungan penuh Bank Indonesia terhadap gerakan ini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung melalui Urban Farming dapat membantu mengurangi fluktuasi harga cabai di pasaran.

“Pengendalian inflasi harus dimulai dari masyarakat. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kita bisa memproduksi cabai secara mandiri, sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan pasar yang kadang naik turun,” jelas Rony.

Selain itu, Rony juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang pola belanja yang bijak sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rumah tangga. “Kami berharap sinergi ini dapat mencapai tujuan pengendalian inflasi yang kita harapkan bersama,” tambahnya.

Kelompok Wanita Tani Jadi Motor Penggerak

Kepala DP2KP Banda Aceh, M Nurdin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Banda Aceh memiliki lahan pertanian yang sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 42,21 hektar. Dari total tersebut, hanya 13 hektar yang bisa digunakan untuk menanam padi, sementara 29,21 hektar lainnya tidak produktif karena kekeringan dan kurangnya sumber air.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Pemko Banda Aceh bersama BI menggalakkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga. Program ini melibatkan sembilan kelompok wanita tani, dengan setiap kelompok terdiri dari 25 anggota.

“BI juga memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana senilai Rp15 juta per kelompok untuk membantu mereka mengembangkan usaha pertanian di lahan sempit,” ujar Nurdin.

Dengan sinergi antara Pemko Banda Aceh dan Bank Indonesia, diharapkan gerakan ini dapat membantu menekan inflasi, menjaga stabilitas harga, serta memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan dan perekonomian keluarga di Banda Aceh.

Program Urban Farming ini diharapkan bisa menjadi model dalam pengendalian inflasi berbasis komunitas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Editor: Akil

Dosen Unsam Berikan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Sereh untuk Warga Birem Bayeun

0
Dosen Unsam Berikan Edukasi Pemanfaatan Tanaman Sereh untuk Warga Birem Bayeun. (Foto: Waspada.id)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Dosen Universitas Samudra (Unsam) memberikan edukasi tentang pemanfaatan tanaman sereh sebagai bahan pembuatan teh herbal menggunakan teabag kepada warga di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian lokal dengan mengoptimalkan penggunaan tanaman sereh yang melimpah di daerah tersebut.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unsam, Dra. Marjanah, M.Pd, bersama Dr. Indriaty, S.Si, M.Pd, dan Ayu Wahyuni, S.Pd, M.Pd, memaparkan bahwa tanaman sereh (cymbopogon) atau lebih dikenal dengan lemongrass merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di daerah tropis seperti Indonesia.

“Serai mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan yang sulit. Tanaman ini hanya membutuhkan media air dan tanah untuk tumbuh,” ujar Marjanah, Kamis (29/8).

Menurut Marjanah, meskipun banyak ditemui, pemanfaatan sereh oleh masyarakat Birem Bayeun selama ini masih terbatas pada kebutuhan memasak dan obat-obatan.

“Serai dapat mengobati infeksi kulit, tipus, keracunan makanan, dan menghilangkan bau badan. Namun, jika tidak diolah dengan baik, manfaatnya akan kurang optimal,” jelasnya.

Melihat potensi ini, tim PKM Unsam berinisiatif untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah sereh menjadi teh herbal. Langkah-langkah yang diajarkan meliputi pemanenan, pengupasan, pencucian, pemotongan, pengeringan, hingga penghalusan sereh menjadi bubuk yang siap dikemas dalam teabag.

“Kami memilih metode pengeringan selama 48 jam pada suhu 60℃ berdasarkan penelitian organoleptik. Setelah kering, sereh dihaluskan menjadi bubuk atau granula, yang kemudian dikemas ke dalam kantong teh,” jelas Marjanah.

Edukasi ini disambut antusias oleh warga Birem Bayeun. Mereka berharap dengan pengetahuan baru ini, mereka dapat memanfaatkan sereh secara maksimal, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk usaha.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka tertarik untuk membuat teh sereh di rumah sebagai minuman kesehatan dan juga sebagai usaha,” pungkas Marjanah.

Dengan pemanfaatan yang lebih luas, tanaman sereh diharapkan tidak hanya menjadi bahan konsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian warga setempat melalui produk teh herbal yang berpotensi dipasarkan lebih luas.

Editor: Akil

Satlantas Polres Aceh Tengah Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar SMPN 4 Takengon

0
Satlantas Polres Aceh Tengah Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar SMPN 4 Takengon. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah menggelar edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas kepada para siswa SMPN 4 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (29/8/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran berkendara yang aman dan tertib sejak usia dini.

Sosialisasi ini disampaikan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Aceh Tengah, Iptu Rasimin, yang mewakili Kasat Lantas AKP Akhir Harsa, S.Sos, M.H. Dalam acara tersebut, para siswa diajak untuk memahami dan mematuhi aturan lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

AKP Akhir Harsa, melalui Iptu Rasimin, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi muda dalam mendukung keselamatan berkendara di masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan disiplin berlalu lintas di kalangan pelajar. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Akhir Harsa menjelaskan bahwa Satlantas Polres Aceh Tengah akan terus mengadakan sosialisasi dan penyuluhan di berbagai sekolah.

“Kami berkomitmen untuk secara konsisten melakukan edukasi ini dari satu sekolah ke sekolah lain. Tujuannya agar tertib berlalu lintas menjadi budaya dan kebutuhan bagi semua,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang hadir. Mereka berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak teman-teman lainnya untuk selalu berhati-hati di jalan.

Dengan upaya berkelanjutan seperti ini, Satlantas Polres Aceh Tengah berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan kesadaran berlalu lintas yang baik dapat terwujud di kalangan masyarakat, terutama para pelajar.

Editor: Akil

Pasangan Mukhlis Basyah-Tgk M Jazuli Resmi Mendaftar ke KIP Aceh Besar

0

NUKILAN.id | Jantho — Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah dan Tgk M Jazuli, resmi mendaftarkan diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar pada Kamis (29/8/2024). Dalam kesempatan itu, Mukhlis Basyah menyampaikan tekad mereka untuk membangun Aceh Besar dengan semangat kebersamaan.

Mukhlis Basyah, bakal calon Bupati Aceh Besar, menyatakan bahwa mereka telah mempersiapkan seluruh persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran.

“Kami berharap seluruh masyarakat Aceh Besar menggunakan hak suara mereka pada pemilihan pemimpin periode 2025-2030,” ujarnya di hadapan Ketua KIP Aceh Besar, T Khairun Salim, saat menyerahkan berkas pendaftaran di Jantho.

Sebelum menuju kantor KIP, pasangan yang diusung oleh koalisi partai, termasuk Partai Aceh (PA), Partai Demokrat, NasDem, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, dan PDI-P, ini terlebih dahulu menyampaikan orasi politik di hadapan ribuan pendukung di Lapangan Bungong Jeumpa, Kota Jantho. Massa yang antusias turut mengiringi perjalanan mereka menuju Kantor KIP Aceh Besar, dengan iringan musik tradisional rapai dan lantunan shalawat.

“Kami berkomitmen membawa perubahan bagi Aceh Besar melalui kekuatan kebersamaan,” tegas Mukhlis dalam orasinya.

Ia juga menekankan fokus utamanya pada sektor pertanian, termasuk pembangunan infrastruktur irigasi yang memadai untuk memanfaatkan sumber daya air secara optimal. Mukhlis mengajak masyarakat untuk memberikan masukan demi peningkatan pembangunan di Aceh Besar.

Ketua KIP Aceh Besar, T Khairun Salim, menyambut baik pendaftaran pasangan Mukhlis-Jazuli. Ia mengonfirmasi bahwa berkas pendaftaran pasangan tersebut dinyatakan lengkap oleh sekretariat KIP.

“Kami mengapresiasi pasangan calon yang telah memenuhi seluruh persyaratan dan menyerahkan berkas secara langsung,” ujar Khairun.

Selanjutnya, para calon bupati dan wakil bupati akan menjalani serangkaian tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari 31 Agustus hingga 2 September 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin. Selain itu, mereka juga dijadwalkan mengikuti ujian baca Al-Qur’an pada 4 September 2024 di Masjid Agung Al-Munawwarah, Kota Jantho.

Dengan pendaftaran Mukhlis Basyah dan Tgk M Jazuli, hingga saat ini sudah ada tiga pasangan bakal calon yang mendaftar ke KIP Aceh Besar. Sebelumnya, pasangan dari jalur perseorangan, Muharram Idris dan Syukri A. Jalil, serta pasangan Musannif-Sanusi Hasyim, juga telah mendaftar.

KIP Aceh Besar mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif dan partisipatif dalam menyongsong pesta demokrasi ini.

“Mari kita wujudkan pemilihan yang bersih dan jujur untuk masa depan Aceh Besar yang lebih baik,” tutup Khairun Salim.

Editor: Akil

Berkas Pencalonan Tarmizi-Said Fadheil Lengkap, Resmi Diterima KIP Aceh Barat

0
Berkas Pencalonan Tarmizi-Said Fadheil Lengkap, Resmi Diterima KIP Aceh Barat. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat telah mengonfirmasi bahwa berkas pencalonan pasangan Tarmizi SP dan Said Fadheil SH sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Barat pada Pilkada 2024 telah dinyatakan lengkap. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua KIP Aceh Barat, Cici Darmayanti, pada Kamis (30/8/2024).

“Selamat kepada pasangan Tarmizi SP dan Said Fadheil SH yang telah resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Barat,” ujar Cici di Meulaboh.

Pendaftaran pasangan Tarmizi-Said dilakukan pada hari yang sama, di mana keduanya hadir mengenakan pakaian adat Aceh, memberikan kesan budaya yang kental dalam prosesi pendaftaran tersebut. Mereka diterima oleh komisioner KIP yang juga mengenakan busana tradisional Aceh, menciptakan suasana yang khidmat dan kultural.

Acara pendaftaran ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan partai politik yang mendukung pasangan tersebut. Dalam kesempatan itu, Tarmizi mengungkapkan harapannya agar semua berkas yang diserahkan bisa diterima dengan baik dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh KIP Aceh Barat.

“Kami berharap berkas yang sudah kami serahkan diterima dengan baik dan memenuhi semua persyaratan yang ada,” kata Tarmizi.

Cici Darmayanti menambahkan bahwa pendaftaran pasangan Tarmizi-Said ini menjadi pendaftaran pertama yang diterima KIP Aceh Barat untuk Pilkada kali ini.

Sementara itu, Teuku Novian, salah satu komisioner KIP Aceh Barat, menyatakan bahwa tim verifikasi telah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang diserahkan oleh pasangan calon tersebut dan menyatakan berkas-berkas tersebut lengkap serta resmi diterima.

Editor: Akil

30 Pelaku Usaha Pariwisata di Aceh Ikuti Sertifikasi Pengelolaan Event MICE

0
30 Pelaku Usaha Pariwisata di Aceh Ikuti Sertifikasi Pengelolaan Event MICE. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 30 pelaku usaha pariwisata dari berbagai organisasi dan industri di Aceh, termasuk anggota ASPPI, ASPERAPI, serta perwakilan dari Backstages dan Dinas Pariwisata, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Pengelolaan Event MICE. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di Plum Lading Hotel, Banda Aceh, sejak 27 hingga 29 Agustus 2024.

Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, khususnya dalam bidang MICE—Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan, Ismail, pelatihan ini sangat penting bagi para pelaku usaha di industri pariwisata.

“Penyelenggaraan event-event besar di Aceh sudah terbukti sukses dan bahkan mencapai skala nasional. Namun, keuletan dan wawasan yang luas tetap dibutuhkan agar kualitas event semakin meningkat. Untuk itulah Bimtek ini hadir sebagai ajang pembuktian kompetensi melalui sertifikasi,” jelas Ismail.

Para peserta Bimtek juga akan mengikuti ujian sertifikasi yang mencakup empat bidang okupasi dalam MICE, yaitu MICE Organizing, Event Preparation, Event Registration, dan Event Coordinator. Sertifikasi ini difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia (LSPDKI) yang berafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat Kompetensi BNSP Bidding Specialist (MICE) menjadi standar pengakuan keahlian resmi di dunia kerja, yang menurut Ismail, akan memberikan nilai tambah dalam profesionalisme para peserta. “Sertifikasi ini adalah bukti pengakuan keahlian yang diakui, yang dibentuk melalui pelatihan dan pengujian ketat,” lanjutnya.

Kegiatan Bimtek ini turut menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang MICE, di antaranya Atika Puji Lestari dari LSP, Khaerunnisa Nur, seorang asesor dan konsultan, serta Munawar Khalil, asesor pariwisata berpengalaman. Dalam paparannya, Munawar menjelaskan bahwa pengelolaan MICE memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi daerah. “MICE bukan sekadar event; setiap tahapannya memengaruhi banyak aspek, mulai dari perencanaan hingga tahap operasional yang melibatkan strategi pemasaran, pengelolaan izin, serta pengawasan teknis saat acara berlangsung,” ujarnya.

Menurut Munawar, pengelolaan MICE mencakup tahap perencanaan konsep, penetapan tema dan format kegiatan, hingga identifikasi sumber daya yang diperlukan. Selain itu, kegiatan ini juga menuntut evaluasi menyeluruh di setiap tahap operasional untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara.

Bimtek Pengelolaan Event MICE ini diharapkan akan semakin memajukan pariwisata Aceh dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, sekaligus menjadi landasan bagi Aceh untuk terus menyelenggarakan event-event spektakuler di masa mendatang.

RPTA Ajak Relawan Solid Menangkan Pasangan AMAL di Pilbup Aceh Selatan 2024

0
Pasangan AMAL bersama para relawan dan pendukung saat mendaftar ke KIP Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dan Akmal, resmi mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan pada Kamis (29/8/2024). Pasangan yang dikenal dengan sebutan AMAL ini diusung oleh Partai Aceh, Partai Nanggroe Aceh, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut keterangan dari Koordinator Relawan Pemenangan Tgk Amran (RPTA), Putra Perdana, rombongan AMAL berangkat dari Kota Fajar, Kluet Utara, menuju Kantor KIP di Tapaktuan. Sesampainya di sana, terlihat massa pendukung yang terdiri dari berbagai kalangan terlihat memenuhi area sekitar Kantor KIP Aceh Selatan.

Melihat hal ini, Putra Perdana, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang hadir dalam pendaftaran ini sebagai bukti dukungan yang kuat terhadap pasangan AMAL.

“Ini bukti bahwa AMAL masih diinginkan rakyat, karena gagasannya jelas dan pengalaman dalam memimpin sangat baik. Jadi, tidak perlu diragukan lagi, maka dari itu perlu dilanjutkan,” kata Putra kepada Nukilan.id melalui sambungan seluler, Kamis (29/8/2024).

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Aan itu menyampaikan optimismenya terhadap peluang kemenangan AMAL dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Aceh Selatan 2024. Oleh krena itu, ia mengingatkan kepada seluruh relawan untuk tetap kompak dan memperkuat basis dukungan yang ada.

“Kami mengingatkan kepada relawan, terutama anggota RPTA harus tetap solid, kuatkan simpul-simpul yang ada, dan jangan menjelekkan pasangan calon lain, itu yang penting,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

SP Aceh Sampaikan Problematika Krisis Air di Lhoknga dan Kekerasan Seksual

0
Koordinator Program SP Buengong Jeumpa Aceh, Yeni Hartini (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id|Banda Aceh – Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, sebuah organisasi yang berkomitmen dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, tengah memperkuat langkah advokasi mereka melalui berbagai inisiatif baru yang lebih luas. SP mengundang beberapa rekan jurnalis untuk briefing terkait beberapa isu yang terjadi saat ini di Aceh. Briefing tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Eksekutif SP Aceh, Rahmil Izzati, Koordinator Program SP Buengong Jeumpa Aceh, Yeni Hartini, dan rekan-rekan jurnalis, Rabu (28/8/2024).

Dalam briefing ini, SP Aceh menyampaikan kegiatan atau problematika yang terjadi di desa dampingan SP Aceh. Salah satu contoh, tingginya angka kekerasan yang dialami oleh perempuan (759 kasus di tahun 2023; data dari DP3A) yang belum tertangani dengan baik sehingga SP Aceh mendorong lahirnya draft reusam gampong yang mendorong lahirnya pemenuhan hak korban kekerasan. Contoh lainnya krisis air yang sedang melanda wilayah Lhoknga, Aceh Besar yang juga merupakan gampong dampingan SP Aceh.

Koordinator Program SP Buengong Jeumpa Aceh, Yeni Hartini mengatakan, saat ini dengan nyata memperlihatkan bahwa situasi tersebut semakin memperparah kehidupan khususnya perempuan yang beban kerjanya dilekatkan pada ranah domestik. Di beberapa gampong bahkan tuha peut laki-laki semuanya, padahal tuha peut perempuan juga dibutuhkan, apalagi dalam hal kasus kekerasan perempuan semakin meningkat.

“Kadang masyarakat lebih leluasa menceritakan semuanya pada sesamanya, jadi kalau tuha peut laki-laki semua ini juga agak sulit juga,” ucapnya dalam briefing tersebut yang juga dihadiri oleh team Nukilan.id, Rabu (28/8/2024).

Ia juga menyebut, terkait masalah air jika pun ada air sumur bor akan banyak pertimbangan. Sebelumnya memang air sumur mereka sedikit sehingga mengakibatkan gatal-gatal, tetapi pemerintah kurang melihat itu. Makanya, problematika ini akan diangkat menjadi isu yang krusial sehingga nantinya jadi perhatian bagi kita semua, baik pemerintah, masyarakat itu sendiri, dan stakeholder terkait.

“Mungkin kita tidak bisa juga tekankan pemerintah saat ini karena anggarannya juga sudah dipakai untuk PON XXI,” jelasnya lagi.

“Sementara air sumur yang disuplai itu bisa digunakan untuk mandi, tapi tidak untuk dikonsumsi sama sekali, kita akan melakukan penetapan khas agar permasalahan ini juga selesai,” pungkasnya.

Reporter : Auliana Rizky

PHU Kanwil Kemenag Aceh Gelar KIE Kebijakan Umrah untuk PPIU

0
PHU Kanwil Kemenag Aceh Gelar KIE Kebijakan Umrah untuk PPIU. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait Kebijakan Umrah bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Kamis (29/8/2024). Acara ini dihadiri oleh para pimpinan PPIU dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) se-Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. H. Mukhlis, M.Pd., Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) yang mewakili Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, menyampaikan berbagai regulasi terbaru terkait layanan umrah.

“PPIU harus mematuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelayanan prima kepada jemaah menjadi prioritas,” ujar Mukhlis.

Mukhlis menekankan pentingnya kepatuhan travel dalam melayani jemaah umrah serta mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih PPIU yang resmi dan berizin. Ia juga mengingatkan tentang lima pasti umrah, yaitu memastikan PPIU berizin dari Kemenag RI, memastikan jadwal keberangkatan dan maskapai penerbangan, memastikan harga dan paket layanan, memastikan hotel minimal bintang tiga, serta memastikan visa sudah jadi minimal tiga hari sebelum keberangkatan.

Koordinator acara, H. Juhaimi Bakti, S.Ag., M.Si., yang juga merupakan Kepala Tim di Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh, menjelaskan bahwa kegiatan KIE ini didukung oleh Tim Pengawasan Umrah dari Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen PHU Kemenag RI.

“Para peserta sangat antusias mengikuti sesi paparan dan diskusi. Kami juga menghadirkan Dr. H.M. Affan Rangkuti, M.E.I., ahli muda di Subdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, serta jajaran subdit lainnya seperti H. Misbachul Munir, S.Kom., M.T.I., dan Hj. Eny Sulistyowati,” ungkap H. Muhammad Imran, S.Ag., M.Si., anggota Tim Bina PPIU dan PIH Bidang PHU Kanwil Kemenag Aceh.

Ia menambahkan bahwa beberapa peserta yang hadir merupakan pelaku perjalanan umrah dari Aceh yang telah berhasil menerbangkan jemaah langsung dari Aceh ke Tanah Suci beberapa kali setelah musim haji tahun ini.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan PPIU dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memilih biro perjalanan yang resmi dan terpercaya.

Editor: Akil