Beranda blog Halaman 912

Daftar Kampus Top Dunia yang Mengajarkan Bahasa Indonesia

0
Kampus Yale University, AS. (Foto: AFP Yana Paskova)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bahasa Indonesia semakin dikenal dan diminati di kancah internasional. Selain menjadi bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO pada November 2023, bahasa ini juga telah diajarkan di berbagai kampus kelas dunia. Universitas-universitas ternama menawarkan program studi Bahasa Indonesia untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada para mahasiswanya.

Berikut beberapa universitas top dunia yang menawarkan program Bahasa Indonesia.

1. Yale University, Amerika Serikat

Yale University, salah satu kampus paling bergengsi di dunia, menawarkan program Bahasa Indonesia di bawah Council on Southeast Asian Studies. Pengajaran di sini telah menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Selain itu, Yale juga menerima sumbangan kostum tari dan aksesoris Indonesia sejak 2015, yang berperan penting dalam memperkenalkan budaya Nusantara kepada mahasiswa. Kampus ini menempati peringkat ke-21 dunia menurut Top Universities.

2. University of Washington, Amerika Serikat

Dikenal sebagai salah satu universitas tertua di Amerika Serikat, University of Washington menawarkan program studi Bahasa Indonesia di bawah Department of Asian Languages and Literature. Di sini, mahasiswa sarjana dan pascasarjana dapat mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. University of Washington, yang berdiri sejak 1861, juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam program ini.

3. University of Melbourne, Australia

Di Australia, University of Melbourne menawarkan jurusan Bahasa Indonesia di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga budaya dan sejarah Indonesia. Setelah lulus, mahasiswa akan memperoleh gelar Bachelor of Arts (BA). Dikenal sebagai salah satu kampus riset terkemuka dunia, University of Melbourne telah berdiri sejak 1853.

4. SOAS University of London, Inggris

SOAS University of London juga menawarkan jurusan Bahasa Indonesia di bawah School of Languages, Cultures, and Linguistics. Universitas ini merupakan salah satu kampus tertua di Inggris, didirikan pada 1916. SOAS dikenal karena keahliannya dalam studi Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dan menjadi salah satu pusat terdepan dalam kajian bahasa Indonesia.

5. Tokyo University of Foreign Studies, Jepang

Tokyo University of Foreign Studies adalah salah satu kampus terkemuka di Jepang yang menawarkan program Bahasa Indonesia. Kampus ini berdiri sejak 1899 dan memberikan pengajaran Bahasa Indonesia secara bertahap, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan. Pada tahun ketiga dan keempat, mahasiswa akan belajar pengetahuan tentang Indonesia dan metodologi penelitian yang akan membantu mereka menyelesaikan tugas akhir.

6. Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan

Hankuk University of Foreign Studies di Korea Selatan menawarkan program Bahasa Indonesia di bawah Department of Vietnam and Indonesia. Selain Bahasa Indonesia, mahasiswa juga dapat mempelajari Bahasa Vietnam. Kampus ini berdiri sejak 1954 dan merupakan salah satu kampus terkemuka dalam studi bahasa asing.

7. Harvard University, Amerika Serikat

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Harvard University, salah satu universitas tertua di dunia, juga menawarkan jurusan Bahasa Indonesia. Pengajaran di sini dilakukan secara bertahap, dengan Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas. Harvard berdiri sejak 1636 dan merupakan pusat studi yang sangat bergengsi di dunia.

Dengan semakin banyaknya kampus-kampus top dunia yang menyediakan jurusan Bahasa Indonesia, bahasa ini semakin diakui di kancah internasional. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi bahasa dan budaya Indonesia untuk dikenal dan dipelajari oleh masyarakat global.

Editor: Akil

Korupsi Beasiswa Aceh 2017: Impian Mahasiswa yang Terhenti di Tangan Pejabat

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Indepth – Sidang kasus dugaan korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh mengungkap serangkaian fakta mengejutkan terkait skandal yang melibatkan dana sebesar Rp 22 miliar ini. Pada Kamis, 16 Mei 2024, mantan Direktur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Prof. Said Muhammad, memberikan kesaksian yang menimbulkan gelombang kejut di kalangan publik.

Dalam persidangan tersebut, Prof. Said mengungkapkan bahwa nama-nama penerima beasiswa telah ditentukan oleh sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tanpa melalui proses seleksi resmi.

“Pada akhir 2016, saya bertemu dengan anggota DPRA Iskandar Usman Al Farlaky di Blang Bintang. Ia menyampaikan bahwa penerima beasiswa sudah ditetapkan, dan kami tidak melakukan seleksi,” jelas Prof. Said di hadapan majelis hakim.

Lebih jauh, Prof. Said menegaskan bahwa ini adalah kali pertama ia menerima “pokok pikiran” (Pokir) dari anggota DPRA terkait beasiswa. Ia menambahkan bahwa BPSDM biasanya melakukan seleksi ketat untuk beasiswa, namun dalam kasus ini, seleksi tersebut tidak dilakukan karena penerima telah ditentukan sebelumnya.

Modus Pemotongan Dana

Sidang lanjutan pada 25 April 2024 semakin menambah kejelasan mengenai skandal ini dengan kesaksian mengejutkan dari tiga mahasiswa penerima beasiswa. Mereka mengungkapkan bahwa dana yang mereka terima jauh di bawah jumlah yang seharusnya mereka terima. MF, mahasiswa S-1 Universitas Almuslim Bireuen, mengaku menerima hanya Rp 5 juta dari total Rp 20 juta.

“Sisanya sebesar Rp 15 juta diberikan kepada pengurus beasiswa sesuai kesepakatan awal,” ungkap MF.

Saksi lainnya, AM, mahasiswa program magister di Mesir, menyatakan bahwa ia hanya menerima Rp 8 juta dari total beasiswa sebesar Rp 50 juta.

“Saya baru tahu jumlah sebenarnya saat penyelidikan,” katanya. Saksi ketiga, MJ, mahasiswa S-1, juga mengaku hanya menerima Rp 5 juta dari beasiswa senilai Rp 20 juta, dengan sisa dana diserahkan kepada terdakwa Suhaimi.

Melibatkan Banyak Pihak

Kasus ini melibatkan Suhaimi sebagai koordinator lapangan dan Dedi Safrizal, mantan anggota DPRA periode 2014-2019, yang keduanya didakwa dalam kasus korupsi ini. Keterlibatan sekitar 21 anggota DPRA dalam dugaan penyelewengan dana beasiswa semakin memperumit kasus ini.

Menurut keterangan saksi Hamid Zain, mantan Sekretaris DPRA, sekitar 25 anggota DPRA mengusulkan nama-nama penerima beasiswa dengan prinsip “by name by address” untuk memastikan pencairan dana sesuai prosedur.

Kronologi Singkat Kasus

Kasus ini bermula dari alokasi anggaran beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2017 senilai Rp 22 miliar yang diduga diselewengkan. Beasiswa yang seharusnya melalui proses seleksi ketat malah diatur oleh anggota DPRA melalui mekanisme Pokir, tanpa prosedur yang sah di BPSDM.

Persidangan ini diharapkan dapat mengungkap seluruh aktor yang terlibat serta memulihkan dana yang diselewengkan untuk kepentingan masyarakat Aceh. Dengan terungkapnya modus pemotongan dana beasiswa dan keterlibatan banyak pihak, masyarakat Aceh menantikan hasil persidangan ini dengan penuh harapan agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Sidang akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya.

Beasiswa Seharusnya Menjadi Jembatan Kesuksesan

Kasus dugaan korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 tidak hanya mengungkapkan manipulasi dana besar, tetapi juga membuka tabir gelap mengenai betapa pentingnya beasiswa dalam mendukung pendidikan di Aceh. Kegagalan sistem yang ada tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam impian dan masa depan ribuan mahasiswa serta memperburuk tekanan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga.

Di tengah persidangan yang mengungkap skandal ini, fakta-fakta yang terungkap menggambarkan dampak besar dari penyelewengan dana beasiswa. Seharusnya, beasiswa tersebut bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa Aceh untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi dan membuka peluang karier yang lebih baik. Namun, dana yang seharusnya mendukung pendidikan justru diselewengkan, mengakibatkan banyak mahasiswa kehilangan kesempatan untuk melanjutkan studi mereka.

Cerita Mahasiswa dan Tekanan Ekonomi

Kisah-kisah nyata dari mahasiswa yang terpaksa putus kuliah akibat kekurangan dana menjadi sorotan dalam kasus ini. Misalnya, Rini (bukan nama sebenarnya) seorang mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, harus menghentikan studinya di tahun ketiga karena keluarganya tidak mampu membiayai biaya kuliah dan hidup.

Selain Rini, ada juga cerita dari Andi (bukan nama sebenarnya), yang berasal dari sebuah desa di Aceh Selatan. Andi seharusnya melanjutkan kuliah di jurusan teknik di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Banda Aceh. Namun, akibat tidak mendapatkan beasiswa, ia terpaksa menunda kuliah dan bekerja sebagai buruh untuk membantu keluarganya.

“Saya merasa sangat frustrasi. Beasiswa adalah satu-satunya harapan saya untuk melanjutkan pendidikan. Sekarang, saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Andi.

Keluarga-keluarga di Aceh juga merasakan dampak besar dari penyelewengan beasiswa ini. Banyak orang tua yang bergantung pada dana beasiswa untuk membantu anak-anak mereka melanjutkan pendidikan. Tanpa dukungan beasiswa, mereka terpaksa menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Misalnya, keluarga dari Dini (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa asal Aceh Selatan, harus berjuang keras untuk menutupi biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari akibat tidak mendapatkan beasiswa.

“Saya harus bekerja ekstra keras untuk membayar biaya kuliah Dini. Situasi ini sangat berat bagi keluarga kami,” ungkap ibunya dengan nada penuh keputusasaan.

Harapan yang Hilang

Kasus korupsi ini menunjukkan betapa pentingnya beasiswa dalam menciptakan peluang pendidikan yang adil dan merata. Jika dana beasiswa digunakan dengan benar, ribuan mahasiswa di Aceh bisa mendapatkan kesempatan yang layak untuk mengejar mimpi mereka. Namun, akibat penyelewengan ini, tidak hanya masa depan mahasiswa yang terancam, tetapi juga potensi yang hilang bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga untuk sistem pendidikan dan pengelolaan dana beasiswa di masa depan. Dengan penegakan hukum yang tegas dan reformasi dalam proses alokasi beasiswa, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan beasiswa dapat benar-benar menjadi jembatan menuju kesuksesan bagi mahasiswa Aceh.

Dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat Aceh berharap agar seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memperbaiki sistem agar lebih transparan dan adil, demi masa depan pendidikan di Aceh yang lebih baik.

.

Penulis: Akil Rahmatillah

Drum Band Aceh Sabet 2 Medali di PON 2024

0
Drum Band Aceh Sabet 2 Medali di PON 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Medan Tim drum band Aceh kembali menorehkan prestasi gemilang di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Dalam ajang yang berlangsung di Jalan Pancing, Medan, Sumatera Utara, tim Aceh berhasil menyabet dua medali tambahan, yaitu satu emas dan satu perak.

Medali emas diraih pada nomor Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) 8000 Meter Campuran Etape 3. Tim Aceh berhasil unggul tipis dengan nilai 955,60, mengalahkan Jawa Barat yang memperoleh nilai 954,18, serta Jawa Timur di peringkat ketiga dengan nilai 952,07.

Tak hanya itu, tim drum band Aceh juga berhasil meraih medali perak pada nomor LKKB 6000 Meter Campuran, dengan nilai 950,57. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah Sumatera Utara yang meraih emas dengan nilai 956,11, sementara perunggu jatuh ke tangan Yogyakarta dengan nilai 941,79.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Aceh, Samsul Bahri, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Perjuangan tim drum band Aceh patut diapresiasi. Medali ini sangat penting bagi Aceh untuk tetap bertahan di peringkat lima besar klasemen perolehan medali PON kali ini,” ujarnya.

Senada dengan Samsul, Pelatih PDBI Aceh, Glisyando, juga mengungkapkan rasa bangganya.

“Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim dan dukungan berbagai pihak. Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya,” kata Glisyando.

Dengan tambahan dua medali ini, cabang olahraga drum band Aceh telah menuntaskan seluruh pertandingan di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Secara keseluruhan, tim drum band Aceh berhasil mengoleksi dua medali emas dan satu medali perak, menjadi salah satu penopang kuat bagi kontingen Aceh di ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Aceh saat ini terus berupaya mempertahankan posisinya di papan lima besar klasemen perolehan medali PON XXI Aceh-Sumut 2024, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil

PO Aerobus Resmi Luncurkan Trayek Bus Tingkat Aceh – Medan

0
PO Aerobus Resmi Luncurkan Trayek Bus Tingkat Aceh - Medan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – PO Aerobus Transport Manunggal terus memperluas jangkauan pelayanannya di jalur Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Setelah sukses mengoperasikan bus premium untuk rute Pekanbaru – Medan, kini perusahaan bus asal Pekanbaru tersebut resmi membuka trayek baru Aceh – Medan, menggunakan armada bus tingkat atau double decker.

Peluncuran trayek baru ini dilakukan pada 13 September 2024, dengan perjalanan perdana dari Aceh menuju Medan. Sehari kemudian, tepatnya 14 September 2024, bus ini juga mengantarkan penumpang perdana dari Medan menuju Aceh. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @aerobus.transport.

Serupa dengan trayek sebelumnya, bus ini menawarkan dua kelas layanan dalam satu kendaraan, yakni kelas eksekutif dan kelas sleeper. Kedua kelas ini memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang, dengan fasilitas tambahan seperti toilet dan mini pantry.

Harga Tiket Terjangkau dengan Fasilitas Lengkap

Selama masa promo, harga tiket untuk kelas eksekutif dibanderol Rp 350.000, sedangkan tarif normalnya akan naik menjadi Rp 365.000. Untuk penumpang yang memilih kenyamanan ekstra di kelas sleeper, tiket promosi tersedia dengan harga Rp 380.000, sementara tarif normalnya adalah Rp 395.000.

Selain harga yang kompetitif, Aerobus menjanjikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman. Dengan armada bus tingkat yang dilengkapi fasilitas unggulan, penumpang bisa menikmati perjalanan jarak jauh dengan lebih nyaman. Untuk pembelian tiket, penumpang bisa memesannya melalui situs resmi PO Aerobus atau agen tiket resmi.

Melanjutkan Tren Bus Premium di Indonesia

Dengan peluncuran trayek baru ini, PO Aerobus memperkuat posisinya di pasar transportasi AKAP. Kehadiran bus tingkat dengan dua kelas layanan ini juga mempertegas tren penggunaan bus premium di Indonesia, yang semakin diminati oleh masyarakat untuk perjalanan jarak jauh.

Sebelumnya, PO Aerobus telah dikenal dengan layanan bus premium di rute Pekanbaru – Medan yang diluncurkan pada akhir 2023. Kini, dengan ekspansi ke wilayah Aceh, Aerobus diharapkan semakin memanjakan penumpang yang menginginkan layanan transportasi berkualitas tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, calon penumpang dapat mengunjungi akun Instagram @aerobus.transport atau menghubungi agen resmi yang tersebar di berbagai kota.

Editor: Akil

Polresta Banda Aceh Diminta Cabut Status Tersangka terhadap Enam Mahasiswa yang Demo

0
Keterangan Pendapat Hukum LSJ FH UGM. (Foto: Dok LSJ FH UGM)

Nukilan.id – Akademisi dan peneliti dari Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (Law and Social Justice/LSF) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) meminta Polresta Banda Aceh agar mencabut status tersangka terhadap enam mahasiswa yang sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRA beberapa waktu lalu dan dijerat dengan pasal ujaran kebencian.

Dalam keterangan Pendapat Hukum LSJ FH UGM, Ketua dan juga dosen LSJ, Herlambang P Wiratraman mengatakan dasar pencabutan status tersangka tersebut sejalan dengan landasan hukum yang menunjang kebebasan berekspresi dan berpendapat, khususnya sebagaimana diatur dalam UUD 1945, UU Nomor 12 Tahun 2005, UU Nomor 2 Tahun 2002, UU Nomor 39 Tahun 1999, SNP Komnas HAM Nomor 5, dan SE Kepala Kepolisian Negara Nomor SE/6/X/2015.

“Menghormati dan memajukan Prinsip Surabaya untuk Kebebasan Akademik (2017), khususnya berkaitan dengan Prinsip ke-5, yang menyatakan ‘pihak berwenang memiliki tanggung jawab untuk menghormati, melindungi, dan memastikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin kebebasan akademik.'” ujar Herlambang dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (16/9/2024).

Herlambang juga mengingatkan Kepolisian RI untuk teguh bertindak profesional, menjunjung tinggi etika, mengedepankan pendekatan kemanusiaan, tidak bertindak dengan pendekatan kekerasan, penyiksaan atau penganiayaan, serta menghindari cara-cara yang kotor dan manipulatif dalam menghadapi massa.

“Mematuhi, menjunjung tinggi, sekaligus mengikuti perkembangan doktrin hukum yang berkaitan dengan nilai-nilai, dan standar aturan hak asasi manusia serta menjaga prinsip-prinsip negara hukum demokratis sebagaimana mandat konstitusi dalam kehidupan bernegara,” demikian disampaikan Herlambang. []

Reporter: Sammy

Sulteng Raih Satu Emas di Cabor Petanque

0
Tim petanque Sulteng. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Kontingen Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menyabet satu emas di cabor petanque ganda campuran PON XI Aceh-Sumut yang diselenggarakan di Sport Centre USK, Senin (16/9/2024). Sulteng mengalahkan Jawa Timur (Jatim) dengan skor 10-8.

Pantauan Nukilan di lokasi, sorak-sorai dan dukungan riuh penonton terdengar menggema di Sport Centre USK yang didominasi oleh suporter Jatim dengan seragam hijau khas mereka. Jatim bahkan sempat unggul di sesi-sesi awal permainan dengan skor 3-5.

Namun kemenangan tersebut tak bertahan lama. Atlet petanque Sulteng yang terdiri dari Prada Heryanto, Firmansyah, Friska, dan pemain cadangan Ichlasul Amal mulai mengejar ketertinggalan mereka. Hasilnya, Sulteng membalikkan keadaan menjadi 7-5.

Tak lama berselang, Sulteng Kembali unggul tiga poin yang membuat skor menjadi 10-5. Jatim hanya mampu memperkecil ketinggalan mereka di akhir Waktu normal menjadi 10-8. Skor ini bertahan hingga waktu normal permainan berakhir.

Namun, salah seorang arbitre menjatuhkan kartu merah kepada seorang pemain Jatim karena dinilai melakukan shooting selama lebih dari satu menit. Dengan demikian, shooting bola dari pemain tersebut pun ditarik oleh arbiter yang dengan otomatis membuat Sulteng menjuarai laga tersebut.

Sejumlah pemain, ofisial, dan suporter Jatim tampak marah dan kecewa dengan keputusan tersebut. Mereka memprotes keputusan arbitre yang membuat mereka gagal mendapatkan emas di cabor petanque. []

Reporter: Sammy

Jatim Kalahkan Aceh 3-2 di Semifinal Sepak Bola PON XXI

0
Pertandingan antara Aceh dan Jatim di Stadion Harapan Bangsa, Senin (16/9/2024). (Foto: tangkapan layar Youtube)

Nukilan.id – Tim sepak bola Jawa Timur (Jatim) berhasil mengalahkan tim tuan rumah Aceh secara dramatis dengan skor akhir 3-2 dalam laga semifinal PON XXI di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Senin (16/9/2024) malam.

Pantauan Nukilan, pertandingan di awal babak pertama berlangsung alot di mana Aceh menguasai pertandingan dengan tempo permainan yang sangat cepat. Hasilnya, Aceh unggul lebih dulu dari gol yang dicetak Refyansyah yang memanfaatkan tendangan sudut di menit ke-3.

Namun, Aceh tak mampu mempertahankan kemenangannya. Permainan Aceh dengan tempo cepat hanya bertahan di dua puluh menit pertama. Selanjutnya permainan Aceh mulai mengendur karena berkurangnya stamina dan kehilangan konsentrasi. Hal ini membuat Aceh kebobolan di menit ke-40 melalui gol Achmad Dwi Firmansyah di menit ke-30 yang memanfaatkan sontekan datar dari Wigi Pratama.

Di menit ke-40, giliran Wigi Pratama yang berhasil mengoyak gawang kiper Aceh, Muhammad Safrizal. Jatim mampu membalikkan keadaan dan unggul dari Aceh di akhir babak pertama. Hasil ini bertahan hingga jeda turun minum.

Di babak kedua, permainan Jatim semakin mengembang dan mendominasi permainan. Dengan keunggulan gol dari tim tuan rumah, Jatim bermain lebih lepas. Jatim akhirnya kembali mencetak gol di menit ke-71 melalui kaki Wigi Pratama setelah berhasil merebut bola dari Aceh dan melakukan counter attack.

Tertinggal dua gol membuat pemain Aceh semakin frustasi. Imbasnya, pemain Aceh, Refyansyah diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Rio Permana Putra di menit ke-82 yang membuatnya mendapatkan kartu merah. Walaupun bermain dengan 10 orang, Aceh berhasil mengejar ketinggalan mereka dengan mencetak satu gol lagi melalui Mahyudin di menit ke-86.

Namun, mereka tak mampu menyamakan kedudukan hingga peluit terakhir walaupun mendapatkan enam menit tambahan waktu. Dengan hasil ini, Jatim akan berhadapan dengan Jawa Barat di final pada 18 September nanti yang sebelumnya mengalahkan Kalimantan Timur. []

Reporter: Sammy

KONI Aceh Targetkan Raih Tujuh Medali Emas di Cabang Tarung Derajat

0
Ketua KONI Aceh, Abu Razak.(Foto: KONI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menargetkan tujuh medali emas dari cabang tarung derajat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Pertandingan cabang ini digelar di Bale Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, mulai 16 hingga 19 September 2024.

Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar, optimistis target tersebut realistis, mengingat performa gemilang tim Aceh pada PON Papua XX 2021 yang berhasil membawa pulang tiga medali emas dari cabang tarung derajat. Kali ini, sebagai tuan rumah, ia yakin Aceh akan mampu meningkatkan perolehan medali.

“Dengan 21 nomor pertandingan, kami optimis bisa membawa pulang enam hingga tujuh medali emas di tarung derajat,” ujar Kamaruddin dalam sambutan pembukaan cabang tarung derajat PON Aceh-Sumut di Banda Aceh, Senin (16/9/2024).

Peningkatan Persiapan

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Tarung Derajat Aceh, Muhammad Alfatah, menegaskan bahwa persiapan tim Aceh untuk PON kali ini jauh lebih matang dibandingkan dengan PON sebelumnya. Pada PON Papua 2021, Aceh berhasil meloloskan 10 atlet di cabang tarung derajat, dengan sembilan di antaranya sukses meraih medali—terdiri dari tiga emas, satu perak, dan lima perunggu.

“Pada PON Papua, kami mendapatkan tiga medali emas. Di PON kali ini, target kami lebih tinggi,” kata Alfatah.

Para atlet Aceh, lanjutnya, telah menjalani pemusatan latihan yang intens di Kawah Drajat, Bandung, selama beberapa bulan terakhir. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknik para atlet, yang diharapkan dapat mengantarkan mereka meraih hasil maksimal.

Kombinasi Atlet Senior dan Pendatang Baru

Di PON kali ini, Aceh diperkuat oleh kombinasi antara atlet senior yang pernah berlaga di PON Papua dan beberapa atlet baru yang menjanjikan. Pengalaman para atlet senior dan semangat juang atlet muda menjadi kunci penting dalam menghadapi kompetisi ketat di PON 2024.

Meski optimis, Alfatah menekankan bahwa pihaknya tetap menghormati kekuatan lawan-lawan dari provinsi lain. “Kami tidak boleh jumawa. Semua tim berjuang keras untuk menjadi pemenang. Namun, dengan persiapan yang matang, kami berharap bisa mencapai target dan membawa pulang lebih banyak medali emas,” tuturnya.

Cabang tarung derajat PON Aceh-Sumut 2024 akan berlangsung selama empat hari, dengan babak penyisihan dimulai pada Senin (16/9/2024). Hasil pertandingan ini akan menentukan posisi Aceh sebagai tuan rumah dalam persaingan di PON kali ini.

Editor: Akil

Antusiasme Warga Aceh Saksikan Semifinal Sepak Bola PON 2024 di Stadion Harapan Bangsa

0
Warga Aceh padati Stadion Harapan Bangsa untuk menyaksikan laga semifinal Aceh vs Jatim. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, begitu meriah pada Senin malam (16/9/2024) saat laga semifinal sepak bola PON 2024 antara Aceh dan Jawa Timur (Jatim) digelar. Stadion yang terletak di jantung ibu kota Aceh ini dipadati oleh ribuan penonton yang tidak sabar menyaksikan pertandingan akbar tersebut.

Kedatangan para penonton tidak hanya sekadar untuk menonton laga semifinal yang dimulai pukul 20.30 WIB, namun banyak dari mereka sudah memadati stadion sejak sore hari. Bahkan, beberapa pengunjung telah tiba di lokasi sejak pukul 15.00 WIB, tidak sabar menantikan pertandingan sebelumnya antara Jawa Barat (Jabar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kami datang dari siang hari untuk menonton dua pertandingan sekaligus. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami dan keluarga. Mendukung tim Aceh dengan semangat penuh,” kata Rizki kepada Nukilan.id, Senin (16/9/2024).

Tidak hanya keluarga, banyak juga remaja dan kelompok teman yang menyempatkan diri untuk datang lebih awal. Dengan atmosfer yang penuh semangat, stadion dipenuhi dengan sorakan dan dukungan yang menggema saat pertandingan berlangsung. Teriakan “Aceh! Aceh!” menciptakan suasana yang sangat meriah dan penuh energi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Menpora Sebut Sanksi Wajib Diberikan ke Pemain dan Wasit PON Aceh Vs Sulteng

0
Menpora RI, Dito Ariotedjo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menegaskan, sanksi harus dijatuhkan kepada pemain dan wasit yang terlibat dalam insiden pemukulan pada pertandingan sepakbola antara Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng) di PON XXI. Pertandingan yang berlangsung panas pada Sabtu (14/9/2024) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, berakhir dengan kericuhan yang melibatkan pemain Sulteng dan wasit.

“Sanksi wajib diberikan baik kepada wasit maupun pemain sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Dito pada Minggu (15/9/2024).

Dito mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir terkait kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa tim investigasi telah diturunkan oleh PSSI untuk menyelidiki insiden yang mencoreng jalannya pertandingan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketum PSSI, dan mereka sudah menurunkan tim investigasi untuk segera mengambil tindakan tegas,” tambahnya.

Protes Terhadap Wasit

Pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi tersebut sempat dihentikan akibat protes keras dari pihak Sulteng yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, turut melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit yang dianggapnya tidak adil dan memicu emosi para pemain Sulteng.

“Kita bisa melihat bagaimana pertandingan ini begitu bobrok. Kepemimpinan wasit sangat tidak adil dan telah merugikan pemain kami,” ujar Hadianto dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya pada Minggu (15/9/2024).

Insiden memuncak pada menit ke-96 ketika pemain Sulteng, Rizki Saputra, melakukan pemukulan terhadap wasit setelah diberikan penalti untuk Aceh. Rizki langsung diganjar kartu merah, dan wasit terpaksa ditandu keluar lapangan.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan perempat final ini diawali dengan keunggulan Sulteng melalui gol Wahyu pada menit ke-25. Namun, kontroversi muncul menjelang akhir babak pertama ketika pemain Sulteng terkena tendangan di kepala oleh pemain Aceh di dalam kotak penalti, tetapi wasit tidak meniup peluit tanda pelanggaran.

Di babak kedua, suasana semakin memanas setelah wasit memberikan kartu merah kepada dua pemain Sulteng, yakni Wahyu pada menit ke-74 dan Moh Akbar pada menit ke-85, karena protes dan pelanggaran.

Ketegangan memuncak ketika wasit menghadiahkan penalti bagi Aceh pada menit ke-96, yang kemudian memicu tindakan pemukulan oleh Rizki. Setelah wasit pengganti memimpin jalannya laga, Aceh berhasil mencetak gol dari titik penalti yang dieksekusi oleh Akmal Juanda. Pertandingan berakhir imbang 1-1, namun Sulteng memilih untuk tidak melanjutkan babak tambahan waktu, sehingga Aceh dinyatakan menang WO dan melaju ke semifinal.

Tindakan Tegas PSSI

Dito menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada PSSI, yang memiliki otoritas untuk menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat. “Semua sudah ada aturan hukumnya, baik untuk pemain maupun wasit,” tutup Dito.

Editor: Akil