Beranda blog Halaman 900

Kakankemenag Aceh Besar Harap RIAB Fair XI Jadi Inovasi Pendidikan di Aceh

0
Kakankemenag Aceh Besar Harap RIAB Fair XI Jadi Inovasi Pendidikan di Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Besar, Saifuddin, mengungkapkan harapannya agar kegiatan RIAB Fair XI dapat menjadi inovasi baru dalam peningkatan kualitas pendidikan di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan Saifuddin saat mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh dalam pembukaan acara tahunan yang digelar Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Senin (23/9/2024).

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat dan inovasi baru terhadap peningkatan mutu pendidikan di Aceh,” ujar Saifuddin. “Semoga para siswa lebih bersemangat dalam belajar dan mencintai pelajaran, baik di sekolah maupun madrasah.”

Saifuddin juga menekankan bahwa RIAB Fair, yang memperlombakan berbagai cabang baik keagamaan maupun akademik, diharapkan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan minat, bakat, serta kreativitas peserta.

“Melalui acara ini, saya berharap para siswa dan siswi tidak hanya meningkatkan kompetensi diri, tetapi juga membangun semangat kompetisi yang sehat,” tambahnya. “RIAB Fair bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan ide-ide kreatif yang nantinya akan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Aceh.”

Saifuddin mengapresiasi inisiatif para santri dan pengurus RIAB yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, RIAB Fair merupakan ajang yang dinanti-nanti karena menjadi sarana untuk berbagi ilmu, kreativitas, dan inovasi di kalangan peserta.

Kegiatan RIAB Fair XI kali ini mengusung tema “Potensi dalam Aksi, Menyatu dalam Prestasi” dan diikuti oleh 1.962 siswa-siswi madrasah serta sekolah di seluruh Aceh. Sebanyak 38 cabang perlombaan dipertandingkan dalam ajang ini, mencakup bidang keagamaan, akademik, serta kreativitas.

Editor: Akil

Kapolda Aceh Apresiasi Keberhasilan Pengamanan PON XXI

0
Kapolda Aceh Apresiasi Keberhasilan Pengamanan PON XXI. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Polda Aceh yang telah bertugas mengamankan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 di Provinsi Aceh. Kapolda menyatakan pengamanan berjalan lancar dan sukses, berkat dedikasi serta koordinasi yang baik di jajaran kepolisian.

“Secara pribadi dan institusi, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel Polda Aceh yang telah bekerja keras menjaga keamanan PON XXI. Acara ini berlangsung dengan aman dan lancar, ini semua berkat kerja sama yang luar biasa dari rekan-rekan semua,” ujar Irjen Pol Achmad Kartiko saat memimpin apel pagi di Mapolda Aceh, Senin (23/9/2024).

Kapolda menjelaskan bahwa pengamanan terhadap event olahraga nasional ini melibatkan upaya dari berbagai satuan, mulai dari pengamanan pra-acara, selama acara berlangsung, hingga setelahnya. Personel Polda Aceh memastikan kelancaran mulai dari pengawalan atlet dan ofisial, pengamanan cabang olahraga (cabor), serta menjaga venue dan peralatan yang digunakan dalam pertandingan.

Keberhasilan pengamanan, lanjut Kapolda, juga didukung oleh sinergi antara berbagai fungsi dan satuan di Polda Aceh. Mereka bekerja sama melaksanakan langkah-langkah preventif dan preemptif, sehingga seluruh rangkaian acara PON XXI di Aceh berjalan dengan aman tanpa gangguan berarti.

Mabes Polri turut memberikan dukungan tambahan, termasuk memperbantukan dua unit helikopter yang beroperasi di Polda Aceh untuk memantau situasi selama event. Selain itu, kendaraan operasional dan alat keamanan tambahan seperti security door dari Polda Provinsi lainnya juga disiapkan untuk memperkuat pengamanan.

“Semua elemen terlibat, baik dari Satker maupun satuan fungsi lainnya, semuanya bekerja bersama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama PON berlangsung,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh juga memberikan arahan terkait persiapan pengamanan menjelang tahapan Pilkada serentak di Provinsi Aceh. Menurutnya, Pilkada adalah mekanisme penting dalam menjaga demokrasi di Indonesia, sehingga pengamanan harus dilakukan secara optimal.

“Seluruh personel di jajaran Polda Aceh harus terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan aman. Tugas kita adalah menjaga stabilitas, baik dalam konteks pengamanan masyarakat sehari-hari maupun event nasional seperti ini,” tegasnya.

Apel pagi tersebut dihadiri oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol Misbahul Munauwar, Irwasda, serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh. Mereka bergabung bersama ratusan personel, termasuk perwira menengah, perwira pertama, bintara, tamtama, dan aparatur sipil negara (ASN) Polda Aceh.

Editor: Akil

Safrizal ZA, Sosok Kunci di Balik Suksesnya PON XXI Aceh-Sumut

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pejabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, menjadi tokoh sentral dalam kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Lewat kepemimpinannya yang cekatan dan visi strategis, Safrizal berhasil membawa dampak besar bagi Aceh, baik di bidang olahraga maupun ekonomi.

PON XXI menjadi agenda prioritas Safrizal sejak awal masa jabatannya. Dengan mempertandingkan 33 cabang olahraga dan memanfaatkan puluhan venue yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Aceh, ajang ini tak hanya meriah dari sisi prestasi, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi signifikan.

“Kerja keras kita bersama membuahkan hasil dengan terselenggaranya PON yang sukses. Transaksi keuangan mencapai Rp8,6 triliun di Aceh, yang menjadi bukti dampak ekonomi yang luar biasa. Selain itu, citra Aceh pun semakin positif di tingkat nasional,” ujar Safrizal, Senin (23/9/2024).

Sebagai pemimpin, Safrizal tak sekadar mengatur dari belakang meja. Ia turut hadir di berbagai venue untuk memberikan dukungan langsung kepada para atlet, bahkan menyerahkan medali pada sejumlah cabang olahraga. Salah satu momen berkesan adalah ketika Safrizal bersama Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda terbang ke Aceh Tenggara untuk membuka kompetisi arung jeram.

“Suksesnya PON ini bukan hanya hasil kerja sekelompok kecil orang, tapi berkat dukungan seluruh masyarakat Aceh,” katanya menambahkan.

Usai penutupan PON di Deli Serdang, Sumatera Utara, Safrizal langsung mengunjungi beberapa kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Timur dan Aceh Utara, guna mengevaluasi pelaksanaan PON di daerah tersebut.

Di tengah kesibukan memimpin PON, Safrizal juga tetap fokus mempersiapkan Aceh menghadapi Pilkada 2024. Ia mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk media, untuk menjaga agar Pilkada berjalan damai dan demokratis.

Tak hanya berfokus pada penyelenggaraan event besar, Safrizal juga memperlihatkan komitmennya dalam menata ekonomi Aceh. Salah satu langkah yang diambil adalah menyerahkan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2024 serta menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Qanun APBA 2025.

“Rancangan ini bertujuan agar anggaran digunakan secara lebih efektif dan efisien,” jelasnya. Ia juga menyebutkan enam prioritas utama dalam pembangunan Aceh, yaitu penerapan syariat Islam, kemandirian pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, dan pariwisata.

Melalui berbagai langkah strategis ini, Safrizal membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang tangguh dan visioner, mengarahkan Aceh menuju masa depan yang lebih cerah di berbagai sektor, mulai dari olahraga hingga pemerintahan.

Editor: Akil Rahmatillah

Turun Gunung, Nasir Djamil Pimpin Tim Pemenangan Irwan Djohan-Khairul Amal

0
Nasir Djamil Pimpin Tim Pemenangan Irwan Djohan-Khairul Amal di Pilkada Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh Politisi senior Aceh, H. M. Nasir Djamil, resmi didapuk sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Teuku Irwan Djohan dan Khairul Amal, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sosok yang dikenal sebagai politisi berpengalaman ini “turun gunung” setelah menghabiskan lima periode di DPR RI.

Penunjukan Nasir Djamil dianggap langkah strategis untuk memperkuat tim pemenangan pasangan Irwan Djohan-Khairul Amal. Nasir, yang dikenal dengan integritas dan rekam jejaknya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh, dipercaya akan mampu membawa pasangan ini meraih kemenangan.

Teuku Irwan Djohan, calon Wali Kota, menyampaikan keyakinannya bahwa Nasir Djamil adalah figur tepat untuk memimpin perjuangan mereka.

“Pengalaman Bang Nasir sebagai politisi sangat kami butuhkan. Kehadiran beliau akan memperkuat tim dan menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat Banda Aceh,” ujar Irwan.

Sebagai Ketua Tim Pemenangan, Nasir Djamil akan memimpin berbagai strategi kampanye, fokus pada isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Banda Aceh. Ia juga berencana mengajak lebih banyak tokoh masyarakat untuk bergabung dalam koalisi pendukung.

Dalam pernyataannya, Nasir Djamil mengungkapkan dukungannya kepada pasangan Irwan Djohan-Khairul Amal.

“Saya melihat pasangan ini membawa harapan baru untuk Banda Aceh. Dalam dua bulan ke depan, saya akan fokus bersama tim untuk memastikan kemenangan mereka, sekaligus mengawal agar visi dan misinya diterima masyarakat,” katanya.

Pasangan Teuku Irwan Djohan-Khairul Amal membawa visi “KITA” (Kreatif, Islami, Transparan, Amanah) dengan prioritas pada penguatan syariat Islam, peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal. Mereka didukung oleh koalisi partai solid, di antaranya NasDem, PKS, PA, PDA, PDIP, PKN, dan GARUDA.

Dengan pengalaman Nasir Djamil dan kekuatan koalisi yang solid, pasangan Irwan Djohan-Khairul Amal optimistis mampu meraih dukungan luas dari masyarakat Banda Aceh dalam Pilkada mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Ekspor Pasir Laut setelah 20 Tahun

0
Ilustrasi pengerukan pasir laut. (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Pemerintah kembali membuka ekspor pasir laut setelah 20 tahun dilarang. Larangan ekspor ini dicabut setelah direvisi Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan pada 9 September 2024 yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2024 dan Permendag Nomor 21 Tahun 2024.

Ekspor ini juga telah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. PP ini sudah berlaku sejak 15 Maret 2023 lalu. Dengan berlakunya PP ini, maka Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2002 tentang Pengendalian dan Pengawasan Pengusahaan Pasir Laut dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Belakangan, Jokowi membantah bahwa yang diekspor adalah pasir laut, tetapi hanya sedimen yang mengganggu jalannya kapal. Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengatakan ekspor pasir laut diperbolehkan dengan syarat kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi. Ia berpendapat pengerukan pasir laut diperlukan untuk mengatasi sedimentasi yang dapat menurunkan daya dukung serta daya tampung ekosistem pesisir dan laut.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa kebijakan dibukanya ekspor pasir laut itu bukanlah keputusan sepihak mereka, namun hasil keputusan bersama dalam rapat kabinet bersama presiden. Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan mengatakan bahwa Kemendag memberikan izin ekspor setelah serangkaian proses panjang.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menilai ekspor pasir laut cocok dimanfaatkan untuk kebutuhan reklamasi, termasuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan infrastruktur dengan mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kebijakan ekspor pasir laut ini tidak akan merusak lingkungan.

Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Dokumen Perencanaan Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut, pemerintah telah menetapkan tujuh lokasi yang pasir lautnya. Pertama Demak, Jawa Tengah dengan potensi volume hasil sedimentasi laut sebanyak 1,72 miliar meter kubik. Kemudian Surabaya, Jawa Timur dengan potensi sebesar 399 juta meter kubik, dan Cirebon, Jawa Barat seluas 621 juta meter kubik.

Selanjutnya Indramayu, Jawa Barat dengan potensi volume mencapai 1,10 miliar meter kubik. Kemudian Karawang, Jawa Barat dengan potensi 1,74 meter kubik. Lalu Selat Makassar, Kalimantan Timur seluas 2,97 miliar meter kubik. Dan terakhir Laut Natuna-Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan volume mencapai 9,09 miliar meter kubik. Total volume hasil sedimentasi dari tujuh kawasan ini mencapai 17,65 miliar meter kubik.

Menguntungkan Singapura

Ekspor pasir laut di Indonesia awalnya dibuka pada tahun 1970-an yang waktu itu untuk memenuhi kebutuhan Singapura. Dikutip Nukilan dari Majalah Tempo, Departemen Perindustrian dan Perdagangan pada waktu itu mencatat dari 2 juta meter per kubik pasir laut yang diekspor, hanya 900 ribu meter kubik yang legal. Akibatnya, pemerintah diperkirakan merugi hingga 330 juta dollar AS per tahun.

Yang paling diuntungkan dari bisnis ini adalah Singapura. Dari ekspor pasir laut dari Indonesia, Singapura saat itu mampu membuat delapan pulau kecil, yaitu Seraya, Merbabu, Merliau, Ayer Chawan, Sakra, Pesek, Masemut Laut, dan Meskol menjadi Pulau Jurong. Reklamasi ini membuat Pulau Jurong maju 3,5 kilometer ke arah barat daya.

Luas Singapura juga semakin bertambah akibat ekspor pasir laut ini. Sebelumnya, luas daratan Singapura sebelum merdeka dari Malaysia hanyalah 578 kilometer persegi. Saat ini, luas Singapura bertambah menjadi 719 kilometer persegi atau bertambah lebih dari 25 persen.

Akibat ekpor ini, sejumlah pulau-pulau kecil di Indonesia menjadi tenggelam. Salah satu kawasan yang saat itu menjadi korban eksploitasi pasir adalah Kepulauan Riau yang dikeruk sejak 1976 hingga 2002 untuk mereklamasi Singapura. Volume ekspornya waktu itu mencapai 250 juta meter kubik per tahun. Hal ini membuat Pulau Nipah di Batam hampir tenggelam akibat abrasi.

Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 2019 menyebutkan bahwa Singapura adalah importir pasir laut terbesar di dunia. Negara tersebut sudah mengimpor sebanyak 517 juta ton pasir laut dari negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia selama dua dekade lebih.

Presiden RI saat itu, Megawati Soekarnoputri pada 2003 lantas menyerukan penghentian ekspor pasir laut tersebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri Lingkungan Hidup. Megawati menghentikan ekspor tersebut dengan pertimbangan demi mencegah kerusakan lingkungan dan tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat pengerukan pasir.

Pada 2007, Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Freddy Numberi mengakui bahwa dua pulau milik Indonesia sempat hilang akibat ekspor pasir laut untuk proyek reklamasi Singapura. Karena itu, pihaknya secara tegas melarang ekspor pasir laut.

“Pulau Nipah dan Sebatik sempat hilang, karena pasir yang ada dikeruk untuk dijual ke Singapura. Jadi, ekspor pasir laut itu merugikan. Indonesia nggak mendapatkan apa-apa dari ekspor pasir laut itu karena juga dirugikan. Ada pulau yang hilang, lingkungan rusak, dan Indonesia harus keluar uang banyak untuk memulihkan,” ujar Freddy pada Mei 2007, dilansir Antara.

Merusak Ekosistem Laut

Kebijakan dibukanya kembali ekspor pasir laut ini mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Di antaranya disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan menyatakan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang membuka kembali ekspor pasir laut.

Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB itu meminta pemerintah untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut karena dinilai dapat berdampak terhadap ekologi laut dan menimbulkan masalah sosial.

“Kami mewanti-wanti pemerintah untuk kembali mempertimbangkan kebijakan ini karena ekspor pasir bisa menyebabkan ekologi laut terancam bencana! Dan bila terjadi bencana ekologi, itu bisa merugikan Indonesia berkali-kali lipat dibandingkan keuntungan yang didapat,” kata Daniel dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani meminta pemerintah menunda kebijakan ekspor pasir laut. Dia menyampaikan jangan sampai kebijakan ekspor pasir laut ini malah membawa banyak kerugian untuk masyarakat. Karena itu, dia meminta pemerintah mempertimbangkan secara matang kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan.

“Ketika mudharatnya lebih besar dari pendapatan perekonomian yang kita dapatkan, tentu saja itu adalah sebuah kegiatan yang akan menjadi beban bagi kehidupan kita berikutnya,” kata Muzani, dilansir Kompas, Minggu (22/9/2024).

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati menduga ekspor pasir laut ini dilakukan untuk mendukung rencana megaproyek reklamasi Pelabuhan Tuas Singapura yang disebut-sebut bakal menjadi pelabuhan terbesar di dunia.

Susan mengatakan hal ini menimbulkan keraguan apakah hasil sedimentasi di Natuan dan Natuna Utara begitu luas dibandingkan dengan kawasan lainnya sehingga negara perlu mengeluarkan konsesi hingga 9,09 miliar meter kubik.

“Kita mencoba berbaik sangka, tapi kayaknya nggak bisa kami berbaik sangka dalam hal ini, karena 9 miliar itu bukan angka main-main,” ujar Susan, dilansir Bisnis, Senin (23/9/2024).

Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Afdillah mengatakan aturan ekspor pasir laut ini semakin menambah daftar panjang kebijakan pemerintahan Jokowi yang jauh dari semangat perlindungan lingkungan dan lebih mementingkan kepentingan oligarki dan pengusaha.

Dia mengatakan Greenpeace Indonesia menolak keras keputusan tersebut karena hanya akan merusak ekosistem laut dan pesisir serta mengancam kehidupan nelayan.

Afdillah menambahkan, selain merusak ekosistem laut, ekspor pasir laut juga memperparah abrasi pantai dan banjir rob. Contohnya seperti kasus penambangan pasir di Kepulauan Spermonde, lepas pantai Makassar pada 2020 lalu. Saat itu, kapal dredging asal Belanda, Queen of the Netherlands melakukan pengerukan pasir laut yang merusak wilayah tangkapan nelayan.

“Sejak tahun lalu ketika Presiden Jokowi mengesahkan PP Nomor 26 Tahun 2023 yang membolehkan pengisapan pasir laut ataupun sedimennya di luar wilayah pertambangan, sudah banyak kritik yang disampaikan oleh masyarakat, nelayan, akademisi hingga peneliti. Sudah kami prediksi dari awal bahwa rezim Jokowi tidak akan peduli dengan kritik dan tidak akan berpihak pada lingkungan,” kata Afdillah dalam keterangannya, Senin (16/9/2024). ***

Reporter: Sammy

Usman Lamreung: Hentikan Propaganda Tekanan terhadap KIP Aceh

0
Aktivis Aceh, Usman Lamreung. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aktivis Aceh, Usman Lamreung, mengkritik keras tindakan kelompok yang diduga melakukan tekanan sistematis terhadap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Menurut Usman, kampanye yang dilakukan oleh pendukung pasangan Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi bertujuan untuk membangun opini bahwa kemenangan pasangan Muzakir Manaf-Fadhullah, jika terjadi, disebabkan oleh keberpihakan KIP Aceh.

“Saya menduga ada skenario di balik protes yang masif ini. Tindakannya terorganisir dan terlihat sistematis,” ujar Usman dalam keterangan tertulis, Selasa (24/9/2024).

Usman mengungkapkan bahwa selama ini, KIP Aceh kerap dituduh memihak kepada pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fadh). Namun, hasil penelusuran yang lebih mendalam menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat yang mengindikasikan keterlibatan KIP Aceh dalam mendukung pasangan tersebut.

“KIP Aceh telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta adanya perbaikan, KIP Aceh langsung melaksanakannya tanpa adanya perlawanan dari pihak Mualem-Dek Fadh,” jelasnya.

Usman juga menyoroti adanya berbagai indikasi yang menunjukkan tekanan kepada KIP Aceh dari kubu Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi. Beberapa tindakan yang dilakukan, seperti pemasangan spanduk dan ancaman pengepungan kantor KIP Aceh, dinilainya sebagai bentuk tekanan untuk mempengaruhi keputusan lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

“Lihat saja aksi-aksi spanduk hingga rencana pengepungan KIP Aceh. Berbagai unggahan media sosial juga menunjukkan tekanan yang kuat terhadap KIP Aceh. Ini semua patut diduga sebagai upaya untuk mempengaruhi keputusan lembaga tersebut,” tegas Usman.

Menurutnya, langkah-langkah ini berhasil memberikan tekanan pada KIP Aceh. Pada hari yang sama, KIP Aceh mengirimkan surat kepada KPU, yang kemudian dalam waktu singkat mengeluarkan arahan untuk memperbaiki keputusan terkait pasangan Bustami-Fadhil Rahmi.

“Jika tidak ada tekanan sistematis, KIP Aceh kemungkinan besar tidak akan memperbaiki keputusannya, kecuali dengan perintah dari Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) melalui hasil sidang gugatan,” lanjutnya.

Usman meminta agar propaganda yang menuding KIP Aceh dikendalikan oleh pihak tertentu segera dihentikan. Menurutnya, tuduhan tersebut justru berbalik mengindikasikan adanya tekanan dari kubu lain untuk menciptakan ruang negosiasi politik.

“Jika ada komisioner KIP Aceh yang merasa terancam oleh isu pembekuan, maka ada kemungkinan mereka akan mengikuti perintah dari pihak yang menekan. Ini adalah strategi politik yang mudah dibaca,” tutup Usman.

Editor: Akil

Mutiara Cinta Kefir: Solusi Inovatif untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Harian

0
Produk Mutiara Cinta Kefir. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Indepth – Kekurangan pemenuhan gizi harian merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini terjadi ketika asupan nutrisi sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pertumbuhan pada anak-anak hingga penyakit degeneratif pada orang dewasa.

Data menunjukkan, sekitar 24,4% anak Indonesia masih mengalami stunting pada tahun 2021, dan pemerintah menargetkan angka ini turun menjadi 14% pada tahun 2024. Namun, mencapai target tersebut bukanlah hal yang mudah, terutama jika akar permasalahan belum diatasi.

Kekurangan gizi juga berkontribusi pada peningkatan penyakit kronis. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 mencatat peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM), seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Angka prevalensi kanker naik dari 1,4% pada 2013 menjadi 1,8%, sedangkan prevalensi stroke meningkat dari 7% menjadi 10,9%.

Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, seorang ahli gizi dan guru besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan makanan, terutama protein hewani. Protein, sebagai zat gizi utama, berfungsi langsung untuk pertumbuhan, serta berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan mempertahankan massa otot. Sayangnya, konsumsi protein hewani di Indonesia tergolong masih rendah.

Darurat Asupan Protein Hewani

Data dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia hanya mencapai 8%, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang masing-masing mencapai 30% dan 24%.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir konsumsi protein hewani di Indonesia meningkat hingga 30%, angka ini masih belum dapat menandingi konsumsi protein hewani di Malaysia yang mencapai 50%. Untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, diperlukan inovasi dalam produk pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah produk fermentasi susu, seperti kefir.

Mengapa Harus Kefir?

Kefir merupakan hasil fermentasi susu menggunakan grain kefir selama 48 jam pada suhu kamar, menghasilkan minuman asam yang kaya akan prebiotik, protein hewani, mineral, dan vitamin. Keberadaan kefir di pasar dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Selain kaya gizi, kefir juga memiliki manfaat kesehatan yang beragam, termasuk meningkatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.

Inovasi produk bernilai tambah seperti kefir tidak hanya berpotensi meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga bisa membantu mengurangi angka stunting dan penyakit kronis di Indonesia.

Mutiara Cinta Kefir

Salah satu inovasi produk peternakan yang berkontribusi dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat adalah “Mutiara Cinta Kefir.” Produk ini dikembangkan oleh Dr. Allaily, S.Pt., M.Si., seorang dosen Fakultas Peternakan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dengan mengusung konsep hilirisasi produk peternakan, Dr. Allaily berusaha memberikan nilai tambah pada susu kambing segar melalui proses fermentasi menjadi kefir.

“Susu kambing segar yang saya gunakan untuk produksi kefir adalah hasil produksi peternak muda di daerah Aceh. Kami bekerja sama dengan peternak untuk memastikan kualitas dan kuantitas produksi susu meningkat, sementara kefir yang dihasilkan memiliki fungsi fungsional sebagai minuman probiotik yang nutrisinya lebih mudah dicerna,” jelas Dr. Allaily saat diwawancarai oleh Nukilan, pada Kamis, (19/9/2024) lalu.

Ia menjelaskan bahwa, proses fermentasi susu kambing menjadi kefir tidak hanya mengubah rasa susu menjadi lebih asam, tetapi juga menghilangkan gula susu sehingga ramah dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa.

Selain itu, kefir mengandung bakteri asam laktat dan mikroba lain yang memiliki manfaat probiotik, menjadikannya produk bernilai tambah sebagai sumber protein hewani sekaligus pangan fungsional.

Dr. Allaily menyebutkan bahwa pelanggan Mutiara Cinta Kefir banyak yang merupakan penyintas gangguan pencernaan dan penyakit kronis seperti kanker.

“Pelanggan kami merasa nyaman setelah mengonsumsi kefir secara teratur, dan gejala yang mereka alami, seperti rasa sakit, menjadi berkurang. Kefir memang memiliki efek menenangkan dan dapat menekan kandungan gula darah serta mencegah tekanan darah tinggi,” ungkapnya.

Tantangan dalam Pengenalan Kefir ke Masyarakat

Dr. Allaily mengatakan bahwa meskipun kefir memiliki banyak manfaat, tantangan utama dalam memperkenalkan produk ini adalah rasa dan aromanya yang kurang sedap.

“Rasa kefir jauh lebih asam dibandingkan yogurt, sehingga banyak orang enggan untuk mencobanya. Kami berusaha mengenalkan kefir dengan mengedepankan manfaat kesehatannya, sehingga rasa asam yang kuat tidak menjadi halangan bagi konsumen,” kata Dr. Allaily.

Selain itu, harga kefir relatif mahal karena bahan baku yang digunakan, seperti susu kambing dan grain kefir, juga memiliki harga yang cukup tinggi. Hal ini membuat kefir lebih sulit diakses oleh masyarakat luas, khususnya yang berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah. Untuk mengatasi kendala ini, diperlukan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha guna meningkatkan produksi susu kambing lokal serta mendukung program hilirisasi yang berkelanjutan.

Potensi Hilirisasi Produk Peternakan

Melihat potensi kefir sebagai produk bernilai tambah, Dr. Allaily menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendukung perkembangan peternakan lokal dan hilirisasi produk peternakan.

“Potensi hilirisasi sangat tinggi baik dalam bentuk susu segar maupun susu fermentasi seperti kefir. Namun, di bagian hulu, peternak muda masih sangat kurang. Hal ini memerlukan perhatian bersama dari para pemangku kepentingan, dunia usaha, dan akademisi,” ujar Dr. Allaily.

Inovasi seperti Mutiara Cinta Kefir menjadi contoh konkret bagaimana produk peternakan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat, tetapi juga membantu mengatasi masalah kesehatan. Dukungan dan perhatian terhadap pengembangan peternakan dan hilirisasi produk susu lokal sangat diperlukan agar kebutuhan gizi masyarakat, khususnya protein hewani, dapat terpenuhi dengan lebih baik dan merata di seluruh Indonesia. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA Jenguk Atlet Paralayang dan Wasit Panahan di RSUDZA

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA Jenguk Atlet Paralayang dan Wasit Panahan di RSUDZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menjenguk Suprayitno (48), seorang atlet paralayang asal Bangka Belitung yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Senin (23/9/2024). Suprayitno mengalami cedera saat bertanding di Cabang Olahraga (Cabor) Paralayang dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Gubernur Safrizal menyatakan kondisi Suprayitno sudah mulai membaik setelah mengalami insiden akibat angin kencang (crosswind) saat akan melakukan pendaratan.

“Alhamdulillah, saat ini Suprayitno sudah bisa berdiri dan berjalan, meskipun masih harus dipapah. Penanganan yang diberikan sejak awal sudah sesuai dengan prosedur, dan operasi berjalan lancar,” ujar Safrizal.

Selain menjenguk Suprayitno, Pj Gubernur juga memberikan perhatian khusus kepada Candra Setiawan, seorang wasit panahan asal Blitar yang sedang menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) khusus PON XXI di RSUDZA. Candra sebelumnya sempat mengeluhkan rasa sakit dan setelah diperiksa, tim dokter menemukan adanya tumor di ususnya. Saat ini, ia masih dalam proses penyembuhan setelah menjalani penanganan medis.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal menyempatkan melakukan panggilan video dengan Danlanud H AS Hanandjoeddin Bangka Belitung, Letkol Pnb Zen Mokhammad, yang merupakan pembina Cabor Paralayang di Provinsi Bangka Belitung.

“Kecepatan penanganan yang diberikan sangat baik, Insya Allah Suprayitno akan segera pulih dan bisa kembali berlatih,” kata Safrizal melalui panggilan tersebut.

Suprayitno, yang terharu atas perhatian yang diberikan, menyampaikan terima kasih kepada Pj Gubernur dan masyarakat Aceh.

“Kami benar-benar terkesan dengan keramahan dan perhatian yang luar biasa dari masyarakat Aceh. Sejak tiba di bandara, sambutannya sangat hangat. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan semua pihak yang telah membantu kami di sini,” ujar Suprayitno.

Direktur RSUDZA, Isra Firmansyah, menyatakan bahwa kondisi Suprayitno sudah stabil.

“Saat ini infus sudah dilepas dan ia sudah bisa mengonsumsi obat secara oral. Penanganan kami cepat dan tepat, sehingga kondisinya bisa segera membaik,” ujar Isra.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama PON XXI, RSUDZA telah merawat 140 atlet, di mana 18 di antaranya harus dirawat inap dan 7 atlet menjalani operasi.

Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Aceh turut didampingi oleh Plh Sekda Aceh Azwardi dan sejumlah pejabat terkait dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Editor: Akil

Nelayan Aceh Barat Dilatih Gunakan Ice Gel untuk Jaga Kesegaran Ikan

0
Nelayan Aceh Barat Dilatih Gunakan Ice Gel untuk Jaga Kesegaran Ikan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat menggelar pelatihan untuk nelayan tradisional di Desa Lhok Meureubo, Kecamatan Meureubo. Pelatihan yang diikuti oleh 30 nelayan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi rantai dingin dengan menggunakan ice gel sebagai solusi menjaga kesegaran ikan.

Pelatihan tersebut dipimpin oleh tiga dosen FPIK UTU, yakni Muhammad Arif, Akbardiansyah, dan Delfian Masrura, serta melibatkan mahasiswa dari Program Studi Perikanan. Dalam sambutannya, Muhammad Arif menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan oleh UTU.

“Kami berharap teknologi ice gel yang diperkenalkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan mereka sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” ujar Arif kepada Nukilan.id, Senin (23/9/2024).

Arif menambahkan bahwa teknologi ini menjadi solusi praktis bagi nelayan yang kerap mengalami masalah ikan rusak saat perjalanan dari laut ke pasar. Ice gel, menurut Arif, lebih efisien dibandingkan es batu karena mampu menjaga suhu dingin hingga 12 jam jika disimpan di dalam cooler box berbahan Styrofoam atau fiber.

“Keunggulan lain ice gel adalah bisa digunakan berulang kali, sehingga lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Sesi demonstrasi pembuatan ice gel menjadi salah satu highlight dalam pelatihan ini. Para nelayan tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pencampuran bahan, hingga cara penggunaan yang tepat saat menyimpan ikan.

Ahmad, salah satu nelayan peserta pelatihan, menyampaikan apresiasinya atas program ini. Menurutnya, inovasi penggunaan ice gel akan sangat membantu menjaga kesegaran ikan yang sering kali rusak selama perjalanan ke pasar.

“Sebelumnya kami hanya mengandalkan es batu, tapi ice gel ini lebih mudah digunakan dan lebih tahan lama. Dengan teknologi ini, ikan bisa sampai pasar dalam kondisi segar dan tentu harga jualnya bisa lebih baik,” ujarnya.

Pelatihan ini juga memberikan ruang bagi para nelayan untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satu masalah utama yang sering muncul adalah penurunan kualitas ikan akibat penyimpanan yang tidak optimal. Penggunaan es batu selama ini dinilai kurang efektif karena cepat mencair dan menambah beban biaya.

Selain meningkatkan kualitas hasil tangkapan, Muhammad Arif berharap penggunaan ice gel dapat meningkatkan daya saing produk nelayan di pasar lokal maupun regional. Peningkatan kualitas ini diharapkan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan di Desa Lhok Meureubo dan sekitarnya.

“Ke depannya, kami berencana memperluas pelatihan ini ke desa-desa nelayan lainnya di Aceh Barat, agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” pungkas Arif.

Sementara itu, Akbardiansyah menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga belajar langsung tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh nelayan setempat.

Pelatihan penggunaan ice gel ini menjadi bukti nyata komitmen UTU dalam mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan, serta menunjukkan peran penting teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry Gelar KPM Tematik di Peukan Bada Aceh Besar

0
Mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry Gelar KPM Tematik di Peukan Bada, Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 116 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, termasuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, menggelar Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Program ini akan berlangsung selama 45 hari, dimulai pada 23 September 2024, dengan fokus pada pengembangan dan optimalisasi Sistem Informasi Gampong (SIGAP) guna meningkatkan pelayanan publik di tingkat gampong.

Serah terima peserta KPM Tematik dilakukan di Aula UDKP Kecamatan Peukan Bada pada Senin (23/9/2024). Dalam sambutannya, Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Dr. Muji Mulia, menekankan pentingnya mahasiswa menjaga adab dan tata krama selama berada di tengah masyarakat gampong. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Berada di tengah masyarakat gampong, utamakan adab, tata krama, dan jaga nama baik UIN Ar-Raniry. Tunjukkan bahwa kalian mampu berkontribusi dalam mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muji Mulia.

Program KPM Tematik ini memiliki tujuan khusus untuk mendukung pemerintah gampong dalam memperbaiki validitas dan akurasi data yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan masa depan. Mahasiswa peserta KPM telah dibekali pelatihan terkait penggunaan aplikasi SIGAP, sehingga diharapkan dapat mencapai target yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini, S.Ag, mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam program ini. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu optimalisasi Sistem Informasi Gampong yang telah ada sejak 2019, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita ingin memastikan bahwa data dari gampong valid dan akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih baik. Dengan kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya membantu dalam pengembangan sistem informasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Carbaini.

Camat Peukan Bada, Agus Salahuddin, menyampaikan terima kasih kepada UIN Ar-Raniry yang telah memilih Peukan Bada sebagai lokasi KPM Tematik. Ia mengakui bahwa gampong-gampong di wilayahnya masih membutuhkan banyak perhatian dari berbagai pihak untuk mencapai kemandirian dan kemajuan.

“Untuk menuju gampong yang maju dan mandiri, Kecamatan Peukan Bada memerlukan dukungan banyak pihak, termasuk dari kampus,” ungkap Agus.

Selain serah terima mahasiswa, acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISIP UIN Ar-Raniry dan Kecamatan Peukan Bada. Wakil Dekan I FISIP UIN Ar-Raniry, Eka Januar, berharap kolaborasi ini dapat melahirkan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara, Muazzinah, M.P.A, Kepala Laboratorium FISIP, Dr. Sayed Amirul Kamar, M.Si, Kapolsek Peukan Bada, unsur muspika lainnya, serta para keuchik dari wilayah Kecamatan Peukan Bada.

Editor: Akil