Beranda blog Halaman 897

Komitmen Pemko Sabang Jaga Generasi dari Pengaruh Radikalisme dan Terorisme

0
Komitmen Pemko Sabang Jaga Generasi dari Pengaruh Radikalisme dan Terorisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Sabang – Penjabat Walikota Sabang, Andri Nourman, menegaskan komitmen pemerintah setempat untuk menangkal faham radikalisme dan terorisme, dalam upaya menciptakan generasi yang berkualitas dan cerdas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Sekdako Sabang, T. Bonjamin, S.H., M.H., saat membuka acara bertajuk “Smart Indonesiaku, Bersatu Bangsaku (Sehat Mental Keluarga Cerdas dan Tangguh)” di Aula Kantor Walikota Sabang, Rabu (25/9/2024).

“Pencegahan radikalisme dan terorisme ini harus melibatkan semua pihak, termasuk TNI/Polri. Mari kita perkuat komitmen untuk melindungi generasi kita dari pengaruh-pengaruh radikal,” ujar T. Bonjamin.

T. Bonjamin menjelaskan, upaya pencegahan paham radikalisme harus dilakukan secara masif, terutama di kalangan ibu-ibu, keluarga, dan institusi pendidikan. Ia menekankan pentingnya peranan orang tua dalam membimbing anak-anak yang tengah mencari validasi diri saat memasuki masa remaja.

“Jika tidak dibimbing dengan baik, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh paham-paham radikal,” tambahnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Kota Sabang akan membangun sinergi dan kolaborasi dengan TNI/Polri, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, serta lembaga non-pemerintah lainnya. Salah satu langkah nyata yang sedang dilakukan melalui Kesbangpol Kota Sabang adalah sosialisasi rencana aksi pencegahan terorisme dan ekstremisme.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber dari BNPT RI, termasuk Dr. M. Suaib Tahir, tenaga ahli di Direktorat Pencegahan, serta berbagai akademisi dan praktisi dari FKPT Aceh. Hadir pula Ketua FKPT Aceh, Dr. Mukhlisuddin Ilyas, dan anggota lainnya yang aktif mendukung program pencegahan radikalisme di daerah tersebut.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan generasi muda Kota Sabang dapat terhindar dari pengaruh negatif radikalisme dan tumbuh menjadi individu yang cerdas, sehat, dan tangguh.

Editor: Akil

Mualem-Fadhlullah Usung Visi “Aceh Islami, Maju, dan Bermartabat”

0
Mualem-Fadhlullah Usung Visi "Aceh Islami, Maju, dan Bermartabat". (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 2, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah, memaparkan visi besar mereka untuk memimpin Aceh periode 2025-2030. Dengan mengusung visi “Terwujudnya Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan,” pasangan ini ingin menghadirkan Aceh yang lebih baik dengan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Aceh yang mulia dalam pelaksanaan syariat Islam, sejahtera secara ekonomi, dan dihormati di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Mualem dalam pemaparan visi dan misi mereka, Rabu (25/9/2024).

Amatan Nukilan.id, untuk mendukung visi tersebut, pasangan Mualem-Fadhlullah menetapkan tujuh misi strategis, salah satunya adalah penerapan syariat Islam secara kaffah di seluruh aspek kehidupan masyarakat Aceh. Selain itu, pasangan ini juga berfokus pada pelaksanaan kekhususan Aceh sesuai MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), serta peningkatan kemandirian ekonomi berbasis sektor unggulan.

Fokus Pemulihan Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, Mualem dan Fadhlullah menyoroti beberapa tantangan utama yang dihadapi Aceh, termasuk tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, serta rendahnya produktivitas di sektor pertanian dan kelautan.

“Pengangguran dan kemiskinan adalah masalah yang mendesak. Kami berencana memperjuangkan perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus), serta merevitalisasi Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), dan koperasi,” ungkap Fadhlullah. Ia juga menambahkan bahwa program mereka akan mencakup pembangunan lumbung pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan Aceh.

Selain itu, pasangan ini juga memiliki rencana untuk mengembangkan kawasan pertanian berbasis korporasi serta memfasilitasi kebutuhan nelayan agar sektor perikanan Aceh semakin produktif.

Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda

Mualem dan Fadhlullah juga berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan pemuda Aceh. Mereka akan menyediakan pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal bagi perempuan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi.

“Kami juga akan memberikan akses pembiayaan bagi pemuda, UMKM, dan pedagang kaki lima untuk memperkuat ekonomi rakyat,” jelas Mualem. Pasangan ini yakin bahwa dengan memperkuat ekonomi kelompok-kelompok ini, Aceh dapat mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pariwisata Halal

Pengembangan sektor pariwisata juga menjadi salah satu program unggulan Mualem-Fadhlullah. Mereka optimistis bahwa potensi pariwisata halal Aceh bisa mendorong perekonomian lokal. Dengan mengedepankan konsep wisata yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, mereka berharap Aceh dapat menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

Pasangan ini menegaskan bahwa seluruh program yang mereka rancang bertujuan untuk menciptakan Aceh yang maju dan sejahtera tanpa meninggalkan identitas dan nilai keislaman yang kental di masyarakat.

“Kami optimistis Aceh dapat mencapai kemajuan yang signifikan melalui program-program ini, tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat Aceh,” tutup Fadhlullah. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Risman Rachman Sebut Mualem-Dek Fadh Dinilai Unggul Saat Penyampaian Visi Misi

0
Mualem-Dek Fadh Dinilai Unggul Saat Penyampaian Visi Misi

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhil Rahmi (Dek Fadh), dinilai lebih menarik dalam penyampaian visi dan misi dibanding pasangan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi. Penampilan tenang dan penuh percaya diri Mualem saat menyampaikan visi dan misi disebut-sebut berhasil mencuri perhatian publik.

Pengamat politik dan pemerintahan, Risman Rachman, menyebutkan bahwa Mualem tampil menonjol dengan membawakan visi misi yang tidak hanya Islami, tetapi juga mengena di hati masyarakat Aceh.

“Mualem tampil sangat tenang, bahkan membuka dengan pantun yang membuat suasana cair. Publik yang mungkin tegang menjadi lebih santai,” kata Risman pada Rabu (25/9/2024).

Mualem memulai penyampaian visinya dengan kalimat pembuka yang kuat, “Bismillahirrahmanirrahim”, dan dilanjutkan dengan memperkenalkan empat nilai dasar yang menjadi pijakan utama dalam visi misinya. Nilai-nilai tersebut adalah “mulia dalam syariah Islam, sejahtera dan bermartabat, bahagia dunia dan akhirat, serta terpandang di mata dunia.”

Menurut Risman, publik sebelumnya mengira bahwa pasangan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi, yang dikenal dekat dengan almarhum Tu Sop, akan lebih menonjol dalam hal ini. Namun, nyatanya, pasangan Mualem-Dek Fadh yang justru lebih berhasil menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan menarik dan efektif. Hal ini diperkuat dengan penggunaan bahasa Aceh dalam penyampaian visi, selain bahasa Indonesia, yang menambah kedekatan emosional dengan masyarakat Aceh.

“Visi Mualem-Dek Fadh, yaitu ‘terwujudnya Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan,’ sangat mewakili pandangan besar ulama-ulama Aceh dan para pejuang yang memperjuangkan syariat Islam di Aceh,” tambah Risman.

Penampilan Mualem juga semakin kuat dengan dukungan pemutaran video yang menambah kesan visual dan memperjelas visi-misi yang mereka usung.

“Ini membuat penyampaian mereka lebih hidup dan terasa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Risman.

Sementara itu, isu-isu lingkungan yang diangkat dalam visi-misi Mualem-Dek Fadh juga menjadi sorotan. Mereka menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Penampilan pasangan calon ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam Pilkada Aceh 2024, mengingat besarnya perhatian masyarakat terhadap visi-misi yang mereka usung.

Editor: Akil

Pemuda Aceh Dukung Muallem-Dek Fad dalam Tegakkan Syariat Islam Secara Kaffah

0
Pemuda Aceh Dukung Muallem-Dek Fad dalam Tegakkan Syariat Islam Secara Kaffah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh  — Heri Safrijal, SP, seorang pemuda Aceh, menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Muzakir Manaf (Muallem) dan Fadhlullah (Dek Fad) dalam Pemilihan Gubernur Aceh 2024. Menurut Heri, visi dan misi pasangan ini sangat jelas berfokus pada penegakan Syariat Islam secara kaffah, yang dinilai sebagai nilai utama bagi masyarakat Aceh.

“Nilai-nilai yang diusung oleh pasangan Muallem-Dek Fad sangat mewakili pikiran besar para ulama dan pejuang Aceh. Apalagi, penyampaian visi mereka dilakukan dalam bahasa Aceh dan Indonesia, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Heri, Senin (24/9/2024).

Pasangan Muallem-Dek Fad membawa visi besar, yakni terwujudnya Aceh yang islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan. Heri menegaskan, Aceh sebagai daerah istimewa memiliki tanggung jawab besar untuk menegakkan Syariat Islam secara menyeluruh.

“Kami, pemuda Aceh, sangat mendukung agar Syariat Islam ditegakkan secara kaffah di Aceh. Visi ini adalah harapan kami untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain visi yang jelas, pasangan ini juga memiliki tujuh misi utama, termasuk menjalankan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat, memperkuat kekhususan Aceh sesuai dengan MoU Helsinki dan UUPA, serta mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kampanyenya, Muallem berkomitmen untuk membangun Syiah Kuala Islamic Center dan menata ulang Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat kegiatan keagamaan. Masjid tersebut akan difungsikan sebagai pusat aktivitas masyarakat, seperti pembelajaran tahsin, baca Alquran, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Heri optimistis bahwa pasangan Muallem-Dek Fad akan lebih berkomitmen pada penegakan Syariat Islam dibandingkan kandidat lain dalam kontestasi Pilgub Aceh 2024.

“Kami yakin Muallem-Dek Fad adalah pasangan yang paling peduli dengan nilai-nilai Syariat Islam di Aceh. Mereka mampu mengembalikan jati diri Aceh sebagai daerah yang teguh menjalankan Syariat Islam,” katanya.

Sebagai perwakilan pemuda Aceh, Heri mengungkapkan banyak anak muda yang terinspirasi oleh visi pasangan ini. “Kami yakin mereka akan bekerja sama dengan ulama untuk membangun Aceh yang lebih islami dan bermartabat,” pungkasnya.

Di tengah ketatnya persaingan Pemilihan Gubernur Aceh 2024, Heri optimistis Muallem-Dek Fad akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat yang ingin melihat Syariat Islam ditegakkan secara kaffah di Aceh, Serambi Mekkah.

Editor: Akil

Visi Misi Mualem-Dek Fadh Cerminkan Nilai Ke-Acehan, Pemuda Aceh Diminta Bersatu

0
Pasangan Mualem-Dek Fadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Visi misi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Fadhlullah, SE (Dek Fadh), dinilai mencerminkan nilai-nilai ke-Acehan yang kuat dan relevan dengan semangat perjuangan rakyat Aceh. Hal tersebut diungkapkan Agam Nur Muhajir, Ketua Muda Seudang, setelah prosesi pemaparan visi misi pasangan calon di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu, 25 September 2024.

Menurut Agam, visi misi yang disampaikan Mualem-Dek Fadh bukan hanya sebuah program kerja, tetapi juga cerminan dari aspirasi dan harapan masyarakat Aceh, khususnya generasi muda. Ia optimistis pasangan ini akan membawa Aceh menuju kemenangan dalam Pilkada mendatang.

“Ini bukan sekadar visi misi, tetapi juga cerminan dari aspirasi rakyat Aceh, terutama generasi muda. Perjuangan mereka sejalan dengan cita-cita kami, Muda Seudang, yang ingin mengedepankan nilai-nilai lokal dan identitas ke-Acehan,” ujar Agam.

Agam juga menyoroti fokus Mualem-Dek Fadh pada kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda Aceh. Menurutnya, program-program yang diusung sangat relevan dengan kebutuhan anak muda Aceh saat ini, yang dihadapkan pada tantangan ekonomi dan lapangan pekerjaan yang terbatas.

“Pasangan ini sangat memahami pentingnya menciptakan lapangan kerja bagi pemuda Aceh serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Mereka juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program unggulan, seperti Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan beasiswa, yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh,” jelas Agam.

Agam menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam mendukung pasangan Mualem-Dek Fadh adalah langkah penting untuk memastikan program-program tersebut terus berlanjut dan ditingkatkan di masa mendatang.

Lebih jauh, Agam mengajak seluruh kader Muda Seudang di kabupaten/kota untuk merapatkan barisan dan bekerja sama dengan tim pemenangan Mualem-Dek Fadh di seluruh Aceh. Menurutnya, kolaborasi antara kader muda dan tim kampanye akan menjadi kunci kemenangan dalam Pilkada Aceh 2024.

“Kita harus bersatu. Ini adalah perjuangan bersama untuk masa depan Aceh. Mari kita jemput kemenangan Mualem-Dek Fadh, yang nantinya juga akan menjadi kemenangan seluruh rakyat Aceh,” tegasnya.

Ajakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemuda Aceh diharapkan menjadi motor penggerak dalam upaya memenangkan pasangan Mualem-Dek Fadh. Solidaritas dan persatuan di antara kader muda serta masyarakat luas menjadi kunci dalam mewujudkan harapan akan Aceh yang Islami, maju, dan bermartabat.

Editor: Akil

Pelaku UMKM Aceh Berharap Ada Lagi Event Nasional Pasca PON XXI

0
Ilustrasi UMKM. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setelah sukses menjadi salah satu tuan rumah dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh berharap event nasional lainnya kembali digelar di wilayah tersebut. Mereka mengakui, gelaran PON XXI tak hanya memberi dampak positif pada dunia olahraga, tetapi juga menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.

Saleh, seorang pelaku UMKM di Banda Aceh, menyampaikan bahwa penjualan produk lokal meningkat tajam selama PON XXI berlangsung. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap produk lokal, termasuk oleh-oleh khas Aceh, sangat tinggi selama event olahraga nasional ini.

“Alhamdulillah, selama PON banyak pengunjung dari berbagai daerah, bahkan luar Aceh, yang membeli sebagai oleh-oleh,” kata Saleh kepada Nukilan.id, Rabu (25/9/2024).

Saleh menjelaskan bahwa keberadaan event-event besar seperti PON mampu mendongkrak pendapatan para pelaku UMKM secara signifikan.

“Kami merasakan dampak positifnya langsung. Pengunjung yang datang, baik atlet, official, maupun wisatawan, sangat membantu meningkatkan omzet penjualan,” lanjutnya.

Ia pun berharap pemerintah dan pihak terkait terus berupaya mendatangkan event-event besar lainnya ke Aceh, karena menurutnya, dampaknya sangat signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi UMKM.

“Kami sangat berharap pemerintah Aceh dapat terus mendukung dan mengupayakan event-event nasional lain diadakan di sini. Ini peluang besar untuk memperkenalkan produk lokal Aceh ke masyarakat yang lebih luas,” kata Saleh penuh harap.

PON XXI, yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara, menjadi momentum strategis untuk pelaku UMKM di Aceh dalam mempromosikan produk unggulan daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan melihat potensi ekonomi dari event-event nasional dan internasional untuk terus mendorong geliat sektor UMKM yang menjadi salah satu pilar ekonomi rakyat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Juha Christensen, Negosiator di Balik Pembebasan Pilot Susi Air

0
Juha Christensen, Negosiator di Balik Pembebasan Pilot Susi Air. (Foto: Tempo)

NUKILAN.id | Jakarta – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyebut adanya sosok penting yang berperan dalam pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Juha Christensen, seorang fasilitator perdamaian asal Finlandia, disebut terlibat dalam proses tersebut.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan Juha Christensen menjadi figur sentral dalam negosiasi pembebasan pilot asal Selandia Baru itu.

“Orang Finlandia yang bebaskan pilot,” kata Sebby melalui pesan singkat pada Sabtu, 21 September 2024.

Sebuah foto yang dikirimkan Sebby menunjukkan Christensen mengenakan topi, berfoto bersama milisi TPNPB Komando Daerah Pertahanan III Ndugama-Derakma. Meskipun disebut mengenal baik Panglima TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, Sebby menuduh Christensen sebagai kolaborator TNI-Polri.

“Dia kolaborator TNI-Polri di Papua. Egianus kemungkinan berkhianat karena negosiasinya dan uang,” ujar Sebby.

Pengalaman dalam Resolusi Konflik

Juha Christensen bukan nama asing dalam dunia negosiasi konflik. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam perundingan damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berujung pada penandatanganan MoU Helsinki pada 2005. Peran kunci yang dimainkannya dalam proses perdamaian Aceh kerap dijadikan contoh dalam penyelesaian konflik di berbagai negara lain.

Tak hanya di Aceh, Juha juga pernah diminta oleh pemerintah Thailand untuk membahas solusi konflik di Pattani, wilayah Thailand Selatan, yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

“Otonomi yang diberikan di Aceh menjadi model penting, walaupun di Pattani tidak seekstrem itu. Yang penting adalah konflik di Pattani bisa diakhiri,” kata Juha, dikutip dari Antara pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Pentingnya Dialog

Menurut Juha, kunci utama penyelesaian konflik adalah melalui dialog. “Semua konflik, termasuk konflik bersenjata, bisa diselesaikan melalui dialog. Itu adalah kuncinya, seperti yang terjadi di Aceh. Tidak ada proses lain,” katanya dalam wawancara pada 19 Agustus 2019 lalu.

Baginya, perdamaian bukan sekadar absennya konflik bersenjata, tetapi juga mencakup keadilan sosial, akses kesehatan yang baik, serta pertumbuhan ekonomi.

“Tidak ada jalan lain selain dialog, baik dalam menyelesaikan masalah keluarga, politik, maupun konflik bersenjata,” tegasnya.

Dengan sepak terjang yang panjang dalam dunia negosiasi internasional, keterlibatan Juha dalam upaya pembebasan pilot Susi Air menambah daftar panjang perannya dalam penyelesaian konflik. Meskipun terlibat dalam isu-isu rumit, ia tetap yakin bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk mencapai perdamaian.

Editor: Akil

Lo Kheng Hong Sebut Menabung di Bank Bikin Miskin Pelan-pelan

0
Lo Kheng Hong. (Foto: CNBC Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menabung sejak dini sering kali dianggap sebagai cara aman untuk mengelola keuangan. Namun, menurut investor kawakan Lo Kheng Hong, menabung di bank justru bisa menyebabkan seseorang “miskin secara perlahan”. Hal ini disampaikan Lo Kheng Hong dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) yang berlangsung baru-baru ini.

“Menempatkan uang di bank sebenarnya membuat kita miskin secara pelan-pelan, karena nilai uang kita semakin hari semakin menurun,” ujar Lo Kheng Hong, Minggu (22/9/2024).

Lo juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak tertarik berinvestasi di instrumen lain seperti obligasi atau emas. Menurutnya, bunga obligasi tidak memberikan hasil yang signifikan, sementara emas bukanlah investasi yang menarik baginya.

“Saya juga tidak membeli emas,” tegas Lo Kheng Hong.

Sebagai salah satu investor saham paling sukses di Indonesia, Lo Kheng Hong menekankan bahwa investasi saham adalah pilihan terbaik. Pria yang memiliki kekayaan ratusan miliar ini pernah meraup untung besar dari investasi di saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Keuntungan tersebut menjadi titik awal dari kesuksesan Lo dalam dunia investasi saham.

“Saya berinvestasi saham karena bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama dunia, terutama untuk investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur bisa berada di dalamnya,” jelas Lo.

Namun, Lo menyoroti bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih ragu untuk berinvestasi saham. Menurutnya, hampir 99% masyarakat lebih memilih menyimpan uang di bank atau membeli properti dibandingkan menempatkan dana di pasar saham.

Lo dikenal sebagai investor yang teliti, menghabiskan waktu panjang untuk membaca dan menganalisis laporan keuangan perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli saham. Ketelitian tersebut menjadi kunci keberhasilannya dalam memilih saham yang tepat untuk diinvestasikan.

“Jangan sembarangan memilih saham. Pelajari laporan keuangan dengan seksama, itulah kunci sukses saya,” pungkas Lo.

Investasi saham, bagi Lo Kheng Hong, bukan sekadar cara mengelola kekayaan, melainkan sebuah jalan menuju kebebasan finansial yang berkelanjutan.

Editor: Akil

Jokowi Akan Terima Uang Pensiun Seumur Hidup Usai Lengser Oktober 2024

0
Presiden dan Ibu Iriana Jokowi. (Foto: Sekretariat Kepresidenan)

NUKILAN.id | Jakarta – Masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir pada 20 Oktober 2024, kurang dari satu bulan lagi. Meskipun akan segera meninggalkan Istana Negara, Jokowi masih berhak menerima sejumlah fasilitas keuangan dari negara, termasuk uang pensiun seumur hidup.

Menurut ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya berhak menerima uang pensiun. Hal ini juga berlaku untuk Jokowi.

“Presiden dan Wakil Presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya berhak memperoleh pensiun,” demikian bunyi Pasal 6 Ayat 1 UU tersebut.

Besaran uang pensiun yang akan diterima Jokowi setara dengan 100% gaji pokok terakhir pejabat tertinggi negara. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi diberikan kepada pejabat setingkat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Ketua Mahkamah Agung (MA).

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa gaji pokok tertinggi pejabat negara adalah sebesar Rp 5.040.000 per bulan. Sementara itu, Presiden berhak mendapatkan enam kali gaji pokok tertinggi pejabat negara, yang artinya Jokowi akan menerima pensiun sebesar Rp 30.240.000 per bulan.

Selain uang pensiun, Jokowi juga akan tetap mendapatkan beberapa fasilitas lainnya sesuai aturan yang berlaku. Meskipun tak lagi menjabat sebagai Presiden, kehidupan keuangan Jokowi ke depannya akan tetap terjamin dengan berbagai tunjangan yang diberikan negara.

Pemerintahan Jokowi yang telah berjalan selama dua periode pun menandai berbagai pencapaian, termasuk kebijakan strategis di bidang infrastruktur dan ekonomi yang menjadi sorotan. Dengan berakhirnya masa jabatan pada Oktober nanti, Jokowi akan memasuki fase baru sebagai mantan presiden yang tetap dihormati dan diakui kontribusinya untuk negara.

Editor: Akil

Dua Perusahaan Asuransi Pilih Tutup, Ini Alasannya

0
Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: OJK)

NUKILAN.id | Jakarta – Dua perusahaan asuransi di Indonesia tengah mempertimbangkan untuk menyerahkan kembali izin usaha mereka. Langkah ini diambil karena pertimbangan efisiensi dan konsolidasi, serta ketidakmampuan memenuhi persyaratan modal yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa keputusan ini menjadi pilihan terakhir bagi kedua perusahaan tersebut.

“Saat ini ada dua perusahaan asuransi yang mempertimbangkan untuk mengembalikan izin usahanya karena kepentingan efisiensi dan konsolidasi, atau kemungkinan tidak akan dapat memenuhi persyaratan modal,” kata Ogi dalam keterangan tertulis, Senin (23/9/2024).

Jumlah Pemain Asuransi Melimpah, Modal Terbatas

Ogi menambahkan, sektor asuransi saat ini dihadapkan pada kondisi banyaknya pemain yang beroperasi dengan keterbatasan modal. Hal ini membuat merger, akuisisi, dan konsolidasi menjadi langkah yang tak terhindarkan, mirip dengan tren yang terjadi di sektor perbankan.

“Sebagian besar perusahaan asuransi masih bersikap wait and see terkait pemenuhan modal pada tahun 2026 dan 2028,” jelas Ogi.

Aturan Modal Inti

Peraturan OJK Nomor 23 Tahun 2023 menetapkan ketentuan modal bagi perusahaan asuransi dan reasuransi. Untuk perusahaan asuransi yang baru berdiri, modal disetor minimal Rp 1 triliun, sementara untuk perusahaan reasuransi minimum Rp 2 triliun.

Sedangkan bagi perusahaan asuransi yang sudah beroperasi, mereka harus memiliki ekuitas minimum Rp 250 miliar, dan Rp 100 miliar untuk perusahaan asuransi syariah, paling lambat 31 Desember 2026. Bagi perusahaan reasuransi, ekuitas minimum ditetapkan sebesar Rp 500 miliar, dan Rp 250 miliar untuk reasuransi syariah.

Kelompok Perusahaan Berdasarkan Ekuitas

OJK juga membagi perusahaan asuransi ke dalam dua kelompok, yakni Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE) 1 dan KPPE 2. Pada tahap pertama, KPPE 1 diwajibkan memiliki ekuitas minimum Rp 500 miliar, sementara untuk asuransi syariah minimal Rp 200 miliar, dengan batas waktu hingga 31 Desember 2028.

Perusahaan reasuransi konvensional di KPPE 1 harus memiliki ekuitas minimal Rp 1 triliun, dan untuk reasuransi syariah Rp 400 miliar. Sedangkan, perusahaan asuransi di KPPE 2 wajib memiliki ekuitas minimal Rp 1 triliun, dan asuransi syariah Rp 500 miliar. Untuk perusahaan reasuransi KPPE 2, ekuitas minimum yang harus dimiliki adalah Rp 2 triliun dan Rp 1 triliun untuk reasuransi syariah.

Kondisi ini membuat banyak perusahaan asuransi menilai bahwa mereka perlu konsolidasi atau bahkan mempertimbangkan untuk menyerahkan kembali izin usaha.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas perusahaan di tengah tuntutan modal yang semakin ketat,” tutup Ogi.

Editor: Akil