Beranda blog Halaman 883

Antusiasme Warga Banda Aceh Saksikan Upacara HUT ke-79 TNI di Blang Padang

0
Antusiasme Warga Banda Aceh Saksikan Upacara HUT ke-79 TNI di Blang Padang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga Banda Aceh memadati Lapangan Blang Padang, Sabtu (5/10/2024), untuk menyaksikan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlangsung dengan penuh khidmat. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, terutama saat menyaksikan berbagai atraksi memukau yang ditampilkan oleh prajurit TNI dari berbagai matra.

Upacara yang dihadiri jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh ini dimulai dengan tembakan meriam yang menggelegar, menandai pembukaan di hadapan barisan prajurit yang berdiri tegap.

Salah satu momen yang paling dinantikan oleh warga adalah atraksi akrobatik yang dilakukan personel Angkatan Udara dengan menggunakan paramotor. Mereka berhasil membuat penonton terpukau dengan manuver-manuver lincah di udara sebelum mendarat dengan sempurna di lapangan.

Tidak hanya itu, upacara ini juga menghadirkan rangkaian atraksi militer seperti demonstrasi bela diri, taktik tempur, hingga parade alutsista yang memamerkan kekuatan pertahanan Indonesia. Penampilan para prajurit ini mendapat sambutan hangat dari ribuan warga yang hadir, termasuk pelajar dari berbagai sekolah yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Yanti, seorang mahasiswa di Banda Aceh yang hadir bersama teman-temannya, mengatakan bahwa ini kali pertama dirinya menyaksikan upacara TNI langsung.

“Atraksi paramotornya luar biasa, keren pokonya,” kata Yanti kepada Nukilan.id, Sabtu (5/10/2024)

Peringatan HUT TNI tahun ini mengusung tema “TNI Modern Bersama Rakyat, Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional untuk Indonesia Maju”. Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Brigjen Ayi Supriatna, ditekankan pentingnya transformasi TNI menjadi kekuatan militer modern yang siap menghadapi tantangan global. Pesan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari para prajurit dan masyarakat yang hadir.

Upacara ditutup dengan defile pasukan yang disertai parade alutsista, menampilkan berbagai kendaraan tempur dan persenjataan milik TNI. Warga yang hadir tampak antusias mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel mereka.

“Saya bangga melihat kekuatan TNI kita, ini menunjukkan bahwa kita siap menghadapi segala tantangan demi menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Muhammad Faisal, seorang warga yang datang bersama keluarganya.

Upacara HUT ke-79 TNI di Lapangan Blang Padang ini tidak hanya menjadi ajang formalitas militer, tetapi juga sebuah perayaan yang menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Banda Aceh. Kehadiran warga yang begitu antusias menjadi bukti kuat bahwa TNI selalu bersama rakyat, serta mengukuhkan hubungan erat antara tentara dan masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Permintaan Daging Ayam di Pasar Induk Lambaro Meningkat Selama Bulan Maulid

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Selama bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, permintaan daging ayam potong di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Jamaluddin, salah seorang pedagang ayam di pasar tersebut.

Meningkatnya permintaan ini sejalan dengan tradisi masyarakat Aceh yang kerap menyelenggarakan berbagai acara keagamaan selama bulan Maulid.

“Bulan Maulid ini kan bulan yang penuh berkah. Banyak masyarakat yang mengadakan acara, sehingga permintaan daging ayam pun ikut naik,” kata Jamaluddin kepada Nukilan, Sabtu (5/10/2024).

Meskipun permintaan tinggi, Jamaluddin memastikan bahwa pasokan daging ayam potong di pasar masih aman. Harga daging ayam saat ini pun terpantau cukup stabil, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp70.000 untuk ukuran jumbo.

“Harga relatif stabil karena kita tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi, walaupun untung kita sangat kecil,” tambah Jamaluddin.

Reporter: Rezi

Kodam Iskandar Muda Gelar Upacara HUT ke-79 TNI di Lapangan Blang Padang

0
Kodam Iskandar Muda Gelar Upacara HUT ke-79 TNI di Lapangan Blang Padang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) berlangsung khidmat di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu (5/10/2024).

Amatan Nukilan.id di lokasi, upacara ini dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi, bersama jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan ribuan prajurit TNI dari berbagai matra.

Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigjen TNI Ayi Supriatna, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Suasana upacara semakin semarak dengan bunyi tembakan meriam yang menggelegar, menandai dimulainya perayaan. Atraksi akrobatik dari personel Angkatan Udara yang terbang menggunakan paramotor juga menjadi daya tarik tersendiri, membuat ribuan warga yang memadati lapangan bersorak kagum.

Brigjen Ayi Supriatna kemudian memasuki lapangan diiringi alunan musik militer. Sebuah jeep militer membawanya berkeliling untuk melakukan inspeksi pasukan dari matra darat, laut, dan udara. Kehadiran Brigjen Ayi dengan kewibawaannya mempertegas soliditas TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Brigjen Ayi, ditekankan pentingnya transformasi TNI menjadi kekuatan militer modern yang siap menghadapi tantangan global. Tema HUT TNI tahun ini, “TNI Modern Bersama Rakyat, Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional untuk Indonesia Maju”, menjadi dasar bagi visi ke depan TNI.

Brigjen Ayi juga menegaskan bahwa peran TNI bukan hanya di medan tempur, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah dinamika yang semakin kompleks.

“TNI harus terus membangun hubungan yang baik dengan seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, guna menciptakan sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan dan kestabilan negara,” ujarnya.

Dalam amanatnya, Brigjen Ayi juga mengapresiasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang telah membawa Indonesia menuju kemajuan selama sepuluh tahun terakhir. Ia juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat untuk mendukung kepemimpinan baru di bawah Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dalam menjaga persatuan dan menuju masa depan yang lebih baik.

Usai amanat, acara dilanjutkan dengan atraksi spektakuler dari prajurit TNI. Demonstrasi bela diri, taktik tempur, dan defile pasukan yang diiringi parade alat utama sistem senjata (alutsista) memukau ribuan penonton yang memenuhi Lapangan Blang Padang. Tepuk tangan meriah mengiringi aksi para prajurit yang menunjukkan keterampilan mereka dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Perayaan HUT TNI kali ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Antusiasme ribuan warga yang hadir menunjukkan bahwa TNI tidak hanya dihormati sebagai institusi militer, tetapi juga dicintai oleh rakyat yang mereka jaga. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

FMWA Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Utama Pembangunan SDM di Indonesia

0
FMWA Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Utama Pembangunan SDM di Indonesia. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Forum Majelis Wali Amanat (FMWA) Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH) Indonesia, Prof Mohammad Nuh, menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum MWA PTN BH seluruh Indonesia di Banda Aceh, Jumat (4/10/2024).

“Kita ingin meneguhkan dan meyakinkan pemerintahan baru agar memberikan kepercayaan penuh bahwa pembangunan SDM merupakan jalan terbaik melalui dunia pendidikan, salah satunya perguruan tinggi,” ujar Prof Nuh di Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Prof Nuh menekankan pentingnya meningkatkan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan bangsa. Menurutnya, FMWA akan terus memberikan pemikiran terhadap kemajuan dunia pendidikan, tidak hanya pada level perguruan tinggi negeri, tetapi juga pendidikan secara keseluruhan di Indonesia.

“Silaturahmi dan rapat kerja ini juga membahas berbagai aspek kemajuan dan langkah-langkah yang harus diambil oleh PTN BH dalam mempersiapkan pendidikan bagi generasi bangsa,” tambahnya.

Prof Nuh juga menyoroti pentingnya memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak berprestasi yang kurang mampu secara finansial. Saat ini, PTN BH telah mengalokasikan 20 persen dari total penerimaan mahasiswa untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik yang baik.

“Alhamdulillah, PTN BH telah menjalankan komitmen untuk memberikan akses ke perguruan tinggi bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Bahkan, ada beberapa perguruan tinggi yang memberikan alokasi lebih dari 20 persen,” jelasnya.

Selain itu, Prof Nuh juga mengimbau seluruh PTN BH untuk memaksimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada dan tidak hanya bergantung pada pendanaan dari pemerintah. Saat ini, rata-rata sumber pendanaan dari PTN BH berasal dari luar pemerintah, yang mencapai 67 persen, sementara dana dari pemerintah berkisar antara 30 hingga 40 persen.

“Kami berharap seluruh PTN BH terus berupaya mencari sumber-sumber pendanaan di luar pemerintah, sehingga kemandirian perguruan tinggi dapat terwujud,” katanya.

Prof Nuh juga menyampaikan harapannya terhadap kemajuan pendidikan di Aceh, terutama di Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh, sebagai salah satu PTN BH di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia FMWA, Prof Rusli Yusuf, mengatakan bahwa Universitas Syiah Kuala mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah dalam kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum MWA PTN BH se-Indonesia yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2024.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan ini dan berharap pertemuan ini dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia pendidikan di Tanah Air,” ujar Prof Rusli.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar PTN BH se-Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses bagi generasi muda, terutama mereka yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi.

17 Desa di Aceh Utara Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

0
17 Desa di Aceh Utara Terendam Banjir. (Foto: MetroTvNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 17 desa di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terendam banjir sejak dua hari terakhir. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut serta luapan sungai membuat ratusan warga terdampak dan aktivitas ekonomi maupun pendidikan terhenti.

Banjir merendam kawasan di tiga kecamatan, yakni Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Kondisi ini bukanlah hal baru bagi warga setempat, karena daerah tersebut menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Di Kecamatan Matangkuli, desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Lawang, Tanjung Haji Muda, Alue Thoe, Meuria, Hagu, Tumpok Barat, Siren, Beuringen, dan Alue Thoe. Sementara itu, di Kecamatan Pirak Timu, banjir merendam Desa Leupe, Krueng Kreh, Pange, dan Alue Bungkoh.

Ketinggian air di sejumlah desa, seperti Desa Tanjung Haji Muda dan Desa Lawang, mencapai 60 cm hingga 1,5 meter. Akibatnya, sekitar 400 warga di kedua desa tersebut harus mengungsi ke tempat penampungan sementara yang berada di lokasi lebih aman.

Selain itu, puluhan ternak lembu dan kambing milik warga juga harus diungsikan ke atas tanggul irigasi untuk menghindari ancaman banjir.

“Untuk kebutuhan bahan makanan, warga harus membawa dari rumah atau memasak sendiri,” ungkap Zulfadli, tokoh muda dari Kecamatan Matangkuli, Jumat (4/10/2024).

Zulfadli menjelaskan bahwa banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir pertama di musim hujan tahun ini. Meski demikian, bantuan darurat berupa bahan pangan bagi pengungsi hingga kini belum terlihat.

“Ini banjir pertama memasuki musim hujan. Di sini langganan banjir akibat luapan Sungai Krueng Keureutoe dan Krueng Pirak. Biasanya dalam setahun bisa 14 hingga 19 kali banjir,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan bantuan untuk para pengungsi yang kini terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara tanpa pasokan makanan yang memadai.

Kondisi banjir yang terus berulang ini tentu memerlukan perhatian serius agar masyarakat tidak selalu menjadi korban ketika musim penghujan tiba.

Editor: Akil

Harga Cabai Merah di Pasar Induk Lambaro Turun, Bawang Merah Naik

0
Cabai merah di Pasar Induk Lambaro Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar gembira bagi para ibu rumah tangga! Harga cabai merah yang selama ini menjadi momok karena harganya yang pedas di kantong, kini mengalami penurunan drastis di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar.

Menurut Syukri, seorang pedagang di pasar tersebut, harga cabai merah saat ini hanya berkisar Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Padahal, bulan lalu harga komoditas ini masih berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

“Penurunan harga ini disebabkan karena banyaknya pasokan cabai dari petani. Kemungkinan besar, para petani sedang memasuki musim panen,” kata Syukri saat ditemui Nukilan di lapaknya, Sabtu (5/10/2024).

Meski harga cabai merah merosot tajam, komoditas lain seperti cabai hijau dan cabai rawit masih relatif stabil. Cabai hijau dijual dengan harga Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit dibanderol Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

Sementara itu, harga tomat juga terpantau stabil di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.

Berbeda dengan cabai, harga bawang merah justru mengalami kenaikan. Saat ini, bawang merah dijual dengan harga Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya, harga bawang merah berkisar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

“Untuk bawang putih, harganya saat ini berada di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Penerimaan Negara dari Sektor Bea Cukai dan Pajak di Aceh Tembus Rp 949 Miliar

0
Ilustrasi Pajak. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penerimaan negara dari sektor kepabeanan, cukai, dan perpajakan di Aceh mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kuartal III tahun 2024. Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh melaporkan penerimaan yang mencapai Rp 949,30 miliar, tumbuh 465,61 persen secara year on year (YoY), dengan importasi gas alam mendominasi penerimaan dari bea masuk.

“Penerimaan dari sektor kepabeanan, cukai, dan perpajakan yang berhasil dikumpulkan Bea Cukai Aceh mencapai Rp 949,30 miliar, atau meningkat 465,61 persen secara YoY,” kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).

Leni mengungkapkan bahwa penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai hingga akhir kuartal III 2024 telah mencapai 126,09 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total penerimaan pada periode Januari hingga 30 September 2024 mencapai Rp 239,39 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 185,33 persen YoY.

“Penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh signifikan, didorong oleh peningkatan bea masuk sebesar 460,86 persen dan cukai sebesar 285,01 persen,” ujarnya.

Secara rinci, Bea Cukai Aceh mencatatkan penerimaan bea masuk sebesar Rp 228,01 miliar, cukai Rp 5,45 miliar, dan bea keluar Rp 5,93 miliar. Sementara itu, dari sektor perpajakan, penerimaan terdiri dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor sebesar Rp 558,09 miliar, Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor sebesar Rp 121,81 miliar, serta penerimaan lain dari kegiatan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 709,91 miliar.

Leni menjelaskan bahwa importasi gas alam berupa gas propana dan butana menjadi komponen terbesar dalam penerimaan bea masuk. Sementara itu, pembayaran cukai hasil tembakau juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan cukai di Aceh.

Bea Cukai Aceh terus berkomitmen mengamankan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi eksplorasi migas di Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, serta meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) di Lhokseumawe dan Calang, Aceh Jaya. Selain itu, Bea Cukai Aceh juga memberikan asistensi kepada UMKM guna mendorong peningkatan produksi dan ekspor.

“Selain itu, kami juga memperketat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dan barang impor ilegal lainnya, memberikan kemudahan dalam penerbitan izin usaha di bidang kepabeanan dan cukai, serta berbagai upaya lainnya untuk meningkatkan penerimaan negara,” tutup Leni.

Peningkatan penerimaan negara di Aceh ini menunjukkan bahwa sektor kepabeanan dan perpajakan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah dan menambah pendapatan negara. Bea Cukai Aceh berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran ini dengan berbagai program dan langkah strategis ke depan.

Editor: Akil

DPR Aceh Tetapkan Empat Pimpinan Definitif 2024-2029, Diusulkan ke Mendagri

0
Gedung DPRA. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menetapkan empat pimpinan definitif periode 2024-2029 dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (4/10/2024) malam di Gedung Utama DPR Aceh, Banda Aceh. Penetapan tersebut terdiri dari satu ketua dan tiga wakil ketua yang nantinya akan diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendapatkan pengesahan.

Amatan Nukilan.id, Ketua Sementara DPRA, Zulfadli, yang memimpin jalannya rapat paripurna menyatakan bahwa usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Ketua dan Wakil Ketua DPRD provinsi disahkan dengan keputusan Mendagri,” ujar Zulfadli.

Adapun empat pimpinan DPRA yang ditetapkan untuk periode 2024-2029 adalah Zulfadli dari Partai Aceh sebagai Ketua, Saifuddin Muhammad dari Partai NasDem sebagai Wakil Ketua I, Ali Basrah dari Partai Golkar sebagai Wakil Ketua II, dan Salihin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Wakil Ketua III.

Penentuan posisi pimpinan tersebut berdasarkan hasil Pemilu 2024, di mana Partai Aceh meraih kursi terbanyak dengan 20 kursi, disusul oleh Partai NasDem dengan 10 kursi, serta Partai Golkar dan PKB yang masing-masing memperoleh sembilan kursi. Meskipun ada selisih perolehan suara, penetapan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penetapan ini telah sesuai dengan ayat 1 huruf b UU Nomor 23 Tahun 2014, yang menyebutkan bahwa pimpinan DPRD provinsi terdiri dari satu orang ketua dan tiga wakil ketua untuk DPRD beranggotakan 45-84 orang,” jelas Zulfadli.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa pimpinan DPRD provinsi berasal dari partai politik yang memiliki urutan perolehan kursi terbanyak di legislatif, dan diajukan oleh masing-masing partai politik tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zulfadli mengungkapkan bahwa keputusan rapat paripurna ini akan segera diusulkan kepada Mendagri melalui Gubernur Aceh untuk ditetapkan secara resmi.

“Jadi, ini tinggal di Gubernur Aceh nanti yang mengusulkan dan menyampaikan ke Mendagri untuk pengesahan,” pungkasnya.

Penetapan empat pimpinan ini menjadi langkah awal penting bagi DPRA dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik dalam hal legislasi maupun pengawasan terhadap kebijakan pemerintah provinsi. Keberhasilan dalam mencapai kesepakatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi stabilitas politik di Aceh serta kesejahteraan masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Siklus Budaya Kekerasan di Pesantren yang terus Berulang

0
Ilustrasi santri pondok pesantren. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Baru-baru ini masyarakat Aceh dikejutkan dengan kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Aceh Barat. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Rabu (2/10/2024) menunjukkan salah seorang anak yang meringis kesakitan karena perih. Dia lantas menceburkan diri ke dalam bak mandi sambil menangis. Seorang perempuan yang merupakan neneknya berusaha menenangkan cucunya tersebut.

Anak tersebut bernama Teuku (15) yang diduga disiram dengan air cabai oleh salah seorang istri pimpinan Pesantren Inti Darul Hasanah di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat berinisial NN (40). Selain disiram dengan air cabai, kepala Teuku juga digunduli. Dia dinilai telah melakukan pelanggaran karena ketahuan merokok.

Polisi lantas langsung memeriksa terduga pelaku. Kasatreskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy mengatakan Penyidik Reserse Polres Aceh Barat telah melakukan pemeriksaan kepada NN terkait viralnya video kasus kekerasan terhadap anak pada lembaga pendidikan tersebut. Fachmi menyebutkan kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada Senin (30/9/2024) lalu. Lantas, pada Selasa (1/10/2024), keluarga korban melaporkan kasus tersebut kepada Polres Aceh Barat dengan nomor Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/X/2024/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH.

Lalu, pada Jumat (4/10/2024), NN ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Aceh Barat. Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana mengatakan polisi telah menetapkan istri pimpinan pondok pesantren yang berinisial NN tersebut menjadi tersangka penganiayaan santri.

Dikecam Publik

Kasus ini menjadi sorotan dan dikecam oleh publik di Aceh. Kasus ini dianggap hanya semakin menguatkan stigma pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak ramah terhadap anak dan penuh dengan teror dan tradisi kekerasan.

Jaringan Pondok Pesantren Ramah Anak (JPPRA) mengecam tindak kekerasan di pesantren seperti yang dialami oleh Teuku.

“Kami mengecam peristiwa dugaan tindak kekerasan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Aceh Barat. Seorang santri bernama Teuku (15) menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan istri pimpinan pesantren berinisial NN (40), pada Senin, 30 September 2024,” kata Koordinator Nasional JPPRA, Kiai Yoyon Syukron Amin dalam keterangan resminya, Jumat (4/10/2024).

Menyikapi hal tersebut, JPPRA secara tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap santri di lingkungan pesantren, baik fisik maupun psikis. Yoyon menambahkan kekerasan tidak pernah dapat dibenarkan sebagai bentuk disiplin dalam lembaga pendidikan, terutama pesantren yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik.

“JPPRA juga sangat menghormati hak-hak anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 yang menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan dari perlakuan salah, eksploitasi, serta kekerasan fisik dan mental,” kata Yoyon.

Praktisi hukum yang terlibat dalam advokasi perlindungan anak, Hermanto mengatakan bahwa kekerasan yang dilakukan NN adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan dan harus dihukum seberat-beratnya agar tak ada korban lainnya di masa depan.

Menurutnya, tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam dan merupakan penghinaan terhadap moralitas.

“Sebagai seorang pemimpin pondok pesantren, dia seharusnya menjadi teladan, bukan melakukan tindakan barbar seperti ini. Ini jelas melanggar hukum dan tidak bisa dibenarkan,” ujar Hermanto, dikutip Nukilan dari Dialeksis, Kamis (3/10/2024).

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Aklima mengatakan penerapan hukuman berupa kekerasan fisik dalam lembaga pendidikan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

Menurut dia, masih banyak pihak yang membiarkan tindakan kekerasan kepada anak dengan dalih pendisiplinan. Hal ini menurutnya tak bisa dibenarkan.

“Pemberian hukuman dalam bentuk kekerasan fisik adalah metode pembelajaran yang sudah usang. Kita perlu mendorong metode belajar dan pengasuhan yang lebih humanis,” kata Aklima kepada Nukilan, Jumat (4/10/2024).

Bahkan, beberapa hari sebelum peristiwa ini terjadi, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap pendidik atau tenaga kependidikan hukumnya haram.

Hal itu tertuang dalam salah satu poin Rancangan Fatwa MPU Aceh yang dibacakan Kabag. Persidangan MPU Aceh, Ahmad Taufik saat penutupan Sidang Paripurna di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba MPU Aceh, Kamis (26/9/2024). Sidang ini melahirkan lima poin fatwa dan 11 poin tausiyah.

“Pendidik atau tenaga kependidikan dalam pandangan Islam berkedudukan sebagai wakil dari orang tua atau wali dari peserta didik. Oleh karenanya wajib ditaati dan dihormati,” ujar Ahmad Taufik dilansir dari laman resmi MPU Aceh, Jumat (27/9/2024).

Budaya Kekerasan

Masifnya kasus kekerasan yang terjadi hingga membuat korban meninggal di lingkungan pesantren kian menabalkan permisifnya budaya kekerasan lembaga pendidikan. Sebelum kasus penyiraman air cabai di Aceh Barat, beberapa kasus kekerasan serupa atau bahkan lebih parah yang membuat santri meninggal dunia marak terjadi di Indonesia.

Pada 20 November 2022 lalu, seorang santri Pondok Pesantren Takmirul Islam, Masaran, Sragen, Jawa Tengah bernama Daffa Washaf Waluyo (14) meninggal dunia secara tak wajar akibat dianiaya seniornya sehari sebelumnya. Dalam sidang yang digelar pada Jumat (5/5/2023) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen memvonis MH (17) dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp50 juta karena terbukti menganiaya juniornya, Daffa hingga berujung kematian.

Lalu pada 10 September 2023 lalu, salah seorang santri pondok pesantren di Klepu Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah tewas setelah dikeroyok delapan orang teman satu kamar di pesantren tersebut. Dia dianiaya lantaran diduga mencuri uang temannya. Pengurus pondok pesantren sempat melarikan korban ke Puskesmas Rejosari Pringsurat. Namun karena tutup lalu dibawa ke rumah inap Gumuk Walik, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Korban diketahui meninggal dalam perjalanan.

Kemudian pada 4 Desember 2023, salah seorang santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat berinisial MHAD (18) meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh temannya sendiri sesame santri di ponpes tersebut. Dipicu oleh perselisihan kecil antara korban dan sesama teman santri lain sehingga terjadi pemukulan. Ternyata, aksi pemukulan tersebut berlanjut hingga dini hari keesokan harinya.

Para pelaku pemukulan kemudian membawa korban ke gudang di lantai satu lalu menguncinya dari luar. Korban ditemukan oleh wali asrama dalam kondisi masih sadar dengan sejumlah luka lebah di tubuh. Korban kemudian dirujuk ke RSUD ’45 Kuningan dan harus menjalani operasi. Sehari setelah operasi, kondisi korban memburuk dan meninggal dunia pada Senin (4/12/2023) pagi.

Teranyar, kasus penganiayaan santri yang berujung kematian terjadi di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah Kediri, Jawa Timur pada 23 Februari 2024 lalu. Korban bernama Bintang Balqis Maulana (14) tewas dihajar empat seniornya. Pelaku berdalih dibuat jengkel oleh korban. Kasus ini terkuak setelah video kemarahan keluarga korban kepada korban yang mengantarkan jenazah Bintang viral. Di video tersebut tampak darah masih berceceran dari kain kafan korban. Polisi kemudian menetapkan empat orang tersangka, yaitu MN (18) asal Sidorjo, MA (18) asal Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, dan AK (17) asal Surabaya.

Farhan Arif Sumawiharja dan Muhammad Mustofa dalam jurnal “Kekerasan Fisik di Pondok Pesantren dan Pencegahannya” (2023) menjelaskan pesantren menciptakan kondisi hierarki yang muncul dari sosok kyai atau pemimpin pesantren yang mendapatkan pengkultusan dari para santri dan tenaga pendidik di pesantren. Struktur hierarki itu disalurkan dari atas ke bawah kepada pengasuh dan ustaz di pesantren, dan kemudian didelegasikan dalam pendisiplinan kepada santri senior.

“Struktur hierarki tersebut memunculkan extreme authority. Kondisi tersebut mendorong adanya pelaku yang termotivasi dan menciptakan suatu kondisi yang memposisikan santri junior sebagai korban yang tepat atau rentan dari kasus kekerasan fisik,” tulis Farhan dan Mustofa.

Sementara Ahmad Natsir dan Khabibur Rohman dalam “Kekerasan di Pondok Pesantren: Aktor, Motif, dan Sebaran Geografis” (2024) menyebutkan 67 persen pelaku tindak kekerasan di pesantren adalah senior atau orang yang oleh pengelola pondok pesantren diberi kepercayaan mengurus pondok pesantren. Sedangkan pemicu terjadinya kasus adalah perselisihan antar individu dan tuduhan pencurian. Sementara motif tindak kekerasan didominasi oleh motif memberikan hukuman yang diniatkan “untuk mendisplinkan”.

“Penting bagi pesantren untuk memberikan kewenangan yang jelas, terukur, dan termonitor kepada senior atau pengurus, terutama dalam hal membina dan menyelesaikan masalah di pesantren. Selain itu, pesantren perlu mengupayakan agar nilai welas asih dan antikekerasan yang merupakan inti ajaran agama Islam tidak hanya sebatas menjadi pengetahuan, tapi juga menjadi habit yang terus dilatihkan,” demikian ditulis Natsir dan Rohman dalam jurnal tersebut. ***

Reporter: Sammy

Zulfadhli Resmi Ditetapkan sebagai Ketua DPRA 2024-2029

0
Zulfadli, A.Md., politikus dari Partai Aceh, resmi dilantik sebagai Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menetapkan Zulfadhli dari Partai Aceh (PA) sebagai Ketua DPRA periode 2024-2029 dalam rapat paripurna yang berlangsung Jumat malam (4/10/2024) di Gedung Utama DPRA. Penetapan ini dilakukan melalui agenda usulan calon pimpinan definitif DPRA.

Dalam rapat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan) Khudri membacakan Surat Keputusan (SK) penetapan Ketua dan Wakil Ketua DPRA berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRA.

Adapun susunan pimpinan DPRA yang ditetapkan adalah:

  1. Ketua: Zulfadhli (Partai Aceh)
  2. Wakil Ketua: Syaifuddin Muhammad (Partai NasDem)
  3. Wakil Ketua: Ali Basrah (Partai Golkar)
  4. Wakil Ketua: Salihin (Partai Kebangkitan Bangsa/PKB)

“Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan diperbaiki sebagaimana mestinya,” kata Khudri saat membacakan SK penetapan.

Setelah pembacaan SK tersebut, Zulfadhli yang memimpin rapat paripurna menanyakan kepada seluruh anggota DPRA yang hadir apakah mereka setuju dengan rancangan keputusan dewan tersebut. Seluruh anggota dewan menyatakan setuju, yang kemudian ditandai dengan ketukan palu sidang sebagai simbol pengesahan.

Amatan Nukilan.id, rapat penetapan pimpinan DPRA tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Azwardi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, serta anggota DPRA periode 2024-2029.

Pelantikan Zulfadhli beserta tiga wakilnya diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kinerja DPRA lima tahun mendatang. Penetapan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat fungsi legislatif Aceh dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah dan memperjuangkan aspirasi rakyat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah