Beranda blog Halaman 882

Tol Trans Sumatera Tersambung Penuh Lampung-Aceh pada 2029

0
Jalan Tol Stabat- Kuala Bingai. (Foto: Kementerian PUPR RI)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk merampungkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.994 kilometer (km). Proyek ini menjadi salah satu prioritas di era pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, dengan target selesai pada tahun 2029.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan JTTS akan menjadi proyek prioritas dalam lima tahun ke depan. Nantinya, tol yang menghubungkan Aceh hingga Lampung diharapkan dapat tersambung sepenuhnya.

“Kita harus menyelesaikan lima tahun depan itu nyambung Trans Sumatera. Itu target utama. Kita sudah rekomendasikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur PUPR, salah satunya tol, itu harus insyaallah bisa menyambungkan Tol Trans Sumatera,” kata Basuki di Jakarta Selatan, Minggu (6/10/2024).

Menurut Basuki, pembangunan JTTS menyisakan beberapa ruas yang belum tuntas, namun sebagian besar ruas sudah siap diresmikan. Bahkan, sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir, akan ada sejumlah ruas tol lagi yang akan diresmikan.

“Sejujurnya, hari ini sudah bisa diresmikan yang Tempino-Bayung Lencir di Jambi, sepanjang 23 km. Di Kisaran juga sudah siap. Jadi tinggal beberapa ruas lagi, tapi tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Beberapa ruas tol yang akan diresmikan dalam waktu dekat termasuk ruas Tempino-Bayung Lencir di Jambi dan ruas Indrapura-Kisaran di Sumatera Utara. Kedua ruas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat konektivitas antarwilayah di Sumatera.

Pembangunan JTTS telah dimulai sejak 2015 dengan target besar yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan ada 1.100 kilometer ruas tol yang tersambung.

“Jalan tol ini jadi bagian Trans Sumatera sepanjang 2.994 kilometer, dan kita harapkan sampai akhir tahun tol Sumatera sudah tembus di 1.100 kilometer,” kata Jokowi saat meresmikan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, pada Selasa (10/9/2024).

Dari total 24 ruas tol yang masuk dalam megaproyek JTTS, ditargetkan proyek ini akan selesai dalam empat tahap. Pada akhir 2024, sekitar 16 ruas tol diproyeksikan selesai, termasuk 14 ruas pada tahap pertama dan dua ruas pada tahap kedua.

Dengan tersambungnya JTTS, konektivitas Sumatera dari Lampung hingga Aceh diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, serta mempercepat distribusi barang di seluruh wilayah Sumatera. Proyek ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur demi kemajuan Indonesia.

Editor: Akil

BM Aceh Besar dan Islamic Relief Salurkan Rumah Tahan Gempa untuk Warga Peukan Bada

0
BM Aceh Besar dan Islamic Relief Salurkan Rumah Tahan Gempa untuk Warga Peukan Bada. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Baitul Mal (BM) Aceh Besar bersama Islamic Relief Indonesia menyalurkan bantuan berupa rumah layak huni tahan gempa kepada Muhammad Yunus, seorang warga kurang mampu di Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Penyerahan kunci rumah tipe 36 dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Camat Peukan Bada, Agus Salahuddin, S.H., didampingi oleh unsur Muspika pada Jumat (4/10/2024).

Seremoni penyerahan kunci berlangsung dengan disaksikan oleh Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, Koordinator Islamic Relief Indonesia Wilayah Aceh, Yusrizal Puteh, serta Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Aceh Misra Yana dan TKSK Kecamatan Peukan Bada.

Dalam sambutannya, Camat Peukan Bada, Agus Salahuddin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan rumah layak huni yang diberikan kepada salah satu keluarga duafa di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Baitul Mal Aceh Besar dan Islamic Relief Indonesia atas kepedulian terhadap warga kurang mampu di Peukan Bada. Ini merupakan wujud nyata sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, menjelaskan bahwa pembangunan rumah bantuan layak huni ini melalui proses yang panjang, mulai dari verifikasi hingga validasi kategori kelayakan penerima.

“Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh petugas TKSK Kecamatan Peukan Bada,” jelas Azwir.

Aceh Area Coordinator Islamic Relief Indonesia, Yusrizal Puteh, menyampaikan bahwa rumah layak huni tahan gempa ini dibangun dan diserahkan kepada penerima manfaat tanpa biaya apapun. Selain itu, keluarga penerima juga mendapatkan dana tambahan sebesar Rp6,5 juta untuk memenuhi kebutuhan primer rumah.

“Penerima manfaat tidak dikenakan biaya sepeser pun, bahkan mereka mendapatkan dana tambahan untuk memilih perlengkapan primer isi rumah,” terang Yusrizal.

Muhammad Yunus, penerima manfaat, bersama istrinya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku baru pertama kali bertemu dengan pihak Baitul Mal dan Islamic Relief Indonesia saat penyerahan rumah tersebut.

“Sejak awal pembangunan rumah ini, saya tidak pernah kenal atau bertemu dengan Bapak dari Baitul Mal dan Pak Yusrizal, baru hari ini saya ketemu saat penyerahan rumah bantuannya,” ungkap Muhammad Yunus dengan mata berkaca-kaca di hadapan perangkat desa Gampong Peukan Bada.

Bantuan rumah layak huni tahan gempa ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga penerima, terutama mengingat daerah Aceh yang rawan gempa. Program ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Editor: Akil

Perkuat Kualitas Laporan Keuangan, Koperasi Aceh Ikuti Coaching Standar Akuntansi Terbaru

0
Koperasi Aceh Ikuti Coaching & Mentoring Standar Akuntansi Terbaru. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Koperasi dan UKM Aceh bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh menggelar kegiatan “Coaching & Mentoring Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi” yang diselenggarakan pada Sabtu, 5 Oktober 2024, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh. Kegiatan ini mengusung topik penting mengenai peraturan terbaru, yakni Permenkop Nomor 2 Tahun 2024 dan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP).

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen, seperti koperasi dari seluruh Aceh, anggota IAI wilayah Aceh, serta dosen dari berbagai universitas di Aceh. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Dr. Iskandarsyah Madjid, SE., MM, mewakili Plh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, dan Dr. Fazli Syam BZ, SE., M.Si., Ak., CA., Cert. DA, Ketua IAI Wilayah Aceh.

Dr. Iskandarsyah Madjid dalam sambutannya mengapresiasi peran Ikatan Akuntan Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, peran akuntan sangat penting dalam mendukung koperasi agar memiliki laporan keuangan yang sesuai standar.

“Para akuntan memiliki peran strategis dalam tubuh koperasi sebagai pembuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih intensif bagi koperasi,” ungkapnya kepada Nukilan.id.

Sementara itu, Ketua IAI Wilayah Aceh, Dr. Fazli Syam BZ, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik bagi koperasi di Aceh untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini, sekaligus memperkenalkan peraturan terbaru seperti Permenkop Nomor 2 Tahun 2024 dan Standar Akuntansi Keuangan Berbasis Entitas Privat,” ujarnya.

Coaching & mentoring ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Mirna Indriani, SE., M.Si., Ak., CA, Guru Besar Jurusan Akuntansi FEB USK, yang membahas Permenkop Nomor 2 Tahun 2024; Mahlizar Arbas, CPA., CPI., ASEAN CPA, yang merupakan pimpinan Kantor Akuntan Publik (KAP) Mahlizar Arbas, dan menjelaskan tentang Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat; serta Apriansyah, SE., Ak., CA., ASEAN CPA, pimpinan Kantor Jasa Akuntan (KJA) Apriansyah, yang memberikan praktik langsung penyusunan laporan keuangan koperasi sesuai standar.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang peraturan baru ke dalam sistem akuntansi koperasi. Ibu Prof. Mirna Indriani mengungkapkan bahwa peraturan baru ini penting untuk dipahami oleh para pelaku koperasi agar mampu mengikuti perkembangan regulasi yang berlaku.

“Kita ingin koperasi di Aceh memiliki laporan keuangan yang lebih baik dan mampu bersaing di era saat ini,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diakhiri dengan sesi sharing, di mana peserta mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi koperasi di Aceh. Beberapa masalah yang disampaikan antara lain format laporan keuangan yang belum sesuai standar, kurangnya sosialisasi, minimnya peran pemerintah daerah, serta ketidakpahaman beberapa hal berkaitan dengan koperasi, terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan.

“Tantangan-tantangan ini akan kami sampaikan kepada Dinas terkait agar koperasi di Aceh dapat berkembang lebih baik. Kegiatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar koperasi di Aceh bisa lebih maju dan mampu bersaing,” kata Apriansyah, salah satu pemateri.

Kegiatan coaching & mentoring ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan koperasi di Aceh, khususnya dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Jaga Integritas Pilkada, Ahmad Mirza Safwandy Akui Punya Hubungan Keluarga dengan Sulaiman Abda

0
Surat pernyataan Ahmad Mirza Safwandy. (Foto: SS Dokumen)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ahmad Mirza Safwandy, mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan keluarga dengan Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, S.E. Ahmad menyatakan bahwa Sulaiman Abda, M.Si, Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye pasangan calon nomor urut 2 tersebut, adalah ayah kandungnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ahmad Mirza Safwandy untuk menjaga transparansi dan profesionalitas sebagai penyelenggara pemilu, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu. Peraturan tersebut menuntut penyelenggara pemilu untuk bersikap mandiri dan netral, serta menyatakan secara terbuka apabila memiliki hubungan keluarga dengan peserta pemilu atau tim kampanye.

“Saya menyampaikan pernyataan ini dengan sesungguhnya, mengingat sumpah jabatan, tugas, kewajiban, dan tanggung jawab saya sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Ahmad dalam pernyataan tertulisnya yang diterima pada Rabu (25/9/2024).

Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa pernyataan ini juga sebagai bentuk pelaksanaan Pasal 76 huruf b Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2019, yang mengatur tentang kewajiban menyatakan secara terbuka dalam rapat pleno dan mengumumkan kepada publik apabila memiliki hubungan keluarga dengan peserta pemilu atau tim kampanye. Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui berbagai media, termasuk surat resmi, papan pengumuman, dan laman resmi KPU.

Muzakir Manaf dan Fadhlullah merupakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh yang diusung oleh sejumlah partai politik untuk pemilihan tahun 2024. Mereka tercatat sebagai pasangan calon dengan nomor urut 2.

Pengakuan Ahmad Mirza Safwandy ini sekaligus menjadi contoh konkret dari penerapan kode etik penyelenggara pemilu, terutama dalam menghindari potensi konflik kepentingan yang dapat mengganggu jalannya proses demokrasi di Aceh.

Editor: Akil

1.010 Pelajar Banda Aceh Ikuti Orientasi PMR di SMAN 2 Banda Aceh

0
1.010 Pelajar Banda Aceh Antusias Ikuti Orientasi Palang Merah Remaja di SMAN 2 Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 1.010 pelajar dari 34 sekolah tingkat SMP dan SMA di Banda Aceh mengikuti Orientasi Gabungan Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 2 Banda Aceh dengan tujuan membekali generasi muda keterampilan dasar kepalangmerahan, penanggulangan bencana, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengapresiasi semangat tinggi para pelajar yang ingin menjadi relawan PMI. Menurutnya, antusiasme ini membawa dampak positif bagi masa depan organisasi PMI di daerah tersebut.

“Saya yakin adik-adik semua nantinya akan menjadi relawan dan pahlawan yang memberikan kontribusi, baik dalam bentuk tindakan, ide, maupun gagasan, untuk membangun PMI, khususnya di Kota Banda Aceh,” ujar Haeqal saat membuka acara, Jumat (5/10/2024).

Haeqal juga menekankan bahwa para peserta orientasi merupakan orang-orang terpilih dari masing-masing sekolah. Ia menyebut menjadi relawan bukan hal yang mudah, karena tidak semua orang memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukannya.

“Tidak mudah untuk menjadi relawan, karena tidak semua orang mau dan mampu. Saya yakin adik-adik semua memiliki motivasi kuat untuk membantu sesama dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Kegiatan orientasi ini diharapkan dapat mempersiapkan para peserta untuk menjadi relawan yang sigap dalam menghadapi situasi kebencanaan. Haeqal menjelaskan bahwa dalam orientasi ini para peserta akan diajarkan tata cara menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain ketika terjadi bencana.

“Adik-adik semua akan diajarkan tata cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dalam situasi bencana. Oleh karena itu, adik-adik harus serius mengikuti semua materi yang telah disiapkan,” tambah Haeqal.

Sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana, PMI Banda Aceh memandang penting untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih sigap dalam mitigasi bencana. Haeqal berharap setelah kegiatan ini, para pelajar mampu mengambil langkah mitigasi bencana sesuai risiko yang ada di daerah mereka.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah mitigasi bencana sesuai risiko di wilayah kita, dan jika terjadi bencana, kita sudah paham langkah apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Tak hanya itu, orientasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran peserta terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.

“Kami harap setelah orientasi ini, adik-adik lebih peduli terhadap lingkungan dan aktif menjaga kesehatan lingkungan, terutama di sekolah masing-masing,” tutur Haeqal.

Orientasi Gabungan PMR tingkat Madya dan Wira ini diharapkan mampu melahirkan generasi relawan yang tangguh dan siap berkontribusi dalam penanganan bencana serta aksi-aksi kemanusiaan di masa depan. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya penting PMI Kota Banda Aceh dalam membentuk jiwa sosial dan kepedulian lingkungan pada generasi muda.

Editor: Akil

Universitas Teuku Umar Kenalkan Bubu Dasar untuk Pemberdayaan Nelayan Kecil di Aceh Jaya

0
Universitas Teuku Umar Kenalkan Bubu Dasar untuk Pemberdayaan Nelayan Kecil di Aceh Jaya. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.id | Calang – Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung sektor perikanan di wilayah barat Indonesia. Melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, UTU memperkenalkan teknologi bubu dasar berbahan lokal sebagai alternatif alat tangkap yang ramah lingkungan bagi nelayan di Lhok Kuala Daya, Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan nelayan kecil sekaligus melestarikan ekosistem laut. Dr. Muhammad Rizal, ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Hibah PKMBR (Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset) yang didanai oleh UTU melalui kontrak pendanaan dengan Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan UTU.

Kegiatan PKMBR yang dilaksanakan oleh UTU melibatkan serangkaian aktivitas, mulai dari pelatihan pembuatan hingga pengoperasian bubu dasar di perairan laut Lhok Kuala Daya. Sajali, Panglima Laot Lhok Kuala Daya, mengapresiasi inisiatif ini karena memberikan nelayan keterampilan baru dalam membuat bubu sebagai alat tangkap alternatif.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi nelayan, karena sekarang mereka memiliki keterampilan baru dan dapat menggunakan bubu sebagai alat tangkap selain jaring insang dan pancing ulur,” ujar Sajali.

Bubu dasar sendiri adalah alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan berupa ikan ekonomis penting, seperti ikan karang dan demersal, hingga moluska seperti sotong batok. Selain itu, ikan yang tertangkap menggunakan bubu dasar cenderung dalam kondisi hidup sehingga yang tidak layak tangkap dapat dikembalikan ke laut.

“Hal ini sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem laut di Lhok Kuala Daya,” jelas Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., dosen Prodi Perikanan FPIK UTU yang juga anggota tim pelaksana kegiatan.

Selain ramah lingkungan, penggunaan bubu dasar juga dinilai lebih efisien dan efektif dari segi waktu dan biaya operasional. Hafinuddin menambahkan bahwa metode ini mampu menekan biaya operasional melaut dan memberikan hasil yang maksimal, sehingga dapat meningkatkan penghasilan nelayan kecil.

“Kami berharap teknologi bubu dasar ini dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk alat tangkap yang lebih efisien dan menguntungkan bagi para nelayan,” kata Hafinuddin.

Tak lupa, Panglima Laot Lhok Kuala Daya mengucapkan terima kasih kepada Dr. Rizal dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU atas dukungan mereka terhadap para nelayan kecil di Lhok Kuala Daya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan yang terus diberikan UTU. Semoga ke depan lebih banyak lagi kegiatan serupa yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” pungkas Sajali.

Upaya UTU dalam memberdayakan nelayan kecil di Aceh Jaya ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di sektor perikanan.

Editor: Akil

Muhammad Ridwansyah: Hendra Budian Harus Paham Tata Cara Pemberian Izin Tambang

0
Direktur Isu dan Propaganda Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh, Muhammad Ridwansyah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktur Isu dan Propaganda Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh, Muhammad Ridwansyah, menanggapi pernyataan juru bicara pasangan Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi, Hendra Budian, terkait izin usaha pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh Bustami Hamzah yang saat itu menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh.

Ridwansyah menyebut bahwa penerbitan sembilan IUP dalam kurun waktu lima bulan masa jabatan Pj Gubernur Bustami sangat mengejutkan masyarakat Aceh.

“Izin usaha pertambangan yang diberikan oleh Bustami Hamzah selama masa jabatannya adalah fakta yang mengejutkan. Ini bukan soal membentuk framing negatif terhadap pasangan calon lain, melainkan soal ketidaklogisan penerbitan IUP tersebut. Ada apa di balik IUP yang terbit dengan cepat ini?” kata Ridwansyah, Jumat (5/10/2024).

Ridwansyah menekankan bahwa penerbitan IUP tersebut tidak sesuai dengan skema yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2024 juncto PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Qanun Aceh Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral. Menurutnya, izin yang dikeluarkan oleh Bustami Hamzah selama lima bulan menjabat itu tidak memiliki dasar yang kuat dan seharusnya menjadi perhatian penegak hukum.

“Penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan harus membuka telinga terhadap proses IUP yang sangat cepat ini,” tegas Ridwansyah.

Menanggapi narasi yang disampaikan Hendra Budian yang menyebutkan bahwa isu pertambangan ini adalah manifestasi dari pemikiran-pemikiran kolot, Ridwansyah menyebut pernyataan tersebut tidak relevan.

“IUP yang diberikan oleh seorang gubernur harus memiliki studi kelayakan yang komprehensif. Gubernur memerlukan informasi rinci, baik kelayakan ekonomi dan teknis usaha pertambangan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), serta perencanaan pasca tambang. Kita tidak menolak tambang, tetapi studi kelayakan harus benar-benar memberi dampak positif kepada rakyat Aceh,” tambahnya.

Ridwansyah juga menyampaikan pentingnya investasi bagi kemajuan Aceh, namun mengingatkan agar investasi tersebut tidak mengorbankan tanah Aceh kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, IUP yang diberikan harus membawa kemakmuran bagi masyarakat Aceh dan tidak hanya menguntungkan pihak tertentu.

“IUP yang diberikan harus mampu memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh. Jika tidak, maka musibah akan menimpa rakyat Aceh,” katanya.

Ridwansyah juga menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi investor. “Kepastian hukum dalam penerbitan IUP adalah hal yang paling dibutuhkan oleh investor agar usaha tambang di Aceh dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa investasi merupakan kebutuhan untuk membangun Aceh di masa depan, tetapi proses penerbitan izin usaha pertambangan harus mengikuti aturan dan pedoman yang berlaku agar tidak menimbulkan bencana bagi Aceh.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Terima Audiensi Kepala OJK, Bahas Sinergi Ekonomi Berbasis Syariah

0
Pj Gubernur Aceh Terima Audiensi Kepala OJK. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., menerima audiensi dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, beserta jajaran di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (4/10/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Aceh dan OJK dalam memajukan sektor jasa keuangan, terutama di bidang keuangan syariah.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Safrizal dan Daddi Peryoga membahas sejumlah isu penting terkait perkembangan sektor keuangan di Aceh. Salah satu isu yang dibahas adalah undangan OJK kepada Pj Gubernur untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah yang akan digelar di Aceh pada akhir Oktober 2024.

Pertemuan tahunan ini diharapkan menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Perbankan syariah memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh. Kami berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sektor ini,” ujar Safrizal.

Selain itu, OJK juga mengundang Pj Gubernur untuk menghadiri acara Peresmian Ekosistem Keuangan Syariah dan Inklusi Sentra Nilam, yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2024. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua OJK Pusat, dan bertujuan untuk memperkuat inklusi keuangan di Aceh dengan fokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui komoditas unggulan daerah, seperti nilam.

Nilam, sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat.

“Peresmian ekosistem ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan inklusi keuangan, khususnya di sektor UKM,” kata Daddi Peryoga.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal mengapresiasi inisiatif OJK yang terus mendukung pengembangan sektor keuangan di Aceh, termasuk melalui penguatan ekonomi berbasis syariah dan pemberdayaan ekonomi daerah.

“Terima kasih atas undangannya, Insya Allah saya akan hadir,” ujar Safrizal.

Audiensi ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat sinergi dalam memajukan sektor keuangan di Aceh, dengan fokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi daerah. Safrizal berharap kerja sama antara Pemerintah Aceh dan OJK dapat semakin memperkokoh fondasi ekonomi Aceh yang berdaya saing, terutama dalam sektor ekonomi syariah yang kini semakin berkembang.

Editor: Akil

Strategi 3S, Pasangan AMAL Mantapkan Dukungan di 260 Gampong Aceh Selatan

0
Partai Aceh Usung Amran-Akmal di Pilkada Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran dan Akmal AH (AMAL), terus memperluas dukungan secara cepat, terstruktur, dan penuh semangat. Hingga kini, tim pemenangan AMAL sudah terbentuk di 18 kecamatan dan 260 gampong di seluruh Aceh Selatan.

“Kami bersyukur, berkat kerja keras dan kerjasama yang solid, tim pemenangan AMAL telah terbentuk di 18 kecamatan dan 260 gampong, lengkap dengan posko-posko pemenangan,” ujar Juru Bicara Tim AMAL, T. Sukandi, saat ditemui di Tapaktuan, Sabtu (5/10/2024).

Posko-posko pemenangan tersebut, lanjut Sukandi, semakin semarak dengan atribut kampanye berupa bendera Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang berkibar di sepanjang jalan utama hingga pelosok desa.

Antusiasme masyarakat untuk memenangkan pasangan AMAL, serta pasangan Mualem dan Dek Fadh sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Pilkada 2024, dikatakan Sukandi tak lepas dari penerapan “Strategi 3S”. Strategi tersebut terdiri dari salam, senyum, dan sapa—selaras dengan nomor urut pasangan AMAL, yakni nomor 3.

“Strategi ini adalah kunci kami untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, melalui interaksi yang hangat dan penuh kesederhanaan,” ungkap Sukandi.

Ia juga mengungkapkan bahwa hikmah dari penerapan strategi ini terlihat dalam bentuk dukungan logistik dari masyarakat.

“Posko-posko pemenangan AMAL sering menerima bantuan berupa air mineral, gula, kopi, dan mie instan, yang dikirim oleh masyarakat secara diam-diam. Bantuan ini disampaikan dengan becak atau mobil pengantar barang,” tambahnya.

Meski posko-posko pemenangan sudah banyak terbentuk, T. Sukandi meminta seluruh tim dan simpatisan AMAL untuk tidak terlena dan tetap fokus mendekati masyarakat di gampong-gampong.

“Kekuatan ini harus diwujudkan tidak hanya tampak dari luar, tapi juga dari dalam. Tim harus terus bergerak merebut hati masyarakat dengan memperkenalkan program kerja pasangan AMAL dan Mualem – Dek Fadh sesuai visi misi mereka,” katanya.

Pantauan di sejumlah posko pemenangan AMAL di kecamatan maupun desa menunjukkan semaraknya atribut kampanye berwarna merah dari PA dan oranye dari PNA. Semangat perjuangan terlihat jelas di posko-posko tersebut, seiring dengan bendera partai pengusung AMAL yang berkibar di sepanjang jalan kecamatan hingga pelosok desa di Aceh Selatan.

Pasangan AMAL berupaya merebut dukungan masyarakat melalui pendekatan yang personal dan menyentuh. Dengan “Strategi 3S” dan dukungan dari masyarakat di seluruh Aceh Selatan, AMAL optimistis meraih kemenangan dalam Pilkada 2024.

Editor: Akil

Illiza Sa’aduddin Djamal Blusukan ke Pasar Aceh, Promosikan Dagangan Pedagang di TikTok

0
Illiza Sa'aduddin Djamal Blusukan ke Pasar Aceh, Promosikan Dagangan Pedagang di TikTok. (Foto: Pikiran Rakyat)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Calon Wali Kota Banda Aceh nomor urut 1, Illiza Sa’aduddin Djamal, atau yang akrab disapa Bunda Illiza, melakukan blusukan ke Pasar Aceh pada Kamis (3/10/2024). Dalam kunjungan tersebut, Illiza menemui para pedagang yang mengeluhkan kondisi usaha mereka akibat tingginya biaya sewa dan operasional.

Para pedagang di Pasar Aceh menyambut hangat kehadiran Illiza. Tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengungkapkan keluhan dan aspirasi mereka. Salah satu pedagang, Raihani, yang berasal dari Deah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, menyampaikan bahwa belakangan ini kondisi pasar semakin sepi pembeli.

“Pembeli sepi, sementara modal kami terbatas, ini pun pinjaman dari bank. Sewa dan biaya operasional juga tinggi. Kami berharap ibu Illiza dapat membantu jika nanti terpilih menjadi wali kota,” ujar Raihani.

Biaya sewa lapak di Pasar Aceh diketahui mencapai Rp 25 juta per tahun, sementara biaya operasional harian mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung luas lapak.

Selain mendengarkan aspirasi pedagang, Illiza juga turun langsung membantu mempromosikan dagangan mereka. Ia mengunjungi beberapa toko seperti Najar Fashion dan Ajir Fashion, dan melakukan promosi produk mereka secara langsung melalui platform media sosial TikTok. Langkah ini diambil untuk membantu meningkatkan penjualan pedagang dengan memanfaatkan pemasaran digital.

Setelah berkeliling pasar, Illiza bertemu dengan para pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Aceh. Dalam pertemuan tersebut, Illiza menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Pasar Aceh saat ini. Ia menyoroti kondisi gedung yang mulai tidak terawat, toilet yang rusak, eskalator yang tidak berfungsi, serta tingginya biaya sewa yang menyebabkan banyak pedagang gulung tikar.

“Pasar ini seharusnya menjadi pusat perekonomian yang nyaman bagi para pedagang dan pembeli. Saya akan berkolaborasi dengan pedagang untuk menata ulang zonasi di Pasar Aceh serta merevitalisasi Pasar Peunayong agar menjadi pusat ekonomi baru di Banda Aceh,” kata Illiza.

Illiza juga menyampaikan rencananya untuk memperbaiki manajemen pasar, penataan zonasi pedagang kaki lima (PKL), dan menyediakan pinjaman modal usaha melalui koperasi yang sederhana dan sistematis.

“Solusi pinjaman usaha pedagang cukup dengan koperasi yang sederhana dan sistematis, sehingga para pedagang bisa mendapatkan modal usaha dengan lebih mudah,” tandas Illiza.

Dengan dukungan dari para pedagang, Illiza optimis dapat berkolaborasi untuk membangun kembali perekonomian Pasar Aceh dan menciptakan pasar yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua pihak.

Editor: Akil