Beranda blog Halaman 876

Studi: Olahraga 5 Jam Seminggu Efektif Cegah Hipertensi

0
Ilustrasi perempuan muslim olahraga (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Jakarta – Sebuah studi terbaru menemukan durasi olahraga yang ideal untuk mencegah hipertensi. Penelitian ini melibatkan lebih dari 5.000 responden dewasa di Amerika Serikat dan dilakukan selama tiga dekade.

Menurut Kirsten Bibbins-Domingo, ahli epidemiologi dari University of California sekaligus penulis utama studi ini, aktivitas fisik cenderung menurun seiring bertambahnya usia. “Remaja dan mereka yang berusia awal 20-an mungkin aktif secara fisik, tetapi pola ini berubah seiring waktu,” ujarnya seperti dikutip dari Science Alert.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine ini menyoroti pentingnya durasi olahraga dalam mengendalikan tekanan darah. Para peneliti menemukan bahwa orang yang berolahraga dengan intensitas sedang selama lima jam per minggu di awal masa dewasa mengalami penurunan risiko hipertensi secara signifikan.

Hipertensi, Masalah Kesehatan Global

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang serius. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari empat pria dan satu dari lima wanita di dunia mengalami hipertensi. Sayangnya, sebagian besar pengidap hipertensi tidak menyadari kondisi ini, yang dapat berujung pada serangan jantung dan stroke.

Penelitian ini menegaskan bahwa menjaga aktivitas fisik sejak usia muda sangat penting untuk mencegah hipertensi di masa depan.

“Periode dewasa muda merupakan masa yang krusial untuk pencegahan hipertensi,” tulis peneliti dalam laporan mereka.

Pentingnya Durasi Olahraga

Penurunan aktivitas fisik yang terjadi pada usia 18 hingga 40 tahun turut menyumbang peningkatan risiko hipertensi. Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti merekomendasikan untuk menggandakan pedoman aktivitas fisik minimum orang dewasa, yaitu sekitar 150 menit per minggu, menjadi 300 menit atau setara dengan lima jam per minggu.

“Mencapai setidaknya dua kali lipat dari pedoman aktivitas fisik saat ini terbukti lebih efektif dalam menurunkan risiko hipertensi,” jelas mereka.

Olahraga secara teratur, khususnya yang berintensitas sedang, dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Temuan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama bagi mereka yang memasuki usia dewasa.

Dengan olahraga yang cukup dan konsisten, risiko hipertensi bisa diminimalkan, membantu mencegah penyakit serius di kemudian hari.

Editor: Akil

Kemenag Aceh dan Densus 88 Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme kepada GPAI dan OSIS

0
Kemenag Aceh dan Densus 88 Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme kepada GPAI dan OSIS. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari M.Si., mengajak jajaran pendidik dan siswa untuk lebih waspada terhadap paham radikalisme.

Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Paham Radikalisme bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), guru kerohanian Islam, dan Ketua OSIS SMA/SMK se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, yang digelar pada Selasa (8/10) di Aula Cabdin kawasan Lamlagang, Banda Aceh.

Acara ini diinisiasi oleh kerja sama antara Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar bersama Satgas Wilayah Aceh Densus 88 Anti Teror (AT) Mabes Polri. Sekitar 80 peserta yang hadir terdiri dari para guru agama serta ketua OSIS, yang didorong untuk aktif menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Azhari menekankan pentingnya pendidikan berwawasan kebangsaan, terutama dalam membentuk generasi penerus yang mampu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Pendidikan adalah kunci membangun masa depan yang harmonis dan berkeadilan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa, yang nantinya akan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar para guru tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga keharmonisan sosial di Aceh. Menurut Azhari, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga persatuan, khususnya di wilayah yang sangat plural seperti Aceh.

Turut hadir dalam acara tersebut Kabid Urais Dr. H. Mukhlis, M.Pd., serta perwakilan dari Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, Ipda Said Martunis, yang bertindak sebagai Kepala Tim Pencegahan. Dalam paparannya, Ipda Said mengingatkan pentingnya mengantisipasi penyebaran paham radikalisme di kalangan pendidik dan siswa.

“Sosialisasi ini bertujuan agar para peserta didik dan tenaga pendidik tidak terpapar ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang,” ungkapnya.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara Kakanwil Kemenag Aceh dengan Satgaswil Aceh Densus 88 pada September lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam menangkal penyebaran paham radikalisme melalui jalur pendidikan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir, mendukung penuh kegiatan ini. Ia berharap para guru dapat menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa.

“Guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu mencegah berkembangnya paham yang merusak keharmonisan,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda Aceh, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang cinta tanah air dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan.

Editor: Akil

Fakultas Pertanian USK Gelar Konferensi Internasional ICAGRI 2024

0
Fakultas Pertanian USK Gelar Konferensi Internasional ICAGRI 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menyelenggarakan konferensi internasional tahunan The International Conference on Agriculture and Bio-industry (ICAGRI) yang ke-6 pada 9-10 Oktober 2024. Acara yang berlangsung secara hybrid ini digelar di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, dan melalui platform Zoom.

Acara ICAGRI 2024 dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, yang mewakili Rektor USK. Dalam pembukaan, ia didampingi oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., serta Ketua Pelaksana ICAGRI-6, Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc. Turut hadir sejumlah tamu undangan dan peserta konferensi dari berbagai negara.

Pada tahun ini, ICAGRI mengusung tema “Promoting Agroecology and Climate-Smart Agriculture for Environmental Resilience, Biodiversity, and Sustainability.” Tema ini diangkat untuk membahas tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Sebagai upaya mendalami tema tersebut, panitia ICAGRI-6 mengundang para pembicara utama dari berbagai institusi terkemuka di dunia. Mereka adalah Prof. Julius Van der Werf dari University of New England, Australia, Prof. Dr. Elke Pawelzik dari Georg-August University Göttingen, Jerman, Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D., dari International Islamic University Malaysia, serta Dr. rer. Nat. Neni Sintawardani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia.

Konferensi ini juga menghadirkan para pembicara undangan dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan cakupan konferensi. Di antaranya adalah Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., Dr. T. Saiful Bahri, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Zuyasna, M.Sc., dan Dr. Elmy Mariana S. Pt., M.Si. Total, ICAGRI-6 menghadirkan 111 pemakalah dari dalam dan luar negeri yang membagikan hasil penelitian serta inovasi mereka di bidang pertanian dan bio-industri.

Bangun Jaringan dan Kolaborasi

Ketua Panitia ICAGRI-6, Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc., menuturkan bahwa konferensi ini menjadi ajang strategis bagi para peneliti dan akademisi untuk saling bertukar informasi, membahas tantangan global, serta menjajaki kolaborasi di sektor pertanian.

“ICAGRI-6 adalah kesempatan berharga untuk membangun jaringan dan memperluas kerja sama di sektor akademik maupun industri pertanian. Selain itu, ini juga menjadi ajang promosi daerah melalui partisipasi peserta dari berbagai negara,” ujar Prof. Eka.

Ia menambahkan, meskipun diselenggarakan secara hybrid, beberapa pembicara dan peserta internasional hadir secara langsung di Banda Aceh, menambah interaksi lebih erat dalam diskusi.

ICAGRI diharapkan dapat terus menjadi forum yang memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi industri pertanian dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

Konferensi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mempromosikan pertanian yang selaras dengan lingkungan serta meningkatkan daya saing Indonesia di sektor bio-industri global.

Editor: Akil

APDESI Aceh Dukung SAPA: Usul Distribusi Elpiji 3 Kg Dialihkan ke BUMG Desa

0
Ketua APDESI Aceh, Muksalmina Asgara. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh, Muksalmina Asgara, memberikan dukungan penuh terhadap usulan yang diajukan oleh Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) agar distribusi gas elpiji 3 kg dialihkan pengelolaannya ke Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Menurutnya, langkah ini penting untuk mengatasi kelangkaan gas yang kerap dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah di Aceh.

Dalam pernyataannya pada Kamis (10/10/2024), Muksalmina menegaskan bahwa distribusi gas elpiji yang dikelola oleh BUMG di setiap desa akan membuat proses penyaluran lebih terkontrol dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Sudah saatnya Pj Gubernur Aceh dan DPRA mengambil langkah nyata dengan mengatur regulasi agar pangkalan gas elpiji dikelola langsung oleh BUMG. Ini akan membuat distribusi gas lebih mudah terpantau dan tepat sasaran,” ujar Muksalmina.

Kelangkaan dan Permainan Harga

Muksalmina menyoroti bahwa selama ini masyarakat sering dirugikan oleh permainan harga dalam distribusi elpiji, terutama pada momen-momen tertentu seperti Maulid Nabi.

“Harga melambung, stok sulit didapat. Ini sangat meresahkan. Jika distribusi dikelola desa melalui BUMG, saya yakin masalah ini akan terselesaikan,” katanya.

Menurutnya, pengalihan distribusi gas ke BUMG tidak hanya mengatasi kelangkaan tetapi juga meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG). Masyarakat akan mendapatkan akses lebih baik terhadap gas elpiji tanpa harus menghadapi harga yang tidak wajar.

“Selain distribusi yang lebih merata, desa juga mendapatkan keuntungan dari pengelolaan ini, yang pada akhirnya menambah pendapatan desa,” lanjut Muksalmina.

Pengawasan dan Penyaluran Tepat Sasaran

Salah satu keuntungan utama dari pengelolaan oleh BUMG adalah pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi subsidi gas elpiji. Menurut Muksalmina, sistem ini akan memastikan subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, sehingga tidak ada lagi penyelewengan.

“Dengan pengawasan desa, penyaluran gas subsidi bisa lebih akurat dan adil,” tambahnya.

Ia berharap, Pj Gubernur Aceh segera mengambil langkah konkret dengan mengeluarkan regulasi yang memungkinkan desa melalui BUMG untuk mengambil alih distribusi gas elpiji.

“Ini saatnya Aceh memiliki sistem distribusi gas yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat desa. Semoga ini menjadi awal perubahan besar dalam pengelolaan sumber daya di Aceh,” pungkasnya.

Dukungan dari SAPA

Sebelumnya, Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) juga menyuarakan hal yang sama. SAPA mengusulkan agar setiap desa memiliki pangkalan gas elpiji sendiri yang dikelola oleh BUMG, dengan pendataan ketat terhadap warga yang berhak menerima. Menurut SAPA, pengalihan ini akan menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi elpiji di Aceh.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menekankan bahwa pengelolaan oleh BUMG akan mencegah keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan harga tinggi.

“Pj Gubernur Aceh harus menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat. Regulasi yang mengikat sangat diperlukan agar distribusi gas elpiji di Aceh lebih tertata dan transparan,” kata Fauzan.

Dengan adanya dukungan kuat dari APDESI dan SAPA, masyarakat berharap agar pengalihan distribusi gas elpiji ke BUMG desa segera terealisasi. Langkah ini diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam sistem distribusi dan membantu menyejahterakan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

BNPB Gelar “Ranking 1” untuk Edukasi Bencana di Banda Aceh

0
BNPB Gelar "Ranking 1" untuk Edukasi Bencana di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukasi kebencanaan, salah satunya adalah perlombaan “Ranking 1.”

Amatan Nukilan.id, acara ini digelar di Banda Aceh pada 8-9 Oktober 2024, melibatkan ratusan siswa dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Perlombaan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman terkait mitigasi bencana sejak dini. Rahmadi Diliawan, Penyuluh Bencana BNPB, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena minimnya ketertarikan masyarakat terhadap pendidikan kebencanaan.

“Kita mencoba menanamkan kesadaran sejak dini melalui sekolah-sekolah. Salah satu cara yang kita pilih adalah perlombaan, karena kita tahu anak-anak itu suka dengan kompetisi,” ujar Rahmadi di sela acara.

Dengan format kompetisi, siswa diajak untuk memahami langkah-langkah yang perlu diambil saat menghadapi bencana, mulai dari gempa bumi hingga tsunami. Para peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata.

Selain lomba “Ranking 1,” BNPB juga menggagas sejumlah kegiatan lain, termasuk simulasi evakuasi dan pelatihan kebencanaan yang lebih interaktif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar, yang nantinya akan diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pimpinan Dayah di Pidie Lecehkan 4 Santriwati, Divonis 90 Bulan Penjara

0
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Sigli – Kasus pelecehan di lingkungan dayah atau pesantren kembali mencoreng dunia pendidikan agama di Aceh. Kali ini, Adri (38), pimpinan sebuah dayah di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, harus menghadapi hukum setelah terbukti melakukan pelecehan terhadap empat santriwatinya.

Peristiwa pelecehan tersebut terjadi dalam rentang waktu Desember 2023 hingga Januari 2024. Modus yang digunakan Adri adalah dengan memanggil korban ke dalam kamarnya dengan dalih mengajarkan kitab. Di dalam kamar, ia memaksa korban memijat tubuhnya hingga melakukan tindakan tidak senonoh, termasuk dalih pengobatan “membesarkan payudara.”

Tak hanya itu, pelaku bahkan memberikan sejumlah uang dan hadiah berupa Al-Quran kepada para korban, seraya meminta mereka untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, yang dikeluarkan dari dayah tanpa alasan jelas, melaporkan perbuatan Adri ke pihak berwajib. Keberanian korban melapor kemudian mengantarkan kasus ini ke jalur hukum.

Pada Jumat (4/10/2024), Mahkamah Syariyah Sigli menjatuhkan vonis terhadap Adri. Majelis hakim yang diketuai Diana Evrina Nasution, SAg, memutuskan bahwa Adri terbukti bersalah melakukan jarimah pelecehan terhadap anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Menjatuhkan ‘uqubat ta’zir kepada terdakwa Adri dengan hukuman penjara selama 90 bulan,” ujar hakim Diana saat membacakan putusan dalam sidang yang digelar di Mahkamah Syariyah Sigli.

Vonis ini menandai keadilan bagi para korban yang telah berani mengungkapkan kasus pelecehan tersebut, meskipun harus melalui trauma dan tekanan. Adri kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Editor: Akil

Ombudsman Sidak Layanan Pengadilan di Aceh di Tengah Aksi Mogok Kerja Hakim

0
Ombudsman Sidak Layanan Pengadilan di Aceh di Tengah Aksi Mogok Kerja Hakim. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pengadilan di Aceh, menyusul aksi mogok kerja hakim yang berlangsung secara nasional. Sidak ini bertujuan memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski ada aksi solidaritas hakim yang mempengaruhi jadwal persidangan di berbagai daerah.

Dian Rubianty, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, menyatakan bahwa sidak dilakukan di dua pengadilan, yaitu Pengadilan Negeri Banda Aceh dan Pengadilan Negeri Jantho di Kabupaten Aceh Besar. “Kami ingin melihat langsung bagaimana pelayanan publik di pengadilan tetap berjalan, terutama setelah mogok kerja hakim yang dimulai sejak Senin (7/10),” ujar Dian di Banda Aceh, Selasa (8/10/2024).

Pengadilan Banda Aceh Tetap Berjalan Normal

Dari hasil pantauan, Dian Rubianty mengungkapkan bahwa pelayanan publik di Pengadilan Negeri Banda Aceh berlangsung normal. Sidang-sidang tetap digelar, meski ada beberapa penundaan dalam perkara perdata.

“Pengadilan Negeri Banda Aceh tetap beroperasi seperti biasa. Dari 19 hakim yang bertugas, hanya satu hakim yang mengambil cuti sakit, sementara yang lain tetap bekerja,” ungkap Dian mengutip pernyataan Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Teuku Syarafi.

Ia menambahkan bahwa persidangan di pengadilan kelas IA tersebut tidak terpengaruh oleh aksi mogok. “Tidak ada mogok kerja di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Bahkan, sidang perkara lainnya tetap berjalan sesuai jadwal,” tambah Dian.

Pengadilan Negeri Jantho Tunda Sidang Karena Aksi Solidaritas

Berbeda dengan Banda Aceh, situasi di Pengadilan Negeri Jantho sedikit berbeda. Ombudsman menemukan bahwa tidak ada persidangan yang dijadwalkan dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2024. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian jadwal sidang yang mendukung Gerakan Solidaritas Hakim Indonesia.

“Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jantho, Saptika Handhini, menyampaikan kepada kami bahwa jadwal sidang telah diatur ulang dan informasi ini sudah diberikan kepada para pihak yang berkepentingan pada persidangan sebelumnya. Ini sebagai bentuk solidaritas hakim di Jantho,” jelas Dian.

Meski begitu, Dian memastikan bahwa layanan publik lainnya di Pengadilan Negeri Jantho tetap berjalan normal, dan pihaknya mengapresiasi pengadilan tersebut yang tetap mengutamakan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Harapan Ombudsman untuk Kelanjutan Layanan

Meskipun beberapa persidangan ditunda, Dian Rubianty berharap aksi solidaritas ini tidak berlarut-larut. “Penundaan persidangan tentu berdampak pada masyarakat, terutama yang memiliki kepentingan mendesak. Kami mengimbau agar masyarakat yang merasa dirugikan atas penundaan layanan dapat melaporkan ke Ombudsman,” tegasnya.

Menurutnya, peran hakim sangat penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap keadilan, dan ia berharap aksi mogok ini tidak sampai mengganggu hak-hak publik untuk mendapatkan layanan hukum yang baik.

Dengan sidak ini, Ombudsman berkomitmen untuk terus memantau situasi di pengadilan-pengadilan Aceh demi memastikan pelayanan hukum tetap berjalan optimal di tengah aksi mogok nasional para hakim.

Editor: Akil

Surya Paloh Tunjuk Nurchalis sebagai Ketua Fraksi Nasdem di DPRA

0
Anggota DPRA, Nurchalis. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, resmi menunjuk Nurchalis, putra asli wilayah barat selatan Aceh, sebagai Ketua Fraksi Nasdem di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk periode 2024-2029. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Partai Nasdem Nomor: 1-SK/AKD/DPP-NasDem/IX/2024 yang ditandatangani oleh Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawan Franziskus Taslim di Jakarta pada 24 September 2024.

“Alhamdulillah, ini amanah besar yang diberikan kepada saya. Saya siap menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi masyarakat Aceh,” ujar Nurchalis, dikutip dari ANTARA, Rabu (9/10/2024).

Nurchalis, yang merupakan anggota DPRA terpilih dari daerah pemilihan 10 Aceh yang mencakup Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue, menyatakan bahwa tanggung jawab ini adalah wujud kepercayaan besar dari Partai Nasdem.

“Saya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh di tingkat legislatif,” tambahnya.

Selain Nurchalis, Surya Paloh juga menetapkan Ir. H. Saifudin Muhammad sebagai Wakil Ketua DPRA dari Partai Nasdem untuk periode yang sama. Penunjukan ini diharapkan memperkuat kiprah Partai Nasdem dalam menyerap dan memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Aceh agar amanah ini dapat kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, serta mendapat ridha dari Allah SWT,” tutup Nurchalis.

Sebagai informasi, Nurchalis berhasil lolos ke DPRA pada Pemilu 2024 setelah meraih suara signifikan di wilayah barat selatan Aceh, menjadikannya salah satu figur politik muda yang mendapat perhatian besar di daerah tersebut.

Penunjukan Nurchalis ini dinilai sebagai langkah strategis Partai Nasdem untuk memperkuat posisinya di DPRA, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh daerah pemilihannya dalam dinamika politik Aceh.

Editor: Akil

Beasiswa Indonesia Maju Ubah Hidup Rifky Bujana Bisri, Raih Universitas Bergengsi Dunia

0
Beasiswa Indonesia Maju Ubah Hidup Rifky Bujana Bisri, Raih Universitas Bergengsi Dunia. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – Kisah inspiratif datang dari Rifky Bujana Bisri, seorang pemuda berbakat asal Jakarta yang berhasil menembus salah satu universitas terbaik dunia, University of British Columbia. Berkat kerja keras dan dukungan program Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Rifky kini menempuh pendidikan di kampus yang dikenal akan keunggulannya dalam bidang fisika dan robotika.

Alumnus SMAN 28 Jakarta ini telah membuktikan dirinya sebagai sosok unggul dengan segudang prestasi. Salah satu pencapaian terbesar Rifky adalah meraih medali emas pada Kompetisi Robot Nusantara (KRON) 2019, yang memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di Indonesia.

Perjalanan Menuju Dunia Internasional

Rifky adalah bukti nyata bagaimana pendidikan yang didukung oleh beasiswa dapat mengubah hidup seseorang.

“Saya tidak pernah berani bermimpi bisa kuliah di luar negeri, apalagi di universitas sebesar University of British Columbia. Tapi Beasiswa Indonesia Maju mengubah segalanya,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Sejak menempuh pendidikan di Kanada, Rifky menghadapi tantangan akademik yang luar biasa, terutama dalam bidang yang ia cintai, fisika dan robotika. Tidak hanya belajar dari para pakar, Rifky juga berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara, memperluas wawasan dan pengalaman internasionalnya.

“Setiap hari adalah petualangan baru. Saya belajar tidak hanya dari buku, tapi juga dari interaksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang. Pengalaman di luar kelas ini sangat berharga,” katanya.

Menginspirasi Generasi Muda

Keberhasilan Rifky menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Ia menekankan pentingnya untuk tidak mudah menyerah dan terus berjuang meraih cita-cita.

“Jika saya bisa, mereka juga bisa,” ujarnya dengan semangat.

Rifky berharap kisahnya dapat menjadi dorongan bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar dan mengejar pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Ia pun berkomitmen untuk berbagi pengalaman dan pengetahuannya demi kemajuan pendidikan di tanah air.

“Dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Saya ingin menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia lainnya untuk berani mengambil langkah besar dalam hidup mereka,” tegas Rifky.

Peran Beasiswa dalam Akses Pendidikan

Program Beasiswa Indonesia Maju yang mendukung perjalanan pendidikan Rifky merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan di Indonesia. Dengan ribuan siswa berprestasi yang setiap tahunnya menerima beasiswa, program ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak Rifky-Rifky lain yang mampu bersaing di kancah global.

Tidak hanya BIM, berbagai program beasiswa lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah juga telah membantu jutaan siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan. Dari jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi, upaya ini membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mewujudkan mimpi mereka tanpa harus terbentur masalah biaya.

Kisah Rifky Bujana Bisri adalah bukti nyata bahwa dukungan yang tepat, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dapat membuka jalan menuju pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih baik.

Editor: Akil

Warga Banda Aceh Harapkan Calon Gubernur yang Amanah dan Peduli Masyarakat

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah warga Kota Banda Aceh mengungkapkan kriteria yang mereka inginkan dari calon gubernur Aceh pada Pilkada mendatang. Berdasarkan hasil wawancara lapangan yang dilakukan oleh Nukilan.id, mayoritas warga berharap gubernur yang terpilih nantinya memiliki integritas, jujur, amanah, serta peduli terhadap masyarakat.

Seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya menekankan pentingnya kejujuran dari sosok calon pemimpin. Ia mengungkapkan kekesalannya terhadap janji-janji politik yang kerap tidak ditepati.

“Menurut saya, calon yang jujur dan amanah sangat penting. Jangan hanya berjanji ini dan itu, tapi pada kenyataannya tidak ada yang terpenuhi. Saya sudah sering mengalami hal seperti itu,” ujar warga tersebut kepada Nukilan.id, Rabu (9/10/2024).

Warga lainnya menyuarakan harapan yang sama, menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai meraih suara saat kampanye, tetapi juga mampu menjaga komitmen ketika telah duduk di kursi kekuasaan.

“Kami ingin yang terbaik, pemimpin yang amanah, jujur, dan menepati janji. Jangan saat kampanye mendekati rakyat, bahkan sampai menangis minta dukungan, tapi begitu terpilih, jangankan ingat, kenal pun tidak,” ungkap seorang warga yang tinggal di kawasan Peunayong.

Harapan lain juga datang dari seorang warga di Ulee Kareng, yang menegaskan pentingnya pemimpin yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang.

“Yang kami butuhkan adalah pemimpin yang bisa merangkul masyarakat, bukan hanya sekedar janji. Pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, peduli pada kebutuhan rakyatnya,” katanya.

Selain itu, pemahaman agama yang baik juga menjadi salah satu kriteria penting yang diharapkan warga. Mereka menilai, pemimpin yang paham agama akan lebih peduli pada moralitas dan keadilan.

“Pemimpin Aceh harus paham agama. Ini penting untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan juga agar lebih peduli pada masyarakat kecil,” tutur seorang warga lainnya.

Dari hasil wawancara tersebut, jelas terlihat bahwa warga Banda Aceh menginginkan sosok gubernur yang tidak hanya berintegritas tinggi, tetapi juga memiliki empati terhadap kebutuhan masyarakat. Kejujuran, amanah, dan kemampuan merangkul masyarakat menjadi kriteria utama yang diharapkan dalam Pilkada Aceh mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah