Beranda blog Halaman 874

Pimpinan Dayah Divonis 7,5 Tahun Terkait Pelecehan, Flower Aceh: Hukuman Belum Efektif

0
ILLUSTRASI Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kasus pelecehan seksual di lingkungan dayah kembali mencuat di Aceh. Kali ini, Adri (38), pimpinan sebuah dayah di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual terhadap empat santriwati. Pelecehan tersebut berlangsung dalam rentang waktu Desember 2023 hingga Januari 2024, ketika para korban sedang menimba ilmu di lembaga yang dipimpin Adri.

Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Sigli pada Jumat (4/10/2024) menjatuhkan vonis kepada Adri dengan hukuman penjara selama 90 bulan atau 7,5 tahun. Putusan tersebut sesuai dengan dakwaan Penuntut Umum yang menyatakan Adri melanggar Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Menjatuhkan ‘uqubat ta’zir kepada terdakwa Adri dengan ‘uqubat penjara selama 90 bulan,” demikian kutipan putusan Nomor 14/JN/2024/MS.Sgi yang dibacakan dalam sidang.

Menanggapi vonis ini, Direktur Flower Aceh, Riswati, menilai hukuman tersebut masih belum memberikan efek jera yang cukup. Flower Aceh adalah lembaga yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan isu kekerasan seksual.

“Hukuman 90 bulan penjara tidak cukup memberikan efek jera yang signifikan, terutama mengingat dampak yang mendalam pada korban pelecehan seksual, baik fisik maupun psikis,” kata Riswati kepada Nukilan.id, Kamis (10/10/2024).

Ia menegaskan bahwa hukuman yang lebih berat sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang, khususnya di lingkungan pendidikan seperti dayah atau pesantren.

Selain itu, Riswati juga menekankan pentingnya pemulihan fisik dan psikologis bagi korban serta keluarganya agar hak-hak mereka dapat terpenuhi dengan baik. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Jumatan di Masjid Bawah Tanah Hotel Millennium Sirih Jakarta

0
Suasana Salat Jumat di Masjid Bawah Tanah, Hotel Millennium Sirih Jakarta. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Di balik gemerlap kota Jakarta, ada sebuah tempat ibadah yang tersembunyi di bawah tanah, namun menawarkan kenyamanan tak terduga. Masjid Al-Manshur, yang terletak di basement 3 Hotel Millennium Sirih Jakarta, menjadi pilihan bagi ratusan jemaah untuk menunaikan Salat Jumat. Lokasinya yang berada di Jl. Fachrudin No. 3, Central Jakarta, tidak menyurutkan antusiasme umat muslim untuk hadir, meski posisinya berada jauh di bawah tanah.

Setiap Jumat, masjid ini dipenuhi oleh jemaah yang datang tidak hanya dari kalangan tamu hotel, tapi juga masyarakat sekitar yang mencari suasana ibadah yang khusyuk dan nyaman. Meski berada di basement, masjid ini jauh dari kesan pengap atau panas. Suasana di dalam masjid justru terasa sejuk, berkat sistem ventilasi yang baik dan pengaturan ruangan yang memungkinkan sirkulasi udara tetap lancar.

“Saya sering datang ke sini untuk Salat Jumat. Awalnya agak ragu karena masjidnya berada di bawah tanah, tapi ternyata tidak panas dan sangat nyaman. Tidak pengap seperti yang saya bayangkan,” kata Arman kepada Nukilan.id, Jumat (11/10/2024).

Kenyamanan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para jemaah, terutama bagi mereka yang bekerja di pusat kota dan mencari tempat ibadah yang strategis. Keberadaan Masjid Al-Manshur di tengah hotel berbintang ini juga memudahkan para tamu hotel yang ingin menunaikan salat tanpa harus keluar jauh-jauh.

“Tempatnya nyaman sekali, meski berada di basement. Suasana di sini tenang dan kami bisa khusyuk saat mendengarkan khutbah,” kata Budi, seorang karyawan yang kerap menjalankan ibadah di masjid ini.

Masjid Al-Manshur menjadi bukti bahwa lokasi bukanlah penghalang untuk menciptakan tempat ibadah yang nyaman. Meski tersembunyi di lantai paling bawah gedung hotel, masjid ini tetap menjadi ruang spiritual yang memenuhi kebutuhan umat dengan penuh kenyamanan. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah dengan suasana sejuk dan jauh dari hiruk-pikuk kota, masjid ini menjadi pilihan yang tepat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pemerintah Kebut Proyek Jaringan Pipa Gas dari Aceh hingga Jawa, Pengganti LPG Mulai Disiapkan

0
RI Bangun Pipa Gas Aceh-Jawa Timur, Proyek Cisem II Dikebut. (Foto: Kontan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi terintegrasi guna mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan domestik. Salah satu proyek utama adalah pembangunan jaringan pipa transmisi gas bumi yang menghubungkan wilayah Aceh hingga Jawa Timur.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah saat ini sedang melanjutkan pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II sepanjang 245 km, yang mencakup ruas Batang, Cirebon, hingga Kandang Haur Timur. Proyek ini melanjutkan Cisem Tahap I yang selesai pada 2023.

“Jaringan gas ini ada dua bagian, dari Jawa Timur ke Jawa Tengah. Cisem I sudah selesai, sekarang kita lanjutkan Cisem II,” kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Setelah proyek Cisem II rampung, Bahlil menambahkan, pemerintah akan berfokus pada pembangunan ruas Dumai-Sei Mangkei di Sumatera. Langkah ini akan memperkuat konektivitas di jalur transmisi gas nasional, terutama dalam mengintegrasikan sumber gas di Jawa Timur dan Sumatera.

“Jika ini berhasil, kita bisa menyeimbangkan pasokan gas. Kalau pasokan di Jawa Timur berkurang, gas bisa dibawa dari Sumatera,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa proyek Cisem merupakan langkah penting pemerintah dalam menghubungkan bagian-bagian jalur transmisi gas yang belum terintegrasi. Ini akan mendukung penggunaan energi bersih, namun gas bumi diproyeksikan tetap menjadi komoditas strategis selama masa transisi energi.

“Kalau 10 tahun lalu kita masih banyak ekspor gas, sekarang kita lebih banyak memanfaatkannya untuk kebutuhan domestik,” kata Laode dalam acara Energy Corner yang diselenggarakan CNBC Indonesia.

Meski begitu, Laode mengakui masih ada dua jalur transmisi yang belum tersambung, yakni ruas Cirebon-Semarang dan Dumai-Sei Mangkei. Pemerintah, lanjutnya, akan mempercepat pembangunan dua ruas ini untuk memastikan integrasi penuh di jaringan transmisi nasional.

“Tantangannya ada dua ruas yang belum tersambung, yaitu Cirebon-Semarang dan Dumai-Sei Mangkei di Sumatera,” jelas Laode.

Ia juga menyinggung laporan Global Energy Mix yang dirilis oleh International Energy Agency (IEA) pada 2022, yang memproyeksikan penurunan penggunaan batu bara dan minyak hingga 2030, sementara energi terbarukan akan mengalami peningkatan signifikan. Gas bumi, meski sedikit menurun, masih akan menjadi komoditas utama yang menopang transisi energi global.

“Pemerintah tentunya perlu menyiapkan regulasi yang sesuai agar kita bisa mempercepat pembangunan infrastruktur gas ini,” pungkasnya.

Salah satu regulasi yang sedang ditinjau ulang adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 terkait pengelolaan gas bumi, yang diharapkan dapat mempercepat perkembangan infrastruktur gas di Indonesia.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal Minta ISBI Aceh Rumuskan Kebudayaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal Minta ISBI Aceh Rumuskan Kebudayaan dalam Kehidupan Sehari-Hari. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, mengapresiasi kiprah Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dalam mengembangkan seni dan budaya di provinsi tersebut. Hal itu disampaikan Safrizal saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-10 ISBI Aceh di Aula ISBI, Selasa (8/10/2024).

“Saya sangat mengapresiasi sinergi yang sudah terjalin antara ISBI Aceh dengan Pemerintah Aceh selama ini. Terima kasih atas dedikasinya dalam mengembangkan seni dan budaya di Aceh dan Indonesia,” ujar Safrizal yang juga kelahiran Aceh Besar itu.

Dalam sambutannya, Safrizal mengingatkan bahwa ISBI Aceh menghadapi tantangan besar sebagai institusi pendidikan seni dan budaya. Menurutnya, banyak seniman hebat di masa lalu yang lahir tanpa pendidikan formal, namun dengan adanya sekolah seperti ISBI, diharapkan lahir lebih banyak seniman dan budayawan berkualitas.

“ISBI Aceh adalah tempat di mana seni dan budaya Aceh dikembangkan secara akademis. Dulu, seniman hebat banyak lahir tanpa sekolah, tetapi dengan kehadiran ISBI, kita harus mampu menciptakan lebih banyak seniman yang mendunia,” tambah Safrizal, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan.

Safrizal juga menekankan bahwa usia 10 tahun bagi ISBI adalah momen penting untuk bersiap melakukan lompatan besar dalam memajukan seni dan budaya Aceh. Ia mengibaratkan ISBI Aceh sebagai pelari yang sedang mengambil ancang-ancang untuk meraih capaian lebih tinggi.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk berlari lebih cepat dan membuat lompatan besar dalam memajukan seni dan budaya Aceh. Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Aceh bukan hanya memiliki seni dan budaya yang kuat, tetapi juga peradaban yang tinggi,” ujar Safrizal.

Lebih lanjut, Safrizal mengajak ISBI Aceh untuk merumuskan nilai-nilai kebudayaan Aceh dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam seremoni-seremoni belaka. Menurutnya, budaya harus menjadi bagian integral dari keseharian masyarakat Aceh.

“Rumuskankan kebudayaan Aceh dalam sikap keseharian, bukan hanya pada seremoni. Negeri besar seperti Aceh memiliki budaya yang luhur dan harus kita wujudkan dalam tindakan sehari-hari,” tegas Safrizal.

Ia juga menyinggung keberhasilan Aceh dalam penyelenggaraan PON XXI yang berhasil mengubah persepsi dunia luar terhadap Aceh, berkat keramahan dan adab Peumulia Jamee yang ditunjukkan masyarakat Aceh.

“Melalui PON XXI, kita berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Aceh memiliki peradaban dan kebudayaan yang tinggi. Hospitality dan keramahan masyarakat Aceh benar-benar terlihat,” katanya.

Rektor ISBI Aceh, Prof Wildan, juga turut memberikan penghargaan kepada Pj Gubernur Safrizal berupa buku dan cinderamata, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh. Pada acara tersebut, turut hadir juga Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Prof Irwan Abdullah, yang ikut memberikan pandangan terkait perkembangan budaya di Indonesia.

Safrizal menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa budaya adalah salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa.

“Kita semua bersepakat, budaya adalah pemersatu bangsa. Dalam keberagaman seni dan budaya, kita kuat sebagai bangsa yang satu dalam kebhinekaan,” pungkas Safrizal.

Editor: Akil

Banjir Rendam 13 Desa di Aceh Tenggara, Lima Kecamatan Terdampak

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara menyebabkan banjir melanda 13 desa di lima kecamatan. Banjir tersebut terjadi sejak Rabu (9/10/2024), akibat tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan debit air beberapa sungai, seperti Sungai Lawe Kinga, Lawe Alas, dan Lawe Mamas, meningkat pesat.

Zainal Abidin, Kepala Bidang Pencegahan BPBD Aceh Tenggara, mengatakan bahwa beberapa tanggul sungai jebol akibat derasnya air, yang kemudian meluas ke permukiman warga serta merusak lahan pertanian dan sejumlah fasilitas umum.

“Luapan air ini juga berdampak pada lahan pertanian masyarakat dan fasilitas umum. Tanggul di beberapa desa jebol, seperti di Desa Lawe Hijo dan Desa Buah Pala,” ujar Zainal, Kamis (10/10/2024).

Menurut data sementara dari BPBD, desa-desa yang terdampak banjir antara lain berada di Kecamatan Bambel, yaitu Desa Ampera, Lawe Hijo, Lawe Hijo Metuah, Kuning I, dan Pedesi. Selain itu, Kecamatan Lawe Sumur, Ketambe, Darul Hasanah, dan Babul Rahmah juga terdampak banjir dengan masing-masing beberapa desa mengalami kerusakan.

Zainal menambahkan, meski banjir telah merusak banyak infrastruktur dan lahan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pihaknya masih terus mendata jumlah warga terdampak dan memperkirakan total kerugian akibat bencana tersebut.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah diterjunkan ke lokasi. Selain mendata, kami juga telah mengerahkan satu unit ekskavator untuk memperbaiki tanggul yang jebol di Sungai Lawe Kinga,” jelasnya.

Saat ini, air banjir di sejumlah desa mulai surut, dan warga secara bertahap membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah mereka. Namun, dengan cuaca yang masih ekstrem, warga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

“Meski air mulai surut, warga masih khawatir banjir akan kembali terjadi jika hujan deras terus turun,” tutup Zainal.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Akan Lantik Tiga Penjabat Bupati, Muhammad Dirwansyah Ditunjuk Jadi Plt Sekda Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: DLHK Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal, dijadwalkan melantik tiga penjabat bupati dan menunjuk Muhammad Dirwansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Jumat (11/10/2024). Informasi ini diperoleh dari sumber terpercaya, dan acara pelantikan akan digelar di Banda Aceh.

Ketiga penjabat bupati yang akan dilantik adalah untuk Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara. Menurut informasi yang diterima, Azwardi Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sekda Aceh, akan dilantik sebagai Penjabat Bupati Aceh Barat. Sementara itu, Iskandar, Asisten III Setda Aceh, akan mengemban amanah sebagai Penjabat Bupati Nagan Raya. Taufik, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Aceh Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Dirwansyah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Wali Nanggroe Aceh, akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekda Aceh, menggantikan Azwardi.

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk menjaga kelangsungan roda pemerintahan di tingkat kabupaten, khususnya di wilayah yang akan menghadapi kekosongan posisi bupati.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi resmi dari pihak terkait, termasuk Azwardi dan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Aceh, M Gade, belum diterima.

Pergantian Penjabat untuk Stabilitas Daerah

Pelantikan tiga penjabat bupati ini diharapkan dapat memastikan stabilitas pemerintahan di kabupaten-kabupaten tersebut menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Aceh mengalami kekosongan jabatan kepala daerah akibat masa tugas yang berakhir.

Dengan adanya penjabat baru, pemerintah berharap pembangunan di daerah dapat tetap berjalan dengan baik, tanpa ada kendala administrasi atau pengambilan keputusan yang tertunda.

Editor: Akil

35 Pemuda Ikuti Young Progressive Academy Batch 3 di Jakarta

0
35 Pemuda Ikuti Young Progressive Academy Batch 3 di Jakarta. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Sebanyak 35 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program Young Progressive Academy (YPA) Batch 3 yang diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK. Acara ini berlangsung selama empat hari di Millennium Hotel Sirih Jakarta, dengan kolaborasi bersama organisasi internasional Frederich Ebert Stiftung (FES).

YPA merupakan ruang belajar interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran sosial, ekonomi, dan politik bagi pemuda Indonesia. Program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang merdeka, adil, dan inklusif, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan revolusi mental. Batch ketiga ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang yang siap berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia.

YPA Batch 3 ini menampilkan peserta yang dipilih melalui seleksi ketat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan daerah, mencerminkan keberagaman Indonesia. Program ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Amatan Nukilan.id, dalam acara pembukaan, Zeblon Magai, pemuda asal Papua Tengah, diberi kesempatan berbicara mewakili peserta lainnya. Dengan penuh haru, Zeblon mengaku tak mampu berkata-kata.

“Saya sangat terharu dan merasa bangga bisa lolos di program bergengsi ini. Ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Selama empat hari, para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti diskusi kelompok, workshop, dan seminar yang akan membekali mereka dengan pengetahuan tentang isu-isu sosial, politik, dan ekonomi yang relevan bagi pemuda. Diharapkan, para alumni YPA akan menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing.

Berikut daftar 35 peserta Young Progressive Academy Batch 3:

  1. Abdi Ardiansyah — Sulawesi Selatan
  2. Adit Maulana — Sulawesi Tengah
  3. Agun Sesar — Sulawesi Selatan
  4. Akil Rahmattillah — Aceh (NAD)
  5. Amanda Dhea Sekharwardhani — DKI Jakarta
  6. Arif Prasetyo — DI Yogyakarta
  7. Arshy Fadhillah Nadya Putri — Jawa Barat
  8. Delia Sasya Oktafiani — Kalimantan Selatan
  9. Faisal Makruf — DI Yogyakarta
  10. Felia Primaresti — DKI Jakarta
  11. Fildzah Izzati Ishmah — Banten
  12. Gusti Ayu Made Kayka — Jawa Timur
  13. Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon — DKI Jakarta
  14. Karlo Takasima Bukit — Aceh (NAD)
  15. Kinanthi Rosita — Jawa Barat
  16. Lovindri Theresia Naibaho — Sumatera Utara
  17. Luh Putu Anggreny — Bali
  18. Lulu Rizqiana — Kalimantan Utara
  19. Maha Daya Cinta — Jawa Barat
  20. Mariadriana Corysave Manehat — Nusa Tenggara Timur (NTT)
  21. Maya Sarmila — Sulawesi Barat
  22. Mazmuria Irene Imanuella — Banten
  23. Nadiyah Nilfannisa — Sumatera Utara
  24. Nicholas Martua Siagian — DKI Jakarta
  25. Nicole De Bell — Jawa Timur
  26. N’matun Naharin — DKI Jakarta
  27. Ritasari Boling — Nusa Tenggara Timur (NTT)
  28. Sri Muliyati — DI Yogyakarta
  29. Syamsul Arif — Jawa Barat
  30. Wa Ode Zahra Amalia — Sulawesi Tenggara
  31. Willy Pradana — Riau
  32. Yoksan Beyete — Papua Barat Daya
  33. Zahran Aslam Rizqullah — Bengkulu
  34. Zeblon Magai — Papua Tengah
  35. Zidan Faizi — DKI Jakarta

Kehadiran para peserta dari berbagai provinsi ini diharapkan dapat memperkuat jejaring pemuda progresif yang siap berkarya untuk kemajuan bangsa. Program ini juga menjadi platform yang mempertemukan para pemuda berbakat dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang kebijakan publik dan sosial.

Program ini akan berlangsung selama dua minggu, diakhiri dengan presentasi proyek inovasi yang telah mereka kerjakan selama mengikuti pelatihan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

KIP Aceh Tetapkan Tiga Jadwal Debat Pilgub 2024, Siap Disiarkan Televisi Nasional

0
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KIP Aceh, Hendra Darmawan, saat memaparkan berbagai program sosialisasi inovatif yang akan dijalankan untuk menyukseskan Pilkada Aceh 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh resmi menetapkan jadwal debat publik untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024. Debat tersebut akan mempertemukan dua pasangan calon, yaitu Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi dan Muzakkir Manaf-Fadhlullah, serta akan disiarkan oleh televisi nasional dan lokal.

“KIP Aceh akan menggelar tiga kali debat publik, yang disiarkan oleh televisi nasional dan lokal,” ujar Ketua Divisi Sosialisasi KIP Aceh, Hendra Darmawan kepada Nukilan.id, Kamis (10/10/2024).

Hendra menambahkan, keputusan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi antara KIP Aceh, liaison officer dari kedua pasangan calon, tim perumus, dan pihak penyiaran. Debat perdana akan berlangsung pada 25 Oktober 2024, pukul 20.00-22.00 WIB, dan disiarkan oleh Kompas TV. Debat kedua dijadwalkan pada 1 November di jam yang sama, dengan hak siar diberikan kepada TVRI. Debat ketiga atau pamungkas akan digelar pada 19 November dan disiarkan oleh iNews TV.

Namun, hingga saat ini, KIP Aceh belum mengumumkan siapa yang akan menjadi moderator maupun panelis untuk ketiga debat tersebut.

“Masih dalam tahap perumusan,” kata Hendra. Ia juga menyebut bahwa KIP tengah mempertimbangkan untuk melibatkan tokoh nasional dan akademisi terkemuka sebagai panelis.

Hendra menegaskan bahwa debat publik merupakan tahapan wajib dalam proses Pilkada, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024. Menurutnya, debat ini sangat krusial, terutama karena Aceh hanya memiliki dua pasangan calon gubernur, berbeda dengan periode sebelumnya yang diikuti oleh enam pasangan.

“Kami sedang memfinalisasi berbagai aspek teknis, termasuk pemilihan lokasi debat yang representatif serta persiapan protokol yang ketat. Kami ingin memastikan debat berjalan lancar dan memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” jelas Hendra.

Ia juga menekankan bahwa debat publik menjadi momen penting bagi pemilih di Aceh untuk memahami visi, misi, dan program dari kedua pasangan calon. “Ini adalah bagian dari pendidikan politik bagi pemilih agar mereka bisa menentukan pilihan dengan bijak,” ujarnya.

Hendra berharap, melalui debat publik, partisipasi pemilih pada Pilkada Aceh 2024 dapat meningkat.

“Debat ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk menilai program-program yang ditawarkan para calon, sehingga diharapkan tingkat partisipasi pemilih juga meningkat,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Penerbangan Batik Air Banda Aceh-Jakarta: Nyaman dan Tepat Waktu

0
Suasana kabin ekonomi Pesawat Batik Air. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penerbangan Batik Air dari Banda Aceh ke Jakarta pada Kamis pagi (10/10/2024) berjalan lancar dan menyenangkan. Pesawat lepas landas tepat pukul 07.00 WIB dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, dengan suasana kabin yang nyaman dan pelayanan prima dari para pramugari.

Memasuki kabin, penumpang disambut dengan senyum ramah oleh awak kabin. “Selamat pagi, terima kasih telah memilih Batik Air,” sapa salah satu pramugari dengan hangat. Sebelum pesawat lepas landas, para pramugari dengan sigap memastikan seluruh penumpang mengenakan sabuk pengaman dan mengikuti instruksi keselamatan yang dijelaskan secara jelas dan rinci.

Di tengah perjalanan, para penumpang disuguhi makanan ringan berupa kue dan air mineral. Suguhan ini menjadi pelepas lapar sekaligus penyegar setelah sekitar satu jam mengudara.

“Makanannya cukup enak, meski sederhana. Saya sangat menghargai perhatian maskapai untuk memberikan pelayanan seperti ini,” ujar Syahrul, salah satu penumpang kepada Nukilan.id, Kamis (10/10/2024).

Selama penerbangan, kabin terasa nyaman dengan suhu ruangan yang diatur pas dan suasana tenang. Banyak penumpang memanfaatkan waktu untuk tidur atau membaca.

“Ini pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya. Awak kabinnya juga sangat ramah dan profesional. Tidak ada gangguan selama perjalanan,” tambah Syahrul.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam, pesawat mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 10.00 WIB. Ketepatan waktu ini juga mendapat apresiasi dari para penumpang.

“Ini kali pertama saya terbang dengan Batik Air, dan saya sangat puas. Dari awal hingga akhir, semuanya berjalan lancar dan tepat waktu. Ini yang paling penting bagi saya,” kata Fira, penumpang lainnya yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

Batik Air terus berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas kepada para penumpang dengan penerbangan yang nyaman, aman, dan tepat waktu. Hal ini tercermin dari suasana penerbangan kali ini, yang berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.

Pesawat Batik Air tetap menjadi pilihan utama bagi banyak warga Aceh yang melakukan perjalanan ke Jakarta, baik untuk keperluan bisnis, dinas, maupun liburan. Maskapai ini diharapkan terus meningkatkan kualitas layanannya untuk memenuhi ekspektasi penumpang yang semakin tinggi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kemenko PMK dan FES Kolaborasi Selenggarakan Young Progressive Academy Batch 3

0
Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, Kemenko PMK. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK kembali bekerja sama dengan organisasi internasional Frederich Ebert Stiftung (FES) dalam penyelenggaraan Young Progressive Academy (YPA) Batch 3. Acara pembukaan program interaktif ini digelar di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, pada Kamis (10/10/2024).

Young Progressive Academy merupakan program pendidikan interaktif yang dirancang untuk membekali pemuda Indonesia dengan wawasan mendalam tentang isu-isu sosial, ekonomi, dan politik. Melalui ruang belajar ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mempromosikan keadilan, inklusivitas, dan kemerdekaan dalam masyarakat.

Amatan Nukilan.id, dalam sambutannya, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, menegaskan bahwa YPA adalah salah satu bentuk nyata pelaksanaan revolusi mental bagi generasi muda. Ia menyampaikan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan untuk kemajuan bangsa.

“Program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan pemuda agen perubahan yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Woro juga mengapresiasi FES Indonesia yang terus mendukung pelaksanaan program YPA. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga internasional seperti FES sangat penting dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.

“Saya ucapkan terima kasih kepada FES yang telah bekerja sama dengan kami dalam memfasilitasi ruang belajar yang inklusif dan progresif bagi pemuda Indonesia,” tambahnya.

Program YPA Batch 3 ini berfokus pada penanaman nilai-nilai kebangsaan dan revolusi mental kepada peserta, dengan harapan mampu membentuk pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman kuat terhadap keadilan sosial dan inklusivitas. YPA diikuti oleh puluhan pemuda dari berbagai latar belakang yang akan mengikuti serangkaian pelatihan intensif selama beberapa bulan ke depan.

Dengan pelatihan dan diskusi yang interaktif, para peserta YPA diharapkan dapat menjadi teladan bagi komunitasnya masing-masing, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah