Beranda blog Halaman 863

640 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Siap Berdayakan 67 Desa di Aceh Besar Lewat KPM Reguler

0
640 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Siap Berdayakan 67 Desa di Aceh Besar Lewat KPM Reguler. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 640 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali melaksanakan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler di Kabupaten Aceh Besar. Para mahasiswa akan disebar ke 67 desa yang tersebar di dua kecamatan, yakni Indrapuri dengan 52 desa dan Kuta Malaka dengan 15 desa.

Serah terima mahasiswa dilakukan pada Sabtu (19/10) di Halaman Kantor Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Ar-Raniry, Khairuddin, yang menyerahkan mahasiswa secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Jamaluddin.

Khairuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa pengalaman belajar mahasiswa kini akan berpindah dari ruang kelas ke lapangan yang lebih luas.

“Pengabdian ini akan berlangsung selama 38 hari, mulai 19 Oktober hingga 25 November 2024. Mahasiswa dari delapan fakultas UIN Ar-Raniry telah menjalani pembekalan khusus sebelum terjun ke lapangan, sehingga mereka siap mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah,” ujar Khairuddin.

Sementara itu, Jamaluddin, mewakili Pemkab Aceh Besar, berharap kehadiran para mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan dan administrasi desa.

“Para mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penanganan masalah stunting dengan mendorong aktifnya posyandu serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat memperkuat pengelolaan administrasi desa, terutama dalam pendataan dan pemanfaatan dana desa di era digital saat ini,” kata Jamaluddin.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Camat Kuta Malaka, Camat Indrapuri, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, serta Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M) UIN Ar-Raniry, Sri Suyanta.

Dengan program ini, mahasiswa UIN Ar-Raniry diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa di Aceh Besar.

Editor: Akil

Polres Aceh Selatan Tangkap Tiga Pelaku Penyelundupan Imigran Rohingya

0
Ilustrasi pengungsi Rohingya. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Polisi Resor (Polres) Aceh Selatan berhasil menangkap tiga pelaku penyelundupan imigran etnis Rohingya yang sebelumnya terombang-ambing di perairan Labuhan Haji. Ketiganya ditangkap di Pos Lalu Lintas Sibande, Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada Jumat (18/10/2024), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, menjelaskan bahwa ketiga pelaku, berinisial F (35), A (33), dan I (32), diduga kuat terlibat dalam penyelundupan imigran etnis Rohingya yang kapalnya ditemukan di perairan Aceh Selatan.

“Penangkapan dilakukan setelah adanya informasi bahwa pelaku penyelundupan imigran Rohingya melarikan diri ke arah Kota Subulussalam. Ketiganya berhasil kami tangkap dalam razia di perbatasan Aceh dan Sumut,” kata AKBP Mughi, Sabtu (19/10/2024).

Menurut hasil penyelidikan awal, F bertugas menunggu kedatangan para imigran di tepi pantai Desa Lhong Beurawe, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan. Sementara itu, A dan I diketahui membeli kapal motor seharga Rp600 juta untuk digunakan dalam penyelundupan tersebut.

Informasi mengenai kaburnya para pelaku didapatkan setelah adanya laporan terkait keberadaan kapal motor yang membawa imigran Rohingya di perairan Labuhan Haji. Ketiga pelaku melarikan diri menuju Subulussalam, memanfaatkan jalan lintas yang menghubungkan Aceh dan Sumut.

Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Selatan segera bertindak dengan menyisir jalur lintas tersebut dan berkoordinasi dengan Polres Subulussalam serta Pos Lantas Sibande Polres Pakpak Bharat, Sumut. Razia pun digelar untuk menghentikan setiap kendaraan yang melintas.

“Ketiga pelaku berhasil kami amankan setelah ditemukan menaiki mobil barang. Mereka langsung dibawa ke Polres Subulussalam untuk proses lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Barang bukti yang diamankan dari penangkapan ini termasuk tiga telepon genggam dan satu unit mobil barang dengan nomor polisi BL 8136 CC.

Polisi kini masih melakukan pendalaman terkait peran para pelaku dalam penyelundupan imigran Rohingya, sekaligus berupaya mengungkap jaringan yang mungkin lebih luas di balik aksi ini.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya Polres Aceh Selatan dalam menindak tegas praktik penyelundupan manusia, terutama di wilayah perbatasan yang kerap menjadi jalur transit bagi imigran ilegal.

Editor: Akil

Banjir di Aceh Singkil: 19 Desa Masih Terendam, Ribuan Warga Terdampak

0
Banjir di Aceh Singkil: 19 Desa Masih Terendam, Ribuan Warga Terdampak. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Singkil – Sebanyak 19 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, masih terendam banjir akibat hujan deras yang melanda kawasan tersebut beberapa hari terakhir. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, banjir ini melumpuhkan sejumlah akses dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil, Al-Husni, mengungkapkan bahwa meski sebagian wilayah sudah mulai surut, banjir masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Singkil dan Kecamatan Kuta Baharu.

“Kondisi banjir di beberapa titik memang mulai surut, tapi masih ada desa yang terendam dengan ketinggian air 30 cm hingga 80 cm di Singkil, dan 30 cm hingga 60 cm di Kuta Baharu,” jelas Al-Husni pada Jumat (18/10/2024).

Desa-desa yang terdampak di Kecamatan Singkil antara lain Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Ujung Bawang, Pea Bumbung, Suka Makmur, Kuta Simboling, Siti Ambia, Kilangan, Selok Aceh, Pemuka, Pulo Sarok, Takal Pasir, Pasar, Ujung, Suka Damai, dan Teluk Ambun. Sementara di Kecamatan Kuta Baharu, desa yang masih terendam adalah Lentong, Butar, dan Danau Bungara.

Dampak banjir ini tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menutup jalan penghubung antar desa dan merusak beberapa fasilitas umum. Jalan nasional Singkil-Subulussalam di Desa Bulusema, Kecamatan Suro, serta jalan Singkil-Gunung Meriah di Desa Ujung Bawang juga terendam. Arus air yang kuat bahkan menyebabkan longsornya jembatan di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil.

Berdasarkan data BPBD, banjir ini memengaruhi 27 desa dengan total 22.557 jiwa terdampak dari 6.149 kepala keluarga (KK). Sebanyak 131 warga dari 47 KK terpaksa mengungsi, di antaranya warga Desa Lentong, Kecamatan Kuta Baharu, serta Desa Kuta Simboling, Selok Aceh, dan Ujung Bawang di Kecamatan Singkil.

BPBD Aceh Singkil terus berupaya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dan memperbaiki akses jalan yang terputus.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan, termasuk distribusi logistik kepada pengungsi dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” pungkas Al-Husni.

Hingga saat ini, warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan mencegah banjir susulan. Dengan intensitas hujan yang belum mereda sepenuhnya, masyarakat Aceh Singkil masih berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan banjir lebih lanjut.

Editor: Akil

Forum Galasantara Satukan Dukungan Politik Abdya untuk Mualem – Dek Fad

0
Forum Galasantara Satukan Dukungan Politik Abdya untuk Mualem - Dek Fad. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Blangpidie – Forum Galasantara berhasil mempersatukan tiga kekuatan politik besar di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam rangka memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fad), untuk periode 2024-2029.

Acara ini berlangsung di Keniyo Kupi, Susoh, Abdya, dan dikemas dalam bentuk Dialog Lintas Profesi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Fadhlullah sebagai calon Wakil Gubernur, Panglima Wilayah KPA Tgk. H. Abdul Rahman Ubiet, serta ribuan pendukung dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang tengah berkompetisi dalam Pilkada Abdya 2024-2029.

Wen Rimba Raya, Ketua Forum Galasantara, dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini digelar sebagai respon atas arahan Mualem, yang ingin mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, perdagangan, dan sektor ekonomi berbasis masyarakat.

“Awalnya, Mualem dijadwalkan hadir langsung, namun karena masih berada di luar negeri, beliau meminta Dek Fad untuk mewakili. Alhamdulillah, Pak Wakil Gubernur kita hadir di tengah kesibukan beliau. Meski seharusnya sudah berada di Jakarta untuk menghadiri pelantikan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, beliau tetap menyempatkan hadir,” ujar Wen Rimba Raya.

Ia juga meminta kepada masyarakat yang hadir untuk menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada Dek Fad, yang nantinya akan menjadi referensi dalam penyusunan program Mualem – Dek Fad jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Dalam dialog tersebut, aspirasi masyarakat lintas profesi didengar langsung oleh Dek Fad. Ia menjelaskan bahwa banyak dari aspirasi tersebut sudah diakomodasi dalam visi dan misi pasangan Mualem – Dek Fad, serta menjadi bagian dari program prioritas mereka.

“Apa yang bapak dan ibu sampaikan tadi, InsyaAllah akan kami laksanakan karena sudah sesuai dengan visi misi kami. Saya dan Mualem juga sepakat bahwa setiap dua bulan kami akan berkantor di wilayah Poros Barat Selatan, agar masyarakat bisa menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka tanpa harus jauh-jauh ke Banda Aceh. Kami ingin memastikan masyarakat di Barat Selatan mendapatkan hak yang sama seperti di Banda Aceh,” ujar Dek Fad.

Sebagai tambahan, Dialog Lintas Profesi ini digagas oleh Forum Galasantara Kabupaten Abdya, yang anggotanya berasal dari tiga tim sukses pasangan calon bupati Abdya: Salman Alfarisi – Yusran (1), Jufri Hasanuddin – Fakhruddin (2), dan Safaruddin – Zaman Akli (3). Kegiatan ini menjadi momentum penting yang memperkuat soliditas dukungan politik di Abdya untuk memenangkan Mualem – Dek Fad dalam Pilkada Aceh 2024.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Imigran Rohingya di Perairan Labuhan Haji

0
Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Imigran Rohingya di Perairan Labuhan Haji. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik kepada imigran etnis Rohingya yang terombang-ambing di perairan Kecamatan Labuhan Haji. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, meski hingga kini para imigran tersebut belum diizinkan mendarat.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Aceh Selatan, Maza Sahfri, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti mi instan, air mineral, biskuit, serta perlengkapan bayi dan anak-anak.

“Kami kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada imigran Rohingya yang masih berada di kapal di perairan Labuhan Haji. Bantuan ini diberikan secara bertahap karena keterbatasan personel, mengingat beberapa di antaranya juga ditugaskan menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Trumon,” ujar Maza Sahfri, Sabtu (12/10/2024).

Penyaluran bantuan ini, menurutnya, sesuai dengan arahan pimpinan daerah yang mengutamakan bantuan untuk korban bencana dan bantuan sosial bagi imigran. Meski akses darat belum memungkinkan, bantuan tersebut terus diupayakan melalui jalur laut.

Selain Pemkab, Panglima Laot Aceh Selatan, Muhammad Jabal, juga turut memberikan bantuan kepada para imigran Rohingya. Bantuan logistik tersebut disalurkan ke kapal motor yang membawa sekitar 150 orang imigran, termasuk anak-anak, wanita, dan pria dewasa.

“Kami telah menyalurkan bantuan makanan dan minuman kepada mereka yang terombang-ambing di laut, berjarak sekitar empat mil dari garis pantai Aceh Selatan,” jelas Muhammad Jabal.

Namun, hingga saat ini, masyarakat setempat masih menolak pendaratan imigran tersebut di wilayah mereka. Muhammad Jabal menambahkan, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait keberadaan imigran di perairan Aceh Selatan.

Kondisi para imigran Rohingya yang terjebak di laut ini menimbulkan keprihatinan. Bantuan logistik diharapkan dapat meringankan beban mereka sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai penanganan krisis ini.

Editor: Akil

Satgas Halal Kemenag Aceh Awasi 70 Lokasi di Seluruh Aceh

0
Satgas Halal Kemenag Aceh Awasi 70 Lokasi di Seluruh Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh Satuan Tugas (Satgas) Halal Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh melakukan pengawasan di 70 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Aceh. Pengawasan ini merupakan bagian dari program Wajib Halal yang dimulai pada Oktober 2024, dengan fokus utama pada rumah potong hewan, supermarket, dan restoran.

Ahmad Yani, Ketua Satgas Halal Aceh, menjelaskan bahwa pengawasan serentak dilakukan pada 18 Oktober 2024, sehari setelah diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal untuk produk-produk tertentu di Indonesia.

“Tim Satgas Halal Kemenag Aceh beserta tim Satgas dari kabupaten/kota di seluruh Aceh terjun langsung untuk memastikan standar halal telah dipenuhi, terutama di rumah potong hewan, unggas, serta berbagai tempat penjualan dan produksi makanan,” ujar Ahmad Yani.

Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin produk halal yang dikonsumsi masyarakat, khususnya di Aceh, sebagai daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam.

“Kami ingin memastikan produk dan proses produksinya telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal),” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Halal Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, MH, menambahkan bahwa pengawasan kali ini mencakup berbagai produk, baik yang dihasilkan secara lokal maupun impor.

“Sasaran utama kami adalah hasil jasa sembelihan, produk makanan dan minuman kemasan, serta proses pembuatan makanan di restoran dan rumah makan,” ujarnya.

Alfirdaus juga menjelaskan bahwa pengawasan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPJPH, Kementerian Agama, serta pendamping produk halal yang ditugaskan di berbagai lokasi.

“Dari laporan sementara, mayoritas pelaku usaha di 70 lokasi yang diawasi sudah patuh terhadap ketentuan halal. Ini menunjukkan bahwa kesadaran para pelaku usaha dan konsumen tentang pentingnya jaminan produk halal semakin meningkat,” jelasnya.

Selain memastikan kepatuhan, pengawasan ini juga bertujuan untuk terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk-produk yang beredar di pasaran. Alfirdaus mengimbau masyarakat Aceh agar lebih selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi.

“Pastikan produk yang dibeli sudah memiliki sertifikasi halal, terutama di supermarket dan restoran,” pesannya.

Pengawasan ketat ini, menurut Ahmad Yani, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran lokal, tetapi juga menjadikan Aceh sebagai contoh dalam penerapan standar halal di Indonesia.

“Ini adalah bagian dari upaya untuk mendukung tujuan nasional, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ujar Ahmad Yani.

Kemenag Aceh juga terus menyediakan layanan sertifikasi halal melalui Kemenag Kabupaten/Kota, lembaga pemeriksa halal, dan pendamping halal yang tersebar di berbagai Kantor Urusan Agama (KUA). Melalui sinergi ini, diharapkan pengawasan dan penerapan standar halal dapat terus ditingkatkan.

Pengawasan halal ini juga dilakukan secara nasional di bawah koordinasi BPJPH, mencakup berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami berharap langkah ini dapat menjaga kepercayaan publik terhadap produk halal, tidak hanya di Aceh, tetapi di seluruh Indonesia,” tutup Alfirdaus.

Editor: Akil

Plt Sekda Aceh Motivasi Peserta Tes CPNS

0
Plt Sekda Aceh Motivasi Peserta Tes CPNS. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Diwarsyah, memberikan motivasi langsung kepada para peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tengah menjalani tes di Aula Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Jumat (18/10/2024).

Kehadiran Diwarsyah di lokasi tes ini bertujuan untuk meninjau jalannya pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) serta memberikan semangat kepada para peserta.

Dalam peninjauan tersebut, Diwarsyah didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Abdul Qohar, beserta sejumlah pejabat lainnya. Ia menyampaikan pentingnya sikap optimistis dan percaya diri dalam menghadapi tes yang menjadi langkah awal untuk menggapai impian sebagai pegawai negeri.

“Saya hadir di sini untuk melihat langsung bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapi ujian ini. Saya tahu kalian semua memiliki peluang yang sama untuk lulus. Jadi, lakukan yang terbaik, jangan sia-siakan kesempatan ini, dan yang paling penting, jangan ragu dengan kemampuan diri sendiri,” ujar Diwarsyah di hadapan para peserta tes.

Ia juga menyampaikan pesan dari Pj Gubernur Aceh yang menekankan pentingnya usaha keras dan doa, tanpa mengandalkan bantuan dari pihak luar.

“Pak Gubernur menitip pesan bahwa tidak ada yang bisa membantu kalian, kecuali diri kalian sendiri. Oleh karena itu, berusahalah sebaik mungkin dan terus berdoa,” tegasnya.

Diwarsyah berpesan kepada peserta tes untuk menjaga integritas dan menghindari hal-hal yang tidak etis. Ia optimistis bahwa mereka yang berusaha keras dan percaya diri akan sukses dalam seleksi ini.

“Ini hari pertama tes, dan kalian menjadi contoh bagi peserta lainnya. Tunjukkan performa terbaik. Saya yakin, jika kalian berusaha dengan sungguh-sungguh, kalian bisa lulus dan menjadi PNS sesuai posisi yang kalian pilih,” imbuhnya.

Tes CPNS yang digelar BPSDM Aceh ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai latar belakang, dengan harapan dapat lolos menjadi abdi negara. Semangat dan motivasi yang diberikan Plt Sekda diharapkan dapat menjadi dorongan tambahan bagi para peserta untuk meraih hasil terbaik.

“Selamat mengikuti seleksi CAT, semoga kalian semua sukses dan berhasil. Percaya diri dan lakukan yang terbaik,” tutup Diwarsyah.

Editor: Akil

Segini Harga Emas di Banda Aceh Sabtu 19 Oktober 2024

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas di Kota Banda Aceh kembali menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan pada hari Sabtu (19/10/2024). Hal ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari Daffa, seorang penjual emas di toko Italy yang terletak di sekitaran Pasar Aceh.

Menurut Daffa, harga emas murni dengan kadar 99 persen saat ini mencapai Rp4.360.000 per mayam, atau setara dengan 3,3 gram. Harga ini belum termasuk ongkos pembuatan.

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp20.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di angka Rp4.340.000 per mayam.

“Harga emas hari ini naik lagi. Sekarang sudah Rp4.360.000 per mayam belum termasuk ongkos pembuatan,” ujar Daffa saat ditemui Nukilan di tokonya.

Meskipun harga emas terus merangkak naik, namun minat pembeli meningkat. Daffa mengungkapkan bahwa saat ini 95% pembeli emas adalah dari kalangan usia tua. Sementara itu, minat membeli dari kalangan muda justru mengalami penurunan.

“Yang beli emas sekarang kebanyakan orang tua. Kalau dari kalangan anak muda sangat menurun, biasanya anak muda beli emas hanya untuk mahar pernikahan,” tambah Daffa.

Reporter: Rezi

Kapal Diduga Angkut Imigran Rohingya Terombang-ambing di Perairan Aceh Selatan

0
Kapal Diduga Angkut Imigran Rohingya Terombang-ambing di Perairan Aceh Selatan. (Foto: Kumparan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sebuah kapal yang diduga mengangkut imigran etnis Rohingya dilaporkan terombang-ambing di perairan Kabupaten Aceh Selatan. Kapal tersebut disebut-sebut merupakan milik warga lokal asal Kecamatan Labuhan Haji Barat, kabupaten setempat.

Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek, menyebutkan bahwa kapal tersebut baru dibeli oleh seseorang berinisial Ih dari Kecamatan Labuhan Haji Barat. Sebelumnya, kapal itu dimiliki oleh Md, warga Kecamatan Meukek.

“Kapal itu dibeli oleh Ih dari Md sekitar 20 hari lalu. Nama kapal itu Bintang Rezeki,” kata Miftach kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (19/10/2024), mengutip dari Antara.

Miftach menjelaskan, kapal motor tersebut belum bisa dipastikan terkait keberadaan imigran Rohingya karena kapal tersebut tidak dilengkapi anak buah kapal (ABK) maupun peralatan pukat. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan kajian terkait kapal tersebut.

“Kapal itu tanpa ABK dan tidak ada pukatnya. Pihak berwenang akan melakukan kajian lebih lanjut,” ujar Miftach.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pihak Panglima Laot Aceh Selatan bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait telah bergerak menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan minuman kepada para imigran Rohingya yang terjebak di atas kapal tersebut.

Kapal yang membawa imigran Rohingya ini kembali menyorot perhatian publik terkait isu kemanusiaan di perairan Aceh. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai langkah selanjutnya untuk menangani para imigran tersebut.

Editor: Akil

Basarnas Evakuasi ABK Ukraina yang Sakit di Perairan Aceh

0
Basarnas Evakuasi ABK Ukraina yang Sakit di Perairan Aceh. (Foto: HUMAS BASARNAS BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Ukraina dari kapal kontainer berbendera Liberia yang berlayar di perairan Aceh. Evakuasi dilakukan setelah ABK tersebut mengalami serangan panik akibat komplikasi diabetes melitus.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa ABK bernama Danylo Gladenkly (22) itu merupakan kru kapal kontainer MV Al Murabba, yang tengah berlayar dari Barcelona, Spanyol, menuju Singapura.

“Kami menerima laporan dari kapal MV Al Murabba melalui surat elektronik pada Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WIB, bahwa salah satu kru kapal mengalami serangan panik akibat diabetes melitus dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” kata Ibnu Harris.

Evakuasi di Tengah Cuaca Buruk

Setelah mendapat laporan, Basarnas langsung berkoordinasi dengan pihak kapal dan menyusun rencana evakuasi. Kapal SAR KN Kresna 232 dikerahkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, untuk melakukan evakuasi di perairan Selat Benggalla, yang terletak antara Pulau Aceh dan Pulau Weh, Sabang.

Tim SAR tiba di lokasi evakuasi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.20 WIB, meskipun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

“Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena cuaca hujan dan kondisi gelombang. Namun, tim berhasil mengevakuasi korban dengan selamat,” ujar Ibnu Harris.

Prosedur Kesehatan Ketat

Sebelum dipindahkan ke KN Kresna 232, tim medis dari Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh memeriksa kesehatan Danylo untuk memastikan bahwa tidak ada risiko penyakit menular yang bisa membahayakan kru kapal lainnya.

“Setelah dipastikan aman, korban kami bawa ke Pelabuhan Ulee Lheue dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah Ibnu Harris.

Kondisi Stabil di Rumah Sakit

Danylo, yang menderita komplikasi diabetes melitus, kini berada di RSUD Zainoel Abidin dan sedang dalam perawatan intensif. Kondisinya dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan awal dari tim medis rumah sakit.

Operasi evakuasi ini menambah catatan panjang keberhasilan Basarnas Banda Aceh dalam menangani berbagai situasi darurat di perairan Indonesia, khususnya di sekitar wilayah Aceh, yang sering dilalui kapal-kapal internasional.

Editor: Akil