Beranda blog Halaman 840

Wakil Rektor UTU Lepas Kafilah Menuju MTQ Internasional di Banda Aceh

0
Wakil Rektor UTU Lepas Kafilah Menuju MTQ Internasional di Banda Aceh. (Foto: HUMAS UTU)

NUKILAN.id | Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) resmi mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti Musabaqah Internasional Qur’an Recitation Awards (IQRA) yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh.

Kafilah tersebut dilepas secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung HS, SKM., MNSc, yang menyampaikan harapannya agar para peserta dapat membawa prestasi yang membanggakan untuk universitas dan masyarakat.

Ajang MTQ Internasional ini, yang pertama kali diselenggarakan oleh USK sebagai bagian dari peringatan Milad ke-63 kampus tersebut, mempertandingkan tiga cabang kompetisi: Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Tahfidz Qur’an 10 Juz, dan Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an dalam Bahasa Inggris. Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta dari 21 kampus yang berasal dari empat negara: Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand.

Ibrahim Laweung menyampaikan pesan kepada para kafilah UTU untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama kompetisi.

“Manfaatkan ajang ini tidak hanya untuk menimba pengalaman, tetapi juga untuk mengukir prestasi. Pasang niat yang ikhlas mencari keridhoan Allah. Semoga ikhtiar ini menghasilkan hasil yang positif,” ujarnya penuh harap.

Sebelum pemberangkatan ke Banda Aceh, UTU telah mempersiapkan para mahasiswanya melalui pembinaan intensif yang dibimbing oleh tenaga profesional di bidang seni baca Al-Qur’an. Tim official yang mendampingi, Ismu Ridha, M.A., P.hD, dan Abu Hassan Makmun, M.M., menyatakan bahwa berbagai sesi latihan dan monitoring telah dilaksanakan untuk meningkatkan performa para peserta.

Ismu Ridha juga memohon dukungan dan doa dari seluruh civitas akademika UTU agar para kafilah bisa tampil maksimal dalam lomba yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 2 November 2024 ini.

“Kami menyerahkan hasil akhir kepada Allah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung keikutsertaan UTU dalam ajang MTQ Internasional ini,” ungkapnya.

Acara pembukaan resmi MTQ Internasional ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood USK pada 31 Oktober 2024, yang dipimpin langsung oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan.

Editor: Akil

Cerdaskan Generasi Aceh, Teuku Riefky Harsya Beri Beasiswa ke 1.465 Pelajar Singkil

0
Seremony penyaluran Beasiswa PIP kepada 1.465 Pelajar di Aceh Singkil. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Aceh Singkil – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh, Teuku Riefky Harsya, kembali menyalurkan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tahun 2024.
Beasiswa tersebut diberikan kepada 1.465 peserta didik di Kabupaten Aceh Singkil, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di wilayah tersebut.

Acara sosialisasi dan penyerahan simbolis Beasiswa PIP dilaksanakan pada Sabtu (2/11/2024) di lapangan Desa Lae Butar, Gunung Meriah, Aceh Singkil. Hadir dalam acara tersebut, Aidil Mashendra selaku tenaga ahli Teuku Riefky Harsya, Fairuz Akhyar selaku Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Singkil, dan H. Sariman, anggota DPRK Dapil IV. Kehadiran tokoh-tokoh ini disambut antusias oleh para orang tua siswa penerima beasiswa.

Dalam pemaparan materinya, Aidil Mashendra menyampaikan, beasiswa PIP yang disalurkan oleh Teuku Riefky Harsya merupakan upaya berkelanjutan untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus Aceh, terutama di wilayah Aceh Singkil.

“Bapak Teuku Riefky telah menyalurkan beasiswa PIP ini saat beliau di DPR RI selama dua Periode, artinya beasiswa ini telah berjalan selama 10 tahun terakhir. Meskipun beliau kini menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, komitmen untuk pendidikan Aceh tetap akan terus dilanjutkan dan diperjuangkan,” ujar Aidil.

Janniati, perwakilan dari pihak sekolah, mengapresiasi langkah Teuku Riefky yang menambah kuota beasiswa PIP bagi pelajar di Aceh Singkil. Menurutnya, selama ini wilayah mereka sangat jarang mendapatkan bantuan pendidikan.

“Kuota yang diberikan sangat membantu siswa-siswi kami, sehingga ada pemerataan akses ke pelajar untuk beasiswa ini, dimana selama ini wilayah kami sangat jarang tersentuh oleh program-program dan bantuan yang berfokus pada pendidikan. Alhamdulillah, Pak Riefky sangat peduli meski kami berada di pelosok Aceh Singkil,” ucapnya.

Seorang orang tua penerima manfaat, Nurriah, tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya atas perhatian yang diberikan Teuku Riefky Harsya kepada masyarakat Aceh, khususnya bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

“Pak Riefky sosok pemimpin yang terbaik, sangat peduli dan selalu mengingat kami masyarakat yang lemah secara ekonomi, hampir tiap tahunnya program-program beliau sangat dirasakan oleh warga di Aceh Singkil,” tutupnya. []

KAHMI Aceh Gelar Dialog Publik Bahas PR Gubernur Aceh Terpilih 2024

0
Diskusi publik KAHMI. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh menggelar Dialog Publik bertema “PR Gubernur Aceh Terpilih 2024” untuk membahas tantangan yang akan dihadapi oleh pemimpin Aceh mendatang. Diskusi ini berlangsung di Gedung Wakaf MW KAHMI Aceh, Aceh Besar, Sabtu (2/11/2024).

Diskusi publik ini menghadirkan narasumber dari pakar, diantaranya, Pakar Hukum Dr. IUR. Chairul Fahmi, Otto Syamsyuddin Sosiolog, Rustam Effendi pakar ekonomi, dan Dr. Syaifullah Muhammad selaku moderator yang juga kepala Atsiri Reasearch Center/ARC USK.

Dalam sambutannya, Koordinator Presidum MW KAHMI Aceh, Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, berharap diskusi ini dapat menjadi wadah untuk melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif guna mendorong pembangunan Aceh.

“Kami berharap dialog ini dapat menjadi pemantik bagi kita dalam berdiskusi sehingga mendorong apa sesungguhnya yang bisa diberikan oleh KAHMI terhadap pembangunan Aceh kedepan,” ujarnya.

Pakar ekonomi, Rustam Effendi mengungkapkan sejumlah permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur Aceh terpilih 2024. Ia memaparkan data bahwa Aceh masih lemah di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan jasa

Pakar ekonomi Rustam Effendi mengungkapkan sejumlah permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur Aceh terpilih 2024. Menurutnya, sektor-sektor ekonomi Aceh, terutama primer, sekunder, dan tersier, masih tertinggal dibanding provinsi tetangga, Sumatera Utara. 

“Bahkan, produk yang kita jual juga banyak berasal dari Medan. Ini menjadi tantangan awal untuk membangun Aceh ke depan,” ungkapnya.

Rustam juga menyoroti lemahnya investasi swasta di Aceh, berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Aceh hanya sebesar 4,90 triliun rupiah per tahun dalam lima tahun terakhir, jauh di bawah Sumatera Utara yang mencapai 17,20 triliun rupiah per tahun. 

“Kemudian PAD kita(Aceh) hanya menyumbang sedikit saja, data terakhir kita hanya menyumbang 27,80 persen saja, yang lain mostly pendapatan transfer 72,08 persen, jadi kita sangat bergantung dengan bank pusat,” terangnya.

Menurut Effendi, pemimpin Aceh ke depan harus memiliki beberapa kriteria ideal, di antaranya fokus menyelesaikan persoalan-persoalan Aceh, jujur, memiliki nilai-nilai keyakinan, berpihak kepada kepentingan masyarakat, dan memiliki komitmen dalam menjalankan visi misi.

“Komitmen akan menghasilkan dua hal penting, penguatan revitalisasi dan perubahan. Kita ingin ke depan bukan hanya sekedar titah dalam putusan, tapi misi yang dipilih harus dilakukan dalam perencanaan yang tepat,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Ekspor-Impor Aceh September 2024: Ekspor Bahan Bakar Turun, Neraca Dagang Surplus

0
Ilustrasi Ekspor. (Foto: Niaga Asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada September 2024 tercatat sebesar 58,2 juta USD, mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan bulan Agustus. Sektor bahan bakar tetap mendominasi ekspor dengan kontribusi utama dari komoditas batubara yang menyasar pasar India.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa nilai ekspor batubara pada September mencapai 39,1 juta USD. Dari jumlah tersebut, ekspor ke India menjadi yang terbesar dengan nilai mencapai 34,3 juta USD.

“Ekspor komoditas terbesar dari Provinsi Aceh pada bulan September 2024 adalah batubara, yang sebagian besar dikirim ke India,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPS Aceh, Jumat (1/11/2024).

Dari segi sektor, hasil pertambangan memegang porsi terbesar dalam ekspor Aceh, yakni sebesar 39,1 juta USD. Sementara itu, nilai impor Aceh pada bulan yang sama justru melonjak signifikan hingga 96,71 persen dibandingkan bulan Agustus, dengan total impor mencapai 45,5 juta USD. Komoditas yang diimpor hanya berasal dari sektor gas dan petroleum bitumen.

Meskipun nilai impor meningkat, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada September tetap surplus dengan selisih 12,7 juta USD. Surplus ini menunjukkan bahwa ekspor Aceh masih mampu mengimbangi lonjakan impor di tengah pergerakan komoditas global.

Lebih lanjut, Ahmadriswan menyebutkan bahwa ekspor komoditas asal Aceh yang melalui pelabuhan setempat pada bulan tersebut mencapai 46,3 juta USD, atau sekitar 79,6 persen dari total ekspor provinsi.

Kinerja ekspor-impor Aceh ini menunjukkan dinamika yang menarik dengan adanya lonjakan impor namun tetap mencatatkan surplus neraca dagang. Di tengah fluktuasi harga global, Aceh terus berperan aktif dalam perdagangan internasional, terutama di sektor bahan bakar yang tetap menjadi andalan.

Editor: Akil

Lima Siswa MAN 1 Banda Aceh Wakili Indonesia di KTT Tsunami di Jepang

0
Lima Siswa MAN 1 Banda Aceh Wakili Indonesia di KTT Tsunami di Jepang. (Foto: Dok. MAN 1 Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Lima siswa dari MAN 1 Banda Aceh berhasil terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “Youth Ambassador for World Tsunami Awareness Day 2024” di Kumamoto, Jepang. Kegiatan internasional yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2024 ini diikuti oleh sekitar 500 siswa dari 43 negara, dengan fokus utama pada edukasi dan mitigasi bencana tsunami.

Kepala MAN 1 Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd., turut hadir sebagai pembimbing delegasi. Ia menjelaskan bahwa selama sepekan, para siswa tidak hanya berpartisipasi dalam konferensi tetapi juga mengikuti workshop, tur edukasi, serta kegiatan kebudayaan di Prefektur Kumamoto.

“Ini adalah kesempatan besar bagi siswa untuk memahami lebih dalam tentang penanganan bencana sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di panggung internasional,” ujar Nursiah dalam keterangan resminya kepada RRI, Jumat (1/11/2024).

Muhammad Rafi Rahman, salah satu perwakilan MAN 1 Banda Aceh, dipercaya sebagai moderator dalam sesi presentasi antarnegara serta tampil di acara pembukaan.

“Rafi menunjukkan kemampuan komunikasi yang sangat baik, menjadi kebanggaan Indonesia di panggung global,” kata Nursiah.

Selain Rafi, delegasi lainnya, yaitu Dita Azzuhra dan Farid Althaf Muzailin, turut menyampaikan presentasi serta ikut tampil di acara penutupan. Sementara Naisal Humairah dan Sadiqa Adhania berkontribusi dalam sesi performance serta acara penanaman pohon yang simbolis sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.

Selama di Jepang, para siswa diberikan pengetahuan mendalam mengenai sejarah tsunami di negeri Sakura serta inisiatif-inisiatif untuk mengurangi risiko kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami. Para peserta juga berdiskusi tentang berbagai strategi mitigasi bencana yang dapat diterapkan di negara masing-masing.

“Para siswa belajar langsung dari pengalaman Jepang dalam menghadapi bencana, mulai dari teknologi peringatan dini hingga penanganan dampak sosial dan lingkungan,” tambah Nursiah.

Melalui program ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperluas wawasan mereka mengenai penanggulangan bencana, tetapi juga mampu menginspirasi lingkungan sekolah dan komunitas untuk lebih sadar terhadap pentingnya mitigasi bencana.

KTT “Youth Ambassador for World Tsunami Awareness Day 2024” menjadi pengalaman berharga bagi para siswa Indonesia, membawa pesan bahwa edukasi bencana adalah tanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman alam yang semakin kompleks di masa depan.

Editor: Akil

JIVok Permudah Kolaborasi Industri dan Pendidikan Vokasi di Aceh

0
Tim Pakar Dit. Mitras Dudi, Adil B. Ahza dan Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Aceh, Muhammad Arifai. (Foto: Dok Mitras Dudi)

NUKILAN.id | Banda Aceh Hubungan antara dunia industri dan pendidikan vokasi di Aceh semakin intensif melalui terbentuknya Jaringan Industri dan Vokasi (JIVok) Aceh. Inisiatif ini digagas oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Aceh untuk memfasilitasi ruang diskusi yang lebih fleksibel antara industri dan lembaga pendidikan vokasi, tanpa terjebak pada formalitas yang kaku.

JIVok diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara dunia pendidikan dan industri secara lebih luwes.

“Kita ingin agar persoalan pendidikan tinggi, khususnya vokasi, bisa lebih mudah diakses oleh industri tanpa terlalu formal. Hal ini menjadikan komunikasi lebih terbuka, hemat biaya, dan memberi hasil yang optimal,” ujar Adil B. Ahza, Tim Pakar Direktorat Kemitraan Dudi, seusai Dialog Publik Kebijakan Pembentukan JIVok di Banda Aceh, Jumat, 1 November 2024.

Menurut Adil, kehadiran JIVok berpotensi meningkatkan kolaborasi dengan pendekatan informal yang membawa dampak lebih luas. Jaringan ini tidak hanya mempertemukan pendidikan vokasi dengan industri tetapi juga dengan organisasi masyarakat berbasis non-formal.

“Kalau kerja sama terlalu formal, kadang ada kepentingan politik yang mengganggu. Namun, dengan format yang santai, siapa saja bisa dirangkul,” tambah Adil.

Penguatan Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi Daerah

Program Penguatan Ekosistem Kemitraan yang digagas Direktorat Pendidikan Vokasi menjadi fondasi untuk kolaborasi antara pendidikan vokasi, pemerintah daerah, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi berbasis potensi lokal dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dalam program ini, Tim Koordinasi Revitalisasi Daerah Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TKDV) memiliki peran penting dalam mempertemukan institusi pendidikan vokasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. Namun, Adil melihat bahwa pendekatan formal oleh TKDV kadang kurang luwes.

“Karena struktur formal TKDV, JIVok bisa mengisi celah dengan pendekatan diskusi yang santai dan informal, yang nyatanya berdampak lebih besar,” jelas Adil.

Konsorsium PTV Aceh Siap Jalankan JIVok

Ketua Konsorsium PTV Aceh, Muhammad Arifai, menjelaskan bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri melalui JIVok akan bersifat langsung, tanpa melalui birokrasi yang rumit.

“TKDV memang hanya pada tataran kebijakan antara dinas dan beberapa LKP, sementara JIVok bisa langsung terhubung dengan industri,” jelasnya.

Sebagai inisiator, Konsorsium PTV Aceh terdiri dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) sebagai ketua, bersama Politeknik Aceh, Politeknik Aceh Selatan, serta Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat. Mereka bekerja sama untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi di Aceh memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga memperbesar peluang kerja lulusan.

Dengan melibatkan 85 perguruan tinggi vokasi dari 27 provinsi, termasuk 20 perguruan tinggi vokasi pengampu dan 65 anggota konsorsium, JIVok diharapkan menjadi ruang efektif yang mendekatkan dunia pendidikan dan industri untuk mewujudkan kolaborasi yang produktif dan berkesinambungan bagi pembangunan ekonomi daerah.

Editor: Akil

Mualem-Dek Fad Dalam Lensa Alumni Universitas Tekhnik Malaysia

0
Muharrir Hasbi, Alumni Universitas Tekhnik Malaysia, Johor Bahru. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muharrir Hasbi, seorang pemuda Aceh yang merupakan alumni Universitas Teknologi Malaysia dan pegiat pengembangan digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, H. Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Fadhlullah (Dek Fad), dalam Pemilihan Gubernur Aceh.

Muharrir menyebut bahwa pasangan ini membawa visi besar untuk Aceh yang islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

“Pasangan ini memiliki misi yang berani dan sejalan dengan aspirasi kita semua. Sebagai pemuda Aceh, kita ingin melihat syariat Islam bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai nilai yang menggerakkan seluruh aspek kehidupan,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (2/11/2024).

Muharrir menyampaikan bahwa pasangan Mualem dan Dek Fad berkomitmen untuk mewujudkan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Islam secara nyata, dengan mengutamakan integritas dan kehormatan.

Sebagai diaspora yang pernah menimba ilmu di luar negeri, Muharrir percaya bahwa Mualem dan Dek Fad berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Aceh.

“Langkah ini adalah langkah besar untuk mencetak generasi Aceh yang siap memimpin, tidak hanya di tanah kelahiran kita, tapi juga di panggung dunia,” tambah Muharrir.

Bagi Muharrir yang terlibat dalam pengembangan digital UMKM, rencana pasangan calon ini untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pembangunan infrastruktur menjadi sangat relevan. Ia berharap bahwa Aceh dapat bergerak menuju masa depan digital di mana UMKM lokal tak hanya berkembang tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

“Dukungan Mualem dan Dek Fad untuk kemandirian ekonomi dan infrastruktur akan membawa Aceh menuju era baru, di mana kita bisa bangga dengan pencapaian lokal di tingkat internasional,” ungkapnya.

Muharrir menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat Aceh untuk memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 2 ini.

“Mualem dan Dek Fad adalah harapan bagi Aceh yang kuat, berdaulat secara ekonomi, bermartabat dalam moral, dan berkelanjutan dalam pembangunan. Mari kita bersama-sama mendukung mereka untuk Aceh yang lebih baik, yang bisa kita banggakan di mana pun kita berada,” pungkasnya.

Pemilihan Gubernur Aceh kali ini menjadi momen penting bagi masa depan provinsi, di mana visi dan program-program kandidat akan sangat menentukan arah pembangunan Aceh ke depan.

Editor: Akil

Tanggapi Jubir Paslon 1, Muhammad Saleh: Pahami Prosedur Biar Tak ‘Cacat Nalar’

0
Muhammad Saleh, Juru Bicara Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 2, H. Muzakir Manaf-Fadhullah. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muhammad Saleh, Juru Bicara Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 2, H. Muzakir Manaf (Mualem)-Fadhullah (Dek Fadh), menyayangkan pernyataan Syakya Meirizal, Juru Bicara Paslon 1, yang meminta Mualem mundur dari posisinya sebagai Wakil Wali Nanggroe dan anggota Dewan Pengawas BPMA. Menurutnya, Syakya perlu memahami aturan dengan baik agar pernyataannya tidak membingungkan publik atau “cacat nalar.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Muhammad Saleh, atau yang akrab disapa Shaleh, pada Kamis (31/10/2024), setelah Syakya dalam sebuah media lokal menilai bahwa posisi Mualem di lembaga nonpolitik seperti Wali Nanggroe dan BPMA seharusnya dilepaskan demi menghindari potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Syakya berpendapat bahwa jabatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keuntungan politik. Menurutnya, sebagai calon gubernur, Mualem seharusnya segera mundur dari jabatan tersebut untuk menunjukkan netralitas. Syakya juga menyoroti bahwa Mualem masih menduduki posisi strategis sebagai anggota Komisi Pengawas BPMA.

Menanggapi pendapat tersebut, Shaleh mengkritik Syakya yang dinilainya asal berbicara tanpa mendalami aturan yang berlaku.

“Jika memang mengaku sebagai aktivis, sebaiknya memahami aturan dengan baik sebelum menyampaikan pendapat ke publik. Ini bukan ruang media sosial yang bisa seenaknya, tetapi ruang politik yang menuntut argumentasi berbasis data dan regulasi,” tegas Shaleh.

Menurut Shaleh, dalam regulasi Pilkada yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016, dan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024, tidak ada larangan bagi pejabat dalam Lembaga Wali Nanggroe, khususnya Waliyul ‘Ahdi, untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

“Buka kembali Pasal 11 ayat 1 Qanun Nomor 2 Tahun 2023 tentang perubahan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2019 dan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012,” ujar Shaleh.

Menurut Shaleh, kedudukan Waliyul ‘Ahdi di bawah Wali Nanggroe bukanlah jabatan politik, melainkan jabatan kehormatan yang tidak bertentangan dengan aturan Pilkada.

Terkait posisi Mualem di Komisi Pengawas BPMA, Shaleh meminta Syakya untuk mempelajari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh.

Shaleh menjelaskan bahwa anggota Komisi Pengawas BPMA terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah Aceh, dan masyarakat Aceh. Mualem sendiri diusulkan oleh Gubernur Aceh sebagai tokoh masyarakat, dan pemberhentiannya berada di bawah wewenang Menteri ESDM, bukan terkait dengan Pilkada.

“Dalam PP tersebut, jelas tidak ada satu pun pasal yang melarang anggota Komisi Pengawas BPMA untuk maju dalam Pilkada,” ungkap Shaleh.

Shaleh menegaskan bahwa meski setiap orang berhak menyampaikan pendapat, terutama dalam suasana demokrasi seperti Pilkada, ia berharap pendapat tersebut berdasar pada aturan, prosedur, dan data yang akurat.

“Jangan menyampaikan narasi yang provokatif dan sekadar memancing reaksi publik tanpa dasar yang jelas. Ini bukan mencerdaskan, malah mengaburkan pemahaman masyarakat,” pungkas Shaleh.

Editor: Akil

Aceh Raih Juara Lomba Desa Wisata Nusantara 2024

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M. Si, menerima piagam penghargaan dari Mendes PDTT RI atas komitmen dan keberhasilannya membina desa wisata. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh mencatat prestasi gemilang dalam ajang Lomba Desa Wisata Nusantara 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI. Piagam penghargaan diberikan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, atas peran pentingnya dalam membina dan mengembangkan desa wisata di Aceh hingga berhasil meraih penghargaan tertinggi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj Wali Kota Langsa, Syaridin, S.Pd, M.Pd, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (1/11/2024). Prestasi ini semakin mengukuhkan Aceh sebagai daerah yang mampu mengelola potensi wisata desa secara optimal di tingkat nasional.

Dua desa di Aceh yang mendapat penghargaan nasional adalah Desa Cinta Raja di Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, yang meraih juara terbaik pada kategori desa sangat tertinggal/tertinggal/berkembang. Sementara itu, Desa Meunasah Balee di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, berhasil menjadi juara pada kategori desa maju/mandiri.

Penghargaan untuk Pj Gubernur Aceh awalnya diserahkan kepada Pj Wali Kota Langsa dalam acara Malam Apresiasi Lomba Desa Wisata Nusantara yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (28/10/2024). Dalam acara tersebut, Kemendes PDTT memberikan apresiasi kepada daerah yang dinilai berhasil mengembangkan desa wisata dengan baik.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Pemerintah Aceh serta pemerintah kabupaten/kota untuk terus bekerja lebih baik dalam mengembangkan potensi wisata desa,” ujar Safrizal.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Safrizal juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Kota Langsa atas kontribusi serta kerja samanya dengan Pemerintah Aceh dalam pembinaan dan pengembangan desa wisata.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras kita bersama, dan kami berkomitmen untuk terus memajukan potensi wisata di Aceh,” tambahnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak desa di Aceh untuk meningkatkan daya tarik wisata mereka, sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat yang mendukung perekonomian lokal.

Editor: Akil

Sempat Vakum, Komunitas Pecinta Adat dan Kebudayaan Kluet Kembali Gelar Diskusi Embung Mekepung

0
Komunitas Pecinta Adat dan Kebudayaan Kluet Kembali Gelar Diskusi Embung Mekepung. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Komunitas Pecinta Adat dan Kebudayaan Kluet menggelar diskusi Embung Mekepung Jilid 3 bertajuk Keluwat Sepanjang Masa: Waridi, Sendah, dan Embon, pada Jumat malam (1/11/2024) di Lamnyong Coffee.

Amatan Nukilan.id, diskusi ini menghadirkan Akhwanto Muzain sebagai pemantik utama, yang memulai pemaparannya dengan sejarah panjang masyarakat Kluet, mengungkap warisan leluhur yang masih hidup hingga kini.

Akhwanto menjelaskan bahwa masyarakat Kluet yang saat ini menetap di wilayah Kluet Timur, Kluet Utara, dan Kluet Tengah, berasal dari Kerajaan Laut Bangko—kerajaan megah dengan Raja Malinda sebagai pemimpin terakhir.

Namun, peradaban kerajaan ini runtuh setelah bencana banjir besar memaksa masyarakatnya berpindah ke berbagai daerah, termasuk wilayah Kluet, Alas, Karo, dan Pakpak. Akibatnya, bahasa yang mereka gunakan memiliki kemiripan satu sama lain, mencerminkan sejarah budaya yang saling terhubung.

Akwanto Muzain, S.Pd., M.A. hadir sebagai pemantik diskusi. (Foto: Nukilan)

Pada kesempatan itu, Akhwanto juga menyoroti pentingnya bahasa Keluwat, bahasa asli yang digunakan oleh suku Kluet.

“Bahasa daerah adalah identitas suatu suku. Namun, bahasa Keluwat mulai memudar akibat asimilasi budaya, globalisasi, dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Akhwanto mengingatkan bahwa bahasa ini dapat terancam punah, seperti yang telah diprediksi Balai Bahasa Kemendikbud RI, jika tidak ada upaya pelestarian dari masyarakatnya sendiri.

Akhwanto berpesan kepada generasi muda Kluet untuk terus menggunakan bahasa Keluwat dalam percakapan sehari-hari.

“Jika ada kosakata yang tidak dipahami, jangan segan bertanya kepada orang tua,” tambahnya.

Ia berharap bahwa langkah kecil ini bisa menjadi bagian dari pelestarian bahasa dan budaya Kluet agar tetap lestari sepanjang masa.

Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa dan pemuda yang antusias belajar dan memperdalam budaya Kluet, serta bertekad untuk menjaga warisan leluhur mereka tetap hidup di tengah arus modernisasi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah