Beranda blog Halaman 837

Disbudpar Aceh Raih Penghargaan SKPA Terbaik untuk Pengelolaan Arsip Dinamis

0
Disbudpar Aceh Raih Penghargaan SKPA Terbaik untuk Pengelolaan Arsip Dinamis. (Foto: Disbudpar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh berhasil meraih penghargaan sebagai SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh) terbaik dalam pengelolaan arsip dinamis pada tahun 2024. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal ZA, dalam acara yang digelar di Aula Gedung Layanan Perpustakaan, Banda Aceh, Selasa (5/11/2024).

Sekretaris Disbudpar Aceh, Cut Nurmarita, mewakili Kepala Dinas Almuniza Kamal, menerima piagam penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana, kami tetap berkomitmen mengelola arsip secara profesional. Semoga penghargaan ini memotivasi peningkatan kualitas pengelolaan arsip ke depan,” ungkap Cut Nurmarita.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal Disbudpar Aceh dalam menjaga arsip yang dinilai berdasarkan sembilan indikator utama, termasuk keberadaan arsiparis, ruang penyimpanan, hingga prosedur pemindahan dan pemusnahan arsip. Penilaian dilakukan oleh Tim Pengawasan Kearsipan Daerah dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra, dari 54 SKPA yang dievaluasi, hanya sembilan yang memenuhi kriteria sebagai SKPA terbaik dalam pengelolaan arsip dinamis.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh adalah salah satu yang terbaik. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam pengelolaan arsip sesuai standar,” ujar Edi Yandra.

Pengelolaan arsip yang baik menjadi salah satu pilar penting dalam tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Prestasi Disbudpar Aceh diharapkan menjadi inspirasi bagi SKPA lainnya untuk terus meningkatkan manajemen arsip di lingkungan Pemerintah Aceh.

Apakah Pilkada Serentak 27 November 2024 Jadi Libur Nasional?

0
Ilustrasi Pilkada. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta — Pada Rabu, 27 November 2024, Pilkada serentak akan berlangsung di 37 provinsi di Indonesia, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih kepala daerah mereka untuk periode 2024-2029. Namun, masih menjadi pertanyaan, apakah hari tersebut akan dijadikan hari libur nasional?

Menurut Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 yang diterbitkan pada 26 Januari 2024, pelaksanaan Pilkada ditetapkan pada tanggal 27 November. Dengan adanya Pilkada serentak ini, jutaan warga Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih akan berpartisipasi dalam menentukan pemimpin daerah mereka, mulai dari gubernur hingga bupati dan walikota.

Namun, hingga kini, belum ada keputusan pasti terkait status hari libur nasional untuk tanggal tersebut. Pemerintah menyatakan bahwa keputusan libur nasional akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang akan segera diterbitkan.

Sebagai referensi, pada Pilkada 2020, pemerintah menetapkan tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional untuk mendukung partisipasi pemilih. Keputusan ini tertuang dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Hal serupa juga diterapkan pada Pemilu 2024, di mana pemerintah menetapkan 14 Februari 2024 sebagai hari libur nasional untuk mendukung pelaksanaan pemungutan suara.

Pemerintah berharap, dengan menetapkan hari pemungutan suara sebagai hari libur, partisipasi masyarakat dalam pemilihan dapat meningkat. Keputusan ini juga memungkinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara penuh tanpa terganggu oleh kewajiban pekerjaan.

Tahapan Pilkada 2024 saat ini sudah memasuki masa kampanye yang dimulai sejak 25 September hingga 23 November. Dengan jadwal pemungutan suara pada 27 November, penghitungan suara dan rekapitulasi akan berlangsung hingga 16 Desember 2024. Penetapan calon terpilih dijadwalkan paling lambat tiga hari setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan terkait perkara pemilihan.

Keputusan tentang libur nasional pada hari Pilkada ini dinantikan masyarakat, mengingat pentingnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilihan tanpa kendala.

Editor: Akil

OJK Fokus Tingkatkan Literasi Keuangan Digital dalam Bulan Fintech Nasional 2024

0
OJK Fokus Tingkatkan Literasi Keuangan Digital dalam Bulan Fintech Nasional 2024. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan digital melalui perhelatan Bulan Fintech Nasional (BFN) dan The 6th Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2024. Ajang yang berlangsung dari 11 November hingga 12 Desember 2024 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang layanan dan produk fintech, terutama fintech peer-to-peer (P2P) lending.

Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyatakan bahwa BFN bertujuan untuk membangun industri fintech yang sehat dan berdaya guna bagi ekonomi digital Indonesia.

“Salah satu tujuan kita adalah meningkatkan literasi keuangan digital. Ini yang terpenting agar masyarakat bisa memahami manfaat dan risiko fintech dengan lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (4/11/2024).

Selain mengedukasi, BFN 2024 juga mengedepankan kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan industri fintech dalam membangun ekosistem layanan pendanaan berbasis teknologi yang tangguh dan berkelanjutan.

“Pesan utama kami adalah pentingnya membentuk industri fintech yang lebih sehat, yang dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” lanjut Djoko.

Dalam penyelenggaraan BFN ini, OJK mendapat dukungan dari berbagai asosiasi terkait, termasuk Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri fintech yang lebih terstruktur serta melindungi masyarakat dari risiko pinjaman online ilegal yang belum terdaftar di OJK.

Ajang puncak BFN 2024, The 6th Indonesia Fintech Summit and Expo, akan berlangsung pada 12-13 November 2024. Dalam kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan akan berdiskusi dan berbagi wawasan tentang perkembangan teknologi finansial, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Melalui BFN, kami mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan memanfaatkan fintech dengan bijak demi kesejahteraan ekonomi yang lebih baik,” tutup Djoko.

Dengan edukasi yang berkesinambungan, OJK berharap masyarakat dapat terhindar dari bahaya pinjaman online ilegal dan semakin mampu mengelola keuangan digital mereka.

Editor: Akil

Sembilan Gampong di Banda Aceh Bersaing dalam Lomba Gampong Sehat

0
Sembilan Gampong di Banda Aceh Bersaing dalam Lomba Gampong Sehat. (Foto: MC Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak sembilan gampong dari berbagai kecamatan di Kota Banda Aceh turut berpartisipasi dalam ajang Presentasi Lomba Gampong Sehat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Selasa (29/10). Kegiatan ini berlangsung di Balai Keurukon dengan antusiasme tinggi dari para perwakilan gampong.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Syukriah, menyampaikan bahwa sembilan gampong tersebut merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di kota ini. Setelah tahap presentasi, pihaknya juga akan melakukan kunjungan langsung ke masing-masing gampong sebagai bagian dari penilaian menyeluruh.

“Setiap gampong telah mengikuti tiga kali pembinaan. Hal ini kami lakukan agar mereka siap menghadapi dua tahap penilaian dalam lomba ini,” ujar Syukriah.

Lomba Gampong Sehat ini tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan fisik semata. Ada lima indikator utama yang menjadi kriteria penilaian, yakni perilaku masyarakat, kondisi lingkungan, ketersediaan data dan informasi gampong, penerapan regulasi, serta inovasi yang dilakukan gampong tersebut.

Syukriah menambahkan, gampong yang terpilih akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.

“Kami berharap masyarakat Kota Banda Aceh menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, tidak hanya untuk lomba, tetapi sebagai gaya hidup yang berkelanjutan,” ucapnya penuh harap.

Di akhir acara, Syukriah optimis bahwa program ini dapat membawa perubahan signifikan pada pola hidup sehat masyarakat, serta meningkatkan kualitas lingkungan di setiap gampong. Diharapkan, dengan gampong yang sehat, kualitas hidup warga Banda Aceh pun ikut terangkat.

Editor: Akil

Paslon Bustami-Fadhil Raih Dukungan Para Pimpinan Dayah dan Ulama Aceh

0
Fadhil Rahmi Gantikan Tu Sop Dampingi Bustami Hamzah di Pilgub Aceh 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh Pemilihan kepala daerah serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024 semakin mendekat. Atmosfer persaingan kian terasa di berbagai daerah, termasuk Aceh, yang menjadi salah satu titik panas dalam Pilkada tahun ini. Salah satu pasangan calon gubernur yang menarik perhatian publik adalah Bustami Hamzah dan wakilnya, Muhammad Fadhil Rahmi, yang mendapat dukungan kuat dari tokoh-tokoh agama dan pimpinan dayah (pesantren tradisional) di Aceh.

Bustami Hamzah, yang maju dengan dukungan dari Partai NasDem, Partai Golkar, PAN, dan Partai Adil Sejahtera (PAS), awalnya memilih Teungku Muhammad Yusuf A Wahab atau dikenal dengan panggilan Tu Sop sebagai calon wakilnya. Namun, kepergian Tu Sop pada 27 September lalu membuat Bustami harus mencari sosok baru yang juga berasal dari kalangan ulama. Pilihan pun jatuh kepada Muhammad Fadhil Rahmi, ulama muda dan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh.

Keputusan ini ternyata bukan sekadar pilihan politik, melainkan juga hasil rekomendasi dari sejumlah ulama besar Aceh. Sebagai lulusan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, Fadhil Rahmi dikenal luas di kalangan ulama Aceh dan memiliki jaringan yang kuat di antara para pemimpin dayah, termasuk dukungan dari ulama besar Teungku Hasanoel Basri HG atau Abu Mudi. Abu Mudi, pemimpin Pesantren Mudi Mesra di Samalanga, Bireuen, adalah sosok ulama yang dihormati di Aceh, dengan para muridnya tersebar menjadi pemimpin di banyak pesantren di seluruh Nusantara.

Abu Mudi menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi.

“Saya sangat merestui Syekh Fadhil untuk melanjutkan perjuangan yang ditinggalkan oleh Tu Sop. Mari kita dukung dan menangkan pasangan ini di Pilgub Aceh,” ujar Abu Mudi beberapa waktu lalu.

Dukungan dari para tokoh agama ini semakin memperkuat posisi pasangan Bustami-Fadhil dalam Pilgub Aceh, mengingat kedekatan para ulama dengan masyarakat Aceh yang memiliki ikatan kuat dengan ajaran Islam.

“Di Aceh, kita memilih pemimpin yang mengutamakan Syariat Islam, amanah, dan jujur serta mampu memakmurkan masyarakat,” kata Teungku Amri Fahmi Anziz, seorang dai internasional asal Aceh.

Dengan dukungan yang mengalir dari tokoh-tokoh agama ini, Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi kian optimis dapat memenangkan hati rakyat Aceh. Bagi mereka, kehadiran para ulama sebagai pendukung bukan sekadar modal politik, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan dan harapan akan pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keteladanan dalam kehidupan masyarakat.

Editor: Akil

Wasit FIFA Pimpin Laga Persiraja vs Penang FC di Banda Aceh

0
Wasit FIFA Pimpin Laga Persiraja vs Penang FC di Banda Aceh. (Foto: bolaacehsport.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Laga persahabatan internasional yang mempertemukan Persiraja Banda Aceh dengan Penang FC Malaysia dipastikan akan menjadi salah satu tontonan istimewa bagi pecinta sepak bola di Aceh. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Rabu (6/11/2024) mendatang, ini tak hanya mempertemukan dua tim beda negara, tetapi juga menghadirkan wasit berlisensi FIFA, Ryan Nanda Saputra, sebagai pengadil di lapangan.

Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam, menyatakan bahwa PSSI telah mengonfirmasi pemilihan Ryan Nanda sebagai wasit utama melalui surat resmi. Ryan, wasit asal Bandung yang berpengalaman di laga internasional, terakhir memimpin pertandingan FIFA Match Day antara Kamboja dan Chinese Taipei di Stadion Olimpiade Phnom Penh, Kamboja pada Oktober 2024.

“Benar, PSSI mengutus wasit berlisensi FIFA untuk laga Persiraja vs Penang FC. Ini adalah bukti keseriusan dalam menjaga fair play di pertandingan ini,” ujar Dek Gam yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR.

Dek Gam menambahkan, pertandingan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi sepak bola Aceh, sekaligus kesempatan bagi para pemain Persiraja untuk tampil di hadapan penonton setelah beberapa pertandingan sebelumnya di Liga 2 digelar tanpa penonton.

“Ini adalah momen yang sangat baik bagi kami dan penonton setia Persiraja, yang akhirnya bisa kembali menyaksikan tim kesayangannya secara langsung di stadion,” katanya penuh antusias.

Selain itu, laga ini juga penting bagi Penang FC yang membawa beberapa pemain andalan, termasuk pemain tim nasional Malaysia seperti Adib Ra’op, Syamer Kutty dari Johor Darul Takzim, dan kiper Sikh Izhan Nazrel. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat tim, tetapi juga membawa gengsi Liga Super Malaysia di hadapan publik Aceh. “Kami berharap pertandingan berjalan lancar dan menjadi ajang pembelajaran bagi kedua tim,” tambah Dek Gam.

Bagi masyarakat Aceh yang ingin menyaksikan pertandingan ini, tiket sudah mulai dijual melalui situs resmi Persiraja, persiraja.id, dengan harga bervariasi dari Rp40 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung posisi dan fasilitas di stadion. Antusiasme penonton tampak tinggi, mengingat ini adalah laga internasional yang jarang terjadi di Banda Aceh.

Pertandingan persahabatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk saling belajar, mengembangkan kualitas permainan, dan menampilkan performa terbaik. Semangat dari para pemain dan dukungan suporter diharapkan dapat menciptakan atmosfer luar biasa di Stadion H. Dimurthala.

Ini bukan sekadar laga persahabatan, tetapi juga wujud kolaborasi dan penghargaan terhadap sepak bola Aceh, memberikan pengalaman berharga baik bagi pemain, klub, dan masyarakat Aceh yang mencintai olahraga ini.

Editor: Akil

Penyuluh Pertanian di Aceh Tanam Perdana Padi Musim Rendeng 2024, Dukung Petani Tingkatkan Hasil Panen

0
Penyuluh Pertanian di Aceh Tanam Perdana Padi Musim Rendeng 2024. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Musim Tanam Rendeng tahun 2024 di Kabupaten Aceh Besar telah dimulai, dengan Kecamatan Simpang Tiga menjadi salah satu lokasi pertama yang melaksanakan tanam perdana. Pada Sabtu (2/11/2024), di hamparan sawah Blang Pinto Paya, Desa Batee Linteung, para petani terlihat semangat menanam padi bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Simpang Tiga, Dinas Pertanian Aceh Besar.

Marlina, salah satu PPL di wilayah itu, turun langsung ke sawah mendampingi para petani binaannya. Memiliki tiga desa binaan di Kecamatan Simpang Tiga, yaitu Desa Batee Lintueng, Nya, dan Krueng Mak, Marlina menyampaikan pentingnya pendampingan lapangan, terutama di masa tanam seperti ini.

“Di lapangan saat ini kegiatan sangat padat karena jadwal tanam sudah dimulai. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pertanian Aceh Besar, yang mendukung penuh kami melalui Bimbingan Teknis Penyuluhan,” ujar Marlina.

Pada kegiatan bimbingan teknis, para penyuluh dan petani dibekali dengan dua materi penting, yaitu Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Perangkat PUTS digunakan untuk mengukur kandungan pupuk Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), serta tingkat keasaman (pH) tanah.

“Dengan menggunakan alat PUTS, kami bisa merekomendasikan takaran pupuk yang tepat untuk setiap musim tanam. Misalnya, di Desa Batee Lintueng, kami perlu berhati-hati dengan pemakaian pupuk Urea karena tanah di sini memiliki tingkat keasaman tinggi,” jelas Khaidir, Koordinator BPP Simpang Tiga.

Pihak BPP juga memberikan rekomendasi penggunaan kapur dolomit untuk sawah-sawah dengan tingkat keasaman tinggi, seperti di Blang Pinto Paya, untuk menetralkan pH tanah. Selain itu, mereka menganjurkan penggunaan abu sisa pembakaran di persemaian sebagai langkah pencegahan hama secara alami.

“Pemakaian pupuk organik Magnesium Indapuri sejak pengolahan tanah hingga masa tanam juga disarankan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya tahan tanaman padi terhadap hama,” tambah Khaidir.

Pendekatan pertanian berkelanjutan juga diterapkan, dengan pemantauan rutin oleh penyuluh. Mereka merekomendasikan pestisida kimia hanya jika serangan hama telah melampaui ambang batas yang mengancam hasil panen.

“Ini semua kami lakukan agar penggunaan pestisida tetap terkontrol dan tidak merusak ekosistem pertanian kita,” tutupnya.

Kegiatan tanam perdana ini bukan hanya menjadi momentum bagi para petani, namun juga sebagai wujud dukungan nyata dari para penyuluh dalam mewujudkan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan di Aceh Besar.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Bahas Prosesi Pernikahan di Era Kontemporer

0
Kakanwil Kemenag Aceh Pimpin Apel di MADU Tungkop, Bahas Prosesi Pernikahan di Era Kontemporer. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, memulai pekan ini dengan memimpin apel di Madrasah Terpadu (MADU) Tungkop, Aceh Besar, sebelum melanjutkan perannya sebagai narasumber dalam kegiatan Panitia Musyawarah (Panmus) V yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Senin (4/11/2024).

Di MADU Tungkop, apel gabungan diikuti oleh jajaran guru dan siswa dari MIN 20, MTsN 2, serta MAN 4 Aceh Besar. Dalam amanatnya, Azhari mengajak seluruh siswa dan guru untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan misi pendidikan Islam serta meraih cita-cita luhur. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi program antara Kemenag dan Dinas Pendidikan, seperti Gerakan Tuntas Baca Tulis (Getba) Al-Qur’an dan program Lima Belas Menit (Limit) Mengaji sebelum jam pertama dimulai di madrasah dan sekolah.

Setelah apel, Kakanwil Azhari langsung menuju kantor MPU Aceh di Gampong Tingkeum, Darul Imarah, Aceh Besar, di mana ia menjadi narasumber untuk materi bertajuk “Prosesi Pernikahan di Era Kontemporer.” Materi ini disampaikan sebagai bagian dari persiapan Sidang Paripurna VI, yang mengangkat tema “Tradisi Tunangan dan Nikah di Era Kontemporer Menurut Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat.”

Di hadapan Ketua MPU Aceh Tgk. H. Faisal Ali, para pengurus, serta perwakilan MPU kabupaten/kota se-Aceh, Azhari membahas berbagai topik penting terkait proses pernikahan. Mulai dari bimbingan calon pengantin (catin), tunangan (khithbah), hingga aspek regulasi terkini terkait pernikahan. Ia juga menyoroti pentingnya peran lembaga di bawah Kemenag dalam mendampingi dan memberikan sosialisasi terkait pernikahan, khususnya di pedesaan, melalui penghulu dan penyuluh agama.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah akademisi, tokoh adat, dan perwakilan dari institusi lain yang ikut menyampaikan pandangan. Kakanwil Azhari menekankan bahwa bimbingan dan sosialisasi terkait pernikahan perlu terus ditingkatkan, mengingat berbagai tantangan baru yang muncul di era kontemporer ini.

Editor: Akil

Komunitas Sopir Abdya Solid Dukung Safaruddin-Zaman Akli: Mobil Hanya untuk Massa Pendukung

0
Pendukung Safaruddin-Zaman Akli. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Blangpidie – Menjelang masa kampanye akbar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Komunitas Sopir Abdya menunjukkan komitmen mereka terhadap pasangan calon Safaruddin-Zaman Akli. Koordinator komunitas, Masriadi, menyampaikan bahwa pihaknya hanya akan menyediakan mobil untuk memobilisasi massa pendukung pasangan tersebut.

“Menjelang kampanye ini, kami dari Komunitas Sopir Abdya sudah sepakat dan memutuskan hanya akan mendukung mobilisasi massa pendukung Safaruddin-Zaman sebagai wujud komitmen kami,” ujar Masriadi.

Komunitas yang beranggotakan puluhan sopir ini sebelumnya telah secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Safaruddin-Zaman. Selain mendukung secara moral, komunitas ini berharap pasangan tersebut mampu memperhatikan kesejahteraan para sopir Abdya, terutama dalam hal jaminan keamanan dan peningkatan kondisi kerja mereka.

“Besar harapan kami bahwa pasangan Safaruddin dan Zaman Akli ini nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan para sopir di Abdya serta memberikan perhatian terhadap keselamatan kami saat bekerja,” sambung Masriadi.

Dukungan dari Komunitas Sopir Abdya ini menjadi salah satu kekuatan tambahan bagi Safaruddin-Zaman di tengah persaingan ketat dengan calon lainnya.

Editor: Akil

Irwan Djohan-Khairul Amal Janji Bangun Bioskop Syariah, Ini Tanggapan Warga Kota Banda Aceh

0
Ilustrasi bioskop. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pasangan calon (paslon) Wali Kota Banda Aceh nomor urut 04, Teuku Irwan Djohan dan Khairul Amal, mengusung program inovatif untuk masa depan Banda Aceh. Dalam debat perdana yang digelar pada Rabu malam, 30 Oktober 2024, paslon ini memaparkan visi mereka menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang layak huni, layak investasi, dan layak kunjung, salah satunya dengan mendirikan bioskop syariah.

Rencana ini memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat dan tokoh agama di Aceh, yang selama ini dikenal dengan regulasi ketat terkait budaya dan hiburan berbasis syariah. Menanggapi hal ini, Nukilan.id menggelar wawancara lapangan untuk menggali pendapat warga terkait keberadaan bioskop syariah di Aceh.

Sebagian warga menyambut baik ide tersebut, dengan syarat bioskop diatur sesuai dengan nilai-nilai syariah. Mirza, seorang warga Banda Aceh, berpendapat bahwa sektor hiburan perlu dikembangkan di Aceh, mengingat selama ini masyarakat Aceh harus mengeluarkan uang di luar daerah untuk mendapatkan hiburan.

“Menurut aku perlu ada bioskop, itu hiburan kan, tinggal sesuaikan aja dengan kearifan lokal. Masa kita cari hiburan harus ke Medan, uang orang Aceh jadi habis ke luar,” kata Mirza kepada Nukilan.id, Senin (4/11/2024).

Dukungan senada disampaikan oleh Iqbal, seorang anak muda yang menilai bioskop syariah bisa jadi alternatif hiburan yang sehat bagi masyarakat.

“Anak muda butuh bioskop, tinggal dibuat kebijakannya, pisahkan laki-laki dan perempuan, sensor film yang tidak layak, kan selesai masalah,” ucap Iqbal.

Namun, tidak semua pihak sependapat. Bagi sebagian warga lainnya, bioskop dianggap berpotensi menghadirkan pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai lokal.

“Bioskop itu udah seperti sesuatu yang berbau maksiat, banyak orang yang pacaran ke sana, banyak hal yang nggak layak,” ujar Mauli, yang khawatir keberadaan bioskop akan memicu perilaku yang tidak sesuai syariah.

Pendapat ini didukung oleh beberapa warga lainnya yang merasa Banda Aceh sudah memiliki banyak alternatif hiburan.

“Nggak usah, tanpa bioskop juga banyak hiburan lain di Aceh. Ada mal, taman, lautnya juga bagus,” kata Susan yang memilih menolak ide bioskop syariah.

Sejumlah masyarakat lainnya cenderung bersikap netral. Mereka menilai bahwa kehadiran bioskop dapat diterima jika disikapi secara bijak oleh pemerintah.

“Aceh ini kan udah kuat syariahnya, makanya bioskop dulu ditiadakan. Sebenarnya, tergantung dari kita juga, kalau kita bisa menempatkan bioskop ini memang untuk hiburan dan bukan untuk maksiat, ya aku pikir boleh,” tutur Zulfikar.

Irwan Djohan dan Khairul Amal menyatakan bahwa bioskop syariah yang mereka gagas akan mengedepankan nilai-nilai lokal Aceh. Mereka berkomitmen memastikan tempat hiburan ini sejalan dengan aturan dan norma yang berlaku di Aceh.

Rencana ini menunjukkan betapa kompleksnya pembangunan sektor hiburan di Aceh, mengingat adanya perbedaan pandangan antara kebutuhan hiburan dan pemeliharaan nilai budaya serta agama. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah