Beranda blog Halaman 835

Hasil Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Aceh 2024-2028 Diumumkan

0
Hasil Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Aceh 2024-2028 Diumumkan. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Aceh (KIA) periode 2024-2028 telah mengumumkan hasil Tes Potensi bagi para calon anggota yang berhasil lolos ke tahap seleksi berikutnya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Tim Seleksi berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan terhadap nama-nama calon yang telah diumumkan, sebagai bagian dari transparansi dan partisipasi publik yang inklusif.

Para calon anggota KIA yang lolos Tes Potensi diharuskan mengikuti serangkaian tahapan seleksi selanjutnya. Tahapan ini meliputi:

  1. Psikotes dan Dinamika Kelompok
    • Hari/Tanggal: Kamis, 28 November 2024
    • Waktu: 08.30 WIB sampai selesai
    • Tempat: Aula BPSDM Aceh, Jalan T. Panglima Nyak Makam No. 8 Banda Aceh
  2. Wawancara dan Uji Baca Al-Qur’an
    • Hari/Tanggal: Rabu-Kamis, 4 – 5 Desember 2024
    • Waktu: 08.30 WIB sampai selesai
    • Tempat: Aula Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah No. 14 Banda Aceh

Masyarakat diberikan waktu hingga 22 November 2024 untuk menyampaikan tanggapan atau masukan mengenai calon anggota yang lolos ke tahap selanjutnya. Tanggapan tersebut dapat disampaikan melalui email ke panselkiaceh@gmail.com atau via WhatsApp ke nomor 081281821810 dan 08126953064, disertai dokumen pendukung yang relevan serta identitas yang jelas. Tim Seleksi menjamin kerahasiaan identitas para pemberi masukan demi menjaga integritas proses seleksi.

Setiap calon anggota wajib menyiapkan makalah yang mencerminkan visi, misi, serta gagasan yang akan mereka implementasikan jika terpilih sebagai anggota KIA. Makalah tersebut harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Jumlah Kata: 1.200 – 1.500 kata
  • Format: Kertas A4, spasi 1,5, font Times New Roman
  • Power Point: Maksimal 8 slide yang mencakup poin-poin penting dari makalah

Kedua dokumen ini harus dikirim dalam format soft copy melalui email ke panselkiaceh@gmail.com paling lambat pada Kamis, 28 November 2024 pukul 17.00 WIB, dan dibawa dalam bentuk hard copy saat wawancara.

Para calon anggota diwajibkan hadir 30 menit lebih awal dengan membawa Kartu Peserta Seleksi dan KTP asli untuk keperluan registrasi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di website resmi www.acehprov.go.id atau dengan menghubungi kontak panitia, yaitu Surya Ramadhan (081281821810) dan Aida Soraya (08126953064), pada jam kerja.

Melalui serangkaian proses seleksi yang ketat dan transparan ini, diharapkan Komisi Informasi Aceh periode 2024-2028 akan diisi oleh individu-individu yang kompeten dan berkomitmen untuk memperjuangkan keterbukaan informasi publik di Aceh.

Editor: Akil

DPKA Tegaskan Komitmen dalam Pengelolaan Arsip dan Peningkatan Literasi Masyarakat

0
DPKA Tegaskan Komitmen dalam Pengelolaan Arsip dan Peningkatan Literasi Masyarakat. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus menunjukkan peran pentingnya dalam pengelolaan arsip dan literasi masyarakat. Kepala DPKA, Dr. Edi Yandra, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen menjalankan dua tanggung jawab utama, yakni mengelola perpustakaan dan arsip di Aceh.

Di bidang kearsipan, DPKA telah melakukan evaluasi terhadap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam menerapkan pengelolaan arsip dinamis sesuai pedoman yang berlaku. Penilaian ini melibatkan sembilan indikator, di antaranya keberadaan arsiparis, fasilitas penyimpanan, serta prosedur pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip statis.

“Tahun ini, sembilan SKPA dinyatakan memenuhi kriteria dan akan mendapatkan penghargaan sebagai SKPA terbaik dalam pengelolaan arsip,” kata Dr. Edi Yandra, Selasa (5/11/2024).

Sementara itu, di bidang perpustakaan, DPKA berpegang pada amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 dalam menyelenggarakan perpustakaan daerah. Perpustakaan diharapkan menjadi pusat informasi dan literasi bagi masyarakat Aceh.

Dr. Edi juga menyoroti peran Bunda Literasi, yang diemban oleh Hj. Safriati, istri Pj. Gubernur Aceh.

“Bunda Literasi menjadi penggerak penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat Aceh,” ujarnya.

Untuk mendorong literasi, DPKA secara rutin mengadakan berbagai kegiatan, seperti kampanye membaca, storytelling, lomba bertutur, pemilihan Raja dan Ratu Baca Aceh, hingga program inklusi sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perpustakaan.

Inovasi digital juga diterapkan melalui penggunaan aplikasi Inlislite, yang bertujuan memperluas jangkauan layanan perpustakaan.

“Dengan teknologi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk membaca,” tambah Dr. Edi.

Selain itu, DPKA menghadirkan konsep “Mall Baca,” yang menyediakan 18 fasilitas, termasuk ruang baca anak, ruang baca umum, ruang referensi, ruang bagi penyandang disabilitas, hingga library theater dan kafe. Fasilitas ini berhasil menarik rata-rata 1.000 pengunjung setiap hari.

Di bidang kearsipan, DPKA juga menyelenggarakan kunjungan diorama dan pemutaran film bertema sejarah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya arsip.

Dr. Edi Yandra menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mendukung program-program DPKA.

“Kami berharap semua pihak, termasuk Pj. Gubernur Aceh dan Bunda Literasi, dapat memberikan dukungan penuh untuk mencerdaskan generasi Aceh di masa depan,” tutupnya.

Editor: Akil

Kafilah Aceh Unjuk Gigi di MTQ Korpri Nasional di Palangka Raya

0
Pelaksanaan Lomba Cabang Hifzhil Qur'an di Arena MTQ Korpri Nasional ke-VII di Palangkaraya.(Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Palangka Raya – Kafilah Aceh mulai menunjukkan aksinya dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri Nasional ke-VII yang digelar di Palangka Raya. Pada Selasa (5/11/2024), para qari dan qariah dari Bumi Serambi Mekah ini tampil di berbagai cabang lomba, berjuang mengharumkan nama Aceh di ajang nasional bergengsi ini.

Sekretaris Kafilah MTQ Korpri Aceh, Muhadi, menjelaskan bahwa para peserta dari Aceh sudah siap tampil di semua cabang yang dijadwalkan.

“Seluruh cabang sudah diperlombakan hari ini, meskipun ada beberapa kategori yang akan digelar esok hari. Kami mengantar dan mendampingi seluruh kafilah agar mereka bisa fokus bertanding,” ujar Muhadi dengan penuh semangat.

Beberapa cabang yang diikuti oleh Kafilah Aceh antara lain Makalah Ilmiah Qur’an, di mana Zarkasyi dan Fathayatul Husna tampil sebagai wakil. Pada cabang Tilawah Qur’an kategori wanita, Ely Silviani akan membawa nama Aceh, bertanding di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Di cabang Kaligrafi Lukis Kontemporer, Hirman Lutfi dan Puteri Insyirah Rukmana akan berkompetisi di Aula Islamic Center, Kompleks Masjid Raya Darussalam. Sementara itu, di cabang Tartil kategori pria, Aceh diwakili oleh Fudhail Zubairy yang tampil di Aula Inspektorat Kalimantan Tengah. Tartil kategori wanita dijadwalkan besok di tempat yang sama.

Untuk cabang Hafalan Surah Ali Imran, Muhadar dan Mahliawati menjadi wakil Aceh, bersaing di Aula Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah. Cabang Hafalan Surah An-Nisa juga diikuti Kafilah Aceh dengan M Syukri Adly dan Yusniar sebagai peserta.

“Alhamdulillah, hingga hari kelima kami berada di Palangka Raya, seluruh kafilah dalam kondisi sehat dan semangat untuk berlomba,” kata Muhadi.

Semangat para kafilah dari Aceh ini turut mendapat dukungan dari masyarakat Aceh di perantauan, yang mendoakan agar mereka sukses mengukir prestasi. Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bakat dan ketekunan dalam menghafal serta menghayati nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan sesama peserta dari berbagai provinsi.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh: Literasi Jadi Kunci Kemajuan Daerah

0
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA mengukuhkan Hj Safriati sebagai Bunda Literasi Aceh, di Perpustakaan Wilayah Aceh. (Foto: HUMAS ACEH)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan wilayah Aceh. Hal itu disampaikan dalam acara pengukuhan Hj. Safriati sebagai Bunda Literasi Aceh di Gedung Perpustakaan Wilayah Aceh, Banda Aceh, Selasa (5/11/2024).

Safrizal menyatakan bahwa literasi merupakan pilar utama untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan mutu pendidikan, serta mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas dan maju.

“Tidak ada bangsa yang maju dengan tingkat literasi rendah. Negara yang memiliki angka literasi tinggi akan lebih cepat melangkah ke depan dibandingkan yang lain,” ujar Safrizal.

Safrizal juga menyoroti indeks literasi Indonesia yang kini berada pada angka 69,42 dan menempati peringkat 62 dari 70 negara. Khusus di Aceh, indeks literasi berada di angka 66,23, yang menurutnya memerlukan perhatian serius dan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam pidatonya, Safrizal mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya rata-rata lama sekolah di Aceh yang hanya mencapai sekitar 9,5 tahun. Menurutnya, tantangan utama adalah mendorong anak-anak di Aceh untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA atau lebih tinggi. Safrizal pun menginstruksikan agar Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta dinas-dinas terkait lainnya bekerja sama dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan, terutama di wilayah terpencil.

“Tantangan terbesar kita adalah meningkatkan angka literasi dan memastikan anak-anak Aceh tidak putus sekolah di tingkat SMA. Ini menjadi prioritas yang harus kita atasi bersama,” jelasnya.

Safrizal juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses literasi ke pelosok Aceh. Ia berharap perpustakaan dan tutorial digital dapat segera dikenalkan kepada masyarakat, sehingga hambatan akses terhadap buku dan informasi dapat diatasi.

“Kita berada di era digital, ini kesempatan besar bagi kita untuk menyebarluaskan pengetahuan. Guru-guru juga harus diberikan pembaruan materi secara berkala, agar mereka dapat menyampaikan informasi terkini kepada murid-muridnya,” ungkap Safrizal.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bunda Literasi di tingkat kabupaten/kota yang telah berperan besar dalam mendorong budaya gemar membaca di Aceh. Safrizal menargetkan agar indeks literasi Aceh dapat masuk ke dalam 10 besar nasional, mengingat Aceh memiliki sejarah panjang dalam peradaban dan tradisi literasi.

Sebagai penutup, Safrizal mengajak seluruh pihak untuk turut berperan dalam mencapai target literasi yang lebih tinggi, serta mempertahankan tradisi literasi yang telah menjadi bagian dari sejarah Aceh.

“Mari bersama-sama membantu Aceh untuk mengejar target ini. Dengan infrastruktur dan semangat yang kita miliki, kita harus bisa lebih maju dari daerah lain,” tandasnya.

Pengukuhan Hj. Safriati sebagai Bunda Literasi diharapkan menjadi tonggak baru dalam menggerakkan upaya literasi di Aceh. Safriati, yang akan berperan sebagai inspirator dan penggerak literasi, diharapkan dapat mendorong minat baca masyarakat Aceh melalui program-program yang inovatif.

Editor: Akil

Mengapa Dunia Begitu Antusias pada Pilpres Amerika Serikat?

0
Ilustrasi Republicans vs Democrats. (Foto: telegraph)

NUKILAN.id | Opini – Amerika Serikat, negara terkaya di dunia yang menguasai sekitar 25% kekayaan global. Dolar Amerika masih mendominasi 70% transaksi dunia, sementara Wall Street tetap menjadi pusat bisnis swasta dan pembiayaan terbesar di dunia. Di bidang militer, Amerika menguasai dua pertiga dunia, termasuk data internet, satelit, dan teknologi informasi, dengan penguasaan 60% di sektor ini. Walaupun produk gadget Amerika mungkin kalah dengan Tiongkok, jaringan komunikasi, perangkat lunak, dan cip masih dikuasai Amerika. Pengaruh Amerika dalam dunia hiburan juga sangat kuat melalui kekuatan soft power seperti film Hollywood, musik, dan platform hiburan seperti Disney dan Netflix, yang mampu mempengaruhi mindset masyarakat di seluruh dunia.

Pertanyaannya kini, siapa yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat? Mengapa pemilihan presiden negara adidaya ini selalu menarik perhatian dunia? Donald Trump dan Kamala Harris, sebagai dua kandidat utama, tidak hanya akan menentukan arah kebijakan Amerika Serikat, tetapi juga memiliki dampak besar bagi dinamika global.

Tiongkok dan Rivalitas Ekonomi

Sebagai pesaing utama Amerika, Tiongkok secara terbuka menyatakan keengganannya terhadap Trump. Alasannya jelas, selama masa jabatan Trump (2016-2020), kebijakan perdagangan ketat menyebabkan kenaikan tarif impor barang Tiongkok. Pilihan Tiongkok lebih condong kepada Kamala Harris dan Partai Demokrat, yang dianggap lebih menyukai pendekatan militer. Selama empat tahun terakhir (2020-2024), Tiongkok memacu produksi alat-alat militer, yang berdampak baik bagi ekonominya yang tengah dilanda masalah properti dalam negeri.

Rusia dan Dukungan untuk Trump

Rusia, di sisi lain, secara tegas mendukung Trump. Sebelumnya, Putin membantu Trump dalam pemilu 2016, dan operasi intelijen Rusia melalui media sosial kemungkinan besar akan kembali dilakukan untuk membantu kemenangan Trump. Jika terpilih, Trump diperkirakan akan menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina dan menagih utang dana yang telah diberikan ke negara tersebut. Hal ini berpotensi menghentikan perang di Ukraina, dengan Rusia yang akan dinyatakan menang setelah merebut 20% wilayah Ukraina.

Timur Tengah dan Negara Penghasil Minyak

Di Timur Tengah, negara-negara penghasil minyak lebih menyukai Trump. Alasannya adalah pada masa kepemimpinan Trump, tidak ada perang militer yang dilakukan secara langsung oleh Amerika. Trump tidak mengintensifkan perang di kawasan Timur Tengah dan cenderung mengutamakan perdagangan. Periode ini memberi ruang bagi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar untuk mengembangkan sektor properti dan ekonomi.

Namun, Israel tampaknya memiliki preferensi yang berbeda. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjalin hubungan erat dengan Joe Biden dan Kamala Harris dari Partai Demokrat, yang telah lama berperan penting dalam mendukung kekuatan militer Israel. Di bawah kepemimpinan Demokrat, Amerika Serikat terus memberikan bantuan militer besar-besaran kepada Israel, mulai dari konflik dengan Palestina hingga penguatan posisi di Laut Mediterania, Laut Merah, dan Selat Hormuz, guna menghalau ancaman dari Iran.

Kebijakan Ekonomi di Dalam Negeri Amerika

Jika Kamala Harris menjadi presiden, kebijakan ekonomi Biden diperkirakan akan berlanjut. Ini termasuk rencana menaikkan pajak perusahaan dari 28% menjadi 31%, kebijakan yang sangat disukai oleh kalangan buruh tetapi tidak diterima baik oleh para oligarki dan kapitalis. Sebaliknya, Trump berjanji menurunkan pajak perusahaan, yang diharapkan dapat meningkatkan keuntungan bagi para kapitalis dan pengusaha besar. Jika Trump terpilih, tarif barang-barang impor dari Tiongkok kemungkinan akan dinaikkan sebesar 20%, yang akan berdampak pada inflasi di Amerika karena produk Tiongkok mencakup 40% bahan dasar manufaktur Amerika.

Peran Swing States dalam Pemilu

Pemilu kali ini sangat ditentukan oleh tujuh negara bagian swing (swing states), yaitu Nevada, North Carolina, Wisconsin, Georgia, Pennsylvania, Michigan, dan Arizona. Negara-negara bagian ini memiliki jumlah komunitas Muslim yang signifikan, yang pada 2020 mendukung Biden. Namun, dukungan ini mulai goyah karena kebijakan pro-Israel Biden. Trump, yang menjanjikan penghentian perang di Palestina, mungkin lebih disukai oleh komunitas Muslim di negara-negara bagian swing tersebut, yang menjadi kunci kemenangan dalam pemilu ini.

Indonesia: Trump atau Kamala?

Sebagai negara yang kerap terpengaruh oleh kebijakan luar negeri Amerika, Indonesia tentunya memiliki kepentingan dalam pemilu ini. Jika dilihat dari perspektif perdagangan dan stabilitas kawasan, kemenangan Trump mungkin membawa keuntungan lebih besar bagi negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. Di sisi lain, pendekatan Demokrat terhadap perubahan iklim dan hak asasi manusia bisa lebih mendukung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh pemerintah Indonesia.

Dengan ketatnya persaingan politik di Amerika, siapa pun yang menang akan membawa perubahan besar, baik bagi negeri Paman Sam sendiri maupun dunia. Namun, dengan banyaknya isu global yang masih memanas, dari konflik Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah, pilihan Amerika akan menjadi penentu arah dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Museum Aceh Ajak Pengunjung Jelajahi Pameran Kejayaan Kesultanan Aceh

0
Meriam Peninggalan Kejayaan Kesultanan Aceh. (Foto: Museum Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh mengundang masyarakat untuk merasakan atmosfer kemegahan Kesultanan Aceh melalui koleksi bersejarah yang dipamerkan di Gedung Pameran Tetap Lantai 2 Museum Aceh.

Pameran ini menampilkan berbagai benda bersejarah yang menggambarkan kejayaan Aceh sebagai kerajaan besar di masa lalu. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai artefak kerajaan, dari perhiasan hingga senjata, yang menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan Aceh. Selain itu, warisan budaya yang kaya, seperti pakaian adat dan alat musik tradisional, juga dipamerkan untuk memberi gambaran tentang kehidupan masyarakat Aceh pada masa Kesultanan.

Pameran ini diharapkan tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Aceh dan luar daerah. Para pengunjung dapat lebih memahami kebesaran Aceh yang pernah menjadi salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara.

Ayo, kunjungi Museum Aceh dan rasakan langsung atmosfer kerajaan Aceh yang penuh makna. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Aceh yang kaya dan penuh pesona.

“Kenali Sejarah agar Tak Salah Melangkah,” begitu ajakan di keterangan Instagram Museum Aceh.

Menelusuri Kejayaan Kesultanan Aceh di Museum Aceh

0
School Visit ke Museum Aceh, Siswa SMP Sukma Bangsa Pidie Diajari Cinta Sejarah. (Foto: Dok. Sukma Bangsa Pidie)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Museum Aceh, yang terletak di pusat kota, menawarkan sebuah perjalanan menakjubkan ke masa lalu Aceh, tepatnya di Gedung Pameran Tetap Lantai 2. Di sana, pengunjung bisa merasakan atmosfer kemegahan Kesultanan Aceh yang pernah menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara.

Pameran yang berlangsung di lantai dua ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari benda-benda kerajaan, senjata tradisional, hingga artefak budaya yang tak ternilai harganya. Setiap benda yang dipamerkan bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga saksi bisu perjuangan dan kejayaan Aceh di masa lampau.

“Melalui koleksi ini, pengunjung dapat lebih memahami sejarah Aceh dan mengenal lebih dekat bagaimana kejayaan kerajaan yang telah berkontribusi besar pada peradaban di wilayah Nusantara,” ujar seorang pengelola museum.

Bagi yang ingin menyelami lebih dalam tentang sejarah dan budaya Aceh, kunjungan ke Museum Aceh adalah pilihan yang tepat. Di sini, Anda tidak hanya akan melihat koleksi, tetapi juga merasakan langsung atmosfer kerajaan yang penuh makna.

“Kenali Sejarah agar Tak Salah Melangkah,” sebuah pesan yang ditulis pada akun instagram Museum Aceh dan Disbudpar Aceh, mengajak kita untuk belajar dari masa lalu agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Aceh dan meresapi jejak sejarah yang luar biasa ini. Ayo kunjungi dan rasakan langsung kemegahan Kesultanan Aceh yang pernah berjaya!

DPW Pujakesuma Aceh Deklarasi Dukung Mualem-Dek Fadh di Pilkada Aceh 2024

0
DPW Pujakesuma Aceh Deklarasi Dukung Mualem-Dek Fadh di Pilkada Aceh 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Jawa Keturunan Sumatera (Pujakesuma) Aceh resmi menyatakan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 02, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadlullah (Dek Fadh), dalam pemilihan kepala daerah Aceh 2024 mendatang. Dukungan ini diumumkan dalam deklarasi yang digelar di Aceh Tamiang pada Senin (4/11/2024) malam.

Acara deklarasi yang dihadiri oleh para pengurus dan anggota Pujakesuma dari berbagai daerah di Aceh ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW Pujakesuma Aceh, Suprianto, ST, didampingi Sekretaris Muhammad Jailani, S.Pd, M.Pd. Suprianto menyampaikan bahwa alasan Pujakesuma memilih pasangan Mualem-Dek Fadh adalah karena mereka diyakini mampu membawa perubahan untuk Aceh yang lebih bermartabat.

“DPW Pujakesuma Aceh mendukung Mualem dan Dek Fadh karena kami ingin Aceh berubah dan bermartabat. Mereka berkomitmen untuk merealisasikan MoU Helsinki, terutama di bidang ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Suprianto, Selasa (5/11/2024).

Suprianto juga mengajak seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pujakesuma di kabupaten/kota, hingga ke tingkat kecamatan dan desa, untuk melakukan konsolidasi dan mengajak masyarakat mendukung Mualem-Dek Fadh. Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini penting agar pasangan tersebut dapat meraih kemenangan pada pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024.

“Dalam waktu yang tersisa, mari kita bersama-sama sosialisasikan Mualem dan Dek Fadh kepada masyarakat. Semoga mereka terpilih dan dapat membawa perubahan bagi Aceh,” ujarnya di hadapan para pengurus Pujakesuma Aceh.

Deklarasi ini, menurut Suprianto, adalah wujud kesadaran politik kolektif para pengurus dan anggota Pujakesuma Aceh. Mereka berharap kepemimpinan Mualem-Dek Fadh dapat memperbaiki tata kelola pemerintahan Aceh agar lebih islami, maju, dan bermartabat.

“Kita memerlukan pemimpin yang bisa menata kembali Aceh agar tidak terus tertinggal dibandingkan daerah lain, terutama dalam menyambut era Indonesia Emas. Dengan dukungan ini, kami yakin Mualem-Dek Fadh adalah sosok yang tepat untuk mengemban tugas tersebut,” pungkas Suprianto, yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Aceh Tamiang.

Editor: Akil

UMKM Aceh Ekspor Gelembung Ikan Buntal, Bernilai Tinggi di Pasar Global

0
UMKM Aceh Ekspor Gelembung Ikan Buntal Bernilai Tinggi di Pasar Global. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh UMKM di Banda Aceh kini memasok gelembung dan kulit ikan buntal untuk pasar ekspor, yang memberikan nilai ekonomi tinggi bagi pelaku usaha mikro di Aceh. Permintaan dari berbagai negara ini membuat produk perikanan lokal semakin diperhitungkan.

Bahrul, salah satu pelaku UMKM pengolahan ikan buntal di Banda Aceh, menyampaikan bahwa gelembung dan kulit ikan buntal tersebut pertama kali dikirim ke Medan sebelum diekspor ke pasar internasional.

“Kami rutin memasok gelembung dan kulit ikan buntal ini ke Medan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya dikirim ke berbagai negara,” ungkapnya pada Senin (4/11/2024).

Menurut Bahrul, gelembung ikan buntal memiliki berbagai manfaat, terutama untuk bahan kesehatan dan serat benang khusus, sementara kulit ikan buntal kaya akan nutrisi yang berguna bagi tubuh.

“Kulit ikan buntal ini banyak dicari karena beragam zat penting di dalamnya. Permintaannya cukup stabil,” ujarnya.

Bahrul telah menggeluti usaha ini sejak dua tahun lalu dan mengatakan pasokan gelembung dan kulit ikan buntal bergantung pada musim. Jika bahan baku melimpah, pihaknya bisa mengirim produk setiap pekan. Namun, jika kurang, pengiriman dilakukan sebulan sekali.

“Biasanya dalam sekali pengiriman, jumlah yang dikirimkan berkisar antara dua hingga lima kilogram. Harga di Medan berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per kilogram, tergantung kondisi pasar,” kata Bahrul.

Gelembung ikan buntal yang diterima penampung di Medan harus memiliki berat lebih dari tiga gram untuk mendapatkan harga tinggi.

“Jika beratnya kurang dari tiga gram, harganya jauh lebih rendah, hanya separuh dari harga pasar,” ungkap Bahrul.

Pasokan ikan buntal ini didapat dari agen penampungan atau nelayan yang langsung mengantarkan ke tempat usaha Bahrul. Ikan buntal dihargai Rp9.000 hingga Rp12.000 per ekor, tergantung ukuran.

Bahrul menjelaskan bahwa proses pengolahan ikan buntal cukup rumit. Setelah diambil, ikan buntal melalui proses pengulitan, dan gelembung serta kulitnya dikeringkan.

“Gelembung ikan dijemur selama dua hari dalam cuaca cerah untuk menjaga kualitasnya,” katanya.

Sayangnya, daging ikan buntal tidak bisa dikonsumsi dan harus dibuang. Bahrul mengungkapkan bahwa produk yang telah dijemur bisa tahan lama jika dijaga kualitas penjemurannya.

Ekspor gelembung dan kulit ikan buntal ini tidak hanya memberikan pemasukan bagi UMKM lokal tetapi juga memperkenalkan potensi Aceh di pasar global. Bagi Bahrul dan pelaku UMKM lainnya, harapan terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan dari pasar internasional, yang membuka peluang besar bagi perekonomian daerah.

Editor: Akil

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Modal untuk UMKM

0
Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Modal untuk UMKM, Harapan Baru bagi 133 Penerima. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh Baitul Mal Aceh berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat dengan menyalurkan bantuan modal bagi usaha mikro. Dalam acara pengarahan dan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (NPK) yang digelar baru-baru ini, sebanyak 133 penerima manfaat atau mustahik dari berbagai daerah di Aceh menerima bantuan usaha mikro tahap pertama senilai total Rp1 miliar.

Program bantuan ini dirancang untuk memberdayakan pelaku usaha kecil agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Setiap penerima berhak mendapatkan dana hingga Rp10 juta, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mereka. Mukhlis Sya’ya, anggota Baitul Mal Aceh, menyampaikan dalam sambutannya bahwa dana ini harus dimanfaatkan dengan bijak dan diharapkan dapat menjadi modal awal yang berkelanjutan.

“Bantuan ini bukan sekadar dana, tetapi adalah harapan baru bagi para pelaku usaha mikro agar bisa memperkuat ekonomi keluarganya. Kami berharap penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin dan menghindari penyalahgunaan,” ujar Mukhlis.

Selain itu, bantuan ini tidak hanya diberikan untuk satu jenis usaha, melainkan mencakup berbagai sektor seperti warung sembako, kerajinan tangan, hingga usaha kuliner. Diharapkan diversifikasi ini dapat menambah peluang usaha yang lebih beragam dan menjangkau lebih banyak kebutuhan masyarakat.

Rosmiati, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya untuk usaha kecil yang dijalaninya.

“Saya sangat bersyukur. Bantuan ini akan saya gunakan untuk usaha jualan buah. Semoga dengan modal tambahan ini, usaha saya dapat berkembang lebih besar lagi di masa depan,” katanya.

Program bantuan modal dari Baitul Mal Aceh ini menjadi angin segar bagi UMKM di tengah tantangan ekonomi. Pemerintah Aceh berharap program ini bisa mengurangi angka kemiskinan dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi di daerah.

Editor: Akil