Beranda blog Halaman 824

Warga Mon Ikeun Lebih Siap Hadapi Tsunami Berkat Peningkatan Kapasitas

0
Warga Mon Ikeun Lebih Siap Hadapi Tsunami Berkat Peningkatan Kapasitas. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua puluh tahun setelah bencana tsunami Samudera Hindia 2004 yang meluluhlantakkan Aceh, warga Desa Mon Ikeun di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, kini merasa lebih siap menghadapi potensi bencana serupa. Peningkatan kapasitas dan evaluasi pengalaman menjadi modal utama yang membuat mereka lebih tanggap dalam menghadapi bahaya.

Sekretaris Desa Mon Ikeun, Irma Lisa, mengungkapkan bahwa pembelajaran dari tragedi lalu mendorong masyarakat lebih waspada dan sigap dalam mengenali tanda-tanda bencana. Warga desa yang berada di pesisir barat Aceh ini kini aktif mengikuti berbagai pelatihan dari pemerintah pusat, daerah, dan lembaga swasta.

“Melalui rembuk warga, kami belajar mengamati apa yang terjadi di sekitar. Misalnya, jika air laut surut tiba-tiba atau muncul tanda-tanda lain. Pelatihan yang kami terima juga sangat membantu, sehingga kami optimistis lebih siap dibanding dulu,” kata Irma, usai menerima kunjungan ratusan peserta Forum Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium di Lhoknga, Rabu (11/13).

Irma, 52 tahun, masih mengingat jelas bagaimana tsunami 2004 membawa gelombang setinggi lebih dari 27 meter yang datang dari arah barat, menghancurkan desanya yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Peristiwa itu menyisakan luka mendalam dengan hilangnya ribuan jiwa, menyusutkan populasi desa dari 5.000 menjadi sekitar 800 orang saja.

Minimnya pengetahuan warga tentang tanda-tanda datangnya tsunami, seperti surutnya air laut secara tiba-tiba dan fenomena laut yang berubah gelap, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya korban. Irma menuturkan bahwa saat itu warga tidak paham akan arti tanda-tanda alam yang terjadi, meski mereka memiliki waktu sekitar 30 menit sebelum tsunami menerjang.

“Sebenarnya ada waktu untuk menyelamatkan diri, tetapi karena ketidaktahuan, warga hanya berdiri di pinggir jalan melihat laut yang surut dan menghitam,” tutur Irma. Beruntung, ia dan suaminya berhasil menyelamatkan diri setelah sang suami merasa firasat buruk dan memutuskan untuk menjauh dari desa.

Saat ini, warga Mon Ikeun telah memiliki bekal pengetahuan yang lebih memadai. Selain edukasi rutin, mereka juga dibekali alat peringatan dini gempa dan tsunami dari BPBD Aceh Besar serta BMKG. Desa ini bahkan memiliki peta zona rawan tsunami, data sebaran penduduk di area bahaya, petugas siaga, dan jalur evakuasi lengkap dengan rambu-rambunya.

Peningkatan kapasitas ini menjadikan Desa Mon Ikeun sebagai salah satu dari 22 desa di Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai komunitas masyarakat yang siap menghadapi tsunami.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah dan UNESCO. Kami berkomitmen untuk terus menyosialisasikan pengetahuan ini agar warga semakin siap menghadapi bencana,” ujar Irma, penuh harap.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Tengah Terima Hibah untuk Pemulihan Pasca Bencana

0
Pemkab Aceh Tengah menerima dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) RI dengan total mencapai Rp. 15.614.612.000. (Foto: Humas Aceh Tengah)

NUKILAN.idTakengon – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menerima hibah sebesar Rp15,6 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pasca bencana. Hibah ini diharapkan mempercepat pemulihan fasilitas publik yang rusak akibat bencana alam, khususnya pada sektor jalan, jembatan, dan irigasi di wilayah tersebut.

Penyerahan dana hibah ini dilakukan dalam acara sosialisasi peraturan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tahun anggaran 2024, yang berlangsung di Gedung Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa (12/11/2024). Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Erwin Pratama, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

“Dukungan ini akan sangat membantu kami memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana. Hibah ini bukan hanya bentuk perhatian dari BNPB, tetapi juga harapan agar masyarakat Aceh Tengah bisa kembali menjalani aktivitasnya dengan baik,” kata Erwin.

Ia menambahkan, dana tersebut akan digunakan secara optimal untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya hibah ini, Erwin berharap daerah yang terdampak bencana di Aceh Tengah bisa segera bangkit dan pulih.

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa hibah tersebut juga bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Dana hibah ini kami manfaatkan sepenuhnya untuk masyarakat yang membutuhkan, agar mereka bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujar Andalika.

Pemkab Aceh Tengah berharap bantuan dari BNPB ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak, serta mempercepat pemulihan infrastruktur di Aceh Tengah.

Editor: Akil

Lemhannas: Aceh dan Papua Masuk Daerah Rawan Konflik Pilkada

0
Gubernur Lemhannas, Tubagus Ace Hasan Syadzily. (Foto: Tangkapan layar)

NUKILAN.id | Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Tubagus Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa Aceh dan beberapa provinsi di Papua dinilai sebagai wilayah rentan konflik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Peringatan ini disampaikan Ace dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 13 November 2024.

“Khususnya di wilayah Aceh dan empat provinsi di Papua, termasuk di tingkat kabupaten/kota,” ujar Ace Hasan, merujuk pada hasil pemantauan yang melibatkan berbagai lembaga keamanan negara, seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Strategis (Bais TNI), serta Polri.

Menurut Ace Hasan, tingginya tingkat kerawanan di daerah tersebut berpotensi memicu konflik baik vertikal maupun horizontal di tengah masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini oleh para pemangku kepentingan.

“Deteksi, antisipasi, dan pencegahan dini harus dilakukan oleh penyelenggara pemilu serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” tegasnya.

Ace juga mendorong adanya sinergi dari berbagai pihak guna memastikan bahwa proses Pilkada berlangsung sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil). Kolaborasi ini diharapkan dapat mengawal demokrasi yang sehat dan melahirkan pemimpin yang berkualitas.

“Pilkada harus berjalan sesuai koridor yang sudah ditetapkan, tidak hanya sebatas luber dan jurdil, tetapi juga mampu menghadirkan peningkatan kualitas demokrasi,” ujar Ace.

Ace menegaskan, kesiapan dan kesigapan dari seluruh elemen akan sangat berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi berlangsungnya Pilkada 2024, terutama di daerah yang dinilai rawan konflik.

Editor: Akil

Mualem Serap Aspirasi Nelayan Aceh Utara, Janji Perbaiki Infrastruktur Sektor Kelautan

0
Mualem Serap Aspirasi Nelayan Aceh Utara, Janji Perbaiki Infrastruktur Sektor Kelautan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Calon Gubernur Aceh nomor urut 2, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, disambut antusias oleh masyarakat dalam acara Kenduri Laot dan Santunan Yatim yang diselenggarakan nelayan Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan tersebut dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama yang berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Agusri, selaku panglima laut setempat, mewakili nelayan dalam menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan desa yang rusak dan berlubang, serta kebutuhan akan dermaga khusus untuk memudahkan aktivitas mereka sehari-hari.

“Kerusakan jalan ini menyulitkan mobilitas kami dalam mengangkut hasil tangkapan,” ujar Agusri. Ia berharap adanya dermaga yang memadai agar nelayan lebih mudah mengembangkan usaha mereka.

Mualem, dalam sambutannya, menegaskan bahwa aspirasi nelayan Aceh Utara akan menjadi perhatian utamanya.

“Kami berkomitmen untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat nelayan. Bersama pemerintah daerah dan pusat, kami akan berupaya memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan,” tegas Mualem. Ia menambahkan bahwa sektor kelautan akan menjadi prioritas dalam programnya, terutama dalam membangun jalan dan fasilitas pendukung nelayan lainnya.

Komitmen Mualem Memperkuat Sektor Kelautan Aceh

Tak hanya berhenti di situ, Mualem juga mengungkapkan rencana untuk memperkuat sektor kelautan sebagai pilar ekonomi Aceh jika terpilih.

“Kelautan dan perikanan adalah kekuatan ekonomi Aceh. Kami akan fokus memperbaiki infrastruktur desa-desa nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya. Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian adat laut Aceh dengan mendukung peran panglima laut sebagai pelindung nelayan.

Juru bicara relawan Mualem-Dek Fadh, Faisal Jamaluddin, menyatakan bahwa kedatangan Mualem dalam acara tersebut adalah wujud komitmennya untuk memperhatikan sektor kelautan.

“Kami sudah merencanakan berbagai program untuk kesejahteraan nelayan, termasuk pembiayaan alat tangkap, penyediaan tempat penyimpanan ikan, dan pembangunan desa-desa nelayan yang mandiri,” ungkap Faisal.

Visi Kampung Nelayan Maju: Masyarakat Mandiri dan Berdaya Saing

Pasangan calon Mualem-Dek Fadh membawa visi pembangunan yang menyasar kesejahteraan nelayan melalui konsep Kampung Nelayan Maju. Program ini bertujuan mengembangkan desa-desa nelayan agar mandiri dan memiliki daya saing tinggi dengan dukungan akses pendidikan, kesehatan, dan fasilitas lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh politik dan masyarakat, di antaranya calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil dan Tarmizi Panyang, calon Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, Azhari Cage, anggota DPD RI, serta Muslim, S.HI, MM, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Dengan adanya kunjungan ini, masyarakat Aceh Utara berharap akan ada perubahan nyata bagi kehidupan mereka, terutama di sektor kelautan yang menjadi andalan mata pencaharian. Aspirasi mereka kini bergantung pada keseriusan komitmen Mualem dalam mewujudkannya.

Editor: Akil

Presiden Prabowo dan Joe Biden Kenang 20 Tahun Tragedi Tsunami Aceh

0
Presiden Prabowo dan Joe Biden Kenang 20 Tahun Tragedi Tsunami Aceh. (Foto: Setpres)

NUKILAN.id | Washington DC – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersama-sama mengenang 20 tahun tsunami dahsyat yang menghantam Aceh pada 2004 silam. Tsunami yang meluluhlantakkan wilayah pesisir Aceh itu menyisakan duka mendalam dan menandai salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah.

Hal ini disampaikan Gedung Putih melalui laman resminya pada Rabu (13/11/2024). Prabowo dan Biden menggelar pertemuan bilateral di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (12/11/2024) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menekankan pentingnya mengingat dan belajar dari tragedi tsunami sebagai pijakan untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan bencana di masa mendatang.

“Kami memperingati 20 tahun tsunami dahsyat yang menghancurkan masyarakat pesisir di seluruh wilayah Samudra Hindia, termasuk Provinsi Aceh di Indonesia,” demikian disampaikan pihak Gedung Putih.

Dalam keterangan tersebut, Gedung Putih juga menyinggung bantuan darurat senilai lebih dari 400 juta dolar AS yang disalurkan pemerintah AS untuk membantu Indonesia saat bencana tsunami melanda. Bantuan tersebut ditujukan bagi lebih dari 580.000 orang yang terdampak di Aceh dan sekitarnya.

Biden dan Prabowo pun mengapresiasi kegigihan para penyintas tsunami serta keberanian para relawan yang bekerja tanpa lelah di tengah situasi sulit.

“Kami telah membangun pengalaman ini dan memperluas kerja sama kami dengan mencakup nota kesepahaman antara lembaga manajemen bencana kami,” kata pernyataan Gedung Putih.

Para pemimpin juga menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat pengurangan risiko bencana dan kerjasama dalam bidang bantuan kemanusiaan di berbagai lokasi rentan.

Selain membahas penanganan bencana, Biden dan Prabowo juga berkomitmen untuk mempererat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan. Di antaranya adalah rencana pembukaan American Corner baru di Makassar pada tahun 2025, yang akan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, seni, dan matematika.

Kedua pemimpin menyatakan dukungan pada program-program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Prabowo dan Biden juga menyambut baik perluasan program pelatihan kejuruan di bidang teknologi, manufaktur, kesehatan, konstruksi, serta industri kreatif, untuk mendukung peningkatan keterampilan dan sertifikasi bagi masyarakat Indonesia.

Pertemuan antara Prabowo dan Biden di Gedung Putih ini menggarisbawahi kemitraan kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta harapan untuk menghadapi berbagai tantangan global secara bersama-sama.

Editor: Akil

SDIT Nurul Fikri Aceh Gelar Sosialisasi Anti-Bullying

0
SD IT Nurul Fikri Aceh Gelar Sosialisasi Anti-Bullying. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Membangun kesadaran anti-bullying sejak dini, SD Islam Terpadu Nurul Fikri Aceh menyelenggarakan sosialisasi dengan tema “Teman Baik Tidak Menyakiti, Stop Bullying Sekarang” pada Rabu, 13 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh empati, tanpa adanya perundungan di kalangan siswa.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti ratusan siswa itu menghadirkan Drs. Fadhlan, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPKB, PP dan PA) Aceh Besar. Dalam sesi tersebut, Drs. Fadhlan menyoroti dampak buruk bullying terhadap kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.

“Bullying bukan hanya perilaku yang menyakitkan, tapi juga dapat meninggalkan luka psikologis jangka panjang bagi korban,” tegas Fadhlan, mengajak siswa untuk menghargai nilai persahabatan dan saling mendukung.

Kepala SD Islam Terpadu Nurul Fikri, Mujaddid, S.Pd, menegaskan pentingnya sosialisasi anti-bullying dalam membangun karakter siswa.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan sekolah yang ramah anak, di mana setiap siswa merasa aman dan didukung penuh untuk berkembang tanpa kekerasan,” kata Mujaddid kepada Nukilan.id.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Teacher Dini Yusmika, S.Pd, menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memahami dampak negatif bullying bagi korban maupun pelaku, serta dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan budaya positif di sekolah.

Antusiasme para siswa tampak tinggi saat mereka diajak berdiskusi tentang pengalaman pribadi dan cara mencegah bullying di lingkungan sekolah. Sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif, di mana siswa-siswa aktif berbagi pendapat dan strategi menghindari perundungan.

Melalui kegiatan ini, SD Islam Terpadu Nurul Fikri Aceh berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, penuh kepedulian sosial, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan bebas dari perundungan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh Perkuat Daya Tarik Investasi Melalui AGASID 2024

0

NUKILAN.id | Aceh Besar – Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2024 kembali diselenggarakan di Ballroom The Pade Hotel, Aceh Besar, pada Rabu (13/11/2024).

Forum investasi tahunan yang memasuki tahun keempat ini mengangkat tema “Dari Visi ke Realitas: Meningkatkan Daya Tarik Investasi Aceh melalui Digitalisasi, Energi Hijau, dan Pariwisata Berkelanjutan.”

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Plh Kepala DPMPTSP Aceh, Feriyana mengatakan AGASID 2024 telah menjadi forum strategis bagi Aceh untuk membuka ruang dialog konstruktif dengan para pemangku kepentingan sektor investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Melalui acara ini, kami berupaya membuka ruang dialog yang konstruktif bagi para pemangku kepentingan di sektor investasi untuk melihat lebih dekat potensi Aceh yang kaya dan beragam,” ujar Feriyana.

Feryana juga menyampaikan AGASID 2024 bertujuan untuk menarik minat investasi yang berkelanjutan ke Aceh dengan mempromosikan potensi besar yang ada di sektor-sektor strategis.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi ajang bagi para investor untuk mengeksplorasi peluang investasi di Aceh sekaligus mendiskusikan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global saat ini,” katanya.

Rangkaian acara AGASID 2024 mencakup panel diskusi dan presentasi proyek-proyek unggulan yang siap ditawarkan kepada investor (Investment Projects Ready to Offer/IPRO), meliputi bidang energi hijau, digitalisasi, infrastruktur pariwisata, dan sektor perikanan.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh Safrizal dalam sambutannya menekankan komitmen Pemerintah Aceh untuk meningkatkan daya saing daerah di tengah tantangan ekonomi global.

“Kami di Pemerintah Aceh berkomitmen untuk meningkatkan daya saing dengan meningkatkan efisiensi bisnis, pemerintahan, serta kinerja ekonomi. Kami terus menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan, ramah, dan kompetitif, dengan menyediakan berbagai kemudahan dan fasilitas serta dukungan kebijakan investasi bagi para investor,” tegas Safrizal.

Pj Gubernur juga mengajak perwakilan negara sahabat yang hadir untuk turut menyebarkan berita positif tentang kemudahan berinvestasi di Aceh dan mengajak pihak lain untuk menjajaki peluang investasi di daerah ini.

AGASID 2024 diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperkuat perekonomian Aceh, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan investasi di sektor-sektor strategis seperti digitalisasi, energi hijau, dan pariwisata berkelanjutan.

Reporter: Rezi

Bunda Literasi Aceh Ajak Anak-Anak Simeulue Gemar Membaca Sejak Dini

0
Bunda Literasi Aceh Ajak Anak-Anak Simeulue Gemar Membaca Sejak Dini. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Sinabang – Bunda Literasi Aceh, Hj. Safriati, mengajak anak-anak di Simeulue untuk mencintai budaya membaca sejak dini. Pada kunjungannya ke Desa Lauke, Kecamatan Simeulue Tengah, Senin (11/11/2024), Hj. Safriati membagikan buku bacaan dan materi edukatif yang menarik minat anak-anak di daerah tersebut. Kegiatan literasi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sejak usia dini di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Dalam kegiatan ini, Safriati tidak hanya berbagi buku, tetapi juga mengajak para ibu untuk aktif mendampingi anak-anak mereka dalam membiasakan membaca setiap hari.

“Dengan dukungan orang tua, terutama ibu, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi cerdas dan berwawasan luas meski berada di daerah terpencil,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah, dihadiri oleh puluhan ibu dan anak yang tampak antusias. Usai memberikan buku, Hj. Safriati mengadakan dialog interaktif dengan para ibu mengenai cara-cara sederhana untuk membiasakan anak-anak gemar membaca di rumah. Ia menekankan pentingnya literasi dalam membangun dasar pendidikan yang kuat di Simeulue, agar kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat.

“Kita perlu menjaga semangat membaca dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui kebiasaan ini, generasi muda kita bisa tumbuh menjadi individu yang cerdas dan siap bersaing,” kata Safriati.

Harapannya, kegiatan literasi semacam ini dapat terus digalakkan secara berkala, demi mewujudkan Simeulue yang literat dan berdaya saing.

Editor: Akil

MPU Aceh Barat Gelar Pendidikan Kader Ulama Angkatan XII

0

NUKILAN.id | Meulaboh — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat memulai Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XII Tahun 2024, yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Aceh Barat, Azwardi, di Aula Hotel Tiara Meulaboh, Selasa (12/11/2024). Program ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai dayah dan pesantren di Aceh Barat, serta perwakilan kecamatan setempat.

Azwardi dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

“Program ini merupakan kesempatan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Saya harap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk memahami ajaran Islam secara mendalam,” ujarnya.

Pelatihan ini berlangsung selama satu minggu, hingga 19 November 2024, dan mengusung materi yang beragam. Beberapa topik yang akan dibahas di antaranya adalah kajian agama, fiqh, tafsir, dan hadits, serta isu-isu aktual yang memengaruhi kehidupan umat Islam di Aceh Barat.

Ketua Panitia PKU Angkatan XII mengungkapkan harapannya agar program ini dapat melahirkan kader ulama yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Kami berharap lulusan PKU ini tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan dakwah dan moral yang tinggi untuk membimbing umat,” jelasnya.

Sejumlah narasumber hadir dari berbagai instansi, termasuk MPU Aceh, Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, serta akademisi dari Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Para peserta akan mendapat pelatihan tidak hanya tentang ilmu keagamaan, tetapi juga kemampuan komunikasi dan etika dakwah yang diperlukan dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat.

Dengan berakhirnya sesi pembukaan, diharapkan para peserta dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin untuk memperdalam wawasan agama demi kemajuan umat dan daerah Aceh Barat.

Editor: Akil

Mobil Bawa Warga Malaysia Terjun ke Jurang 30 Meter di Gayo Lues, Tiga Orang Luka

0
Mobil Bawa Warga Malaysia Terjun ke Jurang 30 Meter di Gayo Lues. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Blangkejeren — Sebuah mobil Toyota Avanza yang mengangkut dua warga negara Malaysia mengalami kecelakaan hingga terjun ke jurang sedalam 30 meter di Jalan Lintas Terangun–Aceh Barat Daya, tepatnya di turunan Jamur Tikus, Desa Persada Tongra, Kecamatan Terangun, Gayo Lues, Aceh. Insiden ini terjadi pada Selasa (12/11/2024) siang dan menyebabkan tiga orang mengalami luka ringan.

Mobil berpelat BK 1663 IL tersebut dikemudikan oleh Suratno (30), seorang pegawai negeri sipil yang berangkat dari Berastagi sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Kendaraan ini membawa dua penumpang warga Malaysia, yakni Taranjeet Kaur Kuldeep Singh (51) dan Bhismir Singh Merik Singh (16). Taranjeet duduk di kursi depan di samping sopir, sementara Bhismir di bangku belakang.

Diduga Tak Menguasai Medan Jalan

Saat melintasi jalan di turunan Jamur Tikus, Suratno diduga tidak menguasai medan dengan baik. Kondisi jalan yang menurun tajam memperburuk situasi ketika rem mobil diduga tidak berfungsi dengan baik.

“Mobil langsung masuk ke dalam jurang sedalam 30 meter,” ujar Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh.

Kecelakaan tersebut menyebabkan ketiga penumpang mengalami luka-luka. Bhismir mengalami luka di pipi kiri dan terkilir pada tangan kanan, sementara Taranjeet mengalami luka di wajah dan patah tangan kanan. Sopir Suratno juga mengalami luka pada mata kanan dan lecet di kedua tangannya. Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Dari kejadian ini, Iqbal mengimbau para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut agar berhati-hati, terutama bagi yang belum mengenal kondisi medan.

“Kami berharap para pengendara lebih waspada di daerah ini, terutama saat melewati jalan dengan turunan dan tikungan tajam,” tambahnya.

Kedua warga negara Malaysia tersebut diketahui dalam perjalanan wisata ke Aceh dan hendak menuju Meulaboh, Aceh Barat, setelah melintasi Kutacane dan Gayo Lues.

Editor: Akil