Beranda blog Halaman 822

2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium Berakhir, Ini Harapan Pj Wali Kota

0
Ade Surya Hadiri Penutupan 2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kegiatan 2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium yang diselenggarakan di Banda Aceh resmi berakhir pada Kamis (14/11/2024) di Hermes Palace Hotel.

Acara yang diikuti oleh perwakilan dari 54 negara ini mengusung tema ‘Refleksi Dua Dekade Tsunami Samudra Hindia 2004’ dan ditutup secara resmi oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya.

Dalam sambutannya, Ade Surya mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya acara penting ini di Kota Banda Aceh. Menurutnya, simposium ini menjadi momentum berharga untuk merefleksikan pengalaman dan pelajaran pasca-tsunami 2004, serta merumuskan langkah strategis dalam mitigasi dan peringatan dini tsunami di masa depan.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat bersama-sama menutup acara 2nd UNESCO IOC Global Tsunami Symposium. Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menggali pelajaran dari bencana yang telah terjadi dua dekade lalu, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi ancaman tsunami di masa depan,” ujar Ade Surya.

Pj Wali Kota juga menegaskan bahwa meskipun Banda Aceh telah bertransformasi menjadi kota yang lebih tangguh dengan infrastruktur yang lebih baik dan sistem peringatan dini yang canggih, tantangan terhadap ancaman bencana tetap ada. Perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan aktivitas seismik di wilayah ini mengharuskan semua pihak untuk selalu waspada.

“Semangat juang masyarakat Aceh yang telah bangkit pasca-tsunami menjadi inspirasi dunia. Namun, kita tidak boleh lengah. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana,” tegas Ade Surya.

Simposium yang berlangsung selama beberapa hari ini memberikan banyak masukan berharga mengenai mitigasi dan peringatan dini tsunami, dengan diskusi yang mendalam tentang berbagai aspek teknologi dan peran masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Temuan-temuan penelitian terbaru juga turut membuka wawasan baru dalam memahami fenomena tsunami.

Ade Surya berharap hasil-hasil dari simposium ini dapat segera diimplementasikan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengkaji seluruh rekomendasi yang dihasilkan dan mengintegrasikannya ke dalam kebijakan dan program pembangunan kota. Salah satu aspek yang sangat penting, menurutnya, adalah melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya mitigasi bencana.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan, serta memberdayakan mereka untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana,” tambahnya.

Ade Surya juga menyampaikan terima kasih kepada BMKG dan UNESCO yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan acara ini, serta kepada seluruh narasumber, peserta, dan pihak-pihak yang berkontribusi dalam keberhasilan simposium ini.

Selain itu, Pj Wali Kota juga mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan sistem peringatan dini tsunami berbasis teknologi, seperti Ina-TEWS (Indonesia Early Warning System), yang telah menjadi andalan dalam menunjang kesiapsiagaan bencana. Ina-TEWS dirancang untuk memberikan peringatan dini tsunami yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan masyarakat Indonesia.

“Inovasi ini terbukti efektif, dengan adanya komunitas desa siaga tsunami di berbagai daerah, terutama di pesisir barat Aceh yang menjadi daerah terdampak parah tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004,” ujar Ade Surya.

Dengan berakhirnya simposium ini, diharapkan Indonesia dan negara-negara lainnya dapat semakin memperkuat kerjasama internasional dalam menghadapi potensi bencana tsunami, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk merespons dengan cepat informasi yang diberikan oleh sistem peringatan dini.

Editor: Akil

PKK Aceh dan FDP Gelar Sekolah Keluarga Samara Angkatan ke-V

0
PKK Aceh dan FDP Gelar Sekolah Keluarga Samara Angkatan ke-V. (Foto: For Nukilan)

NUKULAN.id | Banda Aceh — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh bersama Forum Dakwah Perbatasan (FDP) kembali menggelar program Sekolah Keluarga Samara angkatan ke-5, Kamis (14/11/2024). Bertempat di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, kegiatan ini mengusung tema “Menggapai Pernikahan Bahagia, Sesuai Syariat dan Hukum”.

Amatan Nukilan.id, Pj Ketua PKK Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si., hadir sebagai pembicara utama. Dalam sambutannya, Safriati menekankan pentingnya program ini sebagai langkah persiapan generasi muda dalam membentuk keluarga yang harmonis.

Pj Ketua PKK Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si.

“Sekolah ini sangat penting sebagai pembekalan bagi anak muda yang ingin berkeluarga, sekaligus menjadi bekal untuk mendidik anak-anak mereka kelak,” ujar Safriati.

Menjawab Tingginya Angka Perceraian

Menurut Safriati, Sekolah Keluarga Samara dirancang sebagai solusi atas tingginya angka perceraian di Aceh. Data menunjukkan perceraian kerap dipicu berbagai masalah, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, judi online, hingga permasalahan ekonomi.

“Oleh sebab itu, program ini diharapkan mampu mengurangi masalah sosial yang terjadi dan membangun kesadaran akan pentingnya keharmonisan dalam keluarga,” katanya.

Wadah Edukasi Generasi Muda

Program ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan pembekalan praktis terkait kehidupan pernikahan, manajemen konflik, serta pendidikan anak sesuai nilai-nilai syariat Islam.

Safriati mengapresiasi antusiasme para peserta, yang kebanyakan adalah pemuda. Ia berharap, peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang rukun dan bahagia.

“Keluarga yang harmonis akan menjadi cerminan masyarakat yang damai,” ujar Safriati menutup sambutannya.

Kegiatan Seminar Sekolah Keluarga Samara angkatan ke-5, di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh. (Foto: For Nukilan)

Kegiatan ini juga menghadirkan tiga pembicara ahli yang membahas topik-topik penting dalam kehidupan keluarga. Prof. Dr. M. Yasir Yusuf, MA, membawakan materi tentang perencanaan keuangan dalam keluarga, memberikan wawasan praktis untuk mengelola keuangan rumah tangga secara bijak. Selanjutnya, dr. Rizka Aditya, SpOG, menyampaikan pembahasan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mulai dari masa pra-nikah hingga usia lanjut.

Sementara itu, Gamal Akhyar, Lc, M.HI, mengulas fiqih nikah serta berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam kehidupan pernikahan. Sekolah Keluarga Samara menjadi salah satu program unggulan yang konsisten digelar untuk membangun ketahanan keluarga di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pengamat: Safaruddin Punya Peluang Besar Menangi Pilkada Aceh Barat Daya

0
Dosen FISIP Universitas Syiah Kuala, Firdaus Mirza Nusuary. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh Barat Daya, sosok Safaruddin mulai menunjukkan posisi tawar yang kuat dalam peta politik lokal. Pengamat politik sekaligus dosen FISIP Universitas Syiah Kuala, Firdaus Mirza Nusuary, menilai Safaruddin memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi ini.

Firdaus menyebut ketokohan Safaruddin membawa pengaruh yang signifikan dalam dinamika politik Aceh Barat Daya.

“Berdasarkan kalkulasi rasional dan analisis berbasis data, Safaruddin punya pengaruh besar di tengah konstelasi politik daerah ini,” ujar Firdaus, Kamis (14/11/2024).

Safaruddin yang sebelumnya berhasil meraih suara terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dinilai telah membangun basis dukungan yang solid.

“Ini menunjukkan bahwa Safaruddin mampu menarik simpati masyarakat, meski harus bersaing dengan tokoh politik lain yang sudah lebih dulu mengakar,” tambah Firdaus.

Menurut Firdaus, di tengah dominasi tokoh senior seperti Jufri Hasanuddin, Ir M Fakhruddin Muhdi, hingga dinasti politik Akmal Ibrahim yang mengusung adiknya, Salman Alfarisi, Safaruddin mampu membentuk ceruk politiknya sendiri.

“Ia berhasil membangun eksistensi tanpa bergantung pada jejaring politik tradisional yang sudah lama mendominasi,” jelas Firdaus.

Selain itu, dukungan dari elit politik nasional turut memperkuat posisi Safaruddin di kancah politik daerah.

“Pernyataan dukungan dari Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, tentu menambah nilai elektabilitasnya di mata publik,” ungkap Firdaus.

Melihat kombinasi antara basis konstituen yang kuat, kemampuan menciptakan narasi politik yang segar, dan dukungan dari partai nasional, Firdaus memprediksi peluang kemenangan Safaruddin cukup besar dalam Pilkada Aceh Barat Daya mendatang.

“Modal ini sangat penting bagi Safaruddin dalam menghadapi kontestasi politik yang semakin ketat,” pungkasnya.

Editor: Akil

Tujuh ASN di Aceh Barat Terbukti Langgar Netralitas dalam Pilkada 2024

0
Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Barat, Husaini. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat mengungkapkan bahwa tujuh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dinyatakan melanggar netralitas. Mereka terbukti terlibat dalam aktivitas kampanye kandidat bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2024.

Ketua Panwaslih Aceh Barat, Husaini, menjelaskan bahwa pelanggaran ini merupakan hasil kajian mendalam Panwaslih.

“Berdasarkan kajian yang telah kami lakukan, ketujuh ASN tersebut melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 Pasal 5 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” ujar Husaini, Kamis (14/11/2024).

Larangan ASN Berpolitik Praktis

PP Nomor 94 Tahun 2021 Pasal 5 huruf n secara tegas melarang ASN mendukung calon politik. Bentuk pelanggaran ini antara lain meliputi keterlibatan langsung dalam kampanye, mengenakan atribut partai, mengajak ASN lain untuk terlibat, serta menggunakan fasilitas negara untuk mendukung salah satu pasangan calon. Selain itu, ASN juga dilarang mengadakan kegiatan yang menunjukkan keberpihakan terhadap kandidat, baik sebelum, selama, maupun sesudah masa kampanye.

Panwaslih menyebut bahwa tindakan tujuh ASN tersebut, yang diduga berfoto bersama salah satu kandidat serta menunjukkan simbol tertentu, merupakan bentuk dukungan yang melanggar netralitas ASN.

Ancaman Sanksi Disiplin Berat

Sebagai tindak lanjut, Panwaslih Aceh Barat telah mengeluarkan rekomendasi kepada Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat untuk menjatuhkan sanksi sesuai aturan. Hukuman yang diatur dalam Pasal 8 ayat 4 PP 94 Tahun 2021 mencakup penurunan jabatan selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan menjadi pelaksana selama satu tahun, atau bahkan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

“Surat rekomendasi sudah kami serahkan ke Bagian Umum di Kantor Bupati Aceh Barat,” kata Husaini. Hingga saat ini, Panwaslih masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terkait sanksi bagi ASN yang melanggar.

Klarifikasi dari ASN Terlibat

Ketujuh ASN yang terlibat telah dimintai klarifikasi oleh Panwaslih. Mereka diidentifikasi dengan inisial SN (46), CM (49), YR (41), S (55), DR (35), AH (35), dan FS (46). Para ASN ini diketahui bertugas di beberapa Puskesmas di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, serta Panton Reue, dan sebagian di antaranya bekerja di rumah sakit pemerintah daerah.

Keterlibatan ASN dalam politik praktis menjadi isu penting, terutama karena ASN diharapkan netral untuk menjaga integritas proses demokrasi. Panwaslih berharap langkah ini dapat memberikan efek jera serta mengingatkan ASN lainnya agar menjaga profesionalisme dan menghindari politik praktis.

Pilkada Aceh Barat 2024: Dua Pasangan Kandidat

Pilkada 2024 di Kabupaten Aceh Barat hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan nomor urut satu, Tarmizi-Said Fadheil, diusung oleh Partai Aceh, PAN, Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS. Sementara itu, pasangan nomor urut dua, H. Kamaruddin-Adi Ariyadi, didukung oleh Partai Golkar, Partai NasDem, dan PNA.

Dengan hanya dua kandidat, persaingan politik di Aceh Barat menjadi intens. Panwaslih Aceh Barat menegaskan akan terus memantau netralitas ASN demi memastikan proses pemilihan yang adil dan bebas dari intervensi politik.

Editor: Akil

PEMA Tampilkan Proyek Investasi Unggulan di AGASID 2024

0
PEMA Tampilkan Proyek Investasi Unggulan di AGASID 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Forum Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2024 kembali digelar, menghadirkan dialog konstruktif antara pemangku kepentingan di sektor investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Berlangsung di Hotel The Pade, Banda Aceh, pada Rabu (13/11/2024), forum ini mengangkat tema “Dari Visi ke Realitas: Meningkatkan Daya Tarik Investasi Aceh melalui Digitalisasi, Energi Hijau, dan Pariwisata Berkelanjutan.”

Kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, pengusaha, hingga investor potensial. Agenda utama mencakup sambutan dari tokoh penting, panel diskusi, serta presentasi proyek-proyek unggulan dalam kategori Investment Projects Ready to Offer (IPRO).

Salah satu sorotan AGASID 2024 adalah partisipasi PT Pembangunan Aceh (PEMA), yang diwakili oleh Direktur Komersialnya, Almer Hafis Sandy. PEMA mempresentasikan dua proyek unggulan, yakni Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong dan proyek Carbon Capture and Storage (CCS). Kedua proyek ini menawarkan potensi investasi strategis yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Aceh.

Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong sebagai Pusat Industri Strategis

Dalam pemaparannya, Almer Hafis Sandy menjelaskan bahwa KIA Ladong berlokasi strategis di ujung Pulau Sumatera dan berada dekat dengan Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di Asia dengan sekitar 90.000 kapal melintas setiap tahunnya.

“KIA Ladong memiliki luas lahan sekitar 71 hektare dengan potensi perluasan hingga 250 hektare, dan saat ini masih tersedia sekitar 40 hektare bagi para investor,” jelas Almer.

Menurutnya, kawasan ini dirancang sebagai pusat industri (industrial hub) yang dapat mendukung berbagai sektor manufaktur dan distribusi, menjadikannya daya tarik utama bagi para investor domestik dan internasional.

Proyek Penangkapan Karbon Terbesar di ASEAN

Selain KIA Ladong, PEMA juga memperkenalkan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) yang bertujuan menekan emisi karbon dioksida (CO2) melalui teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Proyek ini memanfaatkan reservoir di Aceh Utara yang disebut Almer sebagai lokasi penyimpanan karbon terbesar di ASEAN.

“Perusahaan yang berpartisipasi dalam proyek CCS ini nantinya dapat memperoleh sertifikasi blue carbon dengan beragam manfaat, antara lain akses pembiayaan yang lebih murah, insentif pemerintah, serta peningkatan reputasi perusahaan di sektor lingkungan,” ujar Almer.

Selain mendukung pengurangan emisi rumah kaca, proyek ini diyakini akan memberikan nilai tambah pada produk-produk perusahaan yang ikut serta, khususnya dalam memenuhi standar keberlanjutan lingkungan.

Raih Penghargaan untuk Presentasi Proyek CCS

Komitmen PEMA dalam proyek CCS mendapat apresiasi tinggi di AGASID 2024, dengan raihan Juara 1 untuk kategori “Best Presentation Investment Project Ready to Offer”. Almer Hafis Sandy sebagai presenter utama mendapat pengakuan atas penyampaian yang komprehensif dan menarik, sehingga berhasil menarik minat para pemangku kepentingan.

Selain proyek dari PEMA, sejumlah proyek lainnya turut dipresentasikan, mencakup sektor energi hijau, digitalisasi, infrastruktur pariwisata, dan sektor perikanan. Potensi investasi di sektor-sektor ini diharapkan mampu mendorong perekonomian Aceh, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah serta potensi yang dimiliki, AGASID 2024 menjadi momen penting untuk memperkuat daya saing Aceh di kancah investasi berkelanjutan.

Editor: Akil

Disparekrafpora Aceh Jaya Gelar Pelatihan Lisensi D, Siapkan Pelatih Sepak Bola Berkualitas

0
Disparekrafpora Aceh Jaya Gelar Pelatihan Lisensi D Pelatih Sepak Bola. (Foto: JBA)

NUKILAN.id | Calang – Untuk pertama kalinya di wilayah barat selatan Aceh, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Aceh Jaya mengadakan pelatihan pelatih sepak bola Lisensi D. Acara berlangsung di Hotel Pantai Barat, Desa Ketapang, Kecamatan Krueng Sabe, Rabu (13/11/2024). Sebanyak 30 peserta dari 9 kecamatan di Aceh Jaya berpartisipasi dalam pelatihan yang akan berlangsung selama tujuh hari, mulai dari tanggal 13 hingga 19 November 2024.

Kepala Disparekrafpora Aceh Jaya, Drs. Fahmi, saat membuka acara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan program inisiatif PSSI Aceh Jaya yang diketuai Teuku Reza Fahlevi, MM, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelatih sepak bola di daerah tersebut.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal penting bagi para pelatih sepak bola lokal agar memiliki kompetensi yang lebih baik,” ujar Fahmi. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memajukan sepak bola Aceh Jaya ke arah yang lebih profesional.

Zulfikal, S.Sos., yang dikenal dengan sapaan Abang Lagen dan menjabat sebagai Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disparekrafpora Aceh Jaya, selaku Ketua Pelaksana acara, menekankan pentingnya pelatihan ini. Ia berharap para peserta serius menyerap materi yang diberikan, baik di ruang kelas maupun saat praktik di lapangan.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan maksimal. PORA sudah di depan mata, dan Aceh Jaya bertekad untuk berprestasi,” kata Abang Lagen. “Melalui pelatihan ini, kami ingin membina talenta muda yang kelak bisa menjadi pelatih maupun pemain sepak bola profesional.”

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, serta Sekretaris PSSI Aceh Jaya, Juanda, S.Pd., M.Pd., yang menunjukkan dukungan penuh untuk pengembangan sepak bola di Aceh Jaya.

Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan muncul pelatih-pelatih berkualitas yang akan memajukan sepak bola Aceh Jaya dan menginspirasi generasi muda untuk berkompetisi secara profesional di masa depan.

Editor: Akil

Aceh Bidik Investasi Ramah Lingkungan Lewat Digitalisasi dan Pariwisata Berkelanjutan

0
Kampung Bewang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: LintasGAYO.co)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pemerintah Aceh terus memperkuat upaya menarik minat investasi dengan menonjolkan digitalisasi, energi hijau, dan pariwisata berkelanjutan sebagai sektor strategis utama. Hal ini ditegaskan oleh Plt Sekda Aceh, Muhammad Diwarsyah, dalam pembukaan acara Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2024 di Hotel The Pade, Aceh Besar, pada Rabu (13/11/2024).

Diwarsyah menyatakan, investasi di Aceh akan semakin kompetitif dengan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan konektivitas berbagai sektor ekonomi.

“Digitalisasi berperan penting dalam menghadirkan kemudahan dan transparansi yang dibutuhkan investor,” ujarnya.

Selain digitalisasi, Diwarsyah menekankan pentingnya sektor energi hijau dan pariwisata berkelanjutan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di Aceh. Melalui pendekatan ini, Aceh berharap menjadi destinasi investasi yang ramah lingkungan dan inovatif.

“Kami optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas internasional akan mempercepat transformasi ekonomi Aceh. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas peluang investasi di sektor-sektor yang mendukung pembangunan jangka panjang,” tambah Diwarsyah.

AGASID 2024, yang mengusung tema “Dari Visi Menjadi Kenyataan: Meningkatkan Daya Tarik Investasi Aceh melalui Digitalisasi, Energi Hijau, dan Pariwisata Berkelanjutan,” menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat hubungan dengan investor domestik maupun asing.

Dalam acara tersebut, pemerintah juga memfasilitasi dialog antara pemangku kepentingan untuk menyamakan visi dalam meningkatkan daya tarik investasi Aceh. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Ahli Konstruksi Dunia Jajaki Pembangunan Shelter Tsunami di Aceh

0
Ahli Konstruksi Dunia Jajaki Pembangunan Shelter Tsunami di Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah ahli konstruksi dan rekayasa teknologi dari berbagai negara tengah menjajaki pembangunan shelter evakuasi khusus bagi warga di Aceh. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan lokasi evakuasi aman jika kembali terjadi gempa bumi dan tsunami besar seperti yang pernah melanda wilayah tersebut pada 2004.

Dr. Harkunti P. Rahayu, Ketua Komite Pemrograman dalam UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium, mengungkapkan bahwa kebutuhan shelter berlantai empat menjadi prioritas dalam upaya mitigasi.

“Di Desa Mon Ikeun, Lhoknga, misalnya, hampir tidak ada bangunan tinggi yang bertahan saat tsunami 2004, hanya bukit terdekat yang dapat dijadikan tempat berlindung,” ujarnya, Rabu (13/11/2024) di sela kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana di Lhoknga, Aceh Besar.

Harkunti, yang juga seorang pakar mitigasi tsunami dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil analisis lapangan yang mempertimbangkan data historis gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh. Data menunjukkan gempa berkekuatan 9,1 magnitudo pada 26 Desember 2004, yang memicu tsunami dengan gelombang mencapai ketinggian sekitar 27 meter, telah menghancurkan sebagian besar bangunan di lintasan gelombang.

Selain sebagai tempat evakuasi darurat, Harkunti menekankan bahwa shelter-shelter ini nantinya harus memiliki fungsi tambahan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sehari-hari. Temuan para ahli menunjukkan bahwa beberapa shelter yang sudah dibangun di Aceh dalam kondisi terbengkalai dan rusak.

“Sudah ada beberapa shelter, tapi sebaiknya digunakan agar tidak terbengkalai dan rusak. Beberapa lembaga PBB melihat pentingnya diskusi lebih lanjut soal ini agar shelter dapat berfungsi optimal dalam mitigasi dan penyelamatan lebih banyak warga saat bencana,” ujarnya.

Program ini mendapatkan perhatian dari sekitar 54 pakar yang berkunjung ke Desa Tangguh Tsunami di Aceh. Para ahli internasional sepakat bahwa shelter-shelter perlu didesain multifungsi, sehingga tidak hanya siap digunakan saat bencana namun juga bermanfaat bagi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Akil

Kenalkan Sejarah Kejuangan Aceh, SDIT Nurul Fikri Aceh Gelar Outing Class ke Museum Pedir

0
SDIT Nurul Fikri Aceh Gelar Outing Class ke Museum Pedir. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — SDIT Nurul Fikri Aceh melaksanakan outing class di Museum Pedir pada Kamis, 14 November 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sejarah Kejuangan Aceh (SKA), program unggulan sekolah yang bertujuan memperkenalkan sejarah perjuangan rakyat Aceh kepada siswa. Dalam outing class ini, para siswa terlihat antusias mengenal lebih dalam kisah perjuangan lokal, didampingi oleh para guru.

Kepala SDIT Nurul Fikri Aceh, Mujaddid, S.Pd., mengapresiasi keaktifan para siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Program SKA adalah upaya sekolah untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan aspek akademis, tetapi juga nilai-nilai sejarah dan budaya.

“Kami ingin siswa-siswa kami mengenal akar sejarah mereka, mencintai tanah air, dan bangga akan kekayaan sejarah Aceh,” ungkapnya kepada Nukilan.id.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Teacher Alfi Fauziana, S.Pd., menambahkan bahwa pemahaman akan sejarah lokal dan nasional menjadi dasar yang penting bagi generasi muda.

“Dengan mengenal sejarah, kami berharap siswa-siswi Nurul Fikri dapat menjadi generasi penerus yang menjaga semangat juang dan budaya kita,” kata Alfi.

Di Museum Pedir, siswa-siswi diperkenalkan pada berbagai peninggalan sejarah, seperti artefak dan dokumentasi yang menggambarkan perjuangan rakyat Aceh. Pemandu museum juga membagikan cerita-cerita penting mengenai peristiwa sejarah Aceh, memberi gambaran tentang keberanian dan ketangguhan para pahlawan dalam mempertahankan daerah mereka.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberi kesan mendalam bagi para siswa dan menanamkan rasa hormat terhadap leluhur serta warisan budaya yang mereka jaga.

Dengan kunjungan edukatif ini, SDIT Nurul Fikri Aceh berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang kuat dan menghargai sejarah lokal.

Reporter: Akil Rahmatillah

Mantan Kadisdik Aceh Dituntut 7 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Pengadaan Wastafel

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh periode 2019, Rahmat Fitri, menghadapi tuntutan hukuman penjara selama tujuh tahun atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi pengadaan wastafel dan fasilitas sanitasi untuk SD, SMP, SMA, dan SLB di Aceh. Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sutrisna dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (13/11).

“Menuntut terdakwa dengan hukuman tujuh tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Sutrisna dalam persidangan.

Selain hukuman penjara, Rahmat juga diharuskan membayar denda sebesar Rp500 juta. Jika tidak mampu membayar, ia akan menjalani tambahan kurungan selama enam bulan.

Kasus ini berawal dari pengadaan fasilitas sanitasi senilai Rp43 miliar pada tahun 2020, yang diduga dikorupsi. Berdasarkan audit kerugian negara, proyek tersebut menyebabkan negara merugi sekitar Rp7,2 miliar. Dalam kasus ini, dua mantan pejabat Dinas Pendidikan lainnya, yakni Muchlis selaku pejabat pengadaan barang dan Zulfahmi sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), juga terseret dan akan menjalani sidang pembacaan tuntutan pada Kamis (14/11).

Kuasa hukum Rahmat Fitri, Erha A. Irwanda, menyatakan pihaknya akan mengajukan pembelaan atau pledoi dalam sidang selanjutnya.

“Tuntutan ini cukup memberatkan, sehingga kami akan menyiapkan pembelaan,” ungkap Erha kepada awak media.

Kasus ini menambah deretan dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah Aceh dan menjadi sorotan publik terkait upaya pemberantasan korupsi di sektor pendidikan.

Editor: Akil