Beranda blog Halaman 820

Pertamina Sabang dan Rumah Zakat Aceh Luncurkan Program CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat

0
Pertamina Sabang dan Rumah Zakat Aceh Luncurkan Program CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Sabang — PT Pertamina Fuel Terminal (FT) Sabang bersama Rumah Zakat Aceh meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Kota Sabang. Program ini diluncurkan di Desa Paya Seunara, Jurong Cot Dama, Kecamatan Sukak Makmue, Sabang, dengan fokus pada beberapa inisiatif berbasis pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan.

Branch Manager Rumah Zakat Aceh, Riadhi, menyebutkan bahwa ada beberapa program yang akan dijalankan, di antaranya adalah pembentukan Posyandu Sehati, pengembangan produk kakao lokal, budidaya mangrove, serta inovasi produk olahan daun kelor yang diberi nama Morinol (Moringa Nol Kilometer). Program penanaman mangrove telah dimulai pada Juli 2024 dengan penanaman sebanyak 3.000 pohon di kawasan Jaboi. Ke depan, penanaman mangrove ini akan dilanjutkan dengan mengganti tanaman yang mati pada Desember mendatang. Tujuan jangka panjangnya adalah menjadikan lokasi tersebut sebagai ekowisata unggulan di Sabang.

“Kami mengembangkan produk dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita, seperti daun kelor yang kami olah menjadi teh dan biskuit. Selain itu, kakao lokal kami kembangkan menjadi produk khas Sabang, yaitu Cokbang (Cokelat Sabang) yang kekinian,” ujar Riadhi, Kamis (14/11/2024).

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak PT Pertamina Sabang. FT Manager PT Pertamina Sabang, Jusroni Marbun, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.

“Kami berkomitmen untuk selalu memprioritaskan keseimbangan antara ekonomi, manusia, dan alam agar tercipta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Marbun.

Menurutnya, ketiga program yang diluncurkan di Desa Paya Seunara ini memiliki potensi memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi pengembangan masyarakat maupun pelestarian lingkungan sekitar. Penggunaan bahan baku yang berasal dari alam sekitar, seperti kakao lokal dan tanaman kelor, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta menciptakan produk-produk unggulan yang bernilai jual tinggi.

Kehadiran Kepala Bappeda Sabang, M. Iqbal Sofyan, S.STP, dalam peluncuran ini menambah semangat bagi kolaborasi tersebut. Iqbal menyambut baik inisiatif CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina dan Rumah Zakat Aceh. Ia mengungkapkan, “Kolaborasi ini merupakan langkah positif dalam mendukung perekonomian masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Sabang akan selalu siap mendukung program-program seperti ini yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.”

Iqbal juga berharap program ini dapat memperkuat sektor ekonomi lokal dan meningkatkan daya tarik ekowisata Sabang.

“Dengan adanya program ini, kami yakin Sabang akan semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya memikat, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan alam,” tutup Iqbal.

Melalui program CSR ini, diharapkan Sabang tidak hanya berkembang dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi contoh sukses dalam menjaga keseimbangan alam melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Editor: Akil

Prakiraan Cuaca Banda Aceh dan Sekitarnya: Hujan Ringan Diprediksi Sore hingga Malam Hari

0
Ilustrasi cuaca. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Kota Banda Aceh dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada Sabtu (16/11/2024) akan didominasi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan, khususnya pada sore hingga malam hari. Kelembapan udara yang tinggi diperkirakan tetap menjadi ciri khas sepanjang hari.

Berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Banda Aceh, Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya:

Kota Banda Aceh

  • Pagi: Suhu 24°C dengan cuaca berawan. Angin bertiup dari timur ke barat dengan kecepatan 6,4 m/s. Kelembapan mencapai 91%.
  • Siang: Cuaca cerah berawan dengan suhu naik hingga 30°C. Angin bergerak dari barat laut ke tenggara dengan kecepatan 9,3 m/s. Kelembapan menurun menjadi 67%.
  • Sore: Hujan ringan diperkirakan terjadi, suhu turun ke 27°C. Angin berhembus dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 4,8 m/s. Kelembapan naik menjadi 79%.
  • Malam: Cuaca berawan dengan suhu 26°C. Angin bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 2,6 m/s. Kelembapan mencapai 86%.

Aceh Selatan

  • Pagi: Cuaca berawan dengan suhu 22°C. Angin bertiup dari utara ke selatan dengan kecepatan 2,7 m/s. Kelembapan tinggi di 95%.
  • Siang: Suhu naik menjadi 27°C dalam kondisi berawan. Angin bergerak dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 5,7 m/s. Kelembapan turun menjadi 82%.
  • Sore: Hujan ringan diperkirakan turun, suhu kembali turun ke 24°C. Angin berhembus dari barat ke timur dengan kecepatan 4,9 m/s. Kelembapan mencapai 89%.
  • Malam: Suhu stabil di 23°C dengan hujan ringan. Angin dari timur laut ke barat daya berkecepatan 4,4 m/s, dan kelembapan meningkat hingga 99%.

Aceh Barat

  • Pagi: Suhu 23°C dalam kondisi berawan. Angin dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 1,8 m/s. Kelembapan 98%.
  • Siang: Suhu naik menjadi 28°C, cuaca tetap berawan. Angin bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 1,4 m/s. Kelembapan menurun ke 77%.
  • Sore: Diperkirakan hujan sedang dengan suhu turun ke 24°C. Angin berhembus dari utara ke selatan dengan kecepatan 2 m/s. Kelembapan 97%.
  • Malam: Cuaca berawan, suhu tetap di 24°C. Angin bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 3,7 m/s. Kelembapan 97%.

Aceh Barat Daya

  • Pagi: Suhu 21°C dengan cuaca berawan. Angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 0,3 m/s. Kelembapan mencapai 95%.
  • Siang: Suhu naik menjadi 25°C dalam kondisi berawan. Angin dari tenggara ke barat laut berkecepatan 5,8 m/s. Kelembapan turun menjadi 81%.
  • Sore: Hujan ringan diprediksi, suhu berada di 24°C. Angin dari tenggara ke barat laut berkecepatan 1,6 m/s. Kelembapan 89%.
  • Malam: Hujan ringan berlanjut dengan suhu turun ke 22°C. Angin bergerak dari barat laut ke tenggara dengan kecepatan 1,9 m/s. Kelembapan mencapai 98%.

Potensi Hujan dan Kelembapan Tinggi

Secara umum, cuaca di wilayah Provinsi Aceh pada Sabtu diprediksi berawan dengan potensi hujan ringan pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang lembap dan membawa perlengkapan pelindung hujan.

Imbauan untuk Masyarakat

Bagi masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan, disarankan untuk memperhatikan perubahan cuaca. Selain itu, tetap menjaga kesehatan dengan mengantisipasi kelembapan tinggi yang dapat memengaruhi kondisi fisik.

Pantau terus informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui kanal-kanal resmi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama beraktivitas.

Editor: Akil

Kapal di Atas Rumah, Simbol Harapan Dari Sebuah Tragedi dan Ikon Wisata

0
Kapal di Atas Rumah. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Belum lekang dalam ingatan Fauziah, seorang warga Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, tentang bencana mengerikan yang terjadi di penghujung tahun 2004 silam. Ya, tak pernah terlintas dalam pikirannya wanita yang kini berusia 54 tahun itu akan merasakan langsung kedahsyatan gelombang stunami.

“Alhamdulillah, saya selamat setelah menaiki kapal itu,” ucap Fauziah saat media ini menyambanginya pada Sabtu, 2 November 2024 seraya menunjuk sebuah kapal besar yang teronggok di atas rumah warga.

Fauziah merupakan salah seorang dari 59 warga lainnya yang selamat setelah menaiki kapal boat itu. Bersama kapal tersebut, ia juga berhasil menyelamatkan salah satu anaknya yang saat itu masih berusia 2 bulan.

Fauziah membetulkan jilbabnya yang diterpa angin. Matanya nanar menatap ke arah kapal, seolah mengenang kembali detik demi detik momen yang dialaminya kala peristiwa itu terjadi.

Bencana yang merenggut ratusan nyawa manusia itu sangat membekas dalam memorinya. Ia ingat betul bagaimana digulung ombak stunami, lalu bertarung antara hidup dan mati untuk dapat mempertahankan hidup.

“Hanya dalam hitungan menit air laut menerjang kami. Saya hanya bisa pasrah setelah menaiki kapal itu. Kami pikir dunia telah kiamat. Yang bisa saya lakukan cuma berdoa dan tak berhenti mengucap asma Allah. Sementara kaum laki-laki tidak berhenti mengumandangkan azan,” kenang Fauziah.

“Saat air mulai surut, kami menyaksikan begitu banyak mayat yang bergelimpangan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa saat itu. Kami baru berani turun ketika mulai senja,” tambah dia. Dalam kejadian itu, ia turut kehilangan suami dan ibunya.

Di ujung sana, sekelompok wisatawan domestik terlihat sibuk mengabadikan kapal itu melalui handphone nya masing-masing. Ada yang berselfi ria, ada pula yang berfoto bersama keluarga dengan latar situs stunami tersebut.

Kisah terdamparnya kapal boat kayu berukuran panjang 25 meter ini bukan hanya menyisakan cerita dan kenangan yang memilukan, namun juga tentang kejadian yang dinilai mistis oleh warga setempat.

Misalnya tentang kehadiran seorang pengemis yang hadir di sekitar situs kapal di atas rumah jelang terjadinya gempa. Pengalaman ini dialami tetangga Fauziah sesaat terjadinya bencana itu.

Kapal di atas Rumah. (Foto: Nukilan)

“Pengemis itu hanya meminta uang Rp 25. Ini aneh, soalnya dia hanya minta uang logam 25 perak itu. Kebetulan ada dan tetangga kami pun memberikannya. Selanjutnya, pengemis itu memperingatkan tetangga kami untuk berhati-hati karena akan ada peristiwa besar yang bakal terjadi. Gak lama kemudian, benar yang diucapkan pengemis itu,” ungkap Fauziah.

Objek yang menjadi saksi bisu keganasan stunami ini memiliki dua lantai yang dapat diakses oleh pengunjung. Untuk menuju lantai dua, terdapat semacam jalan setapak melingkar yang bisa dilalui pengunjung. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan keadaan sekitar dari atas.

Di lantai pertama, pengunjung dapat melihat sejumlah informasi terkait kapal tersebut berikut ringkasan kronologi yang terjadi pada hari kejadian. Juga terdapat sejumlah nama-nama warga setempat yang menjadi korban bencana tsunami 2004 lalu.

Sedangkan di lantai kedua, wisatawan akan dapat membayangkan kengerian yang terjadi kala itu, serta upaya pemulihan Kota Banda Aceh dengan suguhan sejumlah foto dalam galeri dokumentasi yang tersedia dengan apik.

Kini kapal tersebut telah menjadi situs stunami dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Banda Aceh. Selain warga lokal, banyak juga wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke tempat ini.

Selain destinasi wisata, kapal di atas rumah juga kerap dijadikan sebagai pusat studi bagi pelajar dan mahasiswa. Di lokasi ini mereka menggali sejarah dan belajar tentang mitigasi bencana.

“Kami disini dalam rangka belajar bang, mengerjakan tugas kuliah. Situs ini harus terus dijaga agar menjadi bahan referensi bagi generasi seperti saya bahwa Aceh pernah mengalami bencana tsunami,” tutur Wulan, seorang mahasiswi salah satu kampus di Banda Aceh.

Sejarah Kapal di Atas Rumah

Berdasarkan deskripsi singkat yang ditampilkan pada papan informasi, sebelum terjadinya gempa besar dan disusul gelombang stunami, kapal kayu tersebut berada di sungai krueng Aceh pada tempat docking kapal di Lampulo.

Malam sebelum kejadian, pengelola kapal, Hasri Yulian bersama Saiful Bahri (keduanya alamat Lhoknga, Aceh Besar) meminta kepada penjaga kapal, Adun, agar bersiap-siap menurunkan kapal tersebut ke sungai. Rencananya pada Minggu siang, 26 Desember 2024, kapal akan berlayar menuju Lhoknga untuk diisi jaring pukat. Hal ini sesuai dengan permintaan pemilik kapal T. Zulfikar setelah mendengar kabar dari adik iparnya yang juga pengurus kapal bahwa kapal telah diperbaiki.

Namun, Allah SWT berkehendak lain. Pagi itu, bumi berguncang hebat dan disusul gelombang stunami setinggi 10 meter menerjang kawasan tersebut. Kapal kayu yang sebelumnya masih berada di areal docking pun disapu serta terbawa ke pemukiman penduduk dan terdampar di atas rumah milik keluarga Pak Misbah/Ibu Abasiah.

Pada akhirnya, kapal yang memiliki lebar 5,5 meter dan berbobot 20 ton itu pula lah yang menyelamatkan Fauziah beserta puluhan warga lainnya.

“Saat kami menaiki kapal itu, kakak kandung ibu Abasiah sempat melihat seekor buaya besar dibawah kapal. Ia selamat setelah berlindung ke lantai dua rumahnya yang kebetulan berhadapan langsung dengan rumah kakaknya dan sempat mengingatkan kami akan keberadaan buaya di bawah kapal. Saat kami turun sore hari buaya tersebut tidak ada lagi,” beber Fauziah sekaligus menutup ceritanya.

Kapal tersebut kini telah berubah menjadi salah satu situs tsunami ikonik di Banda Aceh. Ia menjadi simbol kekuatan dan harapan, mengingatkan dunia akan dahsyatnya tsunami Aceh dan perjuangan warganya untuk bangkit kembali.

Penulis: Boim

KSOP Kelas IV Malahayati Gelar Pelayanan Gerai E-Pas Kecil di Kabupaten Pidie

0

NUKILAN.id | Sigli – Pidie Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati melaksanakan kegiatan Gerai E-Pas Kecil di Pelabuhan Kuala Tari, Kabupaten Pidie, pada 14-15 November 2024. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pemilik kapal berukuran lebih kurang 7 GT di wilayah tersebut.

Kepala KSOP Malahayati, Capt. Amfami, SH, M.Mar, menjelaskan bahwa pihaknya kini telah dilengkapi dengan perangkat penerbitan E-Pas Kecil, yang memberikan kewenangan kepada KSOP Malahayati untuk menerbitkan dokumen tersebut secara mandiri.

“Dulu, E-Pas Kecil hanya berupa dokumen kertas yang mudah rusak atau robek ketika digunakan di laut. Namun, dengan perangkat baru ini, kami kini dapat menerbitkan E-Pas Kecil dalam bentuk kartu yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Selain itu, kartu ini juga memiliki fungsi tambahan sebagai e-money untuk pembayaran,” ujar Capt. Amfami.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi para pemilik kapal kecil untuk memperoleh dokumen resmi yang lebih praktis dan modern. Dengan format yang lebih tahan lama dan multifungsi, E-Pas Kecil baru ini diyakini mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para pelaut dalam menjalankan aktivitas mereka.

Pelaksanaan gerai selama dua hari diharapkan dapat menjangkau masyarakat maritim di sekitar Pelabuhan Kuala Tari, sekaligus mendukung program digitalisasi dokumen pelayaran di Indonesia.[]

Debat Ketiga Pilgub Aceh: Bahas Aceh Maju dan Perdamaian, Digelar Pekan Depan

0
Kantor KIP Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh siap menggelar debat ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh pekan depan. Dengan tema besar “Mewujudkan Aceh Maju” dan “Merawat Perdamaian Aceh,” debat ini diharapkan menjadi ajang strategis bagi kedua pasangan calon untuk memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KIP Aceh, Hendra Darmawan, mengatakan bahwa debat tersebut akan dilangsungkan di The Pade Hotel, Aceh, pada Selasa (19/11/2024) malam. Acara ini juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KIP Aceh untuk menjangkau lebih banyak audiens.

“Debat publik merupakan salah satu bentuk kampanye pasangan calon dalam menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat,” ujar Hendra kepada wartawan, Jumat (15/11/2024).

Dua Tema Besar Debat

KIP Aceh telah menetapkan dua tema utama dalam debat kali ini, yakni:

  1. Mewujudkan Aceh Maju
    Tema ini mencakup sinkronisasi pembangunan, pariwisata halal, dan peran pemuda dalam pembangunan.
  2. Merawat dan Menjaga Perdamaian Aceh
    Tema ini membahas aspek integrasi, keamanan, dan perdamaian dalam upaya memperkokoh kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Hendra, tema debat kali ini dirancang untuk menyelaraskan visi dan misi pasangan calon dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah (RPJPM). “Tema ini menjadi kolaborasi strategis untuk menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dengan nasional, serta memperkokoh kebangsaan,” katanya.

Panelis Debat

Untuk menjaga kualitas debat, KIP Aceh menunjuk sembilan panelis dari kalangan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidangnya. Berikut nama-nama panelis yang akan terlibat:

  1. Prof Dr Ir Agussabti Masi IPU
  2. Prof Dr Ir Amhar Abubakar MS
  3. Dr Otto Syamsuddin Ishak
  4. Dr Effendi Hasan MA
  5. Dr Sulaiman SH MH
  6. Teuku Zulkarnaen SE MM PhD
  7. Khairani Arifin SH MH
  8. Raihal Fajri (Direktur Katahati Institute)
  9. Alfian (Koordinator MaTA)

Panelis tersebut akan mengelaborasi pertanyaan berdasarkan tema yang telah ditetapkan, memastikan debat berlangsung substantif dan berbobot.

Persaingan Dua Paslon

Debat ketiga ini mempertemukan pasangan calon nomor urut 1, Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi, dengan paslon nomor urut 2, Muzakir Manaf (Mualem)-Fadhlullah Dekfad. Keduanya diprediksi akan saling unjuk gigi dalam merancang strategi pembangunan Aceh yang maju dan berkelanjutan, sekaligus memastikan perdamaian tetap terjaga di tengah dinamika politik dan sosial.

Masyarakat Aceh diharapkan dapat memanfaatkan debat ini untuk memahami lebih dalam visi, misi, dan program kedua pasangan calon, guna menentukan pilihan terbaik pada Pilgub Aceh mendatang.

Editor: Akil

SUKAT dan Disbudpar Aceh Gelar Duek Pakat Kebudayaan, Libatkan 153 SDM

0
SUKAT dan Disbudpar Aceh Gelar Duek Pakat Kebudayaan, Libatkan 153 SDM. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Organisasi Suara untuk Kebudayaan Aceh Terarah (SUKAT) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh serta Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 1 Aceh menggelar Duek Pakat Kebudayaan Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, dari 13 hingga 16 November 2024.

Acara tersebut menghadirkan 153 sumber daya manusia (SDM) kebudayaan dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, seperti pawang, konservatoris, pengelola pasar tradisional, hingga pencari lebah. Selain itu, perwakilan dari berbagai etnis seperti Gayo, Kluet, Simeulue, Tionghoa, Tamiang, dan Singkil juga turut serta.

Koordinator SUKAT, Iskandar Tungang, mengungkapkan bahwa Duek Pakat kali ini menjadi momentum penting untuk melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan Rancangan Qanun (Raqan) Pemajuan Kebudayaan Aceh.

“Meski waktu yang tersedia terbatas, pencapaian yang diraih cukup signifikan. Yang terpenting, partisipasi bermakna ini belum pernah terjadi dalam raqan-raqan sebelumnya. Ini adalah preseden baru,” ujar Iskandar pada Kamis (14/11/2024).

Langkah Awal Pemajuan Kebudayaan

Iskandar menyampaikan apresiasinya kepada Disbudpar Aceh yang memberikan wewenang kepada SUKAT dan perwakilan SDM kebudayaan untuk terlibat langsung dalam pembahasan Raqan. Ia juga berterima kasih kepada BPK Wilayah 1 Aceh yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami akan terus memantau setiap langkah implementasi kebijakan terkait pemajuan kebudayaan di Aceh,” tegas Iskandar.

Dalam kegiatan ini, SUKAT juga mengusulkan agar Duek Pakat Kebudayaan diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk mengevaluasi kemajuan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan meningkatkan indeks pemajuan kebudayaan.

Mendorong Kebijakan Kebudayaan yang Berkelanjutan

Lebih jauh, Iskandar berharap Duek Pakat dapat mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung pemajuan kebudayaan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Ia juga mengajak seluruh SDM kebudayaan di Aceh untuk terus mengawal berbagai kebijakan demi menciptakan ekosistem kebudayaan yang lebih maju.

“Kita harus bersama-sama memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak positif bagi kebudayaan Aceh,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat identitas dan keberlanjutan budaya lokal di tengah tantangan zaman.

GENITA dan Aceh Institute Minta Pemerintah Stop Sponsorship Rokok di Kota Layak Anak

0
Founder GENITA, Muhammad Hafiz Daniel dalam diskusi publik di Nutrihub, Banda Aceh, pada Jum'at 15 November 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Generasi Peduli Kendali Tembakau (GENITA) bekerja sama dengan Aceh Institute menggelar diskusi publik bertema “YouAct – Youth Action for Tobacco Control”. Kegiatan ini berlangsung di Nutrihub Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/11/2024).

Founder GENITA, Muhammad Hafiz Daniel, mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Remaja melalui komunitas GENITA berkolaborasi dengan Aceh Institute. Acara ini mengundang komunitas pemuda se-Kota Banda Aceh untuk membahas isu pengendalian tembakau.

“Tujuannya adalah menciptakan kesadaran masyarakat terkait Qanun KTR (Kawasan Tanpa Rokok) agar tersosialisasi dengan baik. Kami juga berharap pemuda dapat menjadi kader yang menyebarkan informasi bahaya rokok ke masyarakat luas,” ungkap Hafiz kepada Nukilan.

Sementara itu, Technical Coordinator TC Banda Aceh, Nadia Ulfah, mengungkapkan hasil riset pada 2021 menunjukkan 50% pelajar Kota Banda Aceh adalah perokok aktif. Angka ini kemungkinan meningkat seiring maraknya rokok elektrik.

“Kolaborasi dengan GENITA menambah mitra baru kami. Selama ini kami hanya bekerja sama dengan pemerintah, namun kami butuh ide-ide anak muda untuk mendorong pemerintah dalam implementasi Qanun KTR,” jelas Nadia.

Harapan ke depan, Nadia menyampaikan, pihaknya bersama pemuda yang hadir hari ini akan meminta pemerintah Kota Banda Aceh untuk menghentikan penerimaan sponsorship rokok di berbagai kegiatan anak muda, kegiatan seni, maupun olahraga. 

“Banyak sekali iklan-iklan rokok di setiap jalan di Kota Banda Aceh, padahal Kota Banda Aceh sudah termasuk Kota Layak Anak yang tidak boleh ada iklan-iklan rokok,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Aceh Pionir Pengadaan RLH di e-Katalog, Targetkan Inovasi Baru di 2025

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat memberi sambutan dan membuka Musyawarah Daerah ke-10 Badan Pengurus Daerah Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Aceh, di Gedung Landmark BSI Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memasukkan pengadaan Rumah Layak Huni (RLH) dalam etalase e-Katalog, sebuah langkah inovatif untuk mendorong transparansi dan efisiensi. Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Aceh di Gedung Landmark BSI Aceh, Kamis (14/11/2024) malam.

“Dari aspek penyedia, Aceh telah mencatatkan 826 penyedia perumahan dan 3.043 produk di e-Katalog,” ujar Safrizal. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk mendukung percepatan pembangunan di Aceh, khususnya dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Targetkan Inovasi di Sektor Infrastruktur

Safrizal juga mengungkapkan target baru pemerintah Aceh untuk memanfaatkan e-Katalog dalam pengerjaan jalan pada Februari 2025.

“Saat ini pengerjaan jalan belum masuk e-Katalog. Kita akan belajar cepat, sehingga nanti ada contoh pengerjaan jalan yang transparan dan efisien menggunakan platform ini,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memberdayakan kontraktor lokal dalam proyek-proyek strategis.

Pemimpin Baru GAPENSI untuk Perkuat Solidaritas

Dalam kesempatan yang sama, Safrizal mendorong agar pemilihan Ketua GAPENSI Aceh yang baru berjalan demokratis dan mengedepankan semangat kebersamaan. Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu membangun solidaritas internal serta mendorong profesionalisme dan inovasi kontraktor lokal.

“GAPENSI harus menjadi organisasi yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya dan menjadi motor penggerak pengembangan profesionalisme di dunia konstruksi,” tegas lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu.

Momentum Penting untuk Pembangunan Aceh

Musda ke-10 GAPENSI Aceh, menurut Safrizal, bukan hanya ajang pemilihan kepengurusan baru, melainkan momentum penting untuk merefleksikan peran strategis organisasi dalam mendukung pembangunan Aceh yang maju dan mandiri.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap tema yang diusung, yaitu “Sinergi GAPENSI Dalam Mewujudkan Pembangunan Melalui Pemberdayaan Kontraktor Aceh”. Tema ini dianggap mencerminkan semangat kolaborasi dan lokalitas yang menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.

Konstruksi Siap Dimulai Awal 2025

Safrizal menambahkan, dengan disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025, proyek-proyek konstruksi di Aceh akan mulai berjalan pada Januari 2025.

“Kita targetkan pengerjaan selesai pada September atau Oktober agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Aceh terus menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor inovasi dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan kontraktor lokal.

Yekki Yasmin Serahkan Bantuan CSR PLN untuk UMKM Banda Aceh

0
Yekki Yasmin Serahkan Bantuan CSR PLN untuk UMKM Banda Aceh. (Foto: Diskoninfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pj Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Yekki Yasmin, menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari PT PLN (Persero) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gampong Lambung, Kamis (14/11/2024). Bantuan ini berupa peralatan produksi untuk mendukung keberlanjutan usaha lokal.

Dua pelaku UMKM menerima manfaat dari program ini, yakni Salmita, pengusaha kue khas Aceh di Gampong Lambung, dan Wahyu, pengusaha parfum berbahan alami dari Gampong Peuniti. Bantuan yang diberikan meliputi oven listrik, perlengkapan produksi parfum, hingga laptop untuk menunjang pengelolaan usaha.

Yekki Yasmin mengapresiasi langkah PLN dalam mendukung pengembangan UMKM di Banda Aceh.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas komitmennya membantu UMKM. Semoga langkah ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk berkontribusi serupa,” ujar Yekki.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan.

“Kelola dengan baik, dan semoga usaha ibu-ibu semakin maju. Harapannya, usaha ini juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Tak lupa, Yekki mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banda Aceh untuk lebih aktif membantu promosi dan pemasaran produk UMKM.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan dampak lebih besar bagi perekonomian lokal,” katanya.

Senior Manager Komunikasi dan Kerja Sama Unit Induk Distribusi (UID) PT PLN (Persero) Aceh, Nurlana, menjelaskan bahwa penyaluran CSR adalah bagian dari komitmen sosial perusahaan.

“PLN selalu berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ekonomi lokal melalui UMKM,” katanya.

Pada kesempatan ini, bantuan diberikan untuk usaha kue bhoi khas Aceh dan parfum berbahan alami yang menggunakan etanol dari ubi.

“Walaupun nilainya tidak besar, kami berharap bantuan ini mampu mendukung keberlanjutan usaha dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” ujar Nurlana.

Acara ini turut dihadiri oleh Kadisnaker Banda Aceh Fahmi, Wakil Ketua Dekranasda Nurjani Bachtiar, perangkat desa, dan sejumlah pengurus Dekranasda. Bantuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar dalam memajukan UMKM di Banda Aceh.

Editor: Akil

Dugaan Suap Penerimaan PPPK di Aceh, Tiga ASN Ditahan

0
Ilustrasi suap (Foto: Pinteres)

NUKILAN.id | Blangkejeren – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues, Aceh, menetapkan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tersangka kasus korupsi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru tahun 2022. Ketiga tersangka, yakni M, B, dan K, langsung ditahan pada Rabu (13/11/2024) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Blangkejeren.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejari menemukan cukup bukti untuk mendukung dugaan praktik suap dalam seleksi PPPK tersebut.

“Minimal dua alat bukti sudah terpenuhi, sesuai dengan Pasal 184 ayat (1) KUHAP,” ujar Kasi Intelijen Kejari Gayo Lues, Handri SH pada Kamis (14/11/2024).

Modus dan Aliran Uang

Handri menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan pengaduan masyarakat mengenai praktik suap dalam penerimaan PPPK guru. Peserta seleksi diduga diminta membayar Rp 10 juta untuk diluluskan.

Ketiga tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus ini. M, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Manajemen Kepegawaian di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), diduga menjadi penggerak utama. B, Ketua Panitia Penerimaan PPPK sekaligus operator aplikasi SIM PKB, serta K, staf Dinas Pendidikan, juga diduga ikut terlibat dalam praktik kotor ini.

“Praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan PPPK yang seharusnya transparan dan adil,” kata Handri.

Jerat Hukum

Ketiga ASN tersebut dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka juga dijerat Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sebagai langkah awal, penyidik menahan ketiga tersangka selama 20 hari hingga 2 Desember 2024.

“Saat ini, kami sedang merampungkan berkas perkara agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” ujar Handri.

Reaksi Masyarakat

Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat, khususnya para peserta seleksi PPPK yang merasa dirugikan oleh sistem penerimaan yang diduga tidak adil.

“Kami berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya agar kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat dipulihkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Pihak Kejari Gayo Lues juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik serupa di masa mendatang.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Handri.

Editor: Akil