Beranda blog Halaman 818

Pemkab Aceh Barat Surati BKN Terkait Pelanggaran Netralitas ASN pada Pilkada 2024

0
Badan Kepegawaian Negara. (Foto: BKN)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi mengirimkan surat kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Republik Indonesia sebagai tindak lanjut atas rekomendasi Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat. Rekomendasi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran netralitas oleh tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat kampanye salah satu pasangan calon dalam Pilkada 2024.

“Surat tersebut bertujuan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, Marhaban, kepada wartawan di Meulaboh, Jumat (15/11).

Pelanggaran Netralitas ASN

Panwaslih Aceh Barat sebelumnya telah memastikan ketujuh ASN tersebut melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pelanggaran yang dilakukan meliputi keterlibatan mereka dalam kampanye salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Ketua Panwaslih Aceh Barat, Husaini, menjelaskan bahwa ketujuh ASN tersebut terbukti menghadiri kegiatan politik, berfoto bersama kandidat, serta menunjukkan simbol dukungan secara terbuka.

“Ini jelas melanggar Pasal 5 huruf n PP Nomor 94 Tahun 2021 yang melarang ASN untuk terlibat langsung dalam aktivitas politik,” ujar Husaini.

Adapun ASN yang diduga terlibat berinisial SN (46), CM (49), YR (41), S (55), DR (35), AH (35), dan FS (46). Mereka bertugas di beberapa puskesmas di wilayah seperti Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, dan Panton Reue, serta di rumah sakit daerah.

Langkah Pemerintah Kabupaten

Menanggapi rekomendasi Panwaslih, Pemkab Aceh Barat melalui Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) telah menggelar rapat untuk membahas pelanggaran tersebut.

“Kami sudah menindaklanjuti rekomendasi Panwaslih dan menyerahkan proses selanjutnya kepada BKN,” tambah Marhaban.

Sekda Aceh Barat juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga netralitas selama Pilkada berlangsung.

“ASN dilarang keras terlibat dalam kampanye. Netralitas harus dijaga demi menjaga integritas dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Imbauan untuk ASN

Marhaban mengimbau semua ASN dan tenaga harian lepas di Aceh Barat untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan, termasuk memberikan dukungan kepada pasangan calon dengan cara apa pun.

“Siapa pun yang terpilih nantinya, itu adalah bupati kita bersama. Mari jaga netralitas dan profesionalisme,” ujarnya.

Pilkada Aceh Barat

Pilkada 2024 di Kabupaten Aceh Barat diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan nomor urut satu, Tarmizi-Said Fadheil, diusung oleh Partai Aceh, PAN, Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS. Sementara itu, pasangan nomor urut dua, Kamaruddin-Adi Ariyadi, diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, dan PNA.

Dengan tahapan Pilkada yang semakin dekat, netralitas ASN menjadi perhatian utama demi terciptanya proses demokrasi yang bersih dan adil. Pemkab Aceh Barat menegaskan akan terus memantau dan menindak tegas pelanggaran yang terjadi.

Editor: Akil

Profesor Husaini: Transformasi Kerajaan Lamuri dari Hindu-Buddha ke Islam Syiah hingga Aswaja

0
Arkeolog Aceh Prof Husaini yang telah resmi dikukuhkan jadi guru besar USK Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Husaini, mengungkap sejarah awal masuknya Islam ke Aceh, yang dimulai sejak abad ke-8 Masehi berdasarkan temuan arkeologis. Salah satu kerajaan tertua di Aceh, Lamuri, mengalami transformasi dari kerajaan bercorak Hindu-Buddha menjadi kerajaan Islam bermazhab Syiah sebelum akhirnya menjadi pengikut Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang diselenggarakan Rabu (13/11/2024), Prof. Husaini menjelaskan bahwa Kerajaan Lamuri, yang berpusat di Aceh Besar, diperintah oleh tiga dinasti utama: Dinasti Manteue, Dinasti Po Liong, dan Dinasti Alaiddin.

“Awalnya, Dinasti Manteue memimpin kerajaan ini dengan pusat pemerintahan di Seumileuek. Salah satu rajanya, Maharaja Po Tuan Meuri, mewariskan tahtanya kepada keturunan berikutnya, termasuk Maharani Putro Budian yang menikah dengan bangsawan Campa bernama Maharaja Po Liang. Po Liang kemudian mengembangkan agama Buddha di wilayah tersebut dan menjadi raja pertama Lamuri bercorak Buddha,” ungkapnya.

Peralihan ke Islam
Transformasi agama besar terjadi saat Maharaja Lam Teuba, penerus Dinasti Po Liong, menerima Islam dari seorang pendakwah Arab pada tahun 754 M. Maharaja Lam Teuba mengembangkan Islam beraliran Syiah, yang bertahan hingga masa pemerintahan Maharani Putro Ti Seuno, raja ke-18 dinasti tersebut.

“Keberadaan Syiah selama lebih dari 450 tahun di Lamuri turut membentuk budaya dan tradisi yang masih terasa hingga kini di Aceh,” tambah Husaini.

Perubahan besar terjadi ketika Putro Ti Seuno menikah dengan Johan Syah, yang kelak menjadi Sultan Alaiddin Johan Syah (1205–1235). Johan Syah adalah penguasa pertama Kerajaan Lamuri yang bermazhab Aswaja. Dinasti Alaiddin yang ia dirikan menjadi cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam.

Situs Bersejarah dan Kontribusi Islam di Nusantara
Menurut Husaini, Kerajaan Lamuri memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu buktinya adalah keberadaan batu nisan khas Aceh yang tersebar hingga Asia Tenggara. Situs Kerajaan Lamuri di Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar, diyakini sebagai pusat Islam pertama di Nusantara karena posisinya yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka.

“Lamuri adalah persinggahan utama para pendakwah Islam yang rela menempuh tantangan besar demi menyebarkan ajaran Islam. Bukti arkeologis di kawasan ini, seperti batu nisan dan keramik, menguatkan posisi Lamuri sebagai situs kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara,” paparnya.

Jejak Kerajaan Lamuri meluas hingga Kampung Pande, Banda Aceh, dengan peninggalan arkeologis yang terus ditemukan hingga kini. Batu nisan yang ditemukan menunjukkan keunikan teknologi seni batu serta hiasan khas yang mencerminkan peradaban tinggi masyarakat Lamuri.

Kearifan Lokal Mempermudah Islamisasi
Husaini menegaskan bahwa masyarakat Aceh sebelum Islam sudah memiliki tatanan pemerintahan yang baik dengan kearifan lokal yang mempermudah adaptasi terhadap ajaran baru.

“Penduduk Aceh dengan mudah menerima Islam karena pemimpin mereka telah memeluk agama tersebut lebih dulu. Proses Islamisasi berlangsung damai dan terintegrasi dengan budaya lokal,” ujarnya.

Sebagai salah satu pusat awal Islam di Nusantara, Lamuri memainkan peran strategis dalam membangun fondasi Islam di wilayah ini. Temuan arkeologi terus memperkuat status Lamuri sebagai bagian penting dalam sejarah Islam di Asia Tenggara.

Editor: Akil

“Lapor Mas Wapres” Dinilai Tak Efektif, Peneliti TII Soroti Potensi Populisme

0
Peneliti Bidang Politik, The Indonesian Institute, Felia Primaresti. (Foto: Dok. TII)

NUKILAN.id | Jakarta — Program layanan pengaduan masyarakat bertajuk Lapor Mas Wapres yang digagas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah menjadi sorotan. Felia Primaresti, peneliti bidang politik dari The Indonesian Institute (TII), menilai program ini tidak efektif dan menimbulkan berbagai pertanyaan terkait fungsionalitasnya.

Saat dihubungi oleh Nukilan.id, Felia menyampaikan bahwa layanan semacam ini sebenarnya bukan hal baru, namun efektivitasnya masih diragukan.

“Apakah ini akan efektif? Ini yang menjadi pertanyaan,” ujar Felia kepada Nukilan.id, Minggu (17/11/2024).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat sebenarnya sudah memiliki berbagai mekanisme untuk menyampaikan aspirasi, seperti Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa dan badan aspirasi masyarakat yang baru-baru ini dibentuk di DPR RI. Selain itu, fungsi komisi-komisi di DPRRI juga mencakup penyerapan aspirasi masyarakat.

“Adanya Lapor Mas Wapres malah bisa membuat masyarakat bingung, mau melapor ke mana. Apalagi beberapa hari yang lalu, saya coba hotline-nya, dan itu hanya centang satu sampai hari ini. Jadi, ini harus kita pertanyakan kembali efektivitasnya,” jelasnya.

Felia juga menyoroti keterbatasan akses layanan ini bagi masyarakat di daerah. Ia menyebut bahwa layanan ini akan lebih banyak digunakan oleh warga di sekitar Jabodetabek yang relatif lebih dekat dengan pusat pemerintahan.

“Sedangkan masyarakat di daerah, yang mungkin permasalahannya lebih banyak, tidak bisa mengakses layanan ini. Jadi, kesimpulannya tidak efektif,” katanya tegas.

Potensi Alat Populisme

Selain efektivitasnya, Felia juga menyoroti potensi Lapor Mas Wapres sebagai alat populisme. Menurutnya, program ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat citra politik Gibran di tengah masyarakat, terutama mengingat mayoritas penduduk Indonesia berada di tingkat pendidikan yang relatif rendah.

“Lulusan S1 di Indonesia masih sedikit dari total penduduk. Bahkan di antara lulusan S1 ini masih ada gap pengetahuan dan fasilitas. Jadi, wajar saja jika masyarakat melihat Lapor Mas Wapres ini sebagai terobosan dan menganggap Wapres Gibran solutif,” tutup Felia. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

10 Daerah di Aceh Tuntas Cairkan Dana Desa 2024

0
Ilustrasi dana desa. (Foto: dpmpd.kaltimprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sepuluh kabupaten/kota di Aceh berhasil menuntaskan pencairan Dana Desa tahun 2024, memanfaatkan anggaran untuk berbagai program prioritas seperti ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan langsung tunai (BLT).

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, T Aznal Zahri, realisasi Dana Desa di 10 daerah tersebut telah mencapai 100 persen.

“Secara keseluruhan, penyaluran Dana Desa baik earmark maupun non-earmark sudah mencapai Rp4,86 triliun atau 98,12 persen dari target 99,95 persen hingga akhir tahun,” ujar Aznal di Banda Aceh, Sabtu (16/11).

Adapun 10 daerah yang mencatatkan penyelesaian penuh pencairan Dana Desa adalah:

  1. Pidie Jaya: Rp169,16 miliar untuk 222 desa
  2. Aceh Barat: Rp236,11 miliar untuk 321 desa
  3. Banda Aceh: Rp77 miliar untuk 90 desa
  4. Simeulue: Rp106,57 miliar untuk 138 desa
  5. Sabang: Rp15,63 miliar untuk 18 desa
  6. Aceh Jaya: Rp128 miliar untuk 172 desa
  7. Aceh Selatan: Rp196,33 miliar untuk 260 desa
  8. Bener Meriah: Rp173,10 miliar untuk 232 desa
  9. Gayo Lues: Rp110,59 miliar untuk 136 desa
  10. Subulussalam: Rp69 miliar untuk 82 desa

Detail Penyaluran Dana Desa

Aceh menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp4,95 triliun pada tahun 2024, mencakup insentif yang diperuntukkan bagi 6.497 desa. Penyalurannya terbagi dalam dua skema:

  1. Earmark: Dana yang penggunaannya ditentukan untuk program BLT, ketahanan pangan, pengendalian stunting, dan kebutuhan prioritas lainnya.
  2. Non-earmark: Dana yang penggunaannya lebih fleksibel, termasuk penyertaan modal bagi BUMDes.

Aznal menambahkan bahwa pencairan earmark tahap pertama mencapai Rp1,35 triliun untuk 6.494 desa, sementara tahap kedua sebesar Rp875,7 miliar untuk 6.303 desa. Sedangkan untuk non-earmark, pencairan tahap pertama sebesar Rp1,05 triliun untuk 6.494 desa dan tahap kedua Rp1,44 triliun untuk 6.304 desa.

“Hingga kini, masih terdapat 194 desa yang proses pencairan earmark-nya sedang berlangsung, serta 193 desa untuk non-earmark. Namun, kami optimistis target 99,95 persen dapat tercapai sebelum tahun berakhir,” jelas Aznal.

Capaian di Daerah Lainnya

Di luar 10 daerah yang sudah tuntas, 13 kabupaten/kota lainnya di Aceh juga menunjukkan capaian signifikan. Beberapa daerah bahkan mendekati angka 100 persen, seperti Aceh Tenggara (99,85 persen) dan Pidie (99,22 persen).

Selain itu, insentif Dana Desa sebesar Rp136,3 miliar juga telah disalurkan ke 1.085 desa sebagai tambahan anggaran.

Program Dana Desa ini diharapkan terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat pedesaan, khususnya dalam mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

“Dana Desa merupakan instrumen penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan, dan kami berkomitmen untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran,” pungkas Aznal.

Editor: Akil

Empat Ruas Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Kini Beroperasi, Dorong Pembangunan Ekonomi Aceh

0
Ilustrasi jalan tol Sigli-Banda Aceh. (Foto: Dok. Hutama Karya)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Empat ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh kini resmi digunakan masyarakat. Ruas tersebut meliputi Seksi 2 Seulimeum–Jantho (6 km), Seksi 3 Jantho–Indrapuri (16 km), Seksi 5 Blang Bintang–Kuto Baro (8 km), dan Seksi 6 Kuto Baro–Baitussalam (5,2 km). Total panjang ruas jalan yang telah beroperasi mencapai 35,2 km, menjadi bagian penting dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Apri Artoto, mengungkapkan bahwa peresmian dilakukan pada Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Proyek ini melanjutkan Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang yang telah beroperasi sejak Agustus 2020, serta menunggu penyelesaian Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 km yang ditargetkan rampung pada akhir November 2024.

“Kami optimistis seluruh ruas Tol Sigli-Banda Aceh akan beroperasi penuh tahun ini. Tol ini akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara Banda Aceh, Sigli, hingga ke Sumatera Utara,” ujar Apri.

Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

Jalan tol Sigli-Banda Aceh menjadi jalan tol pertama di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan merupakan bagian strategis dari JTTS yang menghubungkan Lampung hingga Aceh. Total panjang ruas JTTS yang beroperasi kini bertambah dari 922 km menjadi 1.140 km pada akhir 2024.

Apri menambahkan, kehadiran jalan tol ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di koridor Banda Aceh-Sigli. “Tol ini memberikan efisiensi waktu tempuh, meningkatkan daya saing logistik, dan membuka peluang bagi pengembangan usaha mikro di Aceh,” katanya.

Proyek senilai Rp13,5 triliun ini dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dengan pelaksanaan konstruksi oleh PT Adhi Karya Tbk. Infrastruktur ini diproyeksikan memberi dampak jangka panjang terhadap pemerataan pembangunan di Pulau Sumatera.

Harapan Presiden

Dalam pidatonya saat peresmian, Presiden Jokowi menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektivitas nasional.

“Dengan hadirnya JTTS, saya yakin akan tumbuh titik-titik ekonomi baru yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Jokowi.

Presiden juga optimistis jalan tol ini akan memperkuat koneksi perdagangan antara provinsi, memacu investasi, serta menjadi pendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Editor: Akil

“Lapor Mas Wapres” Gibran Rakabuming Raka Tuai Polemik, Peneliti Sebut Hanya Gimik

0
Poster layanan "Lapor Mas Wapres". (Foto: Suara Satu)

NUKILAN.id | Jakarta – Program layanan pengaduan masyarakat bertajuk “Lapor Mas Wapres” yang diinisiasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Di satu sisi, ada yang mengapresiasi inisiatif ini, namun kritik keras juga bermunculan dari berbagai pihak.

Untuk mengupas lebih dalam, Nukilan.id menghubungi Felia Primaresti, Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII). Felia menyebut program ini sebagai sebuah langkah yang dinilainya tidak tepat sasaran dan cenderung hanya menjadi gimik belaka.

“Jadi terkait Lapor Mas Wapres itu menurutku yang pertama, ini jelas gimik doang. Sebenarnya layanan-layanan gini tuh sudah banyak di daerah ya, dan kita tahu problemnya adalah banyak yang nggak efektif,” ujar Felia saat dihubungi, Minggu (17/11/2024).

Menurut Felia, masalah utama dari program semacam ini adalah bagaimana laporan yang masuk ditindaklanjuti oleh pemerintah. Ia mengatakan jika hanya sebatas menerima laporan tanpa ada solusi, hasilnya tidak akan berbeda dengan program serupa yang sebelumnya.

“Yang paling penting dari program lapor-melapor ini kan bagaimana pemerintah itu menindaklanjuti laporan yang masuk kan. Jadi kalau cuma lapor-lapor doang enggak ada tindak lanjutnya ya sama aja gitu,” ungkapnya.

Felia juga menyoroti posisi strategis Gibran sebagai Wakil Presiden yang dinilai kurang relevan untuk mengurusi program semacam ini. Felia menilai bahwa tugas semacam ini idealnya bisa dilimpahkan ke instansi di bawah wakil presiden untuk dikelola lebih optimal. Dengan begitu, peran strategis wakil presiden dalam memimpin pembangunan nasional tetap menjadi prioritas utama.

“Wapres itu kalau di perusahaan setingkat top level management ya. Seharusnya lebih fokus bangun visi-misi dan ngembangin apa yang menjadi asta cintanya yang sudah dikampanyekan selama ini dengan Prabowo, alih-alih mengerjakan yang sifatnya administratif yang sebenarnya ini bisa dikerjakan oleh instansi di bawah dia,” kata Felia.

Meskipun demikian, sebagian kalangan memuji langkah Gibran yang dianggap mendekatkan pemerintah kepada masyarakat melalui program pengaduan tersebut. Namun, kritik soal efektivitas dan implementasi program ini tetap menjadi sorotan utama. Program “Lapor Mas Wapres” diharapkan dapat memberikan solusi nyata atas aduan masyarakat, bukan sekadar menjadi ajang pencitraan belaka. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Persiraja Bungkam Persikabo 3-1, Naik ke Posisi Kedua Klasemen Sementara

0
Logo Persiraja Banda Aceh. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh sukses meraih kemenangan meyakinkan atas tamunya, Persikabo 1973, dengan skor akhir 3-1 dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 2024/2025. Pertandingan yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (16/11/2024) malam, berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Kemenangan ini membawa Laskar Rencong naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup 1 dengan torehan 17 poin, hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, FC Bekasi City. Hebatnya, Persiraja masih memiliki satu laga sisa dibandingkan pesaingnya, yang sudah menjalani sepuluh pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Persiraja tampil dominan sejak awal pertandingan. Gol pertama tercipta pada menit ke-36 melalui sepakan keras Indra Rianto yang mengoyak jala gawang Persikabo. Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama usai, meski kedua tim memiliki sejumlah peluang tambahan.

Namun, di babak kedua, petaka menghampiri tuan rumah. Pada menit ke-51, Indra Rianto yang sebelumnya menjadi pahlawan justru mencetak gol bunuh diri, membuat kedudukan imbang 1-1.

Kondisi ini memacu anak asuh Akhyar Ilyas untuk meningkatkan intensitas serangan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Hasilnya, pada menit ke-65, Deri Corfe berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk membawa Persiraja kembali unggul 2-1.

Hanya berselang satu menit, giliran Miftahul Hamdi yang mencatatkan namanya di papan skor lewat gol indahnya. Gol tersebut memastikan kemenangan Persiraja dengan skor akhir 3-1.

Peluang di Puncak Klasemen

Dengan kemenangan ini, Persiraja semakin dekat dengan posisi puncak Grup 1. Selain memiliki catatan sembilan pertandingan, satu laga sisa yang dimiliki Lantak Laju menjadi peluang emas untuk menggusur FC Bekasi City.

Pertandingan ini juga mempertegas reputasi Stadion H. Dimurthala sebagai “kandang angker” bagi tim tamu. Persiraja membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah lebih jauh di Liga 2 musim ini.

Selanjutnya, Persiraja akan menghadapi laga krusial yang dapat menentukan peluang mereka untuk menutup putaran pertama sebagai pemimpin klasemen. Akankah Laskar Rencong terus melaju? Kita nantikan aksi berikutnya.

Editor: Akil

Menekraf Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Melalui Program Kreasi

0
Menekraf Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Melalui Program Kreasi. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Bireuen – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya secara resmi meluncurkan program Kreatif Santri Indonesia (Kreasi) di Dayah Mudi Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (16/11/2024). Program ini bertujuan memberdayakan para santri untuk berperan aktif dalam ekonomi kreatif nasional melalui inovasi dan kreativitas.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kami meluncurkan program Kreasi dengan tema Santri Kreatif, Indonesia Maju,” ujar Teuku Riefky Harsya dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Dayah Mudi Mesjid Raya, Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau yang akrab disapa Abu Mudi. Dalam peluncuran tersebut, para santri menampilkan lima karya video kreatif yang mereka hasilkan, di antaranya membahas pemberantasan judi daring, kopi Gayo, UMKM pesantren, peran pesantren sebagai pencetak tokoh bangsa, dan toleransi antarumat beragama.

Santri sebagai Pelopor Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky menegaskan, program Kreasi dirancang untuk mengasah kemampuan santri dalam berinovasi sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Santri tidak hanya memiliki tradisi keilmuan yang kuat, tetapi juga potensi besar dalam pengembangan kreativitas dan inovasi. Dengan kemampuan ini, mereka dapat menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak pesantren di Indonesia, termasuk di Aceh, yang mulai mengintegrasikan pendidikan umum dengan keterampilan teknologi, seni, dan kewirausahaan. Hal ini memungkinkan para santri untuk mengembangkan diri di berbagai bidang, mulai dari desain grafis, pembuatan aplikasi, hingga konten kreatif berbasis digital.

“Santri bisa menciptakan peluang usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial. Mereka dapat menjadi lokomotif ekonomi kreatif, bahkan hingga ke pasar internasional,” tambah Riefky.

Pelatihan Voice Over untuk Santri

Sebagai bagian dari program Kreasi, Menekraf menghadirkan pelatihan voice over (suara latar) yang dipandu oleh mentor dari Voice Institute Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan santri dalam bidang suara, komunikasi, dan kreativitas.

“Kami ingin membuka peluang karier di bidang suara, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri santri melalui keterampilan komunikasi kreatif,” ujar Riefky.

Program ini juga sejalan dengan misi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Riefky menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi tonggak bagi santri untuk tampil lebih percaya diri dan kreatif.

“Santri harus terus didorong untuk menghasilkan konten positif yang berdampak nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia optimistis, dengan semangat inovasi dan pengabdian yang diajarkan di pesantren, para santri dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Program Kreasi ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar, sebuah ikhtiar untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Editor: Akil

Terbukti Salah Gunakan Dana Nasabah, Oknum Karyawan BSI KCP Lhoknga Ditahan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyidik Subdit 2 Fismondev Ditreskrimsus Polda Aceh menahan satu oknum karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) berinisial APW (32) karena terbukti menyalahgunakan dana nasabah dan melakukan pencatatan palsu pada sistem perbankan.

“Benar, oknum karyawan BSI KCP Lhoknga berinisal APW sudah ditahan sejak 29 Oktober 2024. Ia terbukti menyalahgunakan dana nasabah dan melakukan pencatatan palsu pada sistem perbankan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Fismondev AKBP Supriadi, Sabtu, 16 November 2024.

Supriadi menjelaskan, sebelumnya penyidik Fismondev telah melakukan penyidikan terkait tindak pidana perbankan syariah yang terjadi pada PT BSI KCP Lhoknga, yang diduga dilakukan oleh tersangka APW. Saat itu, yang bersangkutan merupakan pegawai BSI bagian marketing.

Dari hasil penyidikan, sambung Supriadi, diketahui bahwa APW menyalahgunakan dana nasabah dan melakukan pencatatan palsu pada sistem perbankan dengan cara meminta sebagian dana hasil pencairan pembiayaan mitraguna kepada tiga nasabah, dengan alasan akan disetorkan sisa utang kredit sebelumnya.

Namun, dana tersebut malah digunakan untuk keperluan tersangka. Para nasabah pun percaya, karena pelaku ini petugas marketing yang memproses pembiayaan mereka.

“Atas perbuatannya, tersangka telah menimbulkan kerugian bagi PT BSI sebanyak Rp668,5 juta. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 63 dan 66 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Supriadi.

Reporter: Rezi

Pasangan MULIA Tampil Memukau dalam Debat Publik Pidie Jaya

0
Wakil Ketua PUSDA bidang Kajian Politik, Hawanis. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Meuredu – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya nomor urut 02, H. Said Muliadi dan Saiful Anwar, yang mengusung nama pasangan MULIA, berhasil tampil memukau dalam debat publik yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya pada Sabtu (16/11/2024). Bertempat di Gedung DPRK Pidie Jaya, debat ini menjadi panggung unjuk visi dan misi untuk masa depan kabupaten tersebut.

Pasangan MULIA tampil percaya diri dengan visi besar mereka: “Pidie Jaya Islami, Maju, dan Sejahtera.” Dengan penyampaian yang terstruktur, pasangan ini mencuri perhatian publik berkat gaya santun dan tenang, meski dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menantang.

Hawanis, Wakil Ketua Pusat Studi Daerah (PUSDA) bidang Kajian Politik, menilai pasangan MULIA unggul dalam menyampaikan konsep dan program.

“Pasangan MULIA tidak hanya santun, tetapi juga fokus pada pemaparan program yang realistis dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbeda dengan pasangan lain yang cenderung emosional,” ujar Hawanis, yang juga seorang pemuda asal Trienggadeng.

Program Unggulan yang Menyentuh Warga

Dalam debat, pasangan nomor urut 02 ini menekankan prioritas mereka pada tiga sektor utama: pertanian, pendidikan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu program inovatif yang mereka tawarkan adalah “Satu Hari Satu Ayat,” sebuah inisiatif pendidikan religius untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan generasi muda.

Mereka juga memaparkan strategi pembangunan infrastruktur dan irigasi, yang selama ini menjadi persoalan mendesak di Pidie Jaya. Program pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan turut menjadi sorotan, dengan janji meningkatkan kualitas hidup masyarakat sambil memastikan keberlanjutan lingkungan.

“Pendekatan pasangan MULIA dalam membangun perguruan tinggi, mengelola pertanian, dan memperbaiki infrastruktur benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Program ini sangat relevan,” tambah Hawanis.

Debat yang Menguatkan Dukungan Publik

Keunggulan pasangan MULIA terlihat dari cara mereka menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan tegas, tanpa menunjukkan sikap meremehkan terhadap lawan. Dengan pendekatan yang humanis dan matang, mereka berhasil menunjukkan kesiapan untuk memimpin Pidie Jaya.

“Gaya komunikasi mereka yang sederhana dan mudah dipahami membuat pesan-pesan mereka sampai kepada masyarakat. Mereka mampu menguasai panggung debat dengan baik,” puji Hawanis.

Di sesi penutup, H. Said Muliadi dan Saiful Anwar menegaskan komitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, sembari membawa inovasi di sektor pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Selain itu, mereka berjanji memperbaiki birokrasi demi mendukung pembangunan yang lebih efisien.

Pilihan Masyarakat di Tangan

Debat publik ini memberikan gambaran jelas tentang kualitas visi dan misi setiap pasangan calon. Pasangan MULIA dinilai berhasil menunjukkan kemampuan mereka menghadirkan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi Pidie Jaya.

“Debat kali ini membuktikan pasangan MULIA adalah pilihan yang tepat untuk masyarakat Pidie Jaya. Visi dan misi mereka tidak hanya jelas, tetapi juga sangat terukur,” tutup Hawanis.

Masyarakat kini menantikan Pilkada mendatang untuk menentukan pemimpin terbaik yang mampu membawa Pidie Jaya menuju masa depan yang lebih cerah.

Editor: Akil