Beranda blog Halaman 817

Sukses Digelar, Kejurprov Balap Motor HCR IMI Aceh 2024 Masuki Putaran Ketiga

0
Kejurprov Balap Motor HCR IMI Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Motor Honda Cuprace (HCR) IMI Aceh 2024 kembali menggeliat di Sirkuit Non Permanen Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada 16 hingga 17 November 2024. Gelaran yang menyedot perhatian para pecinta balap motor di Aceh ini berhasil mencatatkan kesuksesan besar.

Acara ini diorganisir oleh Alfa Organizer bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh, Santana Motorsport Club (SMC), Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), serta komunitas Gaspol IMI. Dihadiri oleh puluhan pembalap dari berbagai penjuru Aceh dan Sumatera Utara, kompetisi ini juga didukung penuh oleh Honda sebagai sponsor utama.

Kompetisi Seru dari Pemula hingga Profesional

Kejurprov kali ini mempersembahkan berbagai kelas balap yang melibatkan pembalap pemula hingga profesional. Dengan standardisasi keamanan yang ketat, acara ini memberikan kesempatan bagi para pembalap berbakat untuk menunjukkan kemampuannya di lintasan. Sirkuit yang dipersiapkan oleh Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda menjadi panggung bagi mereka untuk bersaing dengan penuh semangat dan sportivitas.

Suasana semakin memanas ketika para pembalap menampilkan aksi-aksi menegangkan yang memukau penonton. Tak hanya para pembalap yang berkompetisi, tetapi juga generasi muda Aceh yang ingin menyaksikan langsung adrenalin balap motor.

Dukungan Lanud SIM untuk Pengembangan Balap Motor

Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, M.Han, dalam kesempatan tersebut menekankan komitmen pihaknya dalam mendukung perkembangan dunia balap motor di Aceh.

“Kami ingin memberikan wadah yang positif bagi generasi muda Aceh untuk menyalurkan bakat mereka dalam dunia balap, serta menjauhkan mereka dari praktik balap liar yang berbahaya. Semangat sportivitas adalah kunci utama dalam setiap ajang balap yang kami fasilitasi,” ujarnya.

Menghadapi Putaran Berikutnya

Dengan berakhirnya putaran ketiga Kejurprov Balap Motor HCR IMI Aceh 2024, para pembalap kini bersiap untuk menghadapi tantangan pada putaran selanjutnya. Gelaran ini tak hanya menjadi ajang prestasi, namun juga momentum penting dalam kebangkitan dunia balap motor di Provinsi Aceh. Diharapkan, Kejurprov ini terus berkembang, mencetak talenta-talenta baru, dan mendorong semangat sportivitas di kalangan generasi muda Aceh.

Dengan atmosfer yang semakin membara, kejuaraan ini menjadi bukti nyata bahwa Aceh siap bersaing di kancah balap motor nasional.

Editor: Akil

Lapor Mas Wapres Tuai Pro-Kontra, Felia: Tidak Solutif dan Hanya Perbaikan Citra

0
Seorang petugas layanan "Lapor Mas Wapres" melayani laporan warga di Istana Wakil Presiden. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meluncurkan hotline khusus bernama “Lapor Mas Wapres” yang mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak memandang inisiatif ini sebagai terobosan untuk mengatasi berbagai masalah yang sering tersendat di tingkat daerah. Seorang anggota dewan bahkan menyebut langkah ini sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas, dengan otoritas langsung, sehingga dinilai mampu membawa perubahan nyata.

Namun, tidak semua pihak setuju. Peneliti Bidang Politik dari The Indonesian Institute (TII), Felia Primaresti, mengingatkan tentang tantangan layanan ini. Menurutnya, di setiap daerah sebenarnya sudah tersedia berbagai model hotline yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Di daerah sudah banyak. Persoalannya, apakah hotline-hotline ini sudah dievaluasi? Bagaimana kinerjanya selama ini? SOP-nya seperti apa? Lalu, apakah ada monitoring yang jelas? Hal-hal ini perlu diperhatikan sebelum menambah layanan baru,” kata Felia kepada Nukilan.id, Senin (18/11/2024).

Ia menyoroti potensi tumpang tindih dengan kanal yang sudah ada. Menurut Felia, keberadaan hotline baru justru berisiko tidak efektif jika birokrasi pelaporannya panjang dan tidak ada sistem pendukung yang baik.

“Melapor langsung ke wapres itu belum tentu efektif. Ada jalur birokrasi panjang yang harus dilalui. Misalnya, laporan diterima, lalu wapres menyampaikan ke lembaga atau kementerian terkait, dan seterusnya. Proses ini bisa memakan waktu lama dan mengurangi efektivitas penyelesaian masalah di lapangan,” kata Felia.

Felia juga mengungkapkan pandangannya bahwa program ini mungkin dirancang untuk memperbaiki citra Gibran di mata publik.

“Kita tahu, skeptisisme terhadap Gibran cukup besar karena ia dianggap masih muda, karier politiknya belum signifikan, dan beberapa kontroversi terus mengiringinya. Mungkin dengan langkah ini, ia ingin terlihat lebih relevan dan inklusif,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tahan Laju Inflasi, Pemkab Aceh Besar Gelar Operasi Pasar Murah di Empat Lokasi

0
Ilustrasi Sembako. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mengupayakan langkah strategis untuk menekan laju inflasi daerah. Salah satunya adalah program Operasi Pasar Murah (OPM) yang digagas oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Aceh dan Perum Bulog Kanwil Aceh.

Plt Kepala Diskopukmdag Aceh Besar, Trizna Darma, ST, mengungkapkan bahwa OPM bulan ini akan menyasar empat kecamatan di Aceh Besar. Program tersebut digelar mulai 18 hingga 21 November 2024 dengan lokasi berbeda di setiap kecamatan.

“Untuk pemerataan, pasar murah ini akan dilaksanakan di empat lokasi, yakni di Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimuem, Masjid Gurah Kecamatan Peukan Bada, Kantor Camat Blang Bintang, dan Kantor Camat Lhoong,” ujar Trizna, Minggu (17/11).

Komoditas Penting dengan Harga Terjangkau

Dalam operasi pasar ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam. Langkah ini dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang terdampak kenaikan biaya hidup.

“Operasi Pasar Murah ini bertujuan memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Diharapkan, masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah situasi ekonomi yang menantang,” jelas Trizna.

Antusiasme Masyarakat

Program ini disambut positif oleh warga. Salah seorang ibu rumah tangga, Nurhayati (36), yang tinggal di Kecamatan Seulimuem, mengaku merasa terbantu dengan adanya pasar murah. “Harga sembako di sini jauh lebih murah. Ini sangat membantu kami yang penghasilan bulanannya pas-pasan,” ujar Nurhayati.

Sementara itu, Zulkifli (45), seorang petani dari Kecamatan Lhoong, berharap program serupa bisa lebih sering diadakan. “Pasar murah ini meringankan beban kami, apalagi kebutuhan pokok sekarang harganya terus naik,” ungkapnya.

Langkah Nyata Hadapi Inflasi

Dengan adanya OPM, Pemkab Aceh Besar menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan inflasi daerah. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lokasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh Besar.

Editor: Akil

Diduga Khalwat, Pria 50 Tahun Tewas Dianiaya Warga di Banda Aceh

0
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: DNAberita)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tragis, seorang pria berinisial RD (50) asal Meunasah Kulam, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, meregang nyawa setelah diduga dianiaya warga di sebuah gampong di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (15/11/2024).

Kasus ini bermula dari dugaan khalwat yang dilakukan RD bersama seorang perempuan berinisial DA (35), yang disebut-sebut sebagai calon istrinya. Keduanya diketahui menumpang di rumah seorang teman di gampong tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Sekretaris Desa Meunasah Kulam, Adyus, warga setempat menggerebek pasangan itu begitu tiba di rumah yang mereka tumpangi. RD diduga dianiaya oleh beberapa orang sebelum dibawa ke kantor desa dan diserahkan ke Satpol PP dan WH (Wilayatul Hisbah).

“Malam itu, sekitar pukul 01.30 WIB, korban sudah merintih kesakitan,” ujar Adyus, Minggu (17/11/2024).

Calon istri korban menyebut RD sempat berbicara dengannya sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pertamedika Banda Aceh keesokan paginya. Namun, RD tak sempat mendapat perawatan medis karena nyawanya tidak tertolong. Ia dimakamkan pada Sabtu (16/11/2024) siang.

Penyelidikan Lanjut

Rencananya, makam korban akan dibongkar untuk keperluan autopsi pada Minggu (17/11/2024), namun ditunda hingga Senin (18/11/2024).

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” tambah Adyus.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengungkapkan, autopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematian RD.

“Kami menduga korban tertangkap khalwat oleh warga setempat, lalu dianiaya,” katanya.

Kapolresta Ingatkan: Jangan Main Hakim Sendiri

Terkait insiden ini, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasi Humas Ipda Trisna Zunaidi, menegaskan pentingnya tidak main hakim sendiri.

“Semua persoalan hukum sebaiknya diserahkan kepada pihak berwajib. Jangan sampai tindakan emosional memicu kerugian lebih besar,” imbau Ipda Trisna.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan kasus yang mencurigakan ke pihak kepolisian.

“Silakan gunakan nomor WhatsApp Curhat Kapolresta di 082316851998 untuk memberikan informasi,” ujarnya.

Refleksi Keamanan Sosial

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih mengutamakan penyelesaian hukum yang sesuai prosedur. Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa seseorang, tetapi juga mencoreng citra kemanusiaan akibat tindakan main hakim sendiri.

Editor: Akil

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Sidang Raya Majelis Syura 2024

0
Lembaga Wali Nanggroe menggelar Sidang Raya Majelis Syura 2024 di Gedung Lembaga Wali Nanggroe, Aceh Besar. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lembaga Wali Nanggroe menggelar Sidang Raya Majelis Syura 2024 di Gedung Lembaga Wali Nanggroe, Aceh Besar. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar.

Sidang Raya ini merupakan perwujudan dari kegiatan Lembaga Wali Nanggroe dalam menjalankan perannya sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Lembaga ini berperan penting dalam membina dan mengawasi penyelenggaraan kehidupan lembaga-lembaga adat, upacara-upacara adat, serta melaksanakan penganugerahan gelar/derajat kehormatan.

Sebagai lembaga yang mengatur kepemimpinan adat di Aceh, Lembaga Wali Nanggroe memiliki sejarah panjang dan kompleks yang terkait erat dengan perkembangan politik, ekonomi, pendidikan dan sosial budaya masyarakat Aceh.

Pemilihan Agam Inong Aceh Digelar Pekan Depan, Peserta Ikut Pembinaan Belneg

0
Pemilihan Agam Inong Aceh Digelar Pekan Depan, Peserta Ikut Pembinaan Belneg. (Foto: Disbudpar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal menyebutkan, rangkaian pemilihan Agam Inong akan berlangsung sejak 18 hingga 24 November 2024. Khusus tahun ini, Disbudpar menghadirkan inovasi baru yaitu peserta harus mengikuti bela negara yang digelar di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar selama dua hari yaitu pada 18-19 November.

“Kegiatan ini tidak hanya membentuk Agam dan Inong sebagai duta wisata, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Program ini mencerminkan semangat Aceh dalam menyelaraskan budaya, ekologi, dan pariwisata di era moderen,” kata Almuniza, Senin 18 November 2024.

Dalam pemilihan Agam Inong Aceh 2024, panitia menghadirkan juri dari kalangan nasional dari Kementerian Pariwisata. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pandangan strategis untuk mengembangkan potensi pariwisata Aceh.

“Dengan semangat dan dedikasi, para finalis diharapkan mampu mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan menjadi duta yang memperkenalkan keindahan, kearifan lokal, dan keramahan Aceh ke dunia luar,” jelas Almuniza.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh T. Hendra Faisal menyebutkan, peserta pemilihan Agam Inong 2024 yang terdiri dari 19 kabupaten/kota merupakan utusan terbaik dari setiap daerah yang sudah melewati berbagai pemilihan ditingkat daerah, sehingga ditetapkan sebagai pemenang untuk mengikuti diajang provinsi.

“Terimakasih sudah mengikuti Aceh Agam Inong yang merupakan representatif perwakilan dari 19 kabupaten/kota yang terbaik, bukan hanya diri kalian yang harus kalian lihat melainkan keluarga dan membanggakan kabupaten/kota masing-masing, jadi berikanlah yang maksimal,” ungkap Hendra.

Hendra berharap, pelatih yang membina peserta saat mengikuti bela negara tidak segan menegur para peserta. Mereka diharapkan melakukan yang terbaik dengan SOP dan aturan yang berlaku.

“Jadi jangan ada hal celah sedikit pun menghadapi segala kondisi dan mencuat di medsos. Alhamdulillah kita difasilitasi oleh Rindam IM dan hari ini kalian semua merupakan peserta yang memiliki tanggung jawab yang luar biasa,” jelas Hendra.

Ketua Yayasan Agam Inong Aceh, Teuku Muhammad Aidil menyebutkan, para peserta sudah menjalani serangkaian kegiatan di antaranya Duwis Talk yang berlangsung 2-7 November melalui akun Instagram Agam Inong Aceh. Para peserta juga akan mengikuti pra-karantina mulai 18-19 November, registrasi Sashing Ceremony Pembekalan Opening Ceremony Foto & Video Shoot pada 20 November.

Setelah itu, peserta mengikuti psikotes pembekalan presentasi atraksi budaya digital content & tourism pada 21 November. Peserta juga menjalani interview materi pemuda berkarakter malam keakraban pada 22 November serta city tour grand final 23 November.

“Acara opening dan karantina di Amel Convention Hall dan grand final di AAC Dayan Dawood,” kata Aidil.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar UAS Bersama Paslon Illiza-Afdhal

0
Ribuan Warga Padati Tabligh Akbar UAS dan Paslon Illiza-Afdhal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga Kota Banda Aceh memadati Taman Sulthanah Safiatuddin pada Minggu malam (17/11/2024) untuk mengikuti tabligh akbar yang digelar oleh Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. Acara tersebut menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS), dai kondang asal Riau, yang menyampaikan ceramah keagamaan yang mengena di hati masyarakat.

Amatan Nukilan.id, sesaat setelah tiba sekitar pukul 21.00 WIB, UAS bersama pasangan Illiza-Afdhal disambut meriah oleh ribuan warga yang telah berkumpul sejak usai shalat Maghrib. Lantunan salawat Badar menggema mengiringi kedatangan rombongan menuju panggung utama, menambah suasana khidmat pada acara yang juga dijadikan ajang untuk memperkenalkan pasangan calon kepada masyarakat.

Kenangan UAS Bersama Illiza

Dalam ceramahnya, UAS mengungkapkan kenangan indahnya bersama Illiza Sa’aduddin Djamal saat pertama kali bertemu di Banda Aceh pada tahun 2018. Ia mengingat bagaimana Illiza, yang saat itu menjabat sebagai anggota DPR RI, adalah orang pertama yang menyambut kedatangannya dengan hangat. UAS pun menyampaikan bahwa meskipun banyak politisi yang mendekatkan diri saat menjelang Pilkada, Illiza justru menunjukkan kepedulian jauh sebelum masa pemilihan.

“Biasanya orang dekat dengan saya pas mau Pilkada, tapi ibu Illiza tidak demikian. Beliau adalah orang pertama yang menyambut saya ketika saya datang ke Aceh,” ungkap UAS, disambut tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang hadir.

Pesan Pilihan Pemimpin yang Pro Rakyat

Lebih jauh, UAS mengajak warga Banda Aceh untuk memilih pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap rakyat. Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin yang tidak hanya berbicara, tetapi juga memiliki program yang nyata untuk kesejahteraan masyarakat. UAS juga mengingatkan para hadirin untuk tidak terjerumus dalam praktek money politics yang dapat merusak demokrasi.

“Dari wajah-wajah di depan saya, saya melihat warga Banda Aceh ceria-ceria dan bahagia. Saya yakin warga di sini tidak suka money politik,” ujarnya, yang disambut dengan sorakan dukungan.

Tabligh akbar ini tidak hanya berisi ceramah agama, namun juga hiburan yang mendidik. UAS dikenal dengan gaya ceramahnya yang khas, memadukan humor dengan pesan moral yang mendalam. Hal ini membuat acara semakin menarik, menarik perhatian semua kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Banjir 1,5 Meter Rendam Dua Kecamatan di Subulussalam, Warga Masih Bertahan di Rumah

0
Banjir 1,5 Meter Rendam Dua Kecamatan di Subulussalam. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Subulussalam – Banjir setinggi 1,5 meter melanda dua kecamatan di Kota Subulussalam, Aceh, sejak Sabtu (16/11) malam, merendam rumah dan akses jalan. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang memicu luapan debit Sungai Lae Souraya.

“Kondisi terakhir, air masih menggenangi rumah warga,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, Minggu (17/11/2024).

Banjir yang mulai terjadi sekitar pukul 22.26 WIB itu berdampak pada tiga desa, yakni Desa Jabi-Jabi dan Namo Buaya di Kecamatan Sultan Daulat serta Desa Danau Tras di Kecamatan Simpang Kiri. Sebanyak 15 rumah di Namo Buaya dan enam rumah di Danau Tras terendam air, sementara beberapa ruas jalan, termasuk jalan nasional Subulussalam–Tapaktuan, juga tak luput dari genangan.

“Sungai Lae Souraya meluap dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di Desa Jabi-Jabi dan Namo Buaya,” ungkap Teuku Nara Setia.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa, banjir ini mengganggu aktivitas warga. Hingga berita ini diturunkan, BPBD Subulussalam terus memantau debit air, melakukan pendataan korban terdampak, dan menyiagakan tim reaksi cepat di lokasi.

Salah seorang warga Desa Namo Buaya, Nurhayati (45), mengatakan banjir datang dengan cepat. “Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang, hanya fokus mengamankan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, akses bantuan masih menjadi tantangan. “Kami berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan, terutama makanan dan air bersih,” kata Nurhayati.

Warga berharap kondisi segera membaik agar mereka bisa kembali beraktivitas normal. Namun, dengan curah hujan yang masih tinggi, risiko banjir susulan tetap mengancam. BPBA mengimbau warga untuk waspada dan segera mengungsi ke tempat aman jika air terus naik.

Editor: Akil

Mantapkan Dukungan untuk Mualem-Dek Fadh, Prabowo Utus Fauka Noor Farid ke Aceh

0
Fauka disambut meriah oleh kader Gerindra Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dukungan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), ditunjukkan dengan langkah konkret. Fauka Noor Farid, tokoh nasional yang juga dikenal sebagai mantan anggota Tim Mawar, hadir langsung ke Aceh sebagai utusan khusus Prabowo untuk memperkuat strategi pemenangan pasangan ini.

Fauka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (16/11), disambut hangat oleh kader Gerindra Aceh. Pada Sabtu (17/11), ia menggelar konferensi pers di Sekretariat Bersama Jurnalis Banda Aceh untuk menyampaikan pesan khusus dari Prabowo.

“Mualem-Dek Fadh: Pilihan Tepat untuk Aceh”

Dalam konferensi pers tersebut, Fauka menegaskan bahwa Prabowo melihat pasangan Mualem-Dek Fadh sebagai sosok yang mampu membawa perubahan signifikan bagi Aceh.

“Mualem dan Dek Fadh adalah pilihan tepat. Mereka dipercaya Pak Prabowo untuk mengemban tugas berat ini demi masa depan Aceh yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Prabowo secara langsung terlibat dalam strategi pemenangan pasangan tersebut. Fauka sendiri diberikan mandat untuk memastikan bahwa kampanye berjalan efektif dan pesan-pesan penting dari Prabowo tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat Aceh.

Pesan Inklusivitas dari Prabowo

Fauka juga menyampaikan pesan khusus dari Prabowo kepada pasangan calon ini. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan inklusif yang mampu merangkul semua golongan masyarakat tanpa diskriminasi.

“Aceh butuh pemimpin yang bersatu untuk semua, bukan hanya untuk segelintir pihak. Teladanilah Pak Prabowo: satu musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang,” tutur Fauka.

Pesan ini mendapat respons positif dari masyarakat Aceh yang menginginkan perubahan kepemimpinan yang dapat membawa kesejahteraan merata.

Mendengar Aspirasi Rakyat

Selain memberikan arahan strategis, Fauka juga aktif berdialog dengan masyarakat Aceh. Dalam pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat dan pemuda, ia mendengarkan aspirasi serta gagasan mereka tentang masa depan Aceh.

“Kami ingin memastikan suara rakyat menjadi fondasi dari kebijakan yang akan diambil ke depan. Ini bukan hanya tentang kemenangan politik, tapi juga memastikan kesejahteraan rakyat terwujud,” jelas Fauka.

Dukungan Solid Gerindra

Sementara itu, Mahfudz Y. Loethan, Juru Bicara Badan Pemenangan Mualem-Dek Fadh, menegaskan bahwa Gerindra bersama partai pendukung lainnya akan bekerja maksimal untuk kemenangan pasangan ini.

“Insya Allah, dengan dukungan rakyat Aceh, pasangan Mualem-Dek Fadh akan membawa Aceh menuju masa depan yang cerah dan sejahtera,” kata Mahfudz optimis.

Kunjungan Fauka Noor Farid disebut sebagai bukti keseriusan Prabowo dan Gerindra dalam mewujudkan visi perubahan di Tanah Rencong. Dengan dukungan penuh dan strategi yang matang, harapan untuk Aceh yang lebih maju kini semakin nyata.

Editor: Akil

Bentara Muda Abdya Komitmen Menangkan Mualem-Dek Fadh di Pilgub Aceh

0

NUKILAN.id | Blangpidie – Dukungan politik terhadap pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030 terus mengalir. Salah satu dukungan kuat datang dari Bentara Muda Abdya, sebuah organisasi kepemudaan yang aktif di Aceh Barat Daya.

Ketua Bentara Muda Abdya, Teuku Auliya Rahman, dengan tegas menyatakan bahwa organisasinya siap menjadi garda terdepan untuk memenangkan pasangan tersebut. Hal ini disampaikan dalam pertemuan akbar relawan Bentara Muda Abdya yang dihadiri oleh ratusan pemuda dari berbagai kecamatan di Abdya, Sabtu (16/11/2024).

“Kami di Bentara Muda Abdya berkomitmen penuh mendukung dan memenangkan Mualem-Dek Fadh. Kami percaya pasangan ini adalah kombinasi ideal untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan sejahtera,” ujar Auliya Rahman dalam pidatonya.

Auliya Rahman menilai pengalaman politik dan pemerintahan Muzakir Manaf, yang dikenal luas sebagai tokoh berpengaruh di Aceh, berpadu sempurna dengan energi muda dan visi progresif Fadhlullah.

“Mualem adalah pemimpin dengan rekam jejak yang kuat, sementara Dek Fadh membawa semangat muda dan inovasi. Kombinasi ini adalah solusi terbaik bagi Aceh,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik. Menurutnya, suara pemuda adalah kunci untuk menentukan arah pembangunan Aceh di masa depan.

Untuk memenangkan pasangan Mualem-Dek Fadh, Bentara Muda Abdya telah menyiapkan strategi khusus. Fokus utama mereka adalah pendekatan langsung kepada masyarakat, menyosialisasikan visi, misi, dan program unggulan pasangan tersebut.

“Kami akan bergerak dari desa ke desa, mendengarkan aspirasi masyarakat, sekaligus memperkenalkan program-program konkret yang diusung Mualem-Dek Fadh. Ini bukan hanya soal kampanye, tetapi juga soal membangun kepercayaan,” jelas Auliya.

Selain itu, Auliya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersatu dan berjuang bersama demi masa depan Aceh. Ia menegaskan bahwa kemenangan Mualem-Dek Fadh bukan hanya kemenangan relawan, tetapi juga kemenangan seluruh rakyat Aceh.

“Peran pemuda sangat penting dalam perjuangan ini. Kami ingin Abdya menjadi basis suara yang solid untuk pasangan ini,” tegasnya.

Dukungan terhadap Mualem-Dek Fadh terus menguat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga organisasi relawan. Dengan antusiasme yang meluas, pasangan ini optimis dapat memenangkan hati rakyat Aceh dalam Pilkada 2025.

Sebagai wilayah yang dikenal dengan dinamika politiknya, Abdya kini menjadi salah satu daerah yang berpotensi memberikan kontribusi besar bagi kemenangan pasangan tersebut.

“Ini bukan hanya soal pemilihan, tetapi juga soal harapan untuk masa depan Aceh yang lebih baik,” pungkas Auliya Rahman.