Beranda blog Halaman 816

Kanwil Kemenag Aceh Kirim 19 Peserta Terbaik untuk Hari Guru Nasional 2024

0
Kanwil Kemenag Aceh Kirim 19 Peserta Terbaik untuk Hari Guru Nasional 2024. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 19 peserta terbaik dari Provinsi Aceh akan mewakili daerah ini pada ajang nasional dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) 2024. Delegasi tersebut terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan pengawas madrasah yang telah melewati seleksi ketat di tingkat provinsi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., mengatakan pengiriman delegasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pendidik serta tenaga kependidikan di Aceh.

“Melalui seleksi dan pembinaan yang kami lakukan, 19 peserta terpilih ini akan berpartisipasi dalam ajang nasional. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk mendorong pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan,” ujar Azhari, Senin (18/11/2024).

Ajang puncak HGN 2024 sekaligus pengumuman pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Nasional akan digelar pada 25 November 2024 di Jakarta.

Kategori yang Diwakili
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa para peserta yang dikirim mewakili berbagai kategori, termasuk Guru Inspiratif, Guru Inovatif, dan Guru Dedikatif.

“Selain itu, kami juga mengirimkan tenaga kependidikan berprestasi, seperti kepala RA, MI, MTs, dan MA. Termasuk juga pengawas madrasah, laboran, dan pustakawan madrasah,” kata Zulkifli.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan (Katim GTK) Aceh, HM Shulfan, S.Ag., M.Sc. Ia menambahkan, seleksi ini bertujuan untuk memperlihatkan komitmen Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami berharap delegasi ini dapat membawa pulang prestasi sekaligus menjadi motivasi bagi rekan-rekan pendidik lainnya di Aceh,” ungkap Shulfan.

Pengiriman peserta terbaik ini menjadi bagian dari rangkaian HGN 2024 yang diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan, khususnya di Aceh, untuk terus berkembang dan berinovasi.

Editor: Akil

Sastra Indonesia Mendunia: Peringatan 100 Tahun AA Navis di Paris

0
Gelar wicara dalam rangkaian peringatan 100 Tahun AA Navis, tokoh sastra Indonesia, yang berlangsung di Paris, Perancis, pada 13 dan 14 November 2024. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Paris – Peringatan 100 Tahun AA Navis, salah satu tokoh sastra Indonesia, mengangkat sastra Indonesia ke panggung dunia. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris dan Kantor Delegasi Tetap RI untuk UNESCO ini berlangsung di Paris pada 13 dan 14 November 2024. Tujuannya tidak hanya untuk mengenang jasa-jasa Navis, tetapi juga untuk memperkenalkan karya-karyanya dan pengaruhnya terhadap perkembangan sastra Indonesia di kancah internasional.

Puncak acara berlangsung di kantor pusat UNESCO pada 13 November 2024, setelah penetapan peringatan 100 tahun kelahiran AA Navis sebagai perayaan internasional oleh Sidang Umum ke-42 UNESCO pada November 2023. Sebanyak 207 peserta dari berbagai negara, terdiri atas pencinta sastra, akademisi, pelajar, dan diaspora Indonesia, turut hadir merayakan acara ini.

Kepala Badan Bahasa, E Aminudin Aziz, menyatakan bahwa AA Navis merupakan simbol sastra Indonesia yang mengajak masyarakat untuk merefleksikan hidup dan menumbuhkan pemikiran kritis.

“Melalui acara ini, kami berharap karya-karya Navis dapat lebih dikenal luas di dunia internasional. Ini bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga untuk menduniakan sastra Indonesia agar tetap relevan di kancah global,” ungkap Aminudin, dikutip dari kompas.com, Senin (18/11/2024).

Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, Monako, dan UNESCO, HE Mohamad Oemar, turut menekankan pentingnya kontribusi AA Navis dalam memperkaya literatur Indonesia.

“AA Navis adalah seorang pengamat tajam dan kritikus sosial yang peduli terhadap identitas budaya bangsa. Karyanya mengajarkan kita untuk melihat keindahan bahasa sekaligus memahami tanggung jawab sosial yang diemban,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, gelar wicara yang dipandu oleh Romain Bertrand, sejarawan dan pakar Asia Tenggara dari Universitas Science Po, Paris, menyajikan diskusi menarik. Hilmar Farid, sejarawan dan budayawan Indonesia, membahas tren sastra Indonesia yang kini semakin terhubung dengan isu-isu global. Menurut Farid, meskipun semakin terhubung dengan dunia internasional, sastra Indonesia harus tetap berfokus pada kehidupan lokal.

“Sastra Indonesia kini tak hanya berbicara pada lingkup nasional, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan global, terutama melalui isu-isu yang relevan dengan masyarakat Global South,” kata Farid.

Penulis Ayu Utami juga memberikan pandangannya mengenai pergeseran tema sastra Indonesia dari kehidupan desa ke perkotaan.

“Ada pergeseran cerita dari kehidupan desa ke kehidupan kota yang lebih kompleks, yang mencerminkan bagaimana sastra kita berkembang seiring perubahan masyarakat,” jelas Utami.

Di hari kedua peringatan pada 14 November 2024, acara dilanjutkan di Universitas La Rochelle yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dan tamu undangan. Gelar wicara bertajuk “Modern Indonesia from the Development of Its Literary Thought” menampilkan sastrawan Indonesia seperti Ayu Utami, Esha Tegar Putra, dan Dhianita Kusuma.

Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Iwa Lukmana, mengapresiasi kerjasama dengan Universitas La Rochelle dan berharap acara ini bisa menjadi jembatan untuk lebih memahami satu sama lain.

“Melalui acara seperti ini, kita memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Perancis, serta menunjukkan bahwa sastra Indonesia memiliki daya tarik universal yang dapat dinikmati oleh masyarakat internasional,” kata Iwa.

Rangkaian peringatan 100 tahun AA Navis di Perancis bukan hanya menjadi ajang mengenang sang maestro sastra Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi sastra Indonesia di dunia internasional. Peringatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa karya dan warisan AA Navis dapat lebih dikenal dan diapresiasi, sekaligus membuktikan bahwa sastra Indonesia memiliki tempat yang layak di panggung global.

Editor: Akil

Dana Otsus Belum Maksimal, Aceh Butuh Pemimpin yang Cakap dan Sinergis

0
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh, provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia, memiliki potensi luar biasa yang sejatinya dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan. Namun, meskipun mendapatkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) setiap tahun, kenyataannya, Aceh masih bergulat dengan kemiskinan dan ketertinggalan dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera. Dana Otsus, yang sering kali disebut oleh orang Aceh sebagai “Doka,” seharusnya menjadi jembatan menuju kemajuan, namun justru belum dapat menyelesaikan masalah mendasar yang ada. Mengapa ini bisa terjadi?

Kepemimpinan yang Kurang Canggih

Salah satu alasan utama mengapa dana Otsus belum maksimal adalah kepemimpinan yang kurang efektif. Pemimpin yang dipilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harusnya bisa membawa Aceh lebih maju, bukan hanya mengandalkan bantuan pusat semata. Aceh membutuhkan pemimpin yang cakap, berani mengambil keputusan strategis, serta memiliki kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan dana Otsus dengan bijak.

Namun kenyataannya, sering kali pemimpin Aceh kurang memiliki visi jangka panjang dan kemampuan untuk merangkul pihak-pihak yang bisa mempercepat pembangunan. Pemimpin yang hanya mengandalkan anggaran yang ada tanpa mengoptimalkan potensi lokal dan jaringan nasional, akan sulit untuk membawa Aceh keluar dari statusnya sebagai daerah miskin.

Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Penting bagi pemimpin Aceh untuk memiliki relasi yang kuat dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini, keahlian dalam berkoordinasi dan melakukan lobi-lobi di tingkat nasional menjadi kunci. Saya menilai bahwa pemimpin Aceh ke depan harus mampu menjalin komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah pusat, agar dapat memperjuangkan peningkatan alokasi Dana Otsus. Jangan sampai Aceh mengalami penurunan, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu, di mana persentase dana Otsus untuk Aceh justru berkurang dari 2% menjadi 1%, sementara daerah lain seperti Papua justru mendapatkan kenaikan.

Lobi ke pusat harus lebih intensif, dan ini memerlukan pemimpin yang mampu menunjukkan sikap kooperatif tanpa mengabaikan kepentingan rakyat Aceh. Hubungan yang lebih kondusif dengan pusat seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih menguntungkan bagi Aceh.

Menciptakan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Aceh adalah ketimpangan antarwilayah. Pembangunan ekonomi Aceh sering kali terpusat di wilayah barat, yang lebih dekat dengan ibu kota provinsi. Untuk itu, sangat penting untuk memindahkan pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah selatan Aceh yang selama ini terabaikan. Membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di selatan akan menciptakan kesempatan kerja baru, meningkatkan investasi, dan meratakan kemajuan di seluruh daerah. Dengan demikian, pembangunan Aceh tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, tetapi menyebar merata ke seluruh wilayah.

Mengoptimalkan Potensi Diaspora Aceh

Selain itu, Aceh juga memiliki potensi besar dari diaspora Aceh yang tersebar di luar daerah. Banyak orang Aceh yang sukses di perantauan, memiliki jaringan yang kuat di tingkat nasional, bahkan internasional. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pemimpin daerah. Pemimpin Aceh ke depan harus mampu menjalin hubungan yang lebih erat dengan diaspora Aceh, merangkul mereka untuk ikut serta dalam pembangunan daerah, baik melalui investasi, transfer ilmu, maupun jaringan yang mereka miliki.

Seperti yang saya contohkan, salah satu tokoh diaspora Aceh, Abdul Latief, yang memiliki Pasar Raya, bisa dijadikan inspirasi. Pemimpin Aceh yang memiliki kemampuan untuk melibatkan diaspora dalam proses pembangunan akan mampu membuka lebih banyak peluang dan memperluas akses untuk pembangunan yang lebih baik.

Pentingnya Tata Kelola yang Transparan

Terakhir, tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan menjadi prasyarat utama dalam mengelola dana Otsus. Aceh tidak boleh lagi terjebak dalam praktik korupsi dan penyalahgunaan dana yang hanya menguntungkan pejabat dan kepala daerah. Dana yang tersedia harus dikelola dengan transparan dan diarahkan untuk kepentingan rakyat Aceh. Pembangunan harus berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, bukan pada kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Aceh harus belajar dari pengalaman daerah lain yang mampu meraih kemajuan, dengan mengedepankan prinsip-prinsip good governance, serta mengutamakan kepentingan rakyat. Dana Otsus yang diterima harus digunakan untuk menciptakan program-program yang benar-benar bermanfaat, mengurangi ketimpangan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh.

Menyongsong Pemimpin yang Bisa Sinergi dan Berdayakan Potensi Lokal

Aceh membutuhkan pemimpin yang bukan hanya pandai dalam berkomunikasi dan melobi, tetapi juga kreatif dalam merancang kebijakan yang dapat berkolaborasi dengan pusat. Dengan kepemimpinan yang sinergis, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik, saya yakin Aceh bisa mengubah nasibnya, meninggalkan statusnya sebagai daerah tertinggal, dan menuju kemajuan yang lebih merata di seluruh provinsi.

Dengan memanfaatkan dana Otsus secara maksimal, menggali potensi lokal, serta menjalin hubungan yang kuat dengan pemerintah pusat dan diaspora Aceh, Aceh akan mampu mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera bagi rakyatnya. Semua itu dimulai dengan memilih pemimpin yang cakap, punya visi, dan mampu menghadirkan perubahan nyata. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Cek KTP Anda untuk Mencegah Penyalahgunaan untuk Pinjol, Begini Caranya

0
Ilustrasi NIK KTP. (Foto: Dok.Kemendagri)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, namun juga membuka celah bagi tindakan kejahatan, terutama dalam sektor jasa keuangan. Salah satu ancaman yang mengintai adalah penyalahgunaan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengajukan pinjaman online (pinjol) atas nama pemilik KTP. Tanpa perlu verifikktp, judasi wajah atau swafoto, hanya dengan KTP saja, pinjaman bisa diproses dan menjerat pemilik identitas tersebut ke dalam lilitan utang.

Tentu saja, hal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, karena kerugian yang ditimbulkan bisa sangat merugikan. Namun, bagi Anda yang khawatir KTP-nya disalahgunakan untuk pinjol, jangan panik. Ada cara mudah untuk mengetahui apakah identitas Anda telah digunakan untuk pengajuan pinjol tanpa sepengetahuan Anda.

Pengecekan Melalui SLIK OJK

Untuk mengetahui status penggunaan KTP Anda dalam pinjaman online, masyarakat bisa memanfaatkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui layanan ini, Anda dapat mengecek secara online atau langsung di kantor OJK untuk memastikan apakah data pribadi Anda terdaftar dalam permohonan pinjaman.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk pengecekan melalui SLIK OJK:

Pengecekan Online

  1. Akses Situs atau Aplikasi
    Kunjungi situs https://idebku.ojk.go.id atau unduh aplikasi iDebku OJK di ponsel Anda.
  2. Pendaftaran Akun
    Pada halaman utama, pilih opsi ‘Pendaftaran’ untuk memulai proses pengecekan.
  3. Isi Formulir Pendaftaran
    Masukkan data yang diminta seperti jenis debitur, nomor KTP, dan kode captcha. Pastikan informasi yang dimasukkan sudah benar.
  4. Unggah Dokumen Pendukung
    Upload foto KTP dan foto diri Anda.
  5. Ajukan Permohonan
    Setelah semua data diisi dengan benar, klik ‘Ajukan Permohonan’.
  6. Cek Status Permohonan
    Setelah pendaftaran selesai, Anda akan menerima nomor pendaftaran. Gunakan nomor ini untuk mengecek status permohonan di menu ‘Status Layanan’.
  7. Proses Pengajuan
    OJK akan memproses permohonan Anda dalam waktu satu hari kerja dan mengirimkan hasil pengecekan melalui email yang didaftarkan.

Pengecekan Offline

  1. Kunjungi Kantor OJK
    Anda juga bisa datang langsung ke kantor OJK terdekat.
  2. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
    Bawa dokumen seperti fotokopi KTP (untuk WNI) atau paspor (untuk WNA), serta surat kuasa jika diperlukan.
  3. Proses Pengecekan
    Setelah dokumen diserahkan, OJK akan melakukan pengecekan sesuai permohonan Anda.
  4. Hasil Pengecekan
    Hasil pengecekan akan dikirimkan melalui email yang telah Anda daftarkan.

Dengan kemudahan ini, Anda dapat melindungi diri dari potensi kerugian akibat penyalahgunaan KTP oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pastikan selalu memeriksa dan melaporkan jika ada tanda-tanda penggunaan data pribadi Anda tanpa izin.

Editor: Akil

Peran Moderat Muhammadiyah Jaga Kerukunan di Aceh

0
Majid Baiturrahman. (Foto: Bekelsego)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Memasuki usia ke-112 tahun, Muhammadiyah terus diapresiasi atas perannya dalam menjaga kerukunan umat beragama dan seagama di berbagai wilayah, termasuk di Aceh. Sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dinilai mampu menghadirkan pendekatan moderat dan inklusif yang menjadi perekat di tengah keberagaman.

Menurut T. Aulia Rahman, kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Aceh, Muhammadiyah berkontribusi signifikan dalam menciptakan harmoni di Aceh yang memiliki dinamika keberagamaan cukup kompleks.

“Sebagai organisasi keagamaan yang moderat dan inklusif, Muhammadiyah mampu menetralisir sentimen-sentimen sektarian,” ujar Aulia saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (18/11/2024).

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki pendekatan yang terbuka terhadap berbagai kelompok keagamaan, termasuk Jamaah Tabliq, golongan Salafi Wahabi, kelompok Ikhwan, hingga Syiah.

“Kelompok-kelompok ini sering kali menghadapi potensi persekusi di wilayah yang cenderung didominasi ormas keagamaan konservatif,” tambahnya.

Tak hanya menjaga kerukunan antarumat seagama, Muhammadiyah juga berperan aktif dalam menjalin keharmonisan antarumat beragama. Kontribusi ini diwujudkan melalui amal usaha sosial dan lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah di berbagai wilayah Aceh.

“Melalui lembaga pendidikan dan amal usaha sosialnya, Muhammadiyah menjadi ruang interaksi yang positif bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa melihat perbedaan keyakinan,” tutup Aulia.

Peran Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan ini juga tercermin dalam survei Litbang Kompas yang dirilis Senin (18/11/2024). Sebanyak 91 persen responden menilai Muhammadiyah memiliki kontribusi positif dalam pembangunan bangsa, dan 36,1 persen di antaranya menyebut peran organisasi ini sangat besar dalam menjaga harmoni umat beragama.

Dengan usia yang semakin matang, Muhammadiyah terus menunjukkan kiprah nyata dalam merawat keberagaman, sekaligus memperkuat fondasi persatuan bangsa. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

112 Tahun Muhammadiyah: 91 Persen Publik Nilai Berkontribusi Positif untuk Indonesia

0
Logo Muhammadiyah. (Foto: PMM Jateng)

NUKILAN.id | Jakarta – Memasuki usia 112 tahun pada hari ini, Senin (18/11/2024), Muhammadiyah mendapat apresiasi besar dari publik atas kiprahnya di berbagai bidang. Berdasarkan survei Litbang Kompas, sebanyak 91 persen responden menilai Muhammadiyah memiliki kontribusi positif dalam pembangunan bangsa.

Survei yang melibatkan 540 responden dari 38 provinsi ini dilakukan pada 21-23 Oktober 2024. Dengan metode pengambilan sampel acak yang disesuaikan jumlah penduduk di setiap provinsi, survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 4,21 persen.

“Lebih dari 36,1 persen responden menyatakan peran Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan umat beragama sangat besar,” ujar Peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti, seperti dikutip dari Kompas.id, Senin.

Peran Besar di Pendidikan dan Kesehatan

Tidak hanya dalam bidang keagamaan, publik juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam aspek kehidupan lain, khususnya pendidikan dan kesehatan.

Sebanyak 79,5 persen responden menilai Muhammadiyah telah berkontribusi besar dalam memajukan pendidikan di Tanah Air. Hal ini terlihat dari pengelolaan lebih dari 5.000 sekolah serta 178 perguruan tinggi yang mencakup universitas, sekolah tinggi, dan institusi pendidikan lainnya.

“Bukan tanpa alasan, Muhammadiyah aktif mengambil peran penting di dunia pendidikan,” ujar Rangga.

Sementara itu, dalam sektor kesehatan, kontribusi Muhammadiyah diakui oleh 67,2 persen responden. Bahkan, sebanyak 23,5 persen responden menyebut Muhammadiyah sangat berjasa dalam penyediaan layanan kesehatan masyarakat.

Rangga menyebut, Muhammadiyah saat ini mengelola lebih dari 100 rumah sakit dan ribuan klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. “Upaya ini mendorong aksesibilitas layanan kesehatan hingga ke tingkat komunitas yang lebih kecil,” tambahnya.

Pilar Keharmonisan dan Harapan Bangsa

Muhammadiyah, yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta, pada 18 November 1912, terus menjaga perannya sebagai salah satu pilar harmoni sosial di Indonesia. Survei Litbang Kompas menunjukkan, 81,6 persen responden menilai organisasi ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Tak hanya itu, Muhammadiyah juga dianggap konsisten dalam mendukung nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan pelayanan sosial. Dalam momentum ulang tahunnya yang ke-112, publik berharap organisasi ini dapat terus memberikan kontribusi nyata demi Indonesia yang lebih maju dan inklusif.

“Publik melihat Muhammadiyah sebagai syarikat yang membawa banyak manfaat bagi bangsa,” tutup Rangga.

Editor: Akil

Dear Bang Irwan Djohan! Banda Aceh Tak Butuh Pemimpin Retorik

0
Pasangan Irwan Djohan dan Khairul Akmal di Debat Perdana Pilkada Banda Aceh 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Opini – Politik Banda Aceh selalu menarik untuk diikuti, terutama menjelang pilkada. Pasangan calon nomor urut 4, T. Irwan Djohan dan Khairul Akmal, sempat digadang-gadang memiliki peluang besar merebut kursi Wali Kota. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ada yang terasa berubah. Pernyataan T. Irwan dalam debat politik justru memunculkan keraguan, bukan keyakinan, di hati sebagian pemilih.

Dalam debat itu, Irwan mengatakan, “Bapak Tom Lembong sedang dikriminalisasi oleh kekuasaan,” dan melanjutkan dengan pernyataan tajam lainnya, “Siapa pun yang berseberangan dengan kekuasaan pasti akan dikriminalisasi.” Sepintas, pernyataan ini terdengar berani dan kritis. Namun, benarkah ini suara keberanian? Atau justru cermin dari pemahaman politik yang kurang matang?

Mari kita mulai dari esensi masalahnya: apa relevansi polemik hukum Tom Lembong dengan Banda Aceh? Kota ini tidak sedang menghadapi krisis terkait tokoh nasional, tetapi krisis yang sangat lokal—kesejahteraan rakyat, tata kelola kota, dan layanan publik yang lebih baik. Mengangkat isu ini dalam forum debat pemilihan Wali Kota terasa seperti mengalihkan fokus dari hal-hal yang lebih mendesak.

Lebih dari itu, pernyataan Irwan bahwa “siapa pun yang berseberangan dengan kekuasaan akan dikriminalisasi” membuat penulis bertanya-tanya, apa yang sedang ia coba bangun di sini? Ketakutan atau harapan? Jika kita mengikuti logikanya, maka kita juga harus bersiap menghadapi risiko besar bila Irwan benar-benar terpilih. Sebagai pemimpin yang sudah memosisikan diri berseberangan dengan pusat, apakah ia mampu mengelola hubungan yang baik dengan pemerintah pusat?

Banda Aceh bukan kota yang bisa berdiri sendiri tanpa bantuan pusat. Dengan anggaran daerah yang terbatas, membangun kota ini membutuhkan sinergi yang solid, bukan retorik yang membakar jembatan sebelum perjalanan dimulai. Ketika hubungan dengan pusat terganggu, warga kota ini yang akan menanggung dampaknya. Kita akan terjebak dalam keterbatasan anggaran, tanpa ruang untuk bermanuver.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah implikasi dari retorika ini. Apakah Irwan ingin menciptakan narasi bahwa Banda Aceh harus menjadi “musuh pusat”? Jika ya, ini bukanlah kepemimpinan yang kita butuhkan. Warga Banda Aceh membutuhkan pemimpin yang bisa menjembatani kepentingan daerah dan nasional, bukan seseorang yang malah menanam benih konflik di awal perjalanan.

Pernyataan dalam debat itu mungkin dimaksudkan sebagai bentuk keberanian politik. Tapi keberanian tanpa strategi adalah kesia-siaan. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang bisa berpikir strategis, mencari solusi nyata, dan memahami bahwa kolaborasi adalah jalan terbaik untuk membawa kota ini maju.

Pilihan politik bukan soal siapa yang berani berteriak lebih keras. Ini soal siapa yang punya visi besar, tetapi tetap berpijak pada kenyataan. Karena Banda Aceh tidak butuh pemimpin yang pandai membuat panggung, tetapi yang mampu membangun fondasi untuk masa depan. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Belajar dari Brasil, Presiden Prabowo Siapkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Indonesia

0
Presiden Prabowo Subianto dalam Indonesia-Brazil Business Forum di Copacabana Palace, Rio de Janeiro, Brasil. (Foto: Sekretariat Presiden)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program makan bergizi gratis bagi anak-anak Indonesia. Dalam sambutannya di Indonesia-Brazil Business Forum di Copacabana Palace, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (17/11/2024) waktu setempat, Prabowo mengungkapkan rencananya untuk belajar dari keberhasilan Brasil dalam program serupa.

“Untuk itulah, salah satu program strategis saya adalah makan gratis untuk setiap anak Indonesia. Dalam hal ini, saya ingin belajar dari Brasil, yang telah menjalankan program tersebut dengan sukses,” ujar Prabowo dalam forum tersebut, seperti disampaikan dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (18/11/2024).

Kirim Tim ke Brasil

Presiden Prabowo menyebutkan, Indonesia akan mengirim tim khusus untuk mempelajari secara langsung pelaksanaan program makan bergizi di Brasil. Tim tersebut akan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Brasil di Indonesia untuk memastikan persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar.

“Saya sudah meminta tim saya untuk mengaturnya dengan duta besar Anda untuk Indonesia. Kami ingin mengirimkan tim untuk mempelajari program makanan Brasil untuk anak-anak sekolah,” kata Prabowo di hadapan para pengusaha Brasil.

Ketahanan Pangan sebagai Prioritas

Prabowo menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, negara harus mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya, terutama anak-anak, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

“Ini sangat mendasar. Tidak ada gunanya memiliki negara dan republik, atau pemerintahan, yang tidak mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” tegas Prabowo.

Pandangan ini, lanjut Presiden, sejalan dengan tema Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, yaitu memerangi kemiskinan dan kelaparan. Prabowo juga menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang merata agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Pertumbuhan (ekonomi) dan kesejahteraan adalah tujuan kita. Namun, tidak ada gunanya pertumbuhan tinggi jika mayoritas rakyat tidak dapat menikmatinya,” ucapnya.

Program Strategis untuk Generasi Muda

Program makan bergizi gratis ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah kelaparan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia. Prabowo menilai, negara anggota G20 seperti Indonesia harus mampu menjamin kebutuhan dasar warganya, termasuk makanan bergizi bagi anak-anak.

“Apa gunanya Indonesia menjadi anggota G20 jika 25 persen anak kita tidak cukup makan? Ini tidak bisa diterima,” ujar Prabowo menutup pidatonya.

Program ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam upaya pemerintah mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak, di seluruh pelosok negeri.

Editor: Akil

Ketua MKD DPR RI Dek Gam Tinjau Kondisi Markas PMI Banda Aceh

0
Ketua MKD DPR RI Dek Gam Prihatin Kondisi Markas PMI Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Nazaruddin Dek Gam, melakukan kunjungan kerja ke Markas Besar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Senin (18/11/2024).

Kedatangan Dek Gam disambut langsung oleh Ketua PMI Banda Aceh, Haeqal Ahmad Asri, bersama jajaran pengurus. Dalam kunjungannya, Dek Gam meninjau berbagai fasilitas dan proses operasional PMI, termasuk pengelolaan darah, kondisi gedung, hingga kendaraan operasional seperti ambulans.

Namun, apa yang ia saksikan meninggalkan kesan mendalam. Dek Gam mengaku terkejut dengan kondisi markas PMI yang dinilainya jauh dari kata layak.

“Ini pertama kali saya datang ke Markas PMI Banda Aceh, dan jujur saya terkejut melihat kondisinya. Gedung ini sangat tidak layak, begitu juga dengan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Dek Gam kepada wartawan setelah peninjauan.

Ia juga menyoroti kondisi ambulans PMI Banda Aceh yang menurutnya tidak memadai. “Dari beberapa ambulans yang ada, hanya dua yang layak jalan, itu pun kondisinya memprihatinkan. Satu ambulans lagi sebenarnya bisa jalan, tapi tidak layak untuk operasional skala besar. Ini tentu harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Dek Gam berkomitmen untuk membawa permasalahan ini ke tingkat nasional. Ia berencana mengevaluasi langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membantu PMI Banda Aceh, baik dari segi renovasi gedung maupun pengadaan fasilitas medis lainnya.

“Saya akan kembali ke Jakarta dan mempelajari kemungkinan bantuan, apakah melalui Kementerian Kesehatan atau Kementerian PUPR. Kita akan lihat mana yang lebih mendesak,” jelas Dek Gam.

Ia juga menyatakan tekadnya untuk memperjuangkan alokasi anggaran di DPR agar PMI Banda Aceh mendapatkan dana yang diperlukan.

“Kalau rumah sakit daerah bisa kita bantu, saya yakin PMI juga bisa. PMI ini adalah garda terdepan dalam tugas-tugas kemanusiaan,” katanya.

Ketua PMI Banda Aceh, Haeqal Ahmad Asri, mengapresiasi perhatian yang diberikan Dek Gam. Menurutnya, kehadiran tokoh seperti Dek Gam menjadi angin segar bagi PMI yang selama ini bekerja keras di tengah keterbatasan.

“Kehadiran beliau menjadi simbol perhatian terhadap kondisi kami. Kami sangat berharap ada dukungan lebih, terutama untuk fasilitas yang mendukung operasional kami,” ujar Haeqal.

PMI Banda Aceh, lanjutnya, sangat membutuhkan perbaikan gedung, pembaruan alat kesehatan, dan tambahan ambulans. Dukungan dari pihak legislatif dinilai penting agar PMI dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efisien kepada masyarakat.

“Kami berharap, dengan adanya perhatian ini, PMI Banda Aceh bisa lebih optimal dalam merespons kebutuhan masyarakat, terutama dalam tugas-tugas kemanusiaan yang sering kali mendesak,” kata Haeqal.

Kunjungan Dek Gam ini membawa harapan baru bagi PMI Banda Aceh. Dengan dukungan yang dijanjikan, masyarakat Kota Banda Aceh dapat berharap pada layanan PMI yang lebih baik dan maksimal di masa depan.

Editor: Akil

Olimpiade Sains Kemenag Aceh Besar 2024: Guru Aceh Siap Unjuk Gigi di Dunia Sains

0
Olimpiade Sains Kemenag Aceh Besar 2024. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar kembali menegaskan perannya sebagai pionir dalam kemajuan pendidikan di Aceh dengan menggelar Olimpiade Sains Kemenag Aceh Besar 2024. Kompetisi bergengsi ini dikhususkan bagi para guru di seluruh Aceh, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pengembangan kompetensi pendidik di bidang sains.

Digelar secara online, olimpiade ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan bermanfaat. Dengan tajuk “Saatnya Guru Aceh Unjuk Gigi di Dunia Sains”, acara ini membuka kesempatan bagi guru dari berbagai jenjang pendidikan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai disiplin ilmu.

Kompetisi yang Inklusif untuk Semua Guru

Olimpiade Sains ini dirancang untuk mengasah kemampuan guru-guru dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Setiap jenjang memiliki kategori lomba yang berbeda:

  • Guru SD/MI akan berkompetisi dalam bidang Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris.
  • Guru SMP/MTs akan diuji dalam Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.
  • Guru SMA/MA akan berlomba di bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, dan Bahasa Inggris.

Dengan menawarkan berbagai kategori lomba, kompetisi ini diharapkan menjadi wadah inklusif yang memberi ruang bagi semua guru untuk bersaing dan memperlihatkan keahlian mereka di bidang sains.

Manfaat bagi Peserta: Piagam, Medali, dan Jejaring

Panitia penyelenggara tidak hanya menyediakan piagam penghargaan dan sertifikat peserta sebagai bukti partisipasi, tetapi juga medali untuk para pemenang yang berprestasi. Medali ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan usaha keras yang telah mereka tunjukkan dalam kompetisi.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan akses ke pembahasan soal yang dapat memperkaya pemahaman mereka di bidang yang dilombakan, serta kesempatan untuk membangun jejaring profesional dengan guru-guru inspiratif lainnya di seluruh Aceh.

Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan

Olimpiade Sains Kemenag Aceh Besar 2024 akan dimulai dengan pendaftaran yang dibuka pada 9-13 Desember 2024, dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba pada 15 Desember 2024, dan pengumuman pemenang pada 17 Desember 2024. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan resmi member.posi.id, sementara petunjuk teknis pelaksanaan tersedia di bit.ly/InfoOSKAB2024.

Untuk memudahkan komunikasi, panitia juga menyediakan layanan kontak melalui WhatsApp di 081262739364 (Admin POSI) dan 085263701725 (Ayun, Ketua Panitia).

Momentum untuk Pendidik Aceh

Olimpiade Sains ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi para guru di Aceh untuk menunjukkan bahwa mereka adalah pendidik-pendidik yang unggul, adaptif, dan inovatif. Dengan menjadikan sains sebagai fondasi dalam pengembangan kompetensi, ajang ini turut berperan dalam membangun pendidikan Aceh yang lebih maju dan berdaya saing.

Editor: Akil