Beranda blog Halaman 815

Empat Dosen Unimal Jadi Panelis Debat Publik Pilkada Aceh Tenggara

0
Empat Dosen Unimal Jadi Panelis Debat Publik Pilkada Aceh Tenggara. (Foto: Humas Unimal)

NUKILAN.id | Kutacane – Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Aceh Tenggara yang berlangsung Rabu (13/11/2024) menjadi sorotan publik. Debat ini mempertemukan tiga pasangan calon bupati-wakil bupati yang diuji gagasan dan program kerjanya di hadapan panelis serta tokoh masyarakat.

Empat akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) dilibatkan sebagai panelis dalam debat yang digelar di Gedung DPRK Aceh Tenggara pada pukul 19.30 WIB. Mereka adalah Dr. Alfian, Dr. Ismadi, Teuku Kemal Fasya, M.Hum, dan Bobby Rahman, M.Si. Kehadiran para dosen tersebut menunjukkan peran strategis Unimal dalam mendukung demokrasi lokal.

Ketua tim perumus debat, Masri Amin, menyebutkan bahwa debat ini menjadi momentum penting untuk menilai komitmen dan kapabilitas para kandidat.

“Debat ini adalah ujian bagi para calon dalam menunjukkan visi, misi, dan solusi nyata atas isu-isu strategis di Aceh Tenggara,” kata Masri, Kamis (14/11/2024).

Tiga Subtema Krusial

Debat kali ini mengusung tiga subtema utama, yakni:

  1. Pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan reformasi birokrasi.
  2. Pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan lingkungan hidup.
  3. Layanan pendidikan, kesehatan, kebudayaan, serta pencegahan narkoba.

Ketiga pasangan calon yang berkompetisi adalah Paslon 1 HM Salim Fakhry-Heri Al Hilal, Paslon 2 Raidin Pinim-Syahrizal, dan Paslon 3 Pandi Sikel-Khairul Abdi.

Dalam sesi debat, isu transparansi tata kelola pemerintahan dan pengentasan kemiskinan menjadi perhatian utama. Para panelis berupaya menggali jawaban konkret dari para kandidat terkait tantangan tersebut.

Sorotan Para Panelis

Teuku Kemal Fasya menyoroti pentingnya integrasi pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

“Aceh Tenggara memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, tanpa pengelolaan berkelanjutan, potensi ini bisa menjadi bumerang,” ujar Kemal.

Sementara itu, Dr. Ismadi menekankan tantangan di sektor pendidikan dan kesehatan yang kerap menjadi indikator kesejahteraan masyarakat. Ia mempertanyakan kesiapan para kandidat dalam memberikan solusi terhadap masalah tersebut.

Senada dengan itu, Dr. Alfian menilai debat ini sebagai ujian nyata bagi para kandidat.

“Masyarakat membutuhkan jawaban konkret, bukan sekadar janji politik. Panelis sudah menggali hal tersebut, tetapi kesiapan kandidat yang menentukan hasilnya,” katanya.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Keterlibatan dosen-dosen Unimal dalam debat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Mereka dianggap mampu memberikan perspektif berbasis data dan analisis kritis yang memperkuat kualitas debat.

“Pilkada bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi juga proses pembelajaran politik bagi semua pihak,” ujar Bobby Rahman di akhir debat.

Debat ini ditutup dengan harapan agar masyarakat Aceh Tenggara dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak pada hari pencoblosan mendatang. Demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan kandidat yang kompeten, tetapi juga pemilih yang kritis dan cerdas.

Editor: Akil

Survei LSI: Muzakir Manaf-Fadhlullah Unggul di Angka 45,9%

0
Survei LSI di Pilgub Aceh 2024. (Foto: LSI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, SE, unggul dalam survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan elektabilitas 45,9%. Mereka mengungguli pasangan Bustami Hamzah dan M. Fadhil Rahmi yang meraih 29,8%, sementara 24,3% responden menyatakan belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihan mereka.

Menurut informasi yang diterima Nukilan.id, survei dilakukan pada 5–12 November 2024 dengan melibatkan 800 responden di seluruh Aceh menggunakan metode multi-stage random sampling. Margin of error survei ini ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Tiga Faktor Utama Keunggulan

Peneliti LSI, Yoes C. Kenawas, menjelaskan bahwa keunggulan pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah, SE, dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

1. Popularitas dan Citra Personal
Muzakir Manaf mencatat tingkat popularitas tertinggi di angka 75,1% dengan kedisukaan 66,7%. Meski popularitas wakilnya, Fadhlullah, SE, masih di 53,2%, tingkat kedisukaannya mencapai 74,9% di kalangan yang mengenalnya.

“Persepsi publik terhadap Muzakir Manaf sangat positif, terutama dalam aspek jujur dan bersih dari korupsi, berani dan tegas, serta dianggap mampu memimpin Aceh,” ujar Yoes, Selasa (19/11).

2. Sosialisasi yang Intensif
Muzakir Manaf dan timnya dinilai lebih gencar melakukan sosialisasi dibanding pesaingnya. Sebanyak 64% responden menyatakan pernah melihat spanduk, baliho, atau stiker Muzakir Manaf. Selain itu, 37,6% responden pernah melihat sosialisasi pasangan ini di internet, 36,8% di televisi, dan 25,1% di koran.

“Sebanyak 14,4% responden bahkan mengaku pernah bertatap muka langsung dengan Muzakir Manaf,” kata Yoes.

3. Basis Pendukung yang Solid
Soliditas pendukung juga menjadi kunci. Sebanyak 78,4% responden yang mengaku memilih Partai Aceh dalam pemilu legislatif menyatakan mendukung pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah, SE.

Pesaing Masih Berpeluang

Meskipun unggul, hasil survei menunjukkan bahwa angka responden yang belum menentukan pilihan masih signifikan. Sebanyak 24,3% responden belum memberikan jawaban pasti.

“Angka ini menunjukkan peluang masih terbuka bagi pasangan lain untuk meningkatkan elektabilitasnya melalui kerja-kerja lapangan dan sosialisasi yang lebih gencar,” tambah Yoes.

Pemilu Semakin Dekat

Pemilihan Gubernur Aceh akan digelar pada 27 November 2024. Dengan hasil survei ini, persaingan antara kedua pasangan calon diprediksi semakin ketat menjelang hari pencoblosan.

“Strategi kampanye dan komunikasi dengan pemilih menjadi kunci untuk mengamankan dukungan,” tutup Yoes.

Survei ini melibatkan warga yang memiliki hak pilih di Aceh, yaitu mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, dengan sampel yang representatif dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mobil Ketua JASA Wilayah III Aceh Timur Diduga Dibakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

0
Mobil Ketua JASA Wilayah III Aceh Timur Diduga Dibakar Oleh OTK. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk — Mobil milik Muhammad Nazir (38), Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah III Idi, Aceh Timur, yang juga pendukung pasangan calon bupati Aceh Timur nomor urut 1, Sulaiman-Abdul Hamid (SAH), diduga dibakar oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/11/2024) dini hari di Desa Seunebok Buloh, Kecamatan Darul Aman.

Mobil jenis Daihatsu Sigra dengan pelat nomor BL 1612 DO itu ditemukan hangus terbakar sekitar pukul 04.00 WIB. Saat kejadian, kendaraan tersebut terparkir di samping rumah Nazir.

Sejumlah warga yang mengetahui insiden itu berusaha memadamkan api yang membesar. Meski tak ada korban jiwa, mobil milik Nazir tak terselamatkan dan ludes terbakar.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, menyebutkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

“Kami sedang melakukan penyelidikan secara mendalam, jadi belum dapat menyimpulkan penyebabnya,” ujar Adi kepada wartawan, Selasa.

Polisi Libatkan Tim Labfor

Polres Aceh Timur bersama Tim Inafis dan Opsnal Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara untuk membantu mengungkap penyebab insiden tersebut.

“Kami berharap melalui penyelidikan scientific crime investigation, penyebab kebakaran ini dapat diketahui secara pasti,” kata Adi.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Nova Suryandaru, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan polisi sedang bekerja keras mengungkap kasus ini.

“Kami sudah menurunkan anggota untuk menyelidiki. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Percayakan kepada kami untuk menangani kasus ini,” ujar Nova.

Ajakan Jaga Kamtibmas

Nova juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar situasi tetap kondusif.

Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan atau intimidasi yang diduga terkait dengan politik lokal di Aceh Timur menjelang pilkada. Sebelumnya, beberapa insiden lain juga sempat dilaporkan, namun belum ada pelaku yang terungkap.

Polres Aceh Timur memastikan akan terus mendalami setiap laporan yang masuk dan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti bersalah.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Utusan Khusus Prabowo, Bahas Otsus dan Keamanan Pilkada

0
Bahas Otsus dan Keamanan Pilkada, Utusan Khusus Prabowo Temui Wali Nanggroe Aceh. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al-Haythar menerima kunjungan Fauka Noor Farid, utusan khusus Presiden Prabowo Subianto di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneurut, Banda Aceh, Senin (18/11/2024). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari keamanan pelaksanaan Pilkada hingga keberlanjutan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh.

Fauka, yang dikenal sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas Aceh menjelang Pilkada serentak. Ia menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan pelaksanaan Pilkada yang damai dan kondusif.

“Kita sepakat untuk menciptakan Pilkada damai dan menjamin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pesan Pak Presiden, Aceh harus menjadi daerah yang besar, rakyatnya sejahtera, dan tetap damai,” kata Fauka.

Komitmen Pembangunan Aceh

Dalam pertemuan tersebut, Fauka juga menyoroti peran dana Otsus yang disebutnya sebagai komitmen pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan di Aceh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar dana tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

“Dana Otsus ini adalah amanah dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan. Mari kita bekerja sama agar Aceh semakin maju dan makmur,” ujarnya.

Fauka juga mengapresiasi kinerja institusi keamanan seperti Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Komando Daerah Militer (Kodam) yang menurutnya sudah berhasil menjaga stabilitas di Aceh.

“Sudah ada Kapolda dan Pangdam yang bekerja baik. Ini cukup untuk membuat Aceh tetap aman,” tambahnya.

Wali Nanggroe: Pilkada Aceh Aman Terkendali

Sementara itu, Wali Nanggroe Malik Mahmud mengungkapkan optimismenya terhadap pelaksanaan Pilkada serentak di Aceh. Menurutnya, pengalaman Aceh dalam menyelenggarakan tiga kali Pilkada pasca-perdamaian Helsinki menjadi modal kuat untuk menciptakan situasi yang kondusif.

“Selama ini, Pilkada di Aceh berlangsung aman dan terkendali. Insyaallah, kali ini juga akan demikian,” ujar Malik.

Terkait pembahasan dana Otsus, Malik menegaskan bahwa dana tersebut diperuntukkan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Aceh, bukan hanya eks-kombatan.

“Kombatan dulu berjuang untuk rakyat, bukan untuk diri sendiri. Dana ini harus dimanfaatkan untuk membangun Aceh yang lebih baik,” katanya.

Serap Aspirasi Rakyat

Selain bertemu Wali Nanggroe, Fauka Noor Farid juga mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen masyarakat Aceh untuk menyerap aspirasi mereka. Mahfudz Y Loethan, juru bicara tim pemenangan pasangan Muzakir Manaf-Fadhlullah, menyebut Fauka telah berada di Aceh selama beberapa hari.

“Pak Fauka banyak mendengar aspirasi rakyat Aceh untuk disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ini menunjukkan komitmen beliau terhadap Aceh,” ujar Mahfudz.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Ketua DPD Partai Gerindra Aceh yang juga calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, Ketua Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, dan Sekretaris Partai Gerindra Aceh, Abdurrahman Ahmad.

Editor: Akil

Disparpora Aceh Barat Latih Pemuda Jadi Barista Profesional dan Pengusaha Kopi

0
Disparpora Aceh Barat Latih Pemuda Jadi Barista Profesional dan Pengusaha Kopi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat mengadakan pelatihan kewirausahaan pemuda bertema bisnis barista kopi. Kegiatan yang berlangsung di GR Kupi, Meulaboh, selama dua hari pada 18–19 November 2024 ini diikuti 50 peserta pemuda setempat.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali pemuda dengan keterampilan dan pemahaman mengenai profesi barista, teknik pembuatan kopi, hingga strategi menjalankan bisnis kafe. Harapannya, kegiatan ini mampu mencetak pengusaha muda di sektor kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh.

Plt Kepala Disparpora Aceh Barat, Kartini, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memajukan ekonomi kreatif dan kewirausahaan di kalangan pemuda. Menurutnya, sektor kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di Aceh Barat.

“Kami ingin para peserta memiliki kemampuan tidak hanya dalam mengolah kopi berkualitas, tetapi juga memahami pengelolaan usaha. Dengan begitu, mereka bisa membuka peluang usaha baru yang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kartini, Senin (18/11/2024).

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari para instruktur berpengalaman, meliputi teknik pembuatan kopi, seperti espresso dan cappuccino, serta pengelolaan bisnis kafe. Selain itu, peserta juga dibekali wawasan tentang tren pasar kopi terkini dan strategi pemasaran melalui media sosial.

Ely Saputra, salah satu peserta asal Meulaboh, mengaku pelatihan ini sangat membantunya untuk memperdalam pengetahuan tentang dunia kopi.

“Saya sudah lama tertarik dengan dunia kopi dan ingin membuka kafe. Di sini, saya belajar cara membuat kopi yang benar dan mengelola usaha kafe dengan baik,” ujarnya.

Tak hanya sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan membangun jaringan. Ely menambahkan, pelatihan ini memberikan kepercayaan diri untuk segera memulai usaha di bidang kopi.

Menurut Kartini, kegiatan serupa akan terus digelar ke depannya. “Kami ingin mencetak lebih banyak wirausaha muda yang mampu bersaing dan berinovasi. Ini adalah bagian dari langkah strategis memanfaatkan potensi ekonomi kreatif di Aceh Barat,” katanya.

Aceh Barat dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi berkualitas. Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pengembangan industri kopi, baik sebagai barista profesional maupun pengusaha di sektor tersebut.

Editor: Akil

Imigrasi Meulaboh Terbitkan 5.934 Paspor hingga November 2024

0
Ilustrasi paspor. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Aceh Barat, telah menerbitkan 5.934 paspor sejak Januari hingga pertengahan November 2024. Jumlah ini mencakup paspor baru dan perpanjangan, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen keimigrasian di wilayah tersebut.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan pembuatan paspor,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Jamaluddin, Senin (18/11/2024).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.885 paspor merupakan pembuatan baru, sementara 1.919 lainnya merupakan perpanjangan paspor yang habis masa berlaku.

Menurun dari Tahun Sebelumnya

Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan total penerbitan paspor pada 2023 yang mencapai 6.850 paspor. Pada tahun lalu, paspor baru yang diterbitkan mencapai 4.465, sementara perpanjangan sebanyak 2.223. Selain itu, terdapat 19 paspor yang diterbitkan akibat kerusakan dan 140 paspor hilang yang harus diganti.

Penurunan jumlah penerbitan ini, menurut Jamaluddin, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tren perjalanan masyarakat dan kebutuhan terhadap dokumen keimigrasian yang fluktuatif setiap tahunnya.

Dominasi Kebutuhan Ibadah dan Wisata

Jamaluddin menjelaskan, masyarakat yang membuat paspor di wilayah kerjanya mayoritas untuk keperluan ibadah, seperti haji dan umrah, disusul perjalanan wisata, ziarah, pendidikan, kesehatan, hingga bisnis.

“Layanan kami terus dioptimalkan agar masyarakat yang memerlukan dokumen keimigrasian dapat dilayani dengan baik dan cepat,” tambahnya.

Ekspansi Layanan di Tapaktuan

Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh juga memperluas layanan dengan membuka Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Dengan adanya UKK, masyarakat di wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya tidak lagi harus datang ke Meulaboh untuk mengurus paspor.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan UKK untuk mempermudah proses pembuatan paspor, terutama bagi mereka yang berada jauh dari Meulaboh,” tutup Jamaluddin.

Layanan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan keimigrasian bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Debat Ketiga Pilgub Aceh 2024, Bahas Aceh Maju dan Merawat Perdamaian

0
Debat Perdana Pilgub Aceh 2024. (Foto: KIP Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memastikan debat ketiga dan terakhir pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024 akan mengangkat dua tema strategis, yakni mewujudkan Aceh maju serta merawat dan menjaga perdamaian.

Ketua KIP Aceh, Agusni AH, menyampaikan bahwa debat tersebut akan digelar pada Selasa (19/11/2024) di Pade Hotel, Aceh Besar. Acara ini akan disiarkan secara langsung melalui iNews TV dan kanal YouTube KIP Aceh.

“Tema debat kali ini mengintegrasikan visi pembangunan Aceh ke depan dengan upaya menjaga stabilitas perdamaian yang telah tercipta,” ujar Agusni dalam keterangan pers di Banda Aceh, Senin (18/11/2024).

Debat ini akan melibatkan tujuh panelis, yang terdiri dari akademisi dan tokoh masyarakat sipil. Beberapa nama di antaranya adalah Prof Agussabti Masi IPU, Prof Amhar Abubakar, Dr Otto Syamsuddin Ishak, dan Dr Effendi Hasan. Selain itu, turut hadir panelis dari organisasi masyarakat sipil, seperti Raihal Fajri (Direktur Katahati Institute) dan Alfian (Koordinator MaTA).

Dua Tema Strategis untuk Aceh
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KIP Aceh, Hendra Darmawan, menuturkan bahwa ruang lingkup dua tema debat ini cukup luas dan mencakup aspek pembangunan serta perdamaian.

“Tema pertama, yaitu mewujudkan Aceh maju, akan mengupas sinkronisasi pembangunan antarwilayah, pengembangan pariwisata halal, dan peran pemuda dalam pembangunan. Sedangkan tema kedua, merawat perdamaian, akan membahas integrasi, keamanan, serta upaya memperkokoh stabilitas perdamaian di Aceh,” jelas Hendra.

Debat ini juga dirancang untuk menggali langkah-langkah konkret para kandidat dalam menyerasikan pembangunan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga nasional. Selain itu, upaya memperkokoh semangat kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) turut menjadi fokus dalam diskusi ini.

Kolaborasi Visi dan Rencana Pembangunan
Hendra menambahkan bahwa debat ketiga ini akan menjadi kesempatan bagi para pasangan calon untuk memaparkan visi, misi, dan program mereka yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Aceh.

“Debat ini bukan hanya tentang apa yang akan dilakukan, tetapi bagaimana pasangan calon dapat mengintegrasikan gagasan mereka dalam kerangka pembangunan yang holistik dan berkesinambungan,” katanya.

Debat ini dipandang krusial karena menyangkut masa depan Aceh, khususnya dalam memperkuat fondasi perdamaian yang telah berjalan hampir dua dekade sejak perjanjian damai Helsinki pada 2005.

Dua pasangan calon yang akan beradu gagasan dalam debat ini adalah pasangan Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi (nomor urut 1) dan pasangan Muzakir Manaf-Fadhullah (nomor urut 2).

Ajang debat ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana adu ide, tetapi juga dapat membuka wawasan masyarakat Aceh tentang arah kebijakan dan komitmen masing-masing kandidat dalam membangun Aceh yang maju dan damai.

Editor: Akil

YSLI Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Aceh Tamiang untuk Cegah Abrasi

0

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) menggandeng kelompok Perhutanan Sosial Hutan Kemasyarakatan (PS-HKm) dan sejumlah elemen masyarakat untuk menanam 2.100 pohon di pesisir Aceh Tamiang. Kegiatan yang melibatkan berbagai pihak ini dilakukan di dua lokasi, yakni Pantai Ujung Tamiang dan Pantai Pusong Putus, Desa Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

“Sebanyak 1.500 mangrove jenis api-api ditanam di Pantai Pusong Putus, sementara 600 pohon cemara ditempatkan di Pantai Ujung Tamiang,” kata Ketua YSLI, Yusriono, Senin (18/11/2024).

Menurut Yusriono, penanaman pohon yang telah dimulai awal November ini bertujuan untuk mencegah abrasi yang semakin mengancam kawasan pesisir. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam melindungi habitat spesies tuntong laut, satwa endemik yang menggunakan pantai tersebut sebagai lokasi bertelur.

“Kedua pantai ini adalah pulau pendaratan bagi tuntong laut. Penanaman mangrove dan cemara sangat penting agar ekosistemnya tetap terjaga. Jika pantai rusak akibat abrasi, populasi tuntong laut akan semakin terancam,” ujarnya.

Libatkan Banyak Pihak

Penanaman pohon ini tak hanya dilakukan oleh YSLI dan PS-HKm, tetapi juga melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), perangkat desa setempat, TNI AL Pos Seruway, PT Pertamina EP Rantau, RPH Seruway, hingga masyarakat lokal. Kegiatan ini juga direncanakan berlanjut hingga Desember 2024.

“Kami ingin melibatkan sebanyak mungkin pihak, termasuk masyarakat setempat, agar kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan meningkat,” kata Yusriono.

Harapan Kelestarian Ekosistem

Safrizal, Sekretaris PS-HKm, menyampaikan apresiasinya kepada YSLI yang telah berkontribusi nyata dalam upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem pantai sebagai habitat utama tuntong laut yang kini di ambang kepunahan.

“Kontribusi ini sangat berarti bagi kami. Dengan menanam mangrove, kawasan HKm terlindungi dari abrasi, sehingga keberlangsungan habitat tuntong laut tetap terjaga,” ujar Safrizal.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir Aceh Tamiang dan sekitarnya. Tidak hanya melindungi ekosistem, kegiatan seperti ini juga menjadi momentum memperkuat kerja sama antara masyarakat, lembaga, dan pihak terkait dalam menjaga lingkungan bersama.

Editor: Akil

Muhammadiyah di Usia 112 Tahun: Kontribusi pada Pendidikan dan Relevansi di Tengah Zaman

0
Universitas Muhammadiyah Aceh. (Foto: unmuha.ac.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muhammadiyah memasuki usia ke-112 pada Senin (18/11/2024), mendapatkan apresiasi luas atas kiprahnya di berbagai bidang, terutama pendidikan dan sosial. Berdasarkan survei Litbang Kompas, sebanyak 91 persen responden menilai organisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa.

Survei yang melibatkan 540 responden dari 38 provinsi pada 21-23 Oktober 2024 ini mencatat peran Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan umat beragama diakui oleh 36,1 persen responden. Hasil survei tersebut didukung tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 4,21 persen.

Peran Muhammadiyah di Mata Kader Muda
Melihat peran Muhammadiyah lebih dekat, Nukilan.id mewawancarai T. Aulia Rahman, seorang kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Aceh. Ia menyoroti kontribusi Muhammadiyah yang paling dirasakan oleh pelajar, khususnya di Aceh, berada pada bidang infrastrukturnya.

“Fasilitas pendidikan yang dibangun Muhammadiyah menjadi bukti nyata kontribusinya. Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah banyak membantu pelajar di berbagai daerah, termasuk Aceh, untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas,” ungkap Aulia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa relevansi Muhammadiyah di tengah perkembangan zaman terletak pada prinsip “Berkemajuan” yang diusung oleh organisasi ini.

“Khittah Muhammadiyah yang fokus pada usaha sosial dan pendidikan, serta prinsip berkemajuan, membuatnya selalu mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pilar Kaderisasi
Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, IPM memiliki peran strategis dalam mendukung visi dan misi organisasi. Aulia menyebutkan bahwa IPM adalah pondasi sistem kaderisasi Muhammadiyah.

“IPM membentuk generasi muda yang moderat dan berkemajuan. Peran ini sangat penting dalam mencetak kader yang siap meneruskan perjuangan Muhammadiyah di masa depan,” katanya.

Harapan untuk Masa Depan
Aulia juga mengungkapkan harapannya agar kader Muhammadiyah dapat lebih berkontribusi di bidang pendidikan dan lingkungan, khususnya di Aceh.

“Dengan adanya kader Muhammadiyah dalam struktur pemerintahan, khususnya di sektor pendidikan dan lingkungan, diharapkan mampu membawa perbaikan sistem pendidikan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Indonesia,” tutupnya.

Di usianya yang ke-112, Muhammadiyah terus menunjukkan komitmennya sebagai gerakan sosial yang relevan dengan tantangan zaman. Apresiasi publik yang tinggi menjadi bukti bahwa organisasi ini masih menjadi salah satu pilar penting pembangunan bangsa.

Editor: Akil

SAMARA Wedding Fest 2024: Kolaborasi Kyriad Muraya Hotel Aceh dan By Daisy Planner Sukses Digelar

0
SAMARA Wedding Fest 2024. (Foto: Humas Kyriad)

NUKILAN.id | Banda Aceh – SAMARA (Sakinah Mawaddah Warahmah) Wedding Fest 2024, sebuah kolaborasi antara Kyriad Muraya Hotel Aceh dan By Daisy Planner, sukses menjadi festival pernikahan pertama yang diadakan di Banda Aceh. Event ini berlangsung meriah selama dua hari, 16-17 November 2024, di Kyriad Muraya Hotel Aceh.

Festival ini resmi ditutup dengan acara penutupan yang penuh semarak, diawali sambutan dari By Daisy Planner dan General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh. Acara dilanjutkan dengan pembagian cinderamata kepada para sponsor, hiburan dari solo vokalis Hasca Savira, penampilan band Ganea Music, fashion show oleh Yanwar Bestari, pembagian grandprize, dan ditutup dengan tarian kontemporer yang memukau oleh Sanggar Geunaseh.

Suasana semakin seru ketika pengundian grandprize digelar. Para calon pengantin yang hadir harap-harap cemas menantikan pengumuman pemenang berbagai hadiah menarik. Beberapa hadiah utama yang diperebutkan adalah dekorasi akad gratis dari DaisyBlooms Wedding, makeup akad gratis dari Juriska Mauliza Makeup, gaun pengantin gratis dari Maudy Fashion Design, voucher deluxe room gratis dari Kyriad Muraya Hotel Aceh, hingga voucher perjalanan untuk pasangan dari Jalan Bareng Kita.

Selain itu, Kyriad Muraya Hotel Aceh memberikan penawaran eksklusif “7 + 7 Benefit” bagi calon pengantin yang melakukan transaksi selama pameran. Beberapa benefit ini meliputi penginapan di kamar deluxe, dekorasi kamar honeymoon, sarapan di tempat tidur untuk pasangan pengantin, hingga diskon spesial untuk pemesanan kamar tambahan dan layanan makanan.

SAMARA Wedding Fest 2024 juga diramaikan oleh deretan tenant pernikahan ternama di Banda Aceh, seperti Bank Aceh Syariah, BTN Syariah, Fourge Decoration x Ata Film, Travel Jalan Bareng Kita, DaisyBloom Group, hingga UMKM Banda Aceh. Para pengunjung dapat menemukan berbagai kebutuhan acara, mulai dari dekorasi, tata rias, busana pengantin, hingga jasa dokumentasi.

Tak hanya itu, acara ini didukung oleh banyak sponsor yang berkontribusi besar dalam kesuksesan festival. Sponsor seperti BSI, PT Garuda Indonesia, Indah Dini Makeover, Dblue Studio, Yanwar Bestari, dan berbagai pihak lainnya memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran acara.

Di sepanjang dua hari pelaksanaan, transaksi yang terjadi antara tenant dan calon pengantin mencatatkan hasil yang signifikan, mencakup kebutuhan pernikahan, aqiqah, hingga acara lainnya yang direncanakan untuk tahun depan. Multiply event ini langsung terasa dampaknya, memberikan manfaat ekonomi bagi para tenant yang terlibat.

SAMARA Wedding Fest 2024 tidak hanya menjadi ajang pameran pernikahan, tetapi juga momen penting yang membawa warna baru dalam industri wedding di Banda Aceh. Event ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara hotel dan wedding planner dapat menghasilkan acara berkualitas yang membawa manfaat besar bagi semua pihak.

Editor: Akil